Terakhir diperbarui: 06 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 January). Coping Kesehatan: Konsep dan Adaptasi. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/coping-kesehatan-konsep-dan-adaptasi 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Coping Kesehatan: Konsep dan Adaptasi - SumberAjar.com

Coping Kesehatan: Konsep dan Adaptasi

Pendahuluan

Kehidupan manusia tidak terlepas dari tekanan, baik yang bersifat fisik maupun psikologis. Dalam konteks kesehatan, tekanan ini bisa muncul dari berbagai sumber, seperti penyakit kronis, tuntutan sosial, ketidakpastian mengenai kondisi tubuh, hingga perubahan gaya hidup. Untuk menangani tekanan-tekanan tersebut, individu tidak hanya berupaya secara medis tetapi juga secara psikologis melalui berbagai cara yang disebut coping. Coping dalam kesehatan merupakan fenomena kompleks yang berkaitan erat dengan kemampuan individu untuk mempertahankan kesejahteraan batin dan kualitas hidup saat menghadapi tantangan kesehatan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap konsep, strategi, faktor yang mempengaruhi, serta efeknya terhadap adaptasi psikologis dan kesehatan mental merupakan hal penting dalam ilmu kesehatan masyarakat dan psikologi kesehatan.


Definisi Coping Kesehatan

Definisi Coping Kesehatan Secara Umum

Coping secara umum merujuk pada usaha kognitif dan perilaku yang dilakukan individu untuk mengelola tuntutan internal dan eksternal yang dianggap membebani atau melebihi sumber daya yang tersedia pada individu tersebut. Usaha-usaha ini bertujuan untuk merespons stres dan situasi sulit agar dapat tetap melakukan fungsi psikologis dan fisik secara optimal. Dalam konteks kesehatan, coping mencakup berbagai strategi yang diarahkan untuk mengatasi tantangan yang berkaitan dengan penyakit, perawatan kesehatan, dan adaptasi terhadap perubahan kondisi tubuh atau lingkungan yang mempengaruhi kesehatan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Definisi Coping Kesehatan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah coping sering diasosiasikan dengan istilah koping, yang berarti usaha atau strategi yang dilakukan seseorang dalam mengatasi tekanan, stres, atau problem tertentu. Koping mencakup tindakan sadar yang dilakukan oleh individu untuk menanggulangi situasi yang dirasakan menekan atau menimbulkan ketidaknyamanan. Walaupun tidak secara eksplisit diberi batasan dalam KBBI hanya pada konteks kesehatan, istilah ini sering digunakan dalam penelitian psikologi kesehatan untuk merujuk pada mekanisme adaptasi terhadap stres yang mempengaruhi kondisi kesehatan mental dan fisik. [Lihat sumber Disini - ojs.unimal.ac.id]

Definisi Coping Kesehatan Menurut Para Ahli

Beberapa ahli memberikan definisi terperinci terkait coping dalam konteks psikologi dan kesehatan, antara lain:

  1. Lazarus & Folkman (1984), Coping adalah upaya kognitif dan perilaku yang terus menerus untuk mengelola tuntutan internal dan eksternal yang dinilai melebihi sumber daya individu. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  2. Algorani & Gupta (2023), Coping didefinisikan sebagai pikiran dan perilaku yang dimobilisasi untuk mengelola situasi yang penuh tekanan, baik yang bersifat internal maupun eksternal. [Lihat sumber Disini - ncbi.nlm.nih.gov]

  3. StanisΕ‚awski (2019), Coping merupakan respons kognitif, emosional, dan/atau perilaku terhadap stres yang berfungsi untuk menenangkan diri atau memecahkan masalah yang dihadapi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Carver & Scheier, membedakan antara coping styles sebagai cara khas individu menghadapi masalah hidup dan coping strategies sebagai mekanisme spesifik yang dipilih untuk situasi tertentu. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa coping kesehatan tidak hanya sekadar reaksi spontan, tetapi merupakan rangkaian strategi yang dipilih secara sadar dan dinamis untuk menghadapi tekanan yang berkaitan dengan kesehatan fisik maupun psikologis.


Jenis-Jenis Strategi Coping Kesehatan

Dalam literatur psikologi dan kesehatan, strategi coping digolongkan berdasarkan fokus atau tujuan dari strategi tersebut. Dua jenis utama yang paling banyak dikaji adalah:

1. Problem-Focused Coping

Strategi ini diarahkan untuk mengatasi atau mengubah sumber tekanan secara langsung. Individu yang menggunakan strategi ini cenderung mencoba mencari solusi masalah, merencanakan tindakan, atau melakukan pendekatan langsung untuk mengurangi faktor penyebab stres. Dalam konteks kesehatan, hal ini bisa berupa mengikuti rekomendasi perawatan, mencari informasi medis akurat, atau melakukan modifikasi gaya hidup yang mendukung kesehatan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

2. Emotion-Focused Coping

Strategi ini berfokus pada pengaturan emosi yang timbul akibat situasi penuh tekanan, bukan mengubah sumber tekanan itu sendiri. Strategi ini mencakup upaya seperti mencari dukungan sosial, meditasi, teknik relaksasi, reframing positif, atau praktik spiritual untuk meredam dampak emosional dari tekanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Selain dua jenis di atas, dalam praktik coping sering ditemui juga strategi lain seperti avoidance coping (menghindari situasi yang menyebabkan stres), serta kombinasi berbagai pendekatan berdasarkan kebutuhan individu dan konteks. Beberapa literatur juga membedakan antara adaptive dan maladaptive coping, di mana adaptive coping membantu meningkatkan kesejahteraan dan fungsi individu secara efektif, sementara maladaptive coping justru memperburuk kondisi atau memunculkan pola perilaku tidak sehat jika digunakan secara berlebihan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor yang Mempengaruhi Coping Kesehatan

Kemampuan dan pola coping yang digunakan seseorang tidak muncul begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa faktor penting yang memengaruhi strategi coping kesehatan antara lain:

1. Karakteristik Individu

Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengalaman hidup, serta kepribadian individu dapat memengaruhi pemilihan strategi coping. Misalnya, individu dengan keterampilan problem-solving yang baik cenderung lebih memilih problem-focused coping. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

2. Sumber Daya Sosial dan Dukungan

Dukungan sosial dari keluarga, teman, atau komunitas dapat memperkuat kemampuan coping seseorang. Individu yang memiliki jaringan dukungan yang kuat sering kali mampu mengurangi beban psikologis melalui berbagi pengalaman atau mencari nasihat. [Lihat sumber Disini - jurnal-id.com]

3. Akses Informasi dan Layanan

Ketersediaan informasi kesehatan yang akurat serta akses terhadap layanan kesehatan profesional juga turut memengaruhi strategi coping. Individu yang memiliki akses lebih mudah cenderung memiliki pilihan strategi yang lebih beragam dan adaptif. [Lihat sumber Disini - jurnal-id.com]

4. Konteks Budaya dan Lingkungan

Keyakinan budaya, nilai-nilai komunitas, serta norma sosial dapat membentuk cara pandang individu terhadap tekanan dan strategi yang dianggap sesuai. Misalnya, praktik spiritual bisa menjadi bagian dari coping bagi kelompok budaya tertentu. [Lihat sumber Disini - jurnal.idaqu.ac.id]

5. Kesadaran Diri dan Keterampilan Emosional

Kemampuan untuk mengenali emosi sendiri dan mengelolanya dengan baik dapat meningkatkan efektivitas coping, terutama dalam strategi emotion-focused coping seperti relaksasi atau reframing positif. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]


Coping Kesehatan dan Adaptasi Psikologis

Adaptasi psikologis terhadap kondisi kesehatan merupakan proses di mana individu mencoba untuk menyesuaikan diri dengan perasaan dan realitas yang baru akibat kondisi kesehatan yang menimbulkan tekanan. Strategi coping yang efektif dapat membantu individu mencapai adaptasi psikologis yang lebih baik, sehingga risiko dampak negatif seperti kecemasan, depresi, atau gangguan mental dapat diminimalkan.

Adaptasi psikologis bukan hanya tentang mengurangi stres dalam jangka pendek, tetapi juga mencakup kemampuan untuk menerima perubahan, mengembangkan rasa kontrol, serta memelihara kesejahteraan jangka panjang. Strategi coping yang adaptif akan memberi individu kapasitas untuk mengelola emosi dan tuntutan fisik dengan lebih seimbang, sehingga proses penyembuhan atau penyesuaian hidup dengan penyakit kronis dapat berjalan lebih lancar. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Coping Kesehatan dalam Menghadapi Penyakit

Dalam konteks penyakit, baik akut maupun kronis, coping memainkan peran penting dalam proses pemulihan dan pemeliharaan kualitas hidup. Individu yang menderita penyakit kronis misalnya, tidak hanya berjuang melawan gejala fisiknya tetapi juga harus mengelola stres psikologis, gangguan fungsi sosial, serta ketidakpastian masa depan. Literatur telah menunjukkan bahwa penggunaan strategi coping yang adaptif, seperti keterlibatan aktif dalam manajemen penyakit, pencarian dukungan sosial, dan praktik relaksasi, dapat membantu individu merasa lebih mampu menghadapi tantangan tersebut dan menjaga kualitas hidup meskipun menghadapi kondisi medis yang berat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Efektivitas Coping Kesehatan terhadap Kesehatan Mental

Efektivitas coping terhadap kesehatan mental telah banyak diteliti, terutama dalam konteks stres yang berkepanjangan atau situasi tekanan berat. Penelitian menunjukkan bahwa strategi coping yang adaptif berhubungan dengan tingkat kesehatan mental yang lebih baik, termasuk tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah, serta kesejahteraan emosional yang lebih tinggi. Strategi emotion-focused coping seperti pencarian dukungan sosial dan reframing positif, serta problem-focused coping seperti perencanaan tindakan yang jelas, telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala stres dan meningkatkan kualitas psikologis individu. [Lihat sumber Disini - ejournal.uinfasbengkulu.ac.id]


Kesimpulan

Coping kesehatan adalah konsep penting dalam ilmu kesehatan dan psikologi yang merujuk pada upaya sadar individu untuk mengelola tekanan yang berkaitan dengan kesehatan fisik dan psikis. Strategi coping mencakup pendekatan kognitif dan perilaku yang beragam, seperti problem-focused coping dan emotion-focused coping, yang masing-masing memiliki peran dalam membantu individu menghadapi stres dan tantangan kesehatan. Berbagai faktor mulai dari karakteristik individu hingga sumber daya sosial turut memengaruhi jenis dan efektivitas strategi coping yang dipilih. Strategi coping yang adaptif berkontribusi signifikan terhadap adaptasi psikologis dan kesehatan mental individu, memperbaiki kesejahteraan keseluruhan dan kualitas hidup, khususnya dalam menghadapi penyakit kronis atau situasi tekanan jangka panjang. Pemahaman dan penerapan strategi coping yang efektif menjadi landasan penting bagi intervensi kesehatan masyarakat dan praktik perawatan kesehatan holistik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Coping kesehatan adalah upaya kognitif dan perilaku yang dilakukan individu untuk mengelola stres, tekanan, dan tantangan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan fisik maupun mental.

Jenis strategi coping kesehatan meliputi problem-focused coping yang berfokus pada pemecahan masalah kesehatan secara langsung, dan emotion-focused coping yang bertujuan mengelola respon emosional terhadap stres kesehatan.

Coping kesehatan dipengaruhi oleh karakteristik individu, dukungan sosial, tingkat pendidikan, akses informasi kesehatan, budaya, serta kemampuan regulasi emosi dan kesadaran diri.

Coping kesehatan membantu individu menyesuaikan diri secara psikologis terhadap penyakit atau stres kesehatan dengan mengurangi kecemasan, meningkatkan rasa kontrol, serta mempertahankan kesejahteraan mental.

Ya, strategi coping kesehatan yang adaptif terbukti berpengaruh positif terhadap kesehatan mental, seperti menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kualitas hidup.

Coping kesehatan penting dalam penyakit kronis karena membantu individu mengelola tekanan jangka panjang, mempertahankan fungsi psikologis, dan meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Coping Stress: Jenis dan Contoh Penerapannya Konsep Koping Psikologis Gangguan Koping Keluarga Respons Adaptasi Psikologis Pasien Konsep Adaptasi Psikologis Koping Keluarga: Konsep, Peran, dan Implikasi Keperawatan Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi Adaptasi Fisiologis Ibu pada Masa Nifas Adaptasi Sosial Mahasiswa Baru: Konsep dan Tantangan Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping Kesiapan Pasien Menghadapi Perubahan Kesehatan: Konsep, Adaptasi, dan Respons Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Psikologi Ibu Trimester Akhir: Konsep, Perubahan Emosi, dan Kesiapan Ketahanan Mental: Konsep dan Faktor Pendukung Ketidakstabilan Gaya Hidup Pasien Kronis Academic Resilience: Konsep dan Adaptasi Body Image Pasien Pasca Operasi: Konsep, Adaptasi, dan Respons Psikologis Body Image Pasien Pasca Operasi Promosi Kesehatan Mental
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna