
Earnings Quality: Konsep dan Keberlanjutan Laba
Pendahuluan
Dalam dunia akuntansi dan pelaporan keuangan, earnings quality atau kualitas laba merupakan indikator fundamental yang digunakan oleh investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menilai sejauh mana laba yang dilaporkan mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan yang sesungguhnya serta kinerjanya di masa depan. Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan angka laba itu sendiri, tetapi juga dengan konsistensi, akurasi, dan keberlanjutan dari laba tersebut. Laba berkualitas yang tinggi mampu memberikan informasi yang dapat diandalkan dan berguna dalam pengambilan keputusan investasi dan strategi perusahaan. Di era di mana transparansi dan akuntabilitas menjadi tuntutan pasar dan regulator, pemahaman tentang kualitas laba menjadi semakin penting karena laba yang berkualitas rendah seringkali dikaitkan dengan praktik manajemen laba yang merugikan berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, artikel ini mengulas secara komprehensif konsep earnings quality, karakteristiknya, hubungan dengan keberlanjutan laba, faktor-faktor yang mempengaruhinya, peranannya dalam penilaian kinerja perusahaan, serta kaitannya dengan keputusan investasi.
Definisi Earnings Quality
Definisi Earnings Quality Secara Umum
Secara umum, earnings quality atau kualitas laba dapat dipahami sebagai kemampuan laba yang dilaporkan untuk mencerminkan kondisi ekonomi fundamental suatu perusahaan dan memberikan prediksi yang andal terhadap arus kas di masa depan atau kinerja keuangan yang akan datang. Dalam literatur akuntansi, laba berkualitas tinggi memiliki sifat yang sustainable (berkelanjutan), dapat diulang dari periode ke periode, serta didukung oleh arus kas operasional yang kuat. Laba yang seperti ini biasanya bebas dari item satu kali, estimasi yang tidak realistis, atau manipulasi akuntansi yang mengaburkan kinerja ekonomi nyata perusahaan. Konsep ini diakui dalam berbagai sumber akademik dan literatur akuntansi internasional sebagai tolok ukur penting dalam mengukur sejauh mana pelaporan laba memberikan informasi yang relevan dan andal bagi pengguna laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Definisi Earnings Quality dalam KBBI
KBBI tidak memiliki entri khusus untuk istilah earnings quality karena istilah ini merupakan konsep teknis dalam akuntansi. Namun, jika dipadankan secara makna, kualitas laba berkaitan dengan istilah “kualitas”, yang dalam KBBI diartikan sebagai tingkat mutu atau nilai suatu hasil atau produk. Dengan demikian, secara implisit, earnings quality dapat ditafsirkan sebagai tingkat mutu hasil laba perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan yang memenuhi syarat relevansi, keandalan, keterbandingan, dan keterpahaman. Definisi ini menunjukkan bahwa laba yang bermutu adalah laba yang tidak hanya besar secara angka, tetapi juga berkualitas dalam penyajiannya serta mampu mencerminkan kinerja ekonomi sesungguhnya. Sementara itu, istilah laba sendiri di KBBI didefinisikan sebagai hasil bersih perusahaan setelah dikurangi semua biaya dan pajak dalam satu periode akuntansi.
Definisi Earnings Quality Menurut Para Ahli
-
Menurut Dechow et al., earnings quality didefinisikan sebagai kemampuan laba untuk menyediakan informasi yang berguna bagi para pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan ekonomi yang tepat, terutama yang berkaitan dengan kinerja perusahaan dan estimasi kinerja di masa depan. Hambatan terhadap kualitas laba terjadi bila laporan laba diwarnai oleh kesalahan, diskresi manajerial yang opportunistik, atau manipulasi angka. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
CFO atau praktisi keuangan sering menekankan bahwa laba berkualitas memiliki sifat sustainable dan dapat diulang secara konsisten dari waktu ke waktu, serta didukung oleh laporan arus kas yang kuat yang mencerminkan aktivitas operasi yang nyata. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
-
Francis et al. menjelaskan bahwa laba berkualitas tinggi adalah laba yang menyediakan informasi yang akurat kepada pasar modal sehingga membantu pengambilan keputusan investasi yang efisien. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])
-
Menurut Bellovary et al., laba berkualitas juga diartikan sebagai kemampuan laba untuk mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya dan membantu memprediksi laba di masa depan. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])
Karakteristik Laba Berkualitas
Laba yang berkualitas cenderung memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari laba yang kurang berkualitas. Pertama, laba berkualitas tinggi biasanya mencerminkan arus kas dari operasi yang kuat dan konsisten. Artinya, laba yang dilaporkan tidak hanya tinggi sebagai angka tetapi juga didukung oleh arus kas aktual yang mencerminkan aktivitas perusahaan yang menguntungkan. Hal ini penting karena arus kas operasional cenderung lebih sulit dimanipulasi dibandingkan dengan angka laba akuntansi yang tergantung pada estimasi dan diskresi akuntansi. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Kedua, laba berkualitas cenderung bersifat predictable atau dapat diprediksi dari periode ke periode. Laba yang tidak stabil dan memiliki variasi tajam tanpa alasan operasional yang jelas biasanya menunjukkan kualitas laba yang rendah karena kinerja perusahaan yang sebenarnya sulit diperkirakan. Variabilitas laba yang rendah juga menjadi indikator bahwa laporan keuangan perusahaan menggunakan prinsip akuntansi yang konservatif dan tidak sengaja memperlihatkan angka laba yang terlalu optimis atau pesimis akibat praktik manajemen laba. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])
Ketiga, laba berkualitas tidak dipengaruhi secara signifikan oleh item non-operasional atau kejadian satu kali yang tidak mencerminkan kegiatan inti perusahaan. Misalnya, keuntungan yang berasal dari penjualan aset tidak sering maka tidak seharusnya diperhitungkan sebagai indikasi utama kinerja operasional perusahaan. Ketergantungan pada item non-operasional ini dapat memberikan gambaran laba yang baik pada satu periode tanpa mencerminkan kinerja berkelanjutan di masa depan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Berikutnya, laba berkualitas cenderung bebas dari manipulasi laba (earnings management). Praktik earnings management sering digunakan oleh manajemen untuk mencapai target tertentu, tetapi aktivitas ini berpotensi menurunkan kualitas informasi laba yang dilaporkan karena angka laba tidak lagi mencerminkan kondisi ekonomi yang faktual. Tingkat diskresi akuntansi yang tinggi tanpa transparansi biasanya merupakan tanda bahwa laba yang dilaporkan memiliki kualitas yang rendah dan keputusan investasi yang diambil berdasarkan angka tersebut cenderung berisiko lebih besar. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])
Earnings Quality dan Keberlanjutan Laba
Keberlanjutan laba adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mempertahankan atau meningkatkan kinerja laba dari satu periode ke periode berikutnya tanpa tergantung pada kejadian luar biasa atau item non-operasional yang tidak dapat diulangi. Konsep ini erat kaitannya dengan quality earnings karena laba yang berkelanjutan mencerminkan stabilitas fundamental perusahaan dalam operasional bisnis jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Dalam banyak penelitian, sustainable earnings atau laba yang berkelanjutan sering dijadikan salah satu proxy dalam mengukur earnings quality. Laba yang dapat dipertahankan secara konsisten berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan yang stabil dan dihasilkan melalui aktivitas operasional inti, sehingga lebih menggambarkan daya tahan ekonomi perusahaan. Laba yang bersifat tidak berkelanjutan, misalnya yang berasal dari kejadian yang tidak berulang, seringkali tidak memberikan gambaran yang akurat tentang prospek kinerja masa depan. ([Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id])
Keberlanjutan laba juga dapat dicerminkan oleh earnings persistence, yakni kemampuan perusahaan mempertahankan laba dari periode ke periode terus menerus. Tingginya persistence earnings merupakan sinyal bahwa perusahaan memiliki kinerja ekonomi nyata yang tidak banyak dipengaruhi oleh keputusan akuntansi diskresioner yang bersifat opportunistik. Laba yang persistent menunjukkan laba tersebut memiliki nilai prediktif yang tinggi dalam konteks estimasi arus kas di masa depan. ([Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id])
Hubungan antara earnings quality dan keberlanjutan laba menunjukkan bahwa laba berkualitas tinggi biasanya mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat dan prospek bisnis yang sehat di masa depan, sehingga kinerja perusahaan menjadi lebih stabil dan dapat diandalkan oleh investor maupun pemegang saham lainnya. Selain itu, laba yang berkelanjutan dapat menjadi indikator bahwa perusahaan menerapkan pengendalian internal dan tata kelola perusahaan yang baik sehingga meminimalkan praktik manipulative earnings management yang merugikan. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Earnings Quality
Banyak penelitian empiris telah meneliti berbagai faktor yang dapat memengaruhi kualitas laba perusahaan. Dalam penelitian pada perusahaan sektor manufaktur di Indonesia, misalnya, ditemukan bahwa penggunaan leverage dan tingkat likuiditas memiliki pengaruh positif terhadap kualitas laba sementara ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap earnings quality. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])
Selain itu, penelitian lain mengelompokkan determinan kualitas laba ke dalam beberapa kategori besar seperti karakteristik perusahaan (firm characteristics), praktik pelaporan keuangan (financial reporting practices), tata kelola dan kontrol (governance and controls), auditor, insentif pasar modal, serta faktor eksternal lainnya. Karakteristik perusahaan seperti ukuran, risiko bisnis, dan struktur modal dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang stabil dan andal. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])
Beberapa faktor lain yang juga diidentifikasi dalam literatur instrumental meliputi intensitas pelaporan (timeliness), risiko default, dan peran komite audit dalam mendukung transparansi pelaporan keuangan. Faktor-faktor ini dapat memengaruhi kualitas laba dengan cara memperkuat mekanisme pengawasan internal serta meningkatkan keandalan dan keterbukaan laporan laba yang disajikan kepada publik. ([Lihat sumber Disini - jurnal.darmajaya.ac.id])
Earnings Quality dalam Penilaian Kinerja Perusahaan
Earnings quality menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai kinerja perusahaan secara menyeluruh. Kinerja perusahaan tidak hanya dinilai dari besaran laba yang diperoleh, tetapi juga kualitas laba tersebut dalam menggambarkan aktivitas ekonomi yang sebenarnya dan kemampuannya dipertahankan dari periode ke periode. Laba yang berkualitas tinggi, yang didukung oleh arus kas operasional yang kuat dan mengandung sedikit item non-operasional, mencerminkan kinerja fundamental yang solid dan tata kelola perusahaan yang baik. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Dalam konteks analisis pasar modal, laba yang berkualitas juga memberikan sinyal positif kepada investor dan analis keuangan, sehingga harga saham dan valuasi perusahaan menjadi lebih stabil karena para pemangku keputusan dapat memprediksi kinerja masa depan dengan lebih akurat. Oleh karena itu, perusahaan dengan earnings quality tinggi sering kali dipandang sebagai entitas bisnis dengan prospek pertumbuhan yang lebih baik dan risiko yang lebih rendah bagi para investor. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])
Hubungan Earnings Quality dengan Keputusan Investor
Keputusan investasi sering bergantung pada informasi laba yang dilaporkan oleh perusahaan. Investor yang mampu menilai apakah laba yang dipublikasikan memiliki kualitas tinggi atau rendah akan lebih siap menentukan strategi investasi mereka dengan risiko yang lebih terukur. Laba yang berkualitas tinggi memberikan kepercayaan bahwa kinerja perusahaan tidak semata-mata didorong oleh praktik manipulative earnings management, tetapi mencerminkan kondisi ekonomi yang stabil dan prospektif di masa depan. ([Lihat sumber Disini - eprints.umm.ac.id])
Investor biasanya melihat earnings quality sebagai indikator yang membantu mereka dalam memperkirakan potensi return serta risiko investasi. Perusahaan yang menunjukkan laba yang sustainable dan persistent cenderung lebih menarik bagi investor karena laba yang berkualitas tinggi mengurangi ketidakpastian dalam estimasi return masa depan. Oleh sebab itu, investor jangka panjang biasanya memprioritaskan kualitas laba serta transparansi pelaporan dalam keputusan investasi mereka, sementara laba dengan kualitas rendah bisa menjadi sinyal risiko yang lebih tinggi dan volatilitas yang lebih besar dalam nilai investasi. ([Lihat sumber Disini - eprints.umm.ac.id])
Kesimpulan
Earnings quality merupakan konsep sentral dalam pelaporan keuangan yang mengukur sejauh mana laba yang dilaporkan mencerminkan kinerja ekonomi perusahaan yang sesungguhnya serta memberikan informasi yang andal bagi para pengguna laporan keuangan. Laba berkualitas tinggi dicirikan oleh arus kas operasi yang kuat, kemampuan laba diprediksi secara konsisten, bebas dari item non-operasional yang tidak berulang, dan minim manipulasi laporan. Keberlanjutan laba (sustainability) dan persistence earnings merupakan komponen penting dalam menentukan kualitas laba karena mencerminkan stabilitas fundamental perusahaan. Berbagai faktor seperti karakteristik perusahaan, praktik pelaporan, tata kelola, serta mekanisme pengawasan internal dapat mempengaruhi kualitas laba. Dalam penilaian kinerja perusahaan dan pengambilan keputusan investor, earnings quality memainkan peran kunci karena laba yang berkualitas tinggi meningkatkan kepercayaan pasar dan membantu para investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih akurat serta terukur berdasarkan prospek masa depan perusahaan.