
Keberlanjutan Sosial: Konsep dan Pembangunan Masyarakat
Pendahuluan
Keberlanjutan sosial merupakan aspek penting dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan secara keseluruhan. Dalam konteks global maupun nasional, keberlanjutan sosial menonjol sebagai dimensi yang memastikan hak, keadilan, kesejahteraan, dan kualitas hidup bagi setiap individu dan komunitas dalam jangka panjang. Penekanan pada aspek sosial ini muncul karena pembangunan tidak lagi dipahami semata-mata sebagai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai proses yang harus meminimalkan ketidaksetaraan, menguatkan hubungan sosial, serta menjaga kohesi komunitas dalam menghadapi tantangan perubahan sosial dan lingkungan. Konsep ini kini semakin penting dalam agenda pembangunan, terutama yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dimana aspek sosial menjadi fondasi bagi tercapainya tujuan seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, dan kesejahteraan masyarakat secara luas. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Definisi Keberlanjutan Sosial
Definisi Keberlanjutan Sosial Secara Umum
Keberlanjutan sosial secara umum dapat dipahami sebagai kemampuan suatu masyarakat atau sistem sosial untuk mempertahankan kesejahteraan sosialnya dalam jangka panjang. Ini mencakup penguatan struktur sosial, akses terhadap hak dasar, serta kemampuan komunitas untuk menjaga hubungan sosial yang inklusif, adil, dan berkelanjutan sepanjang waktu tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Fokusnya tidak hanya pada aspek material, tetapi juga pada hubungan sosial dan kapasitas masyarakat untuk berkembang secara kolektif. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Definisi Keberlanjutan Sosial dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keberlanjutan sosial dapat diartikan sebagai kondisi di mana proses atau kegiatan sosial berlangsung secara terus-menerus dan stabil, dengan tujuan menjaga dan meningkatkan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat tanpa menyebabkan kerusakan pada struktur sosial dan hubungan antarmanusia. Meski tidak ada entri tersendiri yang eksplisit menyebut istilah “keberlanjutan sosial”, definisi umum tentang “keberlanjutan” dan “sosial” dalam KBBI dapat digabungkan untuk memahami keutuhan konsep ini sebagai bagian integral dari pembangunan masyarakat yang berkesinambungan. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Definisi Keberlanjutan Sosial Menurut Para Ahli
-
Polèse dan Stren (2000) menekankan keberlanjutan sosial sebagai kemampuan suatu komunitas untuk mempertahankan tingkat kesejahteraan sosial yang dapat diterima seiring waktu. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Dempsey et al. (2011) menyatakan bahwa keberlanjutan sosial melibatkan pemenuhan kebutuhan saat ini dan masa depan penduduk, mendukung kesetaraan dan keragaman sosial, serta memupuk komunitas yang saling terhubung dan mendukung. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
-
Ly et al. (2023) memperkenalkan model yang memandang keberlanjutan sosial sebagai proses yang mencakup keselamatan, keadilan, adaptabilitas, inklusi sosial, dan kualitas hidup. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
-
Wang dan Ke (2024) melalui tinjauan literatur menyebutkan bahwa keberlanjutan sosial mencakup kesetaraan, kesejahteraan, dan keadilan yang mendukung partisipasi aktif semua kelompok masyarakat di masa kini dan masa depan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Keberlanjutan Sosial
Keberlanjutan sosial adalah komponen esensial dalam pembangunan yang lebih luas, terutama ketika masyarakat ingin memastikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan ekologis berjalan berdampingan dengan keadilan sosial. Dalam konteks ini, keberlanjutan sosial mencakup kesejahteraan manusia, persamaan hak, partisipasi inklusif, dan solidaritas sosial yang kuat antar anggota masyarakat. Hal ini memungkinkan komunitas untuk tetap sehat secara sosial dan beradaptasi terhadap perubahan dinamis, seperti migrasi, globalisasi, dan perubahan demografis. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Prinsip-Prinsip Keberlanjutan Sosial
Keberlanjutan sosial berakar pada sejumlah prinsip kunci yang membantu menjelaskan bagaimana suatu sistem sosial dapat bertahan dan berkembang secara adil serta inklusif.
-
Kesetaraan dan Keadilan Sosial
Prinsip ini menekankan bahwa setiap individu layak mendapatkan hak, kesempatan, dan sumber daya yang setara, tanpa diskriminasi berdasarkan latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya. Kesetaraan sosial memastikan distribusi yang adil atas manfaat pembangunan, yang merupakan inti keberlanjutan sosial. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
-
Inklusi dan Partisipasi
Keberlanjutan sosial mendukung keterlibatan aktif semua lapisan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, perencanaan, dan pelaksanaan kegiatan sosial. Ini menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama dalam pembangunan. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
-
Kohesi dan Solidaritas Komunitas
Hubungan sosial yang kuat membantu masyarakat menghadapi tantangan bersama, menjaga struktur sosial tetap stabil, dan memperkuat solidaritas antaranggota komunitas. Hal ini juga mendukung jaringan sosial yang mampu memecahkan masalah kolektif secara efektif. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
-
Ketahanan Sosial
Kemampuan komunitas untuk beradaptasi, memitigasi risiko, dan bangkit dari krisis merupakan prinsip penting dalam memastikan keberlanjutan kehidupan sosial dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
-
Kualitas Hidup yang Layak
Aspek ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan layak, dan lingkungan sosial yang mendukung kesejahteraan individual dan kolektif. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Dalam penerapan prinsip-prinsip tersebut di masyarakat, keberlanjutan sosial menjadi landasan yang kuat untuk memastikan bahwa struktur sosial tidak hanya dapat bertahan tetapi juga berkembang secara inklusif dan adil. ([Lihat sumber Disini - cetjournal.it])
Keberlanjutan Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan
Keberlanjutan sosial tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan pilar integral dalam pembangunan berkelanjutan yang juga mencakup dimensi lingkungan dan ekonomi. Ketiga pilar ini sering disebut sebagai triple bottom line atau tiga dimensi berkelanjutan yang saling terkait dan mensyaratkan integrasi untuk mencapai kesejahteraan yang komprehensif. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Dalam pembangunan berkelanjutan, aspek sosial berfungsi sebagai fondasi yang memastikan bahwa proses pembangunan menghormati hak asasi manusia, memperluas inklusi dan layanan sosial dasar, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan pemeliharaan lingkungan. Tanpa perhatian terhadap keberlanjutan sosial, pembangunan berkelanjutan berisiko menghasilkan hasil yang timpang, di mana pertumbuhan ekonomi atau pelestarian lingkungan saja tidak mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Peran Komunitas dalam Keberlanjutan Sosial
Komunitas berperan penting dalam mengimplementasikan dan memperkuat keberlanjutan sosial karena mereka merupakan unit sosial dasar di mana hubungan sosial dan kegiatan kolektif berlangsung. Partisipasi aktif komunitas dalam perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan lokal, serta aksi kolektif membantu memastikan bahwa kebutuhan nyata masyarakat tercermin dalam keputusan yang diambil. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Peran komunitas termasuk:
-
Pemberdayaan masyarakat, yang meningkatkan kapasitas warga untuk berpartisipasi secara efektif dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan; ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])
-
Penguatan modal sosial, yakni jaringan relasional dan kepercayaan yang membentuk fondasi kohesi sosial; ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
-
Pengembangan solusi berbasis komunitas yang responsif terhadap kebutuhan lokal sambil tetap menjaga prinsip keadilan dan inklusi; ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Dengan keterlibatan yang kuat, komunitas berkontribusi terhadap terciptanya struktur sosial yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Tantangan Keberlanjutan Sosial di Era Modern
Dalam era modern, keberlanjutan sosial menghadapi berbagai tantangan kompleks yang bersifat struktural maupun dinamis. Pertama, ketidaksetaraan ekonomi yang terus meningkat dapat menghambat akses terhadap layanan dasar dan kesempatan, sehingga memperlemah kohesi sosial. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Kedua, urbanisasi yang cepat dan perubahan demografis menghadirkan tantangan baru dalam menjaga hubungan sosial yang kuat di tengah komunitas yang semakin heterogen. Penelitian menunjukkan kebutuhan untuk memahami lebih dalam bagaimana interaksi sosial dan ruang publik dapat memengaruhi keberlanjutan sosial masyarakat urban. ([Lihat sumber Disini - nature.com])
Ketiga, krisis global seperti pandemi, perubahan iklim, dan globalisasi memperparah tekanan pada komunitas yang rentan, terutama kelompok minoritas atau populasi berpendapatan rendah. Hal ini membutuhkan strategi kebijakan yang responsif dan berbasis bukti untuk menutup kesenjangan dan meningkatkan ketahanan sosial secara menyeluruh. ([Lihat sumber Disini - nature.com])
Keberlanjutan Sosial dalam Kebijakan Publik
Kebijakan publik memiliki peran strategis dalam mendukung atau menghambat implementasi nilai-nilai keberlanjutan sosial. Kebijakan yang dirancang secara inklusif akan berupaya memasukkan partisipasi warga dalam proses perumusan dan evaluasi, memberikan akses terhadap layanan sosial dasar, serta menetapkan aturan yang menghapus praktik diskriminatif. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Contoh kebijakan yang menguatkan keberlanjutan sosial adalah program pemerataan pendidikan, kesehatan universal, sistem perlindungan sosial, dan dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal yang inklusif. Kebijakan semacam ini berpotensi menciptakan lingkungan sosial yang mendukung kohesi masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. ([Lihat sumber Disini - ebsco.com])
Kesimpulan
Keberlanjutan sosial adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan masyarakat berkelanjutan yang menekankan kualitas hidup, kesetaraan, inklusi, dan kohesi sosial dalam jangka panjang. Definisi dari berbagai perspektif, umum, KBBI, dan para ahli, menunjukkan bahwa keberlanjutan sosial bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga soal kemampuan masyarakat untuk menjaga hubungan sosial yang kuat dan adaptif. Prinsip-prinsipnya seperti kesetaraan, partisipasi, dan ketahanan sosial menjadi landasan kebijakan dan praktik pembangunan yang efektif. Peran komunitas dan dukungan kebijakan publik yang kuat sangat penting dalam menghadapi tantangan era modern seperti ketidaksetaraan, urbanisasi, dan tekanan global. Integrasi keberlanjutan sosial dalam kebijakan dan strategi pembangunan menyediakan kerangka untuk mencapai masyarakat yang adil, berdaya, dan berkelanjutan di masa depan.