
Coping Stress: Jenis dan Contoh Penerapannya
Pendahuluan
Stres merupakan respons psikologis dan fisiologis yang dialami setiap individu ketika dihadapkan pada tuntutan, tekanan, atau perubahan lingkungan yang melebihi kemampuan adaptasinya. Dalam berbagai konteks kehidupan, mulai dari pekerjaan, akademik, hingga hubungan interpersonal, stres sering kali muncul tanpa bisa dihindari. Pemahaman mengenai bagaimana seseorang mengelola atau menangani stres menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan kehidupan modern. Salah satu konsep penting dalam psikologi yang membahas cara individu menghadapi stres adalah coping stress atau strategi koping stres. Pemahaman dan penerapan strategi ini bukan hanya membantu individu mengurangi tekanan sesaat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan psikologis jangka panjang.
Definisi Coping Stress
Definisi Coping Stress Secara Umum
Coping stress dapat dipahami sebagai semua usaha yang dilakukan oleh individu baik secara kognitif maupun perilaku untuk menangani, mengurangi, dan mengatur tuntutan internal atau eksternal yang dianggap memberatkan atau menimbulkan tekanan emosional dan psikologis. Dalam konteks ini, coping bukan sekadar respons refleks, tetapi sebuah proses aktif yang melibatkan cara berpikir, strategi penyelesaian masalah, dan mekanisme adaptasi untuk menghadapi situasi penuh stres sehingga individu mampu berfungsi secara optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.ar-raniry.ac.id]
Definisi Coping Stress dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stres didefinisikan sebagai tekanan atau ketegangan psikologis yang dapat memengaruhi keadaan mental individu. Konsep coping dalam KBBI masih merujuk pada pengertian umum tentang cara atau upaya yang ditempuh untuk menghadapi suatu masalah atau kesulitan sehingga tekanan psikologis yang muncul dapat diminimalkan. Coping stress di sini menunjukkan kepada strategi yang sistematis dan berorientasi pada tujuan untuk meredakan dampak atau konsekuensi dari stres tersebut. (Sumber: definisi stres & coping di KBBI online)
Definisi Coping Stress Menurut Para Ahli
-
Menurut Sarafino, coping stress merupakan proses di mana individu berusaha mengatur situasi yang dipersepsikan sebagai adanya ketidakseimbangan antara tuntutan yang dihadapi dan kemampuan yang dimiliki dalam mengatasi tekanan tersebut. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]
-
Lazarus dan Folkman menyatakan bahwa coping adalah segala upaya kognitif dan perilaku yang digunakan oleh individu untuk menghadapi tekanan yang dianggap melebihi kemampuan adaptasi, baik dengan mengubah situasi penyebab stres maupun dengan mengatur respons emosional terhadap tekanan tersebut. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]
-
Pambudhi menyebut bahwa coping stress merupakan usaha aktif individu untuk mengelola jarak antara tuntutan stres dan kemampuan individu dalam meresponsnya secara efektif. [Lihat sumber Disini - japend.uho.ac.id]
-
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Society of Counseling, coping stres merupakan metode atau langkah berbeda yang digunakan individu untuk mengatasi atau menyelesaikan masalah yang membebani secara psikologis maupun emosional, dan mencakup strategi penerapan perilaku serta kognitif yang tepat. [Lihat sumber Disini - journal.scidacplus.com]
Jenis-Jenis Strategi Coping Stress
Strategi coping stress merupakan langkah-langkah yang diambil individu untuk menangani situasi penuh tekanan. Strategi ini beragam, namun beberapa klasifikasi utama telah diidentifikasi oleh banyak peneliti, terutama dalam teori stres dan koping klasik yang dikembangkan oleh Lazarus dan Folkman. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]
Coping stress tidak hanya sekadar respons instan, melainkan melibatkan proses adaptasi berkelanjutan yang dapat berubah tergantung pada konteks situasi stres itu sendiri, sumber stres, sumber daya internal individu, dan dukungan sosial yang tersedia. [Lihat sumber Disini - jurnal.unai.edu]
Coping Berfokus pada Masalah
Coping berfokus pada masalah (problem-focused coping) adalah salah satu jenis strategi coping yang bertujuan untuk secara langsung menghadapi atau mengubah sumber stres. Strategi ini melibatkan analisis situasi stres, perencanaan tindakan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, serta upaya lain yang secara proaktif bertujuan untuk meminimalkan atau menghilangkan penyebab stres itu sendiri. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Coping fokus masalah sering kali dipilih ketika individu merasa memiliki kontrol atau kemampuan untuk mempengaruhi perubahan dalam situasi yang menimbulkan stres. Contohnya termasuk menyusun rencana untuk menyelesaikan tugas yang menumpuk, mencari informasi atau sumber daya tambahan, berkomunikasi untuk menyelesaikan konflik, atau mengubah lingkungan kerja yang tidak mendukung. [Lihat sumber Disini - helpguide.org]
Menurut Schoenmakers et al., coping berfokus pada masalah mencakup semua upaya aktif yang dilakukan individu untuk mengatur situasi stres atau mengubah hubungan lingkungan-individu yang menimbulkan efek negatif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Dalam sebuah artikel yang membahas strategi coping mahasiswa, problem-focused coping termasuk kategori strategi yang paling sering digunakan untuk mengatasi beban akademik dan tekanan terkait tugas atau tanggung jawab studi yang tinggi. [Lihat sumber Disini - japend.uho.ac.id]
Coping Berfokus pada Emosi
Coping berfokus pada emosi (emotion-focused coping) adalah strategi yang bertujuan untuk mengatur respons emosional terhadap situasi stres, terutama ketika perubahan pada penyebab stres itu sendiri sulit dilakukan atau berada di luar kendali individu. Strategi ini lebih menekankan pada pengelolaan dan penerimaan emosi, pengurangan ketegangan, atau pencarian kenyamanan psikologis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Beberapa bentuk coping berfokus pada emosi antara lain adalah mencari dukungan emosional, menerima kenyataan yang tidak bisa diubah, rekreasi atau aktivitas yang menghibur, serta teknik relaksasi untuk meredakan ketegangan emosional. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]
Jika coping berfokus pada masalah berupaya mengubah situasi stres, coping berfokus pada emosi bertujuan untuk mengatur bagaimana individu merasakan atau menanggapi stres tersebut. Hal ini mencakup teknik-teknik regulasi emosional seperti latihan pernapasan, berbicara kepada orang terdekat untuk dukungan, atau penerimaan atas hal yang tidak dapat diubah. [Lihat sumber Disini - psikologi.esaunggul.ac.id]
Faktor yang Mempengaruhi Coping Stress
Beberapa faktor mempengaruhi strategi coping yang digunakan individu dalam menangani stres, baik secara internal maupun eksternal. Faktor-faktor ini menentukan efektivitas strategi yang dipilih dalam menghadapi situasi yang memicu stres. Berikut beberapa faktor utama:
-
Persepsi terhadap sumber stres, Bagaimana individu menilai situasi yang dia anggap menimbulkan stres akan sangat memengaruhi strategi yang dipilih, apakah ia melihat situasi sebagai ancaman, tantangan, atau sesuatu yang bisa diatasi. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]
-
Kemampuan individu, Sumber daya internal seperti keterampilan penyelesaian masalah, pengalaman, dan pengetahuan turut menentukan apakah seseorang lebih cenderung menggunakan strategi problem-focused atau emotion-focused. [Lihat sumber Disini - repository.uin-suska.ac.id]
-
Dukungan sosial, Adanya dukungan dari keluarga, teman, atau lingkungan sosial lainnya dapat memperkuat kapasitas individu dalam merespons stres, termasuk dalam mencari solusi atau menenangkan diri secara emosional. [Lihat sumber Disini - jurnal.unai.edu]
-
Karakteristik situasi stres, Situasi yang dapat diubah cenderung memicu coping berfokus pada masalah, sementara situasi tak terkendali lebih mengarah ke coping emosional atau penerimaan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unai.edu]
-
Kepribadian dan pengalaman hidup, Individu dengan sifat optimis atau fleksibel dalam berpikir cenderung menemukan strategi yang lebih adaptif dibandingkan mereka yang memiliki kecenderungan negatif atau kaku dalam menghadapi perubahan. [Lihat sumber Disini - jurnal.unai.edu]
Contoh Penerapan Coping Stress dalam Kehidupan
Strategi coping stress dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut adalah contoh-contoh penerapan konkret dalam konteks sehari-hari:
-
Coping Berfokus pada Masalah dalam Studi Mahasiswa
Seorang mahasiswa yang mengalami tekanan akademik karena tugas akhir yang menumpuk dapat merancang jadwal belajar terstruktur, mengatur prioritas tugas, mencari bimbingan dosen, atau membentuk kelompok belajar untuk saling membantu menyelesaikan materi yang sulit. Pendekatan aktif seperti ini membantu mengurangi beban tekanan dengan mengubah situasi yang memicu stres. [Lihat sumber Disini - japend.uho.ac.id]
-
Coping Berfokus pada Emosi pada Situasi Ketidakpastian Pekerjaan
Seorang pekerja yang menghadapi ketidakpastian proyek atau perubahan tuntutan kerja bisa menggunakan teknik relaksasi seperti meditasi, olahraga ringan, atau berbicara dengan teman atau keluarga untuk mendapatkan dukungan emosional. Meskipun ia tidak langsung mengubah tekanan kerja itu sendiri, regulasi emosinya membantu menjaga stabilitas psikologis. [Lihat sumber Disini - psikologi.esaunggul.ac.id]
-
Mencari Dukungan Sosial dalam Hubungan Interpersonal
Seseorang yang mengalami konflik dalam hubungan personal mungkin mencari nasihat dari teman dekat, konselor profesional, atau bergabung dalam kelompok dukungan untuk memahami dan merespons konflik tersebut secara lebih sehat. Dukungan sosial ini merupakan bagian dari coping yang berfokus pada emosi maupun masalah tergantung konteksnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.unai.edu]
-
Adaptasi dalam Situasi Tidak Terkendali
Individu yang menghadapi perubahan besar yang tidak bisa dia kendalikan, seperti kehilangan pekerjaan karena restrukturisasi perusahaan, dapat menggunakan coping emosional seperti menerima keadaan, mencari tujuan baru, serta menetapkan rutinitas baru yang memberi rasa kontrol atas keseharian. [Lihat sumber Disini - jurnal.unai.edu]
Kesimpulan
Coping stress merupakan konsep penting dalam psikologi yang menunjukkan bagaimana individu berusaha mengelola dan menghadapi tekanan psikologis yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Strategi ini mencakup berbagai upaya kognitif dan perilaku yang bertujuan mengurangi dampak stres baik melalui perubahan situasi penyebab stres (problem-focused) maupun melalui regulasi respon emosional terhadap situasi yang tidak bisa dikendalikan (emotion-focused). Banyak faktor seperti persepsi, kemampuan individu, dukungan sosial, dan karakteristik situasi ikut menentukan efektivitas strategi koping yang digunakan. Contoh penerapan coping dapat ditemukan dalam konteks akademik, pekerjaan, hubungan interpersonal, hingga adaptasi terhadap perubahan besar dalam hidup. Pemahaman dan penerapan strategi coping yang tepat tidak hanya membantu individu menurunkan tekanan stres sesaat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan melalui pengelolaan tekanan yang adaptif dan sehat.