Terakhir diperbarui: 04 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 January). Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/stres-akademik-konsep-dan-mekanisme-koping 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping - SumberAjar.com

Stres Akademik: Konsep dan Mekanisme Koping

Pendahuluan

Stres akademik merupakan fenomena psikologis yang banyak dialami oleh mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan tinggi. Dalam konteks kehidupan akademik yang dinamis dan penuh tuntutan, mahasiswa sering menghadapi beban tugas yang berat, tekanan untuk meraih prestasi tinggi, serta ekspetasi dari lingkungan pendidikan dan keluarga. Ketika tuntutan ini melebihi kemampuan adaptasi individu secara psikologis dan fisik, respons negatif dapat timbul berupa kecemasan, penurunan motivasi, gangguan tidur, hingga penurunan prestasi akademik. Studi menunjukkan bahwa situasi stres akademik tidak hanya memengaruhi kondisi emosional mahasiswa, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan psikologis secara keseluruhan, sehingga dibutuhkan strategi koping yang efektif untuk memperkuat daya adaptasi mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik tersebut. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]


Definisi Stres Akademik: Konsep Dasar dan Perspektif Ahli

Definisi Stres Akademik Secara Umum

Stres akademik secara umum dipahami sebagai suatu kondisi tekanan psikologis yang muncul ketika tuntutan akademik dianggap melebihi kapasitas individu dalam mengelolanya. Hal ini bisa berupa beban tugas yang berat, ketakutan terhadap kegagalan akademik, tekanan waktu, dan ekspektasi prestasi tinggi yang dialami oleh mahasiswa. Fenomena ini biasanya ditandai oleh reaksi fisik, kognitif, emosional, dan perilaku yang menunjukkan ketegangan dan ketidaknyamanan dalam konteks pembelajaran. [Lihat sumber Disini - iicls.org]

Definisi Stres Akademik dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “stres” didefinisikan sebagai tekanan mental atau ketegangan yang memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Ketika dikombinasikan dengan konteks akademik, stres akademik merujuk pada tekanan psikologis yang dialami mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik seperti tugas kuliah, ujian, dan proyek penelitian. Definisi ini merefleksikan berbagai aspek tekanan yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan dan tantangan akademik yang mempengaruhi kesejahteraan mental mahasiswa secara keseluruhan. (Sumber: KBBI daring)

Definisi Stres Akademik Menurut Para Ahli

  1. Mufadhal Barseli et al. menyatakan bahwa stres akademik adalah persepsi subjektif terhadap situasi akademik yang menghasilkan reaksi negatif baik secara fisik, kognitif maupun emosional akibat adanya tuntutan akademik yang tinggi. [Lihat sumber Disini - jurnal.konselingindonesia.com]

  2. Basith et al. (2021) menjelaskan stres akademik sebagai tekanan yang dialami oleh mahasiswa yang berhubungan dengan beban akademik yang beragam sehingga mempengaruhi tingkat stres dan strategi koping mereka. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]

  3. Qatrunada et al. (2022) mengemukakan bahwa stres akademik merupakan tekanan yang dialami individu ketika tuntutan akademik melebihi kemampuan mereka, yang berdampak pada aspek psikologis, perilaku, maupun kemampuan kognitif. [Lihat sumber Disini - ojs.unpkediri.ac.id]

  4. Ulvina Rachmawati dkk. (2023) menyatakan bahwa stres akademik merupakan kondisi psikologis khas mahasiswa yang ditandai oleh kekhawatiran terhadap kegagalan akademik serta tekanan tugas akademik yang signifikan. [Lihat sumber Disini - jurnal.masoemuniversity.ac.id]


Sumber dan Faktor Penyebab Stres Akademik

Stres akademik tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi dipicu oleh beragam sumber internal dan eksternal yang saling berinteraksi.

Beban Akademik

Sumber utama stres akademik adalah beban tugas, ujian, dan proyek penelitian yang memerlukan waktu dan usaha yang besar. Tuntutan untuk menyelesaikan tugas tepat waktu, memahami materi kompleks, dan mencapai nilai tinggi merupakan faktor fundamental yang berkontribusi terhadap stres ini. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]

Ekspektasi Lingkungan

Tekanan dari institusi pendidikan, dosen, dan keluarga untuk meraih prestasi akademik yang tinggi sering kali memperkuat persepsi mahasiswa terhadap tuntutan akademik yang berat. Hal ini termasuk ekspektasi terhadap indeks prestasi tinggi, mampu bersaing, dan kelulusan tepat waktu. [Lihat sumber Disini - online-journal.unja.ac.id]

Kendala Pribadi dan Adaptasi

Faktor internal seperti kurangnya kemampuan manajemen waktu, perfeksionisme, kurangnya motivasi, dan kekhawatiran akan kegagalan dapat memperparah reaksi stres akademik. Individu yang kurang memiliki strategi koping efektif cenderung merasa tekanan akademik lebih berat dibandingkan mereka yang memiliki tingkat ketangguhan psikologis yang baik. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]

Masalah Lingkungan dan Psikososial

Selain faktor akademik, dukungan sosial yang kurang dari teman dan keluarga, situasi ekonomi yang tidak stabil, maupun tekanan non-akademik seperti permasalahan pribadi turut memperkuat stres akademik terhadap mahasiswa. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Gejala Stres Akademik pada Mahasiswa

Stres akademik dapat memanifestasikan berbagai gejala fisik, emosional, perilaku, dan kognitif yang signifikan di kalangan mahasiswa.

Gejala Fisik

Beberapa mahasiswa mengalami gejala fisik seperti gangguan tidur, kelelahan kronis, sakit kepala, gangguan pencernaan, dan rasa tegang di tubuh akibat kondisi stres yang berkepanjangan. Tanda-tanda ini sering muncul tanpa disadari dan memperburuk kondisi kesehatan secara umum. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]

Gejala Emosional

Secara emosional, mahasiswa yang mengalami stres akademik mungkin menunjukkan kecemasan berlebihan, mudah marah, perasaan tidak berdaya, dan mood yang tidak stabil. Emosi ini sering kali berdampak negatif terhadap hubungan interpersonal dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. [Lihat sumber Disini - ojs.unpkediri.ac.id]

Gejala Perilaku

Gejala perilaku dapat mencakup penurunan produktivitas, kecenderungan menunda-nunda pekerjaan, menghindari tanggung jawab akademik, hingga isolasi sosial. Mahasiswa yang mengalami stres berat sering kali mengurangi interaksi sosial dan fokus belajar mereka. [Lihat sumber Disini - ojs.unpkediri.ac.id]

Gejala Kognitif

Stres akademik juga memengaruhi kemampuan kognitif seperti menurunnya konsentrasi, gangguan memori, kesulitan mengambil keputusan, serta penurunan kreativitas. Kondisi ini menyebabkan mahasiswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan tugas akademik secara efektif. [Lihat sumber Disini - ojs.unpkediri.ac.id]


Mekanisme Koping terhadap Stres Akademik

Coping merupakan strategi atau pendekatan yang digunakan individu untuk menghadapi situasi stres, termasuk stres akademik. Koping yang efektif bertujuan untuk mengurangi dampak negatif stres dan meningkatkan adaptasi psikologis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Problem-Focused Coping

Strategi ini berfokus pada mengatasi sumber stres secara langsung, seperti merencanakan jadwal belajar, mencari materi tambahan, dan menggunakan keterampilan manajemen waktu yang lebih baik. Strategi ini sering kali dianggap adaptif karena membantu individu menghadapi tekanan secara langsung dan mengurangi tekanan emosional seiring waktu. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Emotion-Focused Coping

Strategi ini fokus pada pengelolaan respon emosional terhadap stres. Misalnya, mahasiswa dapat menggunakan teknik relaksasi, meditasi, berbicara dengan teman, atau mencari dukungan sosial untuk mengurangi kecemasan. Penelitian menunjukkan bahwa banyak mahasiswa menggunakan strategi ini untuk menenangkan diri saat menghadapi tekanan akademik yang intens. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Social Support Seeking

Mahasiswa sering mencari dukungan sosial dari teman, keluarga, atau konselor sebagai strategi koping. Dukungan emosional dan praktis dari lingkungan sosial dapat memperkuat ketahanan psikologis dan membantu menghadapi tekanan akademik dengan lebih efektif. [Lihat sumber Disini - ijonse.net]

Spiritual dan Kultural Coping

Beberapa bentuk koping dapat mencakup pendekatan spiritual atau budaya untuk meredakan tekanan batin, seperti praktik ibadah atau meditasi, yang terbukti membantu menenangkan pikiran ketika strategi konvensional kurang efektif. [Lihat sumber Disini - jurnal.idaqu.ac.id]


Dampak Stres Akademik terhadap Prestasi

Stres akademik jika tidak dikelola dengan baik dapat berdampak signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa.

Penurunan Produktivitas

Mahasiswa yang mengalami stres berat mungkin mengalami penurunan kemampuan untuk fokus, sehingga tugas-tugas akademik sulit diselesaikan secara efisien. Kegiatan belajar menjadi kurang efektif dan ini dapat menurunkan prestasi secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - ejournal.bhamada.ac.id]

Gangguan Kognitif

Stres dapat memengaruhi fungsi kognitif penting seperti memori dan konsentrasi, yang berkontribusi pada kesulitan memahami materi kuliah dan merespons ujian dengan baik. Situasi ini berdampak langsung pada penurunan nilai akademik. [Lihat sumber Disini - ejournal.bhamada.ac.id]

Penurunan Motivasi

Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan emosional dan hilangnya motivasi belajar. Hal ini sering kali membuat mahasiswa terdorong untuk menunda tugas atau bahkan mempertimbangkan untuk berhenti studi. [Lihat sumber Disini - ejournal.bhamada.ac.id]


Stres Akademik dan Kesejahteraan Psikologis

Hubungan antara stres akademik dan kesejahteraan psikologis sangat erat, di mana tingkat stres yang tinggi cenderung berdampak negatif terhadap kesehatan mental mahasiswa.

Kesejahteraan Emosional

Penelitian menunjukkan bahwa stres akademik berhubungan dengan meningkatnya kecemasan, depresi, dan ketidakstabilan emosi. Mahasiswa yang mengalami stres kronis sering melaporkan perasaan tidak seimbang secara emosional. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

Kesehatan Fisik

Reaksi stres yang berkepanjangan tidak hanya memengaruhi aspek psikologis tetapi juga kesehatan fisik, seperti gangguan tidur dan kelelahan kronis yang memperburuk kesejahteraan umum mahasiswa. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]

Hubungan Interpersonal

Stres akademik dapat mengurangi kualitas hubungan sosial mahasiswa karena ketidakmampuan mereka untuk berinteraksi secara optimal saat fokus pada tekanan akademik yang dirasakan. Hal ini dapat berdampak pada dukungan sosial yang tersedia bagi mahasiswa. [Lihat sumber Disini - journal.uny.ac.id]


Kesimpulan

Stres akademik merupakan respon psikologis yang sering dialami mahasiswa ketika tuntutan akademik melebihi kapasitas adaptasi mereka. Tekanan ini muncul dari berbagai sumber seperti beban tugas, ekspektasi akademik, hambatan internal, dan lingkungan sosial. Gejala stres akademik dapat terlihat pada aspek fisik, emosional, perilaku, dan kognitif mahasiswa, yang pada gilirannya memengaruhi prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis secara menyeluruh. Koping akademik memainkan peran kunci dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan ini melalui strategi problem-focused coping, emotion-focused coping, serta dukungan sosial dan spiritual. Dampak stres terhadap kesehatan mental dan prestasi menggarisbawahi pentingnya dukungan lingkungan pendidikan yang efektif dan pengembangan strategi koping adaptif untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa dalam perjalanan akademik mereka.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Stres akademik adalah kondisi tekanan psikologis yang dialami individu, khususnya mahasiswa, ketika tuntutan akademik seperti tugas, ujian, dan target prestasi dianggap melebihi kemampuan adaptasi diri. Kondisi ini dapat memengaruhi aspek emosional, kognitif, perilaku, dan fisik.

Faktor penyebab stres akademik meliputi beban tugas yang berat, tekanan ujian, tuntutan prestasi tinggi, manajemen waktu yang buruk, ekspektasi dari dosen dan keluarga, serta kurangnya dukungan sosial dan kemampuan koping yang adaptif.

Gejala stres akademik dapat berupa gangguan tidur, kelelahan, kecemasan, mudah marah, penurunan konsentrasi, kesulitan mengambil keputusan, menunda tugas, serta penurunan motivasi dan produktivitas belajar.

Mekanisme koping yang efektif meliputi problem-focused coping seperti perencanaan belajar dan manajemen waktu, emotion-focused coping seperti relaksasi dan regulasi emosi, serta mencari dukungan sosial dari teman, keluarga, atau konselor.

Stres akademik yang tidak terkelola dapat menurunkan konsentrasi, memengaruhi daya ingat, menurunkan motivasi belajar, dan pada akhirnya berdampak negatif terhadap prestasi akademik mahasiswa.

Stres akademik memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan psikologis. Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan kelelahan emosional, sehingga mengganggu keseimbangan emosional dan kualitas hidup mahasiswa.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Gangguan Koping Keluarga Koping Keluarga: Konsep, Peran, dan Implikasi Keperawatan Konsep Koping Psikologis Stres Akademik pada Mahasiswa Regulasi Stres: Konsep dan Strategi Adaptif Adaptasi Psikologis Pasien: Konsep, Mekanisme Respons, dan Implikasi Hubungan Stres dengan Kebiasaan Makan Stres Kronis: Konsep dan Dampak Psikologis Hubungan Stres Kehamilan dengan Pola Makan Ibu Hamil Hubungan Stress dan Pola Makan Dampak Stres terhadap Pola Konsumsi Remaja Pengelolaan Stres Pasien Manajemen Stres pada Tenaga Kesehatan Pengelolaan Stres Pasien: Konsep, Pendekatan Keperawatan, dan Dukungan Stres Kerja Mahasiswa: Konsep dan Adaptasi Stres Ibu Hamil: Konsep, Penyebab, dan Manajemen Manajemen Stres pada Ibu Hamil Trait Optimism: Konsep dan Kesejahteraan Respons Adaptasi Psikologis Pasien Coping Stress: Jenis dan Contoh Penerapannya
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna