Terakhir diperbarui: 28 November 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 28 November). Desain Eksperimen Faktorial 2x2: Pengertian dan Contoh. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/desain-eksperimen-faktorial-2x2-pengertian-dan-contoh  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Desain Eksperimen Faktorial 2x2: Pengertian dan Contoh - SumberAjar.com

Desain Eksperimen Faktorial 2x2: Pengertian dan Contoh

Pendahuluan

Dalam penelitian ilmiah,terutama di bidang ilmu sosial, pendidikan, psikologi, dan sains eksperimental,sering terdapat kebutuhan untuk mengevaluasi lebih dari satu variabel independen secara simultan dan melihat bagaimana variabel-variabel tersebut berinteraksi dalam mempengaruhi hasil (variabel dependen). Desain penelitian sederhana dengan satu variabel mungkin tidak cukup ketika fenomena yang diteliti kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Oleh karena itu, metode eksperimen dengan desain faktorial menjadi pilihan populer karena memungkinkan analisis efek individual dan interaksi antar variabel dalam satu kerangka studi. Salah satu bentuk paling dasar dan lazim digunakan adalah Desain Eksperimen Faktorial 2×2 (two-by-two factorial design), yang menawarkan efisiensi dan fleksibilitas, cocok untuk penelitian dengan dua variabel independen masing-masing berlevel dua. Artikel ini akan menjelaskan pengertian desain faktorial 2×2, dasar teoritisnya, serta beberapa contoh penerapan dalam penelitian empiris.


Definisi Desain Eksperimen Faktorial 2×2

Definisi secara umum

Desain faktorial secara umum adalah kerangka eksperimen di mana dua atau lebih variabel independen (faktor) dimanipulasi secara bersamaan, dan setiap kemungkinan kombinasi dari level-level faktor tersebut dijalankan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org] Dalam konteks 2×2, artinya terdapat dua faktor, dan masing-masing faktor memiliki dua level, sehingga total ada empat kondisi eksperimen (2 × 2 = 4). [Lihat sumber Disini - stats.libretexts.org]

Tujuan utama dari desain faktorial adalah untuk menilai dua hal sekaligus: efek utama (main effect) dari masing-masing faktor terhadap variabel dependen, serta efek interaksi, apakah pengaruh satu faktor terhadap variabel dependen berubah tergantung level dari faktor lain. [Lihat sumber Disini - uca.edu]

Definisi dalam KBBI

Saat ini, secara spesifik istilah “desain faktorial” atau “desain eksperimen faktorial” tidak tersedia di versi daring KBBI dalam arti teknisnya (sebagai terminologi statistik eksperimental). Oleh karena itu, dokumen dan literatur ilmiah lebih relevan untuk mendefinisikannya dalam konteks metodologi penelitian.

Definisi menurut para ahli

Berikut adalah beberapa definisi dari literatur/metodologi:

  • Menurut sumber metode eksperimental, desain faktorial adalah rancangan percobaan di mana semua kombinasi level dari dua atau lebih variabel independen diuji agar memungkinkan penilaian efek independen dan efek interaksi. [Lihat sumber Disini - opentext.wsu.edu]
  • Khusus untuk 2×2, desain dua-faktor dua-level menghasilkan empat kondisi eksperimen dan memungkinkan dua efek utama (masing-masing dari tiap faktor) dan satu efek interaksi. [Lihat sumber Disini - crumplab.com]
  • Desain faktorial dianggap “lebih efisien” dibandingkan melaksanakan beberapa eksperimen satu-faktor secara terpisah, karena dalam satu studi peneliti bisa menguji banyak faktor sekaligus. [Lihat sumber Disini - conjointly.com]
  • Jika dalam desain sederhana satu faktor diuji saja, interaksi antar variabel tidak bisa ditangkap, namun dalam desain faktorial, interaksi yang sering penting untuk dipahami bisa diidentifikasi. [Lihat sumber Disini - math.montana.edu]

Karakteristik dan Mekanisme Desain Eksperimen Faktorial 2×2

1. Struktur dan Notasi

Dalam 2×2: ada dua faktor (misalnya Faktor A dan Faktor B). Masing-masing faktor memiliki dua level (misalnya A1 dan A2; B1 dan B2). Kombinasi dari level-level ini membentuk empat kondisi (sel atau treatment) berbeda: A1B1, A1B2, A2B1, A2B2. [Lihat sumber Disini - opentext.wsu.edu]

4 kondisi ini memungkinkan peneliti untuk membandingkan efek dari setiap faktor secara independen dan juga melihat apakah pengaruh suatu faktor bergantung pada level faktor lain (interaksi). [Lihat sumber Disini - crumplab.com]

2. Efek Utama (Main Effects) dan Interaksi (Interaction Effects)

  • Main effect: perubahan dalam variabel dependen yang dikarenakan oleh perubahan level satu faktor, tanpa memperhatikan faktor lain. Karena ada dua faktor, ada dua kemungkinan main effect, satu untuk masing-masing faktor. [Lihat sumber Disini - crumplab.com]
  • Interaction effect: ketika efek dari satu faktor berbeda tergantung pada level dari faktor lain. Artinya, dampak suatu faktor tidak sama di semua kondisi faktor lainnya. Interaksi ini hanya bisa ditangkap dengan desain faktorial, bukan dengan desain satu-faktor. [Lihat sumber Disini - uca.edu]

3. Efisiensi dan Kekuatan Rancangan

Desain faktorial memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi lebih banyak (efek utama + interaksi) dalam satu eksperimen, dibanding menjalankan beberapa eksperimen satu-faktor. Hal ini membuatnya sangat efisien, baik dari sisi waktu, biaya, maupun sumber daya. [Lihat sumber Disini - conjointly.com]

Selain itu, dengan menyeimbangkan jumlah sampel pada tiap kombinasi (kondisi), desain bisa menjadi “balanced factorial design”, yang memudahkan analisis statistik dan interpretasi hasil. [Lihat sumber Disini - math.montana.edu]

4. Keterbatasan

Meski efisien, desain faktorial memiliki keterbatasan: ketika jumlah faktor atau level meningkat, jumlah kondisi bertambah secara eksponensial, bisa menjadi sangat banyak dan menyulitkan pelaksanaan. Misalnya, 3 faktor dengan 2 level masing-masing sudah menghasilkan 8 kondisi. [Lihat sumber Disini - opentext.wsu.edu]

Karena itu, dalam praktik sering digunakan 2×2 atau 2-level factorial dengan jumlah faktor kecil. Untuk eksperimen dengan banyak variabel, terkadang digunakan alternatif seperti desain fraksional, meskipun dengan kompromi dalam hal kemampuan mendeteksi interaksi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Contoh Penerapan Desain Eksperimen Faktorial 2×2

Berikut beberapa contoh penelitian empiris di Indonesia (baru-baru ini) atau internasional yang menggunakan desain 2×2:

  • Sebuah studi pendidikan yang mengevaluasi pengaruh metode pembelajaran (misalnya model pembelajaran) dan motivasi terhadap kemampuan belajar siswa menggunakan desain faktorial 2×2. [Lihat sumber Disini - neliti.com]
  • Penelitian di bidang olahraga: misalnya pada atlet futsal, desain eksperimen faktorial 2×2 digunakan untuk menyelidiki pengaruh jenis latihan (misalnya plyometric vs shooting drill) dan tingkat koordinasi mata-kaki (tinggi vs rendah) terhadap performa shooting. Dengan desain ini peneliti bisa melihat efek masing-masing faktor sekaligus apakah kombinasi latihan dan tingkat koordinasi menghasilkan efek berbeda. [Lihat sumber Disini - jurnal.stokbinaguna.ac.id]
  • Studi di ranah psikologi eksperimental internasional menggunakan desain 2×2 untuk mengeksplorasi pengaruh dua variabel independen (misalnya kesadaran diri dan harga diri) terhadap kemampuan interpretasi sinyal nonverbal. [Lihat sumber Disini - app.jove.com]

Contoh sederhana ilustratif (non-jurnal, untuk pemahaman konsep): misalnya peneliti ingin mengevaluasi pengaruh dua faktor terhadap produktivitas tanaman: faktor penyinaran (rendah vs tinggi) dan frekuensi penyiraman (jarang vs sering). Dengan desain 2×2, empat kondisi diuji: (rendah, jarang), (rendah, sering), (tinggi, jarang), (tinggi, sering). Hal ini memungkinkan peneliti untuk melihat apakah penyinaran, penyiraman, atau kombinasi keduanya mempengaruhi pertumbuhan tanaman. [Lihat sumber Disini - statology.org]


Manfaat dan Keunggulan 2×2 Faktor Eksperimen

  • Memungkinkan analisis efek utama dan interaksi dalam satu studi, memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang bagaimana variabel berinteraksi dalam mempengaruhi hasil.
  • Efisien: lebih hemat sumber daya dibanding melakukan banyak eksperimen satu-faktor terpisah.
  • Fleksibel dan relatif sederhana jika hanya melibatkan dua faktor dengan dua level.
  • Hasilnya mudah diinterpretasikan jika desain seimbang (balanced design) dan analisis dilakukan dengan benar.

Pertimbangan dan Kapan Sebaiknya Digunakan

Desain 2×2 cocok ketika:

  • Hanya ada dua variabel independen utama yang akan diuji.
  • Masing-masing variabel independen hanya memiliki dua level (misalnya intervensi vs kontrol; rendah vs tinggi; ada vs tidak ada).
  • Peneliti tertarik melihat interaksi antar variabel, bukan hanya efek tunggal.
  • Sumber daya (sampel, waktu, biaya) relatif terbatas sehingga desain sederhana lebih praktis.

Namun, jika penelitian melibatkan banyak variabel atau banyak level variabel, maka desain faktorial bisa menjadi kompleks dan memakan banyak kondisi, dalam hal ini peneliti perlu pertimbangkan desain fraksional, blocking, atau metode alternatif lain.


Kesimpulan

Desain Eksperimen Faktorial 2×2 adalah salah satu metode eksperimen paling dasar dan populer ketika peneliti ingin mengevaluasi secara simultan pengaruh dua variabel independen terhadap satu variabel dependen. Dengan merancang empat kondisi eksperimen yang mencakup semua kombinasi level faktor, desain ini memungkinkan analisis efek utama (main effects) dan efek interaksi (interaction effects), yang seringkali sangat penting untuk memahami fenomena secara menyeluruh. Keunggulannya terletak pada efisiensi, memberikan informasi mendalam tanpa harus melakukan banyak eksperimen terpisah, serta kemudahan implementasi jika faktor dan level tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, desain 2×2 sangat cocok bagi penelitian dalam bidang pendidikan, psikologi, sains, maupun olahraga ketika peneliti ingin menguji lebih dari satu variabel sekaligus, sambil menjaga kompleksitas eksperimen dan kebutuhan sumber daya tetap terkelola.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Desain eksperimen faktorial 2x2 adalah rancangan penelitian yang melibatkan dua variabel independen, dan masing-masing variabel memiliki dua level. Desain ini menghasilkan empat kombinasi kondisi eksperimen dan memungkinkan peneliti menganalisis efek utama serta efek interaksi antar variabel.

Fungsi utama desain faktorial 2x2 adalah mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel independen secara terpisah dan melihat bagaimana kedua variabel tersebut berinteraksi dalam memengaruhi variabel dependen.

Kelebihan desain eksperimen faktorial 2x2 antara lain efisiensi tinggi, kemampuan mendeteksi interaksi antar variabel, jumlah kondisi eksperimen yang mudah dikontrol, serta analisis hasil yang relatif sederhana.

Desain faktorial 2x2 digunakan ketika penelitian hanya melibatkan dua variabel independen dengan dua level masing-masing, dan peneliti ingin memahami efek utama maupun interaksi keduanya secara simultan.

Desain eksperimen faktorial 2x2 memiliki empat kondisi eksperimen, yaitu kombinasi dari dua level Faktor A dan dua level Faktor B: A1B1, A1B2, A2B1, dan A2B2.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Factorial Design Factorial Design Factorial Design dalam Penelitian Eksperimen Factorial Design dalam Penelitian Eksperimen Desain Eksperimen: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Desain Eksperimen: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Jenis-Jenis Eksperimen dalam Penelitian Jenis-Jenis Eksperimen dalam Penelitian Desain Eksperimen dalam Penelitian Pendidikan Desain Eksperimen dalam Penelitian Pendidikan Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Langkah-langkahnya beserta sumber [PDF] Pengertian Kontrol dan Kelompok Eksperimen Pengertian Kontrol dan Kelompok Eksperimen Perbedaan Desain Eksperimen dan Kuasi Eksperimen Perbedaan Desain Eksperimen dan Kuasi Eksperimen Desain Eksperimen Terapan: Pengertian dan Implementasinya Desain Eksperimen Terapan: Pengertian dan Implementasinya Penelitian Eksperimen Pendidikan: Contoh dan Analisis Penelitian Eksperimen Pendidikan: Contoh dan Analisis Kesalahan Umum dalam Pelaksanaan Eksperimen Kesalahan Umum dalam Pelaksanaan Eksperimen Metode Eksperimen Sosial: Pengertian dan Contoh Metode Eksperimen Sosial: Pengertian dan Contoh Desain Eksperimen Pendidikan: Penerapan dan Kendala Desain Eksperimen Pendidikan: Penerapan dan Kendala Prinsip Replikasi dalam Eksperimen Prinsip Replikasi dalam Eksperimen Kolaborasi Guru dan Siswa dalam Eksperimen IPA Kolaborasi Guru dan Siswa dalam Eksperimen IPA Metode Komparatif Kuasi-Eksperimen Metode Komparatif Kuasi-Eksperimen Evaluasi Hasil Eksperimen: Langkah dan Contohnya Evaluasi Hasil Eksperimen: Langkah dan Contohnya Quasi Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Quasi Eksperimen: Definisi, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Ciri-Ciri Penelitian Eksperimen yang Perlu Kamu Ketahui Ciri-Ciri Penelitian Eksperimen yang Perlu Kamu Ketahui Penggunaan Statistik dalam Penelitian Eksperimen Penggunaan Statistik dalam Penelitian Eksperimen
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…