Terakhir diperbarui: 19 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 19 February). Manajemen Berbasis Data: konsep, pengambilan keputusan, dan akurasi informasi. SumberAjar. Retrieved 23 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/manajemen-berbasis-data-konsep-pengambilan-keputusan-dan-akurasi-informasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Manajemen Berbasis Data: konsep, pengambilan keputusan, dan akurasi informasi - SumberAjar.com

Manajemen Berbasis Data: konsep, pengambilan keputusan, dan akurasi informasi

Pendahuluan

Di era digital yang terus berkembang, jumlah data yang tersedia bagi organisasi meningkat secara eksponensial setiap harinya. Organisasi modern menghadapi tantangan bagaimana data yang berlimpah ini dapat dikelola secara efektif, ditransformasikan menjadi informasi bernilai, dan akhirnya digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Model manajemen tradisional yang hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman seringkali tidak mampu menjawab kompleksitas tantangan bisnis saat ini. Oleh karena itu, organisasi perlu mengadopsi pendekatan yang lebih sistematis yang disebut Manajemen Berbasis Data atau data-driven management, yaitu pengelolaan organisasi yang memanfaatkan data sebagai sumber utama untuk pengambilan keputusan, perencanaan strategis, serta pengukuran kinerja. Pendekatan ini bertujuan mengurangi kesalahan asumsi, meningkatkan akurasi keputusan, serta memperkuat hasil kinerja organisasi secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])


Definisi Manajemen Berbasis Data

Definisi Manajemen Berbasis Data Secara Umum

Secara umum, Manajemen Berbasis Data dapat dipahami sebagai pendekatan manajemen yang menggunakan data yang dikumpulkan, dianalisis, dan diinterpretasikan untuk membuat keputusan yang lebih efektif dan akurat. Ini bukan sekadar pengumpulan data, tetapi transformasi data menjadi wawasan operasional dan strategis yang dapat digunakan secara real-time oleh manajer di berbagai level organisasi. Dalam konteks ini, data menjadi “aset strategis” organisasi karena data menyediakan bukti kuat yang mendasari setiap keputusan dan tindakan operasional. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])

Pendekatan manajemen ini menjadi sangat relevan terutama ketika organisasi menghadapi tantangan besar di lingkungan yang sangat dinamis, kompetitif, dan berubah cepat. Organisasi yang berhasil menerapkan manajemen berbasis data mampu lebih cepat menyesuaikan strategi bisnis, merespons peluang pasar, serta mengidentifikasi risiko lebih awal dibandingkan organisasi yang masih bergantung pada intuisi. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Definisi Manajemen Berbasis Data dalam KBBI

Istilah manajemen dalam KBBI didefinisikan sebagai keseluruhan proses atau kegiatan mengatur, menangani, mengurus sesuatu sesuai dengan aturan yang berlaku agar tujuan yang diinginkan dapat dicapai. Meskipun manajemen berbasis data sendiri belum menjadi entri resmi tersendiri dalam KBBI, makna terminologinya dibangun dari pengertian dua kata utama: ‘manajemen’ dan ‘data’. ‘Data’ berarti fakta-fakta atau informasi yang sudah terorganisir atau belum diolah. Dengan demikian, manajemen berbasis data secara terminologis dapat diartikan sebagai kegiatan mengatur organisasi, sumber daya, atau proses kerja berdasarkan pengolahan dan analisis data untuk mencapai tujuan tertentu secara lebih efektif dan efisien. Istilah ini semakin diperkuat dalam praktik industri dan akademik sebagai fondasi bagi pengambilan keputusan yang berbasis fakta. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Manajemen Berbasis Data Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa definisi menurut para ahli yang sering dikutip dalam literatur ilmiah tentang topik ini:

  1. Mujahidin (2024) mendeskripsikan manajemen berbasis data sebagai suatu pendekatan manajerial yang memungkinkan pengelola organisasi untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah, dan memanfaatkan data sebagai dasar utama dalam merumuskan strategi dan kebijakan organisasi. ([Lihat sumber Disini - repository.metanusantara.com])

  2. IBM Think (2025) menyatakan bahwa data-driven decision-making merupakan pendekatan yang menekankan penggunaan data dan analisis alih-alih intuisi dalam pembuatan keputusan bisnis, sekaligus memfasilitasi prediksi kinerja dan optimalisasi strategi organisasi berdasarkan data yang tersedia secara nyata. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])

  3. Cruz & Rosário (2025) dalam kajian literatur sistematis menegaskan bahwa pengambilan keputusan berbasis data merupakan proses dimana data kuantitatif dan teknik analitik digabungkan untuk mengurangi ketidakpastian serta meningkatkan kualitas keputusan operasional dan strategis, khususnya dalam lingkungan bisnis. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])

  4. Wijiati (2025) dalam konteks manajemen mutu modern menggarisbawahi bahwa pengambilan keputusan berbasis fakta merupakan pilar penting bagi organisasi yang ingin mempertahankan efektivitas sistem manajemen dan integritas operasional. ([Lihat sumber Disini - ojs.pseb.or.id])

Definisi-definisi ini memiliki benang merah yang sama: bahwa keputusan, strategi, dan tindakan organisasi harus didasarkan pada data yang valid, relevan, dan terukur, bukan sekadar asumsi atau kebiasaan. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])


Peran Data dalam Proses Manajerial

Peran data dalam proses manajerial tidak bisa dilepaskan dari kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dalam suatu organisasi. Data berfungsi sebagai landasan objektif yang memandu setiap tahap proses manajerial.

Pertama, dalam tahap perencanaan, data memberikan informasi historis dan tren yang membantu organisasi merumuskan strategi serta meramal masa depan. Dengan data yang valid, perencana dapat menyusun tujuan yang realistis dan terukur berdasarkan fakta yang ada, bukan sekadar asumsi. ([Lihat sumber Disini - journal.arteii.or.id])

Kedua, pada tahap pengorganisasian, data berperan dalam mengalokasikan sumber daya seperti tenaga kerja, modal, dan teknologi secara tepat. Misalnya, informasi performa unit kerja membantu manajemen dalam membuat struktur organisasi yang optimal dan efisien. ([Lihat sumber Disini - journal.arimbi.or.id])

Ketiga, dalam pengarahan dan pengendalian, data berfungsi sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi seberapa jauh hasil operasional organisasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Ketika organisasi memiliki data real-time, manajer dapat segera melakukan koreksi jika terdapat penyimpangan performa atau risiko yang muncul. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Peran data juga semakin penting dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas organisasi. Data yang dikelola dengan baik meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, memberikan dasar evaluasi yang objektif, serta memperkuat proses governance organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Pengambilan keputusan berbasis data adalah proses menggunakan data dan analisisnya untuk menentukan pilihan terbaik di antara berbagai alternatif yang ada. Ini merupakan jantung dari manajemen berbasis data karena keputusan yang baik akan didukung oleh informasi yang sahih dan relevan.

Menurut studi akademik, pendekatan Data-Driven Decision-Making (DDDM) merupakan praktik di mana organisasi mengumpulkan dan menganalisis data untuk menjawab pertanyaan manajerial atau bisnis yang kritis, menggantikan intuitif atau tebakan dengan keputusan berbasis bukti nyata. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])

Proses pengambilan keputusan berbasis data biasanya melibatkan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Identifikasi tujuan dan metrik yang relevan,

  2. Pengumpulan data dari berbagai sumber,

  3. Pembersihan dan pemrosesan data,

  4. Analisis data untuk mengekstrak wawasan,

  5. Interpretasi hasil analisis,

  6. Implementasi keputusan yang didukung data, serta

  7. Monitoring hasil keputusan untuk perbaikan berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - tableau.com])

Keuntungan utama dari pendekatan ini bukan hanya meningkatkan akurasi keputusan, tetapi juga kemampuan organisasi untuk merespon perubahan dengan cepat, mengoptimalkan proses operasional, serta meminimalkan bias yang sering muncul dalam pengambilan keputusan yang hanya mengandalkan intuisi. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])


Kualitas dan Akurasi Informasi Manajerial

Kualitas informasi adalah fondasi bagi pengambilan keputusan yang efektif. Informasi yang akurat, relevan, lengkap, tepat waktu, dan konsisten menjadi determinan utama apakah sebuah keputusan dapat menghasilkan dampak positif bagi organisasi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kualitas data yang tinggi memiliki peran penting sebagai fondasi pengambilan keputusan yang akurat, meminimalkan risiko keputusan yang keliru, serta meningkatkan efisiensi operasional organisasi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id])

Beberapa dimensi penting dalam kualitas informasi meliputi:

  • Akurasi, kesesuaian informasi dengan keadaan nyata,

  • Relevansi, tingkat keterkaitan data dengan kebutuhan keputusan,

  • Konsistensi, keseragaman data di seluruh sistem, dan

  • Kelengkapan, tidak adanya data yang hilang. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Tingkat akurasi informasi ini menjadi sangat signifikan ketika organisasi mengandalkan sistem informasi manajemen untuk menghasilkan data real-time yang mendukung operasi dan evaluasi kinerja tim. Sistem informasi yang terintegrasi mampu menyediakan data yang cepat, tepat, serta valid, sehingga dapat membantu manajemen membuat keputusan dengan keyakinan lebih tinggi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.vifada.id])

Kualitas informasi yang buruk dapat menyebabkan interpretasi yang salah, risiko pengambilan keputusan yang menyesatkan, serta bahkan dampak negatif terhadap reputasi organisasi di mata pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kontrol kualitas data, standar pengelolaan data, serta governance data yang ketat merupakan langkah penting dalam implementasi manajemen berbasis data. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Infrastruktur dan Sistem Pendukung Data

Untuk dapat menerapkan manajemen berbasis data secara efektif, organisasi memerlukan infrastruktur yang mampu menangani volume data besar, baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak, maupun sumber daya manusia. Infrastruktur ini mencakup sistem penyimpanan data, database management system (DBMS), data warehouse, sistem integrasi data, serta teknologi analitik yang canggih seperti business intelligence dan big data analytics. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])

Sistem manajemen basis data (DBMS) menjadi fondasi utama dalam penyimpanan dan akses data yang terstruktur serta efisien. DBMS tidak hanya menyimpan data, tetapi juga menyediakan mekanisme kontrol akses, integrasi data, serta optimasi proses penyimpanan dan pengambilan data, yang semuanya berkontribusi dalam mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])

Selain itu, dukungan teknologi seperti cloud computing memungkinkan organisasi untuk menyimpan dan memproses data dalam skala besar dengan biaya yang lebih terjangkau dan fleksibel. Cloud services juga memberikan kemampuan untuk mempercepat akses informasi, memudahkan kolaborasi antar unit kerja, dan memastikan bahwa data tersedia secara real-time bagi pengambil keputusan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])

Sumber daya manusia yang ahli dalam analitik data seperti data scientist, data engineer, dan business intelligence specialist juga memainkan peran krusial bagi kinerja sistem pendukung data ini, karena teknologi saja tidak cukup tanpa kemampuan interpretasi dan pemahaman yang mendalam terhadap data. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Dampak Manajemen Berbasis Data terhadap Kinerja Organisasi

Penerapan manajemen berbasis data telah terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kinerja organisasi dalam berbagai sektor. Organisasi yang berhasil mengimplementasikan data-driven management menunjukkan peningkatan efektivitas proses operasional, akurasi keputusan, serta efisiensi waktu dan biaya. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])

Lebih lanjut, dalam konteks akademik dan praktik bisnis, sistem informasi manajemen berbasis data mampu mempercepat respon organisasi terhadap perubahan pasar dan dinamika lingkungan bisnis, karena data memberikan gambaran yang jelas tentang tren, peluang, serta risiko yang ada secara real-time. ([Lihat sumber Disini - jurnal.vifada.id])

Intinya, organisasi yang menerapkan prinsip manajemen berbasis data cenderung memiliki keunggulan kompetitif dibanding organisasi yang masih bergantung pada pemikiran intuitif, terutama ketika menghadapi tantangan kompleks di era digital. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])


Kesimpulan

Manajemen berbasis data merupakan paradigma modern dalam praktik manajemen organisasi yang menempatkan data sebagai sumber utama pengambilan keputusan, perencanaan strategis, dan evaluasi kinerja. Pendekatan ini memadukan teknologi, metode analitik, serta budaya organisasi data-driven untuk menghasilkan keputusan yang akurat, relevan, dan berorientasi pada hasil nyata. Dengan dukungan infrastruktur data yang tepat, kualitas informasi yang terjaga, serta profesional yang kompeten dalam analitik data, organisasi mampu mengoptimalkan kinerja dan beradaptasi secara lebih cepat terhadap berbagai tantangan lingkungan bisnis. Secara keseluruhan, manajemen berbasis data tidak hanya meningkatkan akurasi keputusan, tetapi juga memperkuat daya saing organisasi di era informasi yang serba cepat dan kompleks.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Manajemen berbasis data adalah pendekatan pengelolaan organisasi yang menjadikan data sebagai dasar utama dalam perencanaan, pengambilan keputusan, pengendalian, dan evaluasi kinerja agar keputusan yang dihasilkan lebih akurat dan objektif.

Manajemen berbasis data penting karena membantu organisasi mengurangi kesalahan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat respon terhadap perubahan, serta mendukung pencapaian tujuan organisasi secara lebih terukur.

Data berperan sebagai sumber informasi objektif yang digunakan untuk menganalisis kondisi, membandingkan alternatif, memprediksi dampak keputusan, serta mengevaluasi hasil keputusan yang telah diambil.

Kualitas data sangat menentukan akurasi keputusan. Data yang akurat, relevan, lengkap, dan tepat waktu akan menghasilkan informasi yang dapat dipercaya sehingga keputusan yang diambil lebih efektif dan minim risiko.

Tantangan utama meliputi kualitas data yang rendah, keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dalam analisis data, serta budaya organisasi yang belum sepenuhnya mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Manajemen Data Pendidikan: Konsep, Standar, dan Implementasi Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Manajemen Data: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkahnya Pengambilan Keputusan dalam Proses Pembelajaran Pengambilan Keputusan dalam Proses Pembelajaran AI dalam Pengambilan Keputusan: konsep, analisis cerdas, dan dukungan manajerial AI dalam Pengambilan Keputusan: konsep, analisis cerdas, dan dukungan manajerial Integrasi Sistem dengan Big Data Integrasi Sistem dengan Big Data Big Data Analytics: konsep, karakteristik data besar, dan tantangan pengolahan Big Data Analytics: konsep, karakteristik data besar, dan tantangan pengolahan Pengambilan Keputusan Bisnis: Konsep, Analisis Keputusan, dan Strategi Pengambilan Keputusan Bisnis: Konsep, Analisis Keputusan, dan Strategi Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output Peran Sistem Informasi dalam Pengambilan Keputusan: konsep, dukungan data, dan implikasi manajerial Peran Sistem Informasi dalam Pengambilan Keputusan: konsep, dukungan data, dan implikasi manajerial Manajemen Data: konsep, kualitas data, dan kesiapan analisis Manajemen Data: konsep, kualitas data, dan kesiapan analisis Penelitian Berbasis Data Sekolah (School-Based Research) Penelitian Berbasis Data Sekolah (School-Based Research) Analisis Kebijakan Publik Berbasis Data Analisis Kebijakan Publik Berbasis Data Tahapan Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemula Tahapan Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemula Sistem Informasi Manajemen Sekolah: Struktur dan Kelebihan Sistem Informasi Manajemen Sekolah: Struktur dan Kelebihan Perbedaan Sistem Pendukung Keputusan, Sistem Informasi Manajemen, dan Sistem Pakar Perbedaan Sistem Pendukung Keputusan, Sistem Informasi Manajemen, dan Sistem Pakar Pengelolaan Data Penelitian dalam Akademik Pengelolaan Data Penelitian dalam Akademik Pemanfaatan Big Data Kesehatan Pemanfaatan Big Data Kesehatan Pengambilan Keputusan Strategis: Konsep, Analisis Strategis, dan Arah Bisnis Pengambilan Keputusan Strategis: Konsep, Analisis Strategis, dan Arah Bisnis Transformasi Data: Tujuan dan Metode Transformasi Data: Tujuan dan Metode Konsistensi Data: Pengertian, Pentingnya, dan Contohnya Konsistensi Data: Pengertian, Pentingnya, dan Contohnya
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…