Terakhir diperbarui: 01 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 January). Decision Making: Proses dan Faktor Psikologis. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/decision-making-proses-dan-faktor-psikologis  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Decision Making: Proses dan Faktor Psikologis - SumberAjar.com

Decision Making: Proses dan Faktor Psikologis

Pendahuluan

Decision making atau pengambilan keputusan merupakan salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang berperan dalam berbagai dimensi perilaku individual dan sosial. Setiap hari, individu dihadapkan pada berbagai pilihan, mulai dari keputusan sederhana seperti memilih menu sarapan sampai keputusan kompleks seperti menentukan strategi karier atau investasi. Proses ini tidak hanya bersifat rasional semata, tetapi juga melibatkan faktor psikologis yang kompleks, termasuk proses kognitif internal dan respons emosional yang dapat memengaruhi kualitas keputusan yang dibuat. Pemahaman terhadap decision making tidak hanya penting dalam psikologi tetapi juga memiliki relevansi luas dalam bidang organisasi, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan mental karena keputusan yang diambil secara tidak langsung membentuk arah hidup dan kualitas perilaku individu secara keseluruhan.


Definisi Decision Making dalam Psikologi

Definisi Decision Making Secara Umum

Decision making atau pengambilan keputusan secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses memilih satu alternatif dari beberapa alternatif yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Proses ini menuntut individu mengevaluasi alternatif pilihan berdasarkan kriteria tertentu untuk kemudian mengambil pilihan yang dinilai paling sesuai untuk dilekaskan menjadi tindakan atau respons terhadap suatu situasi. Dalam Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, decision making didefinisikan sebagai pemilihan keputusan atau kebijakan yang didasarkan atas kriteria tertentu, yang melibatkan lebih dari satu alternatif pilihan. [Lihat sumber Disini - jurnal.dharmawangsa.ac.id]

Definisi Decision Making dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengambilan keputusan (Decision Making) adalah proses menentukan pilihan dari berbagai alternatif yang tersedia yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu atau menyelesaikan suatu masalah. KBBI menegaskan bahwa keputusan tidak dapat diambil tanpa adanya beberapa alternatif pilihan; jika hanya terdapat satu alternatif, tidak akan terjadi proses pengambilan keputusan. [Lihat sumber Disini - jurnal.dharmawangsa.ac.id]

Definisi Decision Making Menurut Para Ahli

Para ahli psikologi dan manajemen kerap memberikan definisi yang memperkaya pemahaman tentang decision making:

  1. G.R. Terry berpendapat bahwa pengambilan keputusan adalah proses pemilihan alternatif perilaku dari dua atau lebih alternatif yang tersedia. [Lihat sumber Disini - jurnal.dharmawangsa.ac.id]

  2. Goetsch dan Davis menyatakan decision making sebagai proses memilih salah satu alternatif tindakan yang dipandang paling efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]

  3. J. Reason mendeskripsikan pengambilan keputusan sebagai hasil dari proses kognitif yang membawa individu untuk memilih tindakan tertentu di antara beberapa alternatif yang tersedia. [Lihat sumber Disini - jurnal.peneliti.net]

  4. Eisenfuhr (dalam Lunenburg, 2010) menyatakan bahwa pengambilan keputusan merupakan proses mental membuat pilihan dari sejumlah alternatif untuk mencapai hasil yang diinginkan berdasarkan penilaian terhadap setiap alternatif tersebut. [Lihat sumber Disini - repositori.uma.ac.id]


Tahapan Proses Pengambilan Keputusan

Proses decision making tidak terjadi secara instan, tetapi melalui serangkaian tahapan yang saling terkait. Dalam literatur psikologi dan manajemen, tahapan proses pengambilan keputusan umumnya melibatkan beberapa fase sistematis sebagai berikut:

  1. Identifikasi Masalah atau Situasi yang Membutuhkan Keputusan

    Tahap awal adalah mengenali adanya situasi yang membutuhkan keputusan atau pemecahan masalah. Tanpa identifikasi masalah yang jelas, langkah-langkah selanjutnya tidak akan memiliki arah yang tepat. Individu atau kelompok harus menyadari bahwa keputusan perlu dibuat untuk mengatasi sebuah gap antara kondisi saat ini dan tujuan yang diinginkan.

  2. Mengumpulkan Informasi dan Alternatif

    Setelah masalah dikenali, pengambil keputusan akan mengumpulkan informasi yang relevan terkait situasi tersebut. Informasi ini bisa mencakup data faktual, pengalaman personal, hasil observasi, atau masukan dari pihak lain. Dari informasi tersebut, berbagai alternatif solusi atau tindakan akan disusun.

  3. Evaluasi Alternatif

    Setiap alternatif yang berhasil dikumpulkan kemudian dievaluasi secara kritis berdasarkan sejumlah kriteria seperti manfaat, risiko, konsekuensi, dan sumber daya yang tersedia. Evaluasi ini sering kali melibatkan pertimbangan kognitif yang kompleks karena individu harus mempertimbangkan kelebihan serta kekurangan dari setiap alternatif.

  4. Memilih Alternatif Terbaik

    Setelah mengevaluasi berbagai alternatif, langkah berikutnya adalah memilih satu alternatif yang paling sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Keputusan ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti preferensi, hingga faktor eksternal seperti data dan konteks situasi.

  5. Implementasi dan Evaluasi Keputusan

    Tahap akhir adalah implementasi pilihan yang telah dibuat. Setelah keputusan dilaksanakan, perlu dilakukan evaluasi apakah tindakan tersebut menghasilkan outcome yang diinginkan atau justru memunculkan konsekuensi baru yang harus ditangani.

Tahapan-tahapan di atas menunjukkan bahwa decision making bukan hanya tentang memilih satu tindakan, tetapi merupakan proses yang kompleks di mana individu berpikir, menganalisis, dan mengarahkan perilaku mereka untuk menghasilkan keputusan yang optimal. [Lihat sumber Disini - ojsid.my.id]


Faktor Kognitif dalam Decision Making

Faktor kognitif memainkan peranan penting dalam proses pengambilan keputusan karena berkaitan langsung dengan cara otak menerima, mengolah, dan mengevaluasi informasi sebelum memilih satu opsi tindakan.

  1. Proses Mental dan Pemikiran Analitis

    Secara fundamental, decision making melibatkan serangkaian proses mental yang termasuk perhatian, pemahaman informasi, perbandingan alternatif, dan pertimbangan risiko. Kemampuan untuk menganalisis informasi, mengingat pengalaman sebelumnya, dan memprediksi konsekuensi memainkan peran besar dalam menentukan kualitas keputusan yang dibuat. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

  2. Heuristik dan Skema Mental

    Otak manusia sering menggunakan heuristik yaitu shortcut mental dalam mengolah informasi yang kompleks. Heuristik ini membantu mempercepat keputusan, tetapi juga dapat menyebabkan kesalahan sistematis dalam penilaian yang dikenal sebagai cognitive biases. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Catatan Penelitian tentang Bias Kognitif

    Bias kognitif seperti confirmation bias (kecenderungan mencari informasi yang sesuai keyakinan awal), anchoring bias (terlalu bergantung pada informasi awal yang diterima), dan availability bias (terlalu memprioritaskan informasi yang mudah diingat) menunjukkan bagaimana proses kognitif dapat secara tidak sadar memengaruhi pilihan yang dibuat. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Secara keseluruhan, faktor kognitif bukan sekadar kemampuan berpikir rasional, tetapi mencakup seluruh proses pikiran yang menentukan bagaimana informasi diproses dan keputusan dihasilkan secara efektif.


Faktor Emosional dalam Pengambilan Keputusan

Proses decision making tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kognitif tetapi juga oleh kondisi emosional individu. Emosi berperan sebagai heuristic yang mempercepat respons terhadap situasi tertentu, namun juga dapat mempengaruhi kualitas keputusan.

  1. Peran Emosi dalam Perilaku Keputusan

    Emosi dapat memengaruhi bagaimana informasi dipersepsikan dan diinterpretasikan. Seseorang yang merasa cemas atau marah cenderung mengambil keputusan yang berbeda dibandingkan dengan kondisi emosional netral karena perasaan ini memengaruhi fokus perhatian dan penilaian risiko. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  2. Affect Heuristic

    Sebuah heuristik yang dikenal sebagai affect heuristic menunjukkan bahwa respons emosional terhadap situasi (misalnya rasa takut atau senang) berdampak langsung pada keputusan yang dibuat. Contohnya, keputusan yang diambil ketika seseorang merasakan rasa takut mungkin lebih konservatif dibandingkan ketika dalam kondisi positif atau bahagia. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Integrasi Emosi dan Rasionalitas

    Penelitian menunjukkan bahwa emosi tidak selalu mengarah pada keputusan buruk. Dalam beberapa konteks, emosi memberikan sinyal cepat terhadap risiko dan kesempatan yang mungkin tidak segera diproses secara rasional. Teori somatic marker menyatakan bahwa pengalaman emosional sebelumnya mengirimkan isyarat fisiologis yang membantu menavigasi pilihan dalam situasi kompleks. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Dengan demikian, faktor emosional merupakan dimensi penting dalam pola psikologis decision making yang sering kali berinteraksi erat dengan proses kognitif.


Bias Kognitif dalam Decision Making

Bias kognitif merupakan distorsi sistematis dalam pikiran yang sering mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Bias ini muncul karena keterbatasan kapasitas pemrosesan informasi atau jalan pintas mental yang dilakukan oleh otak untuk mempercepat pengambilan keputusan.

  1. Confirmation Bias

    Confirmation bias adalah kecenderungan untuk mencari atau menafsirkan informasi yang sesuai dengan keyakinan awal seseorang sambil mengabaikan informasi yang bertentangan. Bias ini dapat menghambat individu dari mengevaluasi alternatif secara objektif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  2. Overconfidence Bias

    Bias ini terjadi ketika seseorang memiliki kepercayaan terlalu tinggi terhadap kemampuan mereka sendiri atau akurasi informasi yang dimiliki. Hal ini dapat menyebabkan keputusan yang tidak realistis atau kurang optimal. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Anchoring Bias

    Individu sering kali terlalu terpengaruh oleh informasi awal (anchor) yang mereka terima, bahkan ketika informasi tersebut tidak relevan dengan pilihan akhir. Ini dapat mengakibatkan distorsi dalam evaluasi alternatif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

  4. Framing Effect

    Cara informasi disajikan juga memengaruhi keputusan. Frame positif atau negatif dari informasi yang sama dapat menghasilkan keputusan yang berbeda, menunjukkan betapa persepsi dapat mengubah pilihan. [Lihat sumber Disini - verywellmind.com]

Bias-bias ini menunjukkan bahwa meskipun decision making sering dipandang sebagai proses rasional, realitasnya adalah bahwa pola pikir dan konteks persepsi dapat sangat mempengaruhi hasil keputusan.


Dampak Decision Making terhadap Perilaku Individu

Decision making tidak hanya menghasilkan tindakan spesifik tetapi juga membentuk perilaku jangka panjang individu. Keputusan yang diambil memengaruhi sikap, pengalaman, pembelajaran, dan predisposisi individu terhadap situasi serupa di masa depan.

  1. Perubahan Perilaku Berdasarkan Keputusan

    Setiap keputusan membawa konsekuensi yang membentuk ulang cara individu melihat situasi tertentu. Misalnya, keputusan untuk menghadapi tantangan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan pemecahan masalah pada kesempatan berikutnya. Sebaliknya, keputusan yang buruk tanpa refleksi dapat memperkuat pola perilaku yang tidak efektif.

  2. Keputusan dan Pembentukan Kebiasaan

    Pola decision making yang repetitif dapat menjadi kebiasaan yang otomatis dan mempengaruhi bagaimana individu merespons berbagai situasi kehidupan. Keputusan yang konsisten berdasarkan pertimbangan matang sering kali menghasilkan kebiasaan positif yang memperkuat proses berpikir rasional.

  3. Konsekuensi Psikologis dari Keputusan

    Selain dampak pada tindakan, keputusan juga dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional individu; misalnya, keputusan yang melibatkan konflik nilai atau risiko tinggi dapat menimbulkan tekanan emosional atau stres, yang kemudian memengaruhi narasi psikologis dan pola perilaku individu.

Decision making dengan demikian merupakan mekanisme psikologis yang tidak hanya mencerminkan proses berpikir logis tetapi juga proses emosional dan pengalaman individu.


Kesimpulan

Decision making merupakan proses kompleks yang mencakup interaksi antara elemen kognitif dan emosional dalam pikiran manusia untuk memilih satu aksi di antara beberapa alternatif guna menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Proses ini melibatkan identifikasi masalah, pengumpulan informasi, evaluasi alternatif, dan pemilihan solusi yang tepat, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis seperti kemampuan berpikir analitis, heuristik, respons emosional, serta bias kognitif. Dampak keputusan tidak hanya terbatas pada hasil tindakan tertentu tetapi juga membentuk perilaku, kebiasaan, dan kesejahteraan psikologis individu secara keseluruhan. Pemahaman yang mendalam tentang decision making membantu individu membuat keputusan yang lebih bijak, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap situasi kompleks, serta memperkuat kualitas hidup secara umum.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Decision making adalah proses pengambilan keputusan yang melibatkan pemilihan satu alternatif dari beberapa pilihan yang tersedia berdasarkan pertimbangan kognitif, emosional, dan situasional untuk mencapai tujuan tertentu.

Tahapan pengambilan keputusan meliputi identifikasi masalah, pengumpulan informasi, penyusunan alternatif, evaluasi alternatif, pemilihan keputusan terbaik, serta implementasi dan evaluasi hasil keputusan.

Faktor psikologis penting karena proses pengambilan keputusan tidak hanya bersifat rasional, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan berpikir, emosi, pengalaman, serta bias kognitif yang memengaruhi penilaian individu.

Bias kognitif adalah kecenderungan sistematis dalam berpikir yang menyebabkan individu mengambil keputusan yang kurang objektif, seperti confirmation bias, anchoring bias, dan overconfidence bias.

Decision making memengaruhi perilaku individu dengan membentuk kebiasaan, pola respons terhadap situasi tertentu, serta kesejahteraan psikologis, karena setiap keputusan membawa konsekuensi yang memengaruhi pengalaman dan tindakan selanjutnya.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Keterlibatan Pasien: Konsep, Partisipasi Aktif, dan Pengambilan Keputusan Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output SPK Seleksi Calon Ketua Organisasi SPK Seleksi Calon Ketua Organisasi Black Box Testing dalam Pengujian Sistem Black Box Testing dalam Pengujian Sistem Activity Diagram: Pengertian dan Contoh Activity Diagram: Pengertian dan Contoh Konsep Kesejahteraan Psikologis Konsep Kesejahteraan Psikologis Konsep Fungsi Psikologis Sehat Konsep Fungsi Psikologis Sehat Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Kesiapan Kerja Psikologis: Konsep dan Faktor Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi SPK Penentuan Pola Belajar Siswa SPK Penentuan Pola Belajar Siswa Distres Psikologis: Konsep dan Indikator Distres Psikologis: Konsep dan Indikator Penelitian Etnometodologi: Ciri dan Implementasi Penelitian Etnometodologi: Ciri dan Implementasi Cognitive Bias: Pengertian dan Jenis-Jenisnya Cognitive Bias: Pengertian dan Jenis-Jenisnya SPK Pemilihan Software Akuntansi SPK Pemilihan Software Akuntansi Respons Adaptasi Psikologis Pasien Respons Adaptasi Psikologis Pasien Kualitas Hidup Psikologis: Konsep dan Indikator Kualitas Hidup Psikologis: Konsep dan Indikator Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Dukungan Psikologis: Konsep dan Kesehatan Mental Konsep Adaptasi Psikologis Konsep Adaptasi Psikologis SPK Rekomendasi Beasiswa Menggunakan Metode SAW SPK Rekomendasi Beasiswa Menggunakan Metode SAW Likuiditas Data: Definisi, Fungsi, dan Contohnya dalam Statistik Likuiditas Data: Definisi, Fungsi, dan Contohnya dalam Statistik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…