Terakhir diperbarui: 04 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 4 December). Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/arsitektur-sistem-pendukung-keputusan-cara-kerja-dari-input-hingga-output  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output - SumberAjar.com

Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan: Cara Kerja dari Input hingga Output

Pendahuluan

Sistem pengambilan keputusan dalam organisasi maupun enterprise seringkali melibatkan banyak variabel, data, dan ketidakpastian. Dalam konteks tersebut, Sistem Pendukung Keputusan (SPK / Decision Support System (DSS)) hadir sebagai alat bantu berbasis komputer untuk membantu para pengambil keputusan menstrukturkan masalah, mengolah data, dan mengevaluasi alternatif sehingga keputusan dapat diambil secara lebih efektif dan efisien. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang arsitektur SPK, bagaimana data dan model diproses dari input hingga akhirnya menjadi output keputusan, beserta berbagai bentuk arsitektur seperti berbasis data (data-driven), berbasis model (model-driven), dan integrasi dengan teknologi modern seperti AI, IoT, dan Big Data. Tujuannya agar pembaca memahami pondasi konseptual, karakteristik, dan mekanisme kerja SPK secara utuh.


Definisi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Definisi SPK Secara Umum

SPK adalah sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan di organisasi, terutama dalam masalah yang bersifat semi-terstruktur atau tidak terstruktur. Sistem ini membantu mengumpulkan dan mengolah data, dokumen, model, dan/atau pengetahuan untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pengambil keputusan. [Lihat sumber Disini - gdrc.org]

SPK tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengambil keputusan, melainkan menyediakan alat bantu untuk meningkatkan kualitas keputusan, membantu mengevaluasi alternatif, memproyeksi hasil, dan menyajikan informasi dengan cara yang mudah dipahami. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Definisi SPK dalam KBBI

Saat ini, pencarian definisi formal SPK dalam kamus besar seperti KBBI tidak selalu konsisten karena istilah ini relatif teknis dan berkembang dalam literatur TI. Di sebagian besar literatur akademik dan praktis Indonesia, definisi SPK mengacu pada sistem informasi berbasis komputer yang mendukung pengambilan keputusan organisasi. Sebagai referensi praktis, banyak artikel ilmiah lokal dan modul perkuliahan mendefinisikan SPK sesuai pengertian umum di atas. [Lihat sumber Disini - rahmadkurniawan.staff.unri.ac.id]

Definisi SPK Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi menurut para ahli:

  • Menurut Hutahaean dkk., SPK adalah sistem komputer interaktif yang membantu pengambil keputusan dengan menggunakan data, teknologi komunikasi, dokumen, pengetahuan, dan/atau model untuk menghasilkan alternatif keputusan. [Lihat sumber Disini - repository.uinjkt.ac.id]
  • Dalam literatur “Sistem Pendukung Keputusan: Teori dan Penerapannya” dijelaskan bahwa SPK memungkinkan pengambil keputusan untuk menangani masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan secara manual dengan efektif. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
  • Sebagai definisi klasik, menurut framework awal SPK, sistem ini dirancang untuk membantu manajer menghadapi masalah semi-terstruktur/unstructured, mengombinasikan akses data dengan model analitik, serta memfasilitasi penggunaan oleh pengguna non-teknis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Dalam modul pendidikan sistem informasi, SPK diartikan sebagai sistem informasi berbasis komputer yang membantu penyusunan strategi atau penyelesaian masalah kompleks melalui penyediaan informasi dan alat bantu analitis. [Lihat sumber Disini - si.ft.unesa.ac.id]

Dengan demikian, SPK tidak hanya sekadar database atau laporan statis, melainkan sistem interaktif yang menyediakan mekanisme analisis, simulasi, dan evaluasi, memungkinkan keputusan diambil dengan pertimbangan menyeluruh.


Arsitektur SPK: Bentuk dan Cara Kerja

Arsitektur Berbasis Data (Data-Driven DSS / SPK Berbasis Data)

Arsitektur berbasis data mengandalkan database, gudang data, atau data warehouse sebagai sumber utama informasi. SPK jenis ini menarik data internal maupun eksternal, lalu menyediakan akses, analisis, dan visualisasi bagi pengguna untuk memahami kondisi historis, tren, dan pola. [Lihat sumber Disini - techtarget.com]

Sistem ini ideal ketika keputusan bergantung pada volume data besar dan analisis data historis, misalnya manajemen persediaan, analisis penjualan, atau evaluasi kinerja. Data-driven DSS membantu menyusun laporan, grafik, maupun peringkasan data yang memudahkan pengguna memahami situasi nyata dan membuat keputusan berdasarkan fakta. [Lihat sumber Disini - indeed.com]

Karakteristik utama dari SPK berbasis data:

  • Menggunakan data historis atau real-time dari berbagai sumber (database internal, gudang data, bahkan big data).
  • Fokus pada penyajian dan analisis data, laporan, grafik, agregasi, tren.
  • Cocok untuk keputusan berbasis informasi kuantitatif dan faktual.

Arsitektur Berbasis Model (Model-Driven DSS / SPK Berbasis Model)

Berbeda dengan data-driven, arsitektur berbasis model menggunakan model analitik atau simulasi untuk membantu mengevaluasi alternatif keputusan berdasarkan parameter dan kriteria tertentu. Jenis model bisa berupa model finansial, keputusan, simulasi, optimasi, multi-kriteria, dan lain-lain. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Pada SPK model-driven, pengguna dapat mengubah parameter (misalnya bobot kriteria, asumsi, kondisi) dan sistem akan memperlihatkan hasil perhitungan atau simulasi, memungkinkan analisis “what-if” dan perbandingan skenario. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Jenis keputusan yang cocok untuk model-driven SPK antara lain perencanaan keuangan, pemilihan alternatif terbaik berdasarkan multi-kriteria (misalnya dalam seleksi, ranking, evaluasi kinerja), simulasi proyek, atau prediksi kondisi masa depan berdasarkan variabel input. Banyak penerapan di pendidikan, HR, alokasi sumber daya, seleksi, dsb. [Lihat sumber Disini - journal.aira.or.id]

Arsitektur Berbasis Pengetahuan dan Dokumen (Knowledge-Driven / Document-Driven DSS)

Selain data dan model, ada pula SPK yang memanfaatkan pengetahuan, aturan (rule-based), dan dokumen untuk mendukung keputusan, terutama ketika data kuantitatif terbatas atau keputusan memerlukan pemahaman kontekstual, kebijakan, atau regulasi. [Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com]

Dalam arsitektur ini, sistem membantu pengguna menavigasi dokumen, regulasi, prosedur, dan pengetahuan terstruktur/unstructured. Cocok untuk keputusan administratif, regulasi, hukum, kebijakan, dan situasi di mana faktor kualitatif, aturan, dan dokumen menjadi basis pertimbangan.


Integrasi SPK dengan Teknologi Modern (AI, IoT, Big Data)

Perkembangan teknologi sekarang memungkinkan SPK berkembang jauh melampaui SPK tradisional. Beberapa arah integrasi modern:

  • Big Data & Data Warehouse: SPK berbasis data kini bisa memproses volume data yang sangat besar dan beragam, dari database internal, sensor IoT, data eksternal, membantu pengambilan keputusan dengan cakupan informasi luas. Big data memungkinkan analisis historis dan real-time, pola, tren, serta insight yang lebih kaya daripada hanya data terbatas periodik.
  • Kecerdasan Buatan & Machine Learning (AI): Dengan AI, SPK bisa menjadi lebih cerdas, misalnya mendeteksi pola kompleks, melakukan prediksi, merekomendasikan alternatif keputusan berdasarkan data dan model. Sistem semacam ini kadang disebut Intelligent Decision Support System (IDSS). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
  • Internet of Things (IoT) & Data Real-Time: Dalam konteks operasional, SPK dapat diintegrasikan dengan IoT untuk memperoleh data langsung dari sensor, perangkat, mesin, lalu memprosesnya secara real-time sehingga keputusan bisa segera diambil sesuai kondisi terkini, misalnya manajemen inventori, pemantauan produksi, logistical decision making, maintenance prediktif, dan lain-lain. Hal ini menjadikan SPK lebih responsif terhadap perubahan dinamis.
  • Hybrid Approach (Data + Model + AI): SPK modern sering menggabungkan data-driven, model-driven, dan pengetahuan/AI-driven dalam satu sistem yang fleksibel, sehingga bisa menangani berbagai jenis keputusan: kuantitatif, kualitatif, prediktif, dan deskriptif.

Integrasi teknologi modern ini membuat SPK lebih adaptif terhadap lingkungan bisnis dan operasional yang semakin kompleks, dinamis, dan besar datanya.


Ilustrasi Alur Kerja SPK (Dari Input ke Output)

Berikut gambaran umum alur kerja SPK secara konseptual:

  1. Input Data / Informasi
    • Data internal/external: database, data historis, gudang data, sensor IoT, file/dokumen, pengetahuan/aturan.
    • Preferensi atau kriteria dari pengguna (misalnya bobot kriteria, threshold, batasan).
  2. Proses Pemrosesan & Analisis
    • Jika data-driven: agregasi, pembersihan data, analisis statistik, visualisasi, laporan.
    • Jika model-driven: penerapan model analitik / simulasi / optimasi / multi-kriteria terhadap data + kriteria pengguna → menghasilkan perhitungan, simulasi skenario, perbandingan alternatif.
    • Jika knowledge/document-driven: pencarian dokumen, penerapan aturan, pemetaan pengetahuan, rekomendasi berdasarkan logika/aturan.
    • Jika AI / hybrid: penerapan machine learning / algoritma prediktif / rule-based / sistem pakar untuk analisis kompleks/pola dan rekomendasi keputusan.
  3. Output / Rekomendasi / Alternatif Keputusan
    • Laporan, grafik, rangking alternatif, hasil simulasi, rekomendasi, prediksi, insight, rekomendasi tindakan.
    • Presentation melalui interface yang mudah dipahami oleh pengguna (non-teknis), memungkinkan mereka memilih opsi terbaik berdasarkan output.
  4. Pengambilan Keputusan oleh Pengguna
    • Pengguna memanfaatkan output tersebut sebagai dasar memilih alternatif, SPK tidak otomatis “mengambil keputusan final” tetapi memberi dasar informasi & analisis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Keunggulan dan Karakteristik Utama SPK


Tantangan dan Pertimbangan dalam Membangun SPK Modern

Dalam literatur terkini, pengembangan SPK menghadapi beberapa tantangan berikut:

  • Data besar & heterogen: saat menggunakan big data, perlu sistem penyimpanan dan pengolahan yang mampu menangani volume besar, integrasi data dari berbagai sumber, serta memastikan kualitas data.
  • Antarmuka pengguna (usability): model-driven atau AI-driven SPK harus dirancang supaya tetap mudah dipahami oleh pengguna non-teknis, kompleksitas model tidak boleh menghambat pemahaman. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
  • Fleksibilitas dan skalabilitas: SPK harus dapat diupdate (data, model, kriteria) sesuai perubahan lingkungan bisnis atau organisasi, tanpa harus membangun ulang sistem secara besar-besaran.
  • Keadilan, transparansi, dan explainability (terutama jika menggunakan AI): output rekomendasi harus bisa dijelaskan, terutama bila keputusan berdampak pada stakeholder berbeda. Beberapa penelitian menekankan pentingnya “stakeholder-in-the-loop” agar keputusan tetap adil dan transparan. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
  • Kebutuhan sumber daya: implementasi SPK yang kompleks (big data, AI, IoT) memerlukan infrastruktur, tim dengan keterampilan khusus, dan pemeliharaan berkelanjutan.

Kesimpulan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah fondasi penting di era informasi dan data modern untuk membantu organisasi mengambil keputusan yang lebih baik, cepat, dan berdasarkan data serta analisis objektif. Arsitektur SPK bisa berbasis data, model, pengetahuan/dokumen, atau kombinasi (hybrid), tergantung kebutuhan keputusan dan kompleksitas masalah. Integrasi dengan teknologi modern seperti Big Data, AI, dan IoT menjadikan SPK semakin relevan, mampu menangani volume data besar, dinamika real-time, dan analisis kompleks.

Namun, implementasi SPK bukan tanpa tantangan: dibutuhkan perhatian pada kualitas data, usability, transparansi, skalabilitas, serta sumber daya yang memadai. Dengan perancangan dan penggunaan yang tepat, SPK dapat menjadi alat strategis untuk mendukung pengambilan keputusan yang cerdas dan efektif.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan adalah struktur atau kerangka kerja yang mengatur bagaimana data, model, dan komponen lainnya berinteraksi untuk menghasilkan rekomendasi keputusan. Arsitektur ini menjelaskan alur dari input, pemrosesan, hingga output yang digunakan oleh pengambil keputusan.

Jenis arsitektur SPK meliputi arsitektur berbasis data, arsitektur berbasis model, serta arsitektur berbasis pengetahuan atau dokumen. Pada sistem modern, SPK juga dapat menggabungkan big data, AI, machine learning, dan IoT menjadi bentuk hybrid yang lebih cerdas dan adaptif.

SPK bekerja melalui serangkaian tahapan: input data atau informasi, pemrosesan melalui analisis data atau model keputusan, pengolahan alternatif, lalu menghasilkan output berupa rekomendasi, peringkat, prediksi, atau laporan yang memudahkan pengambil keputusan.

Arsitektur SPK memberikan kerangka yang jelas sehingga sistem mampu bekerja secara konsisten, efisien, dan terstruktur. Dengan arsitektur yang baik, organisasi dapat mengoptimalkan penggunaan data, meningkatkan kualitas keputusan, mempercepat proses analisis, serta mendukung strategi berbasis informasi.

Integrasi dengan AI, IoT, dan Big Data membuat SPK lebih adaptif, mampu memproses data besar secara real-time, memberikan prediksi yang lebih akurat, mendeteksi pola kompleks, serta menghasilkan rekomendasi yang lebih cerdas dan kontekstual.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Arsitektur Sistem & Patterns Modern Arsitektur Sistem & Patterns Modern Arsitektur Sistem Informasi: Struktur, Alur Kerja, dan Komponennya Arsitektur Sistem Informasi: Struktur, Alur Kerja, dan Komponennya Arsitektur Sistem Informasi Modern: Web, Mobile, dan Integrasi Cloud Arsitektur Sistem Informasi Modern: Web, Mobile, dan Integrasi Cloud Arsitektur Sistem 3-Tier: Konsep dan Contoh Arsitektur Sistem 3-Tier: Konsep dan Contoh Arsitektur Serverless: Definisi dan Penerapan Arsitektur Serverless: Definisi dan Penerapan Pengembangan Sistem Berbasis Microservices Pengembangan Sistem Berbasis Microservices Aplikasi Mobile untuk Pengumpulan Data Lapangan Aplikasi Mobile untuk Pengumpulan Data Lapangan Teknologi Web Modern Teknologi Web Modern Produktivitas Kerja: Konsep, Pengukuran Output, dan Efisiensi Produktivitas Kerja: Konsep, Pengukuran Output, dan Efisiensi Efisiensi: Definisi, Cara Mengukur, dan Contohnya Efisiensi: Definisi, Cara Mengukur, dan Contohnya Sistem Berbasis Rest API: Implementasi dan Contoh Sistem Berbasis Rest API: Implementasi dan Contoh Black Box Testing dalam Pengujian Sistem Black Box Testing dalam Pengujian Sistem Tahapan Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemula Tahapan Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemula Infrastruktur Deployment & DevOps Infrastruktur Deployment & DevOps Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Integrasi Sistem & Teknologi Pendukung Integrasi Sistem & Teknologi Pendukung Produktivitas: Definisi, Cara Mengukur, dan Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas: Definisi, Cara Mengukur, dan Faktor yang Mempengaruhi Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Refactoring Sistem: Pengertian dan Manfaat Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Integrasi Sistem dengan Big Data Integrasi Sistem dengan Big Data
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…