Terakhir diperbarui: 02 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 2 February). Evaluasi Kinerja Bangunan: Konsep, Metode Penilaian, dan Tingkat Keamanan. SumberAjar. Retrieved 3 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/evaluasi-kinerja-bangunan-konsep-metode-penilaian-dan-tingkat-keamanan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Evaluasi Kinerja Bangunan: Konsep, Metode Penilaian, dan Tingkat Keamanan - SumberAjar.com

Evaluasi Kinerja Bangunan: Konsep, Metode Penilaian, dan Tingkat Keamanan

Pendahuluan

Evaluasi kinerja bangunan adalah kajian penting dalam rekayasa sipil dan teknik struktur, terutama di negara dengan risiko gempa seperti Indonesia. Evaluasi ini bukan sekadar melihat apakah bangunan berdiri tegak, tetapi bagaimana bangunan berperilaku di bawah beban, khususnya beban gempa, dan sejauh mana struktur memenuhi tujuan fungsional, efisiensi, keamanan, dan keselamatan hidup penghuni serta aset. Sebagai contoh, penelitian evaluasi struktur pada bangunan gedung perkantoran tujuh lantai menunjukkan bagaimana berbagai metode evaluasi seperti pushover analysis digunakan untuk mengukur tingkat kinerja struktur terhadap gempa berdasarkan level seperti Immediate Occupancy, Life Safety, dan Collapse Prevention. Penelitian tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi dalam memberikan rekomendasi perbaikan desain dan perkuatan struktur agar bangunan lebih tahan terhadap beban gempa di masa depan. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])


Definisi Evaluasi Kinerja Bangunan

Definisi Evaluasi Kinerja Bangunan Secara Umum

Evaluasi kinerja bangunan adalah proses sistematis untuk menentukan sejauh mana sebuah bangunan memenuhi tujuan desain dan fungsinya serta bagaimana struktur tersebut berinteraksi dengan beban eksternal, termasuk beban beban gempa, beban angin, dan beban operasional. Evaluasi ini bertujuan menilai performa struktural dalam kondisi nyata atau berdasarkan simulasi teknis untuk memastikan bangunan tetap aman, berfungsi sesuai perencanaan, dan dapat melindungi penghuninya. Aspek ini mencakup baik aspek teknis maupun non-teknis seperti kenyamanan pemakai, performa fungsional, dan ketahanan terhadap kondisi ekstrem dari sudut pandang engineering. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Evaluasi Kinerja Bangunan dalam KBBI

Secara terminologis dalam kamus umum seperti KBBI, istilah kinerja mengacu pada hasil kerja atau prestasi dalam menjalankan fungsi atau tugas yang ditetapkan. Dikaitkan dengan bangunan, evaluasi kinerja berarti penilaian terhadap prestasi bangunan dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai shelter atau ruang aktivitas manusia, termasuk bagaimana struktur menahan beban dan tetap memenuhi kriteria keselamatan, kenyamanan, dan daya guna dalam jangka waktu tertentu (meskipun sumber KBBI spesifik belum muncul secara daring pada web resmi, definisi ini sejalan dengan konsep evaluasi kinerja dalam berbagai kajian teknik struktur). ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Evaluasi Kinerja Bangunan Menurut Para Ahli

  1. Menurut Sungkana et al. (2025), evaluasi kinerja struktur bangunan adalah proses untuk menilai performa struktur terhadap beban gempa melalui metode analisis teknis seperti pushover analysis yang menghasilkan tingkatan kinerja seperti Immediate Occupancy, Life Safety, dan Collapse Prevention. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

  2. Menurut Aranta dan Irawati (2025), evaluasi kinerja struktur desain mempertimbangkan apakah target kinerja gempa seperti Immediate Occupancy atau Life Safety tercapai menggunakan standar ASCE 41-17 dan metode non-linear statik. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])

  3. Dalam konteks evaluasi kinerja secara umum, kinerja bangunan ditafsirkan sebagai atribut yang menunjukkan sejauh mana bangunan menjalankan fungsi yang direncanakan, termasuk performa teknis terhadap beban dan penggunaan sehari-hari. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Dalam tinjauan multidisipliner rekayasa kinerja bangunan, konsep evaluasi kinerja juga mencakup bagaimana kinerja suatu bangunan dapat ditingkatkan melalui umpan balik dari proses evaluasi untuk perbaikan desain dan pelaksanaan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Tujuan Evaluasi Kinerja Struktur

Evaluasi kinerja struktur bangunan memiliki beberapa tujuan utama. Secara teknis, evaluasi bertujuan untuk memastikan struktur mampu bertahan dan mempertahankan fungsinya ketika terkena beban beban yang direncanakan. Khususnya terhadap beban gempa, evaluasi sering dilakukan untuk mengetahui apakah struktur berada pada level kinerja yang dapat diterima, seperti Immediate Occupancy (bangunan tetap layak pakai setelah gempa ringan), Life Safety (bangunan tetap melindungi penghuninya meskipun terjadi kerusakan signifikan), atau Collapse Prevention (struktur mencegah keruntuhan total). ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

Selain aspek keselamatan, evaluasi kinerja juga bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan desain, memberikan informasi perkuatan atau retrofit struktural yang tepat, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam perencanaan dan operasional bangunan. Tujuan ini penting terutama untuk bangunan eksisting dan bangunan baru yang berada di zona risiko bencana. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])


Metode Penilaian Kinerja Bangunan

Penilaian kinerja bangunan dapat dilakukan melalui berbagai metode, terutama yang bersifat teknis dalam rekayasa struktur. Metode yang paling sering dipakai adalah:

Analisis Pushover (Nonlinear Static Analysis), metode ini memberikan beban horizontal secara bertahap sampai struktur mencapai batasnya untuk mengetahui respons inelastis bangunan dan menentukan level kinerja struktur berdasarkan kapasitas dan respon terhadap beban gempa. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

Analisis Respons Spektrum dan Dinamik Time History, metode dinamik yang mempertimbangkan respon struktur terhadap berbagai rekaman beban gempa nyata, sehingga memberikan gambaran realistis tentang bagaimana bangunan akan berperilaku pada kejadian gempa tertentu. ([Lihat sumber Disini - repository.upi.edu])

Standar dan Prosedur, seperti penggunaan ASCE 41-17, SNI evaluasi dan rehabilitasi seismik, atau pedoman internasional lainnya untuk mengevaluasi dan memverifikasi tingkat kinerja gedung berdasarkan kriteria yang baku. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])


Tingkat Kinerja dan Tingkat Keamanan Bangunan

Tingkat kinerja bangunan merujuk pada kategori hasil evaluasi respons struktur saat terkena beban gempa atau kondisi ekstrem lainnya. Dalam evaluasi gempa struktur, level kinerja sering diklasifikasikan menjadi beberapa kategori yang umum digunakan, seperti Immediate Occupancy (bangunan tetap aman dan layak pakai), Life Safety (bangunan mencegah risiko korban jiwa meskipun terdapat kerusakan signifikan), dan Collapse Prevention (struktur mampu mencegah keruntuhan total). ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

Tingkat keamanan bangunan mengacu pada sejauh mana bangunan dapat melindungi penghuni, aset, dan fungsi operasional sesuai standar keselamatan, baik berdasarkan regulasi lokal maupun pedoman internasional. Evaluasi ini tidak hanya melihat aspek kekuatan struktur, tetapi juga mempertimbangkan parameter lain seperti daktilitas, deformasi, dan komponen detail yang dapat memengaruhi performa secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])


Evaluasi Kinerja Bangunan terhadap Gempa

Evaluasi kinerja bangunan terhadap gempa merupakan evaluasi khusus dalam konteks beban seismik. Evaluasi ini penting karena gempa bumi memberikan gaya lateral yang kuat dan dinamis pada struktur, sehingga respons struktur dapat sangat berbeda dibanding beban vertikal biasa. Dalam studi di Indonesia, metode evaluasi gempa sering menggunakan pushover analysis dan metode dinamik lainnya untuk menilai seberapa jauh bangunan akan mengalami deformasi, simpangan antar lantai, atau kerusakan komponen struktural saat terjadi gempa. ([Lihat sumber Disini - journal.untar.ac.id])

Penilaian ini memungkinkan engineer menilai struktur bangunan eksisting atau desain baru berdasarkan standar yang berlaku, termasuk penggunaan kriteria seperti BSE-1N dan BSE-2N (Beban Seismik Ekuivalen yang memiliki periode ulang 500 dan 2500 tahun), serta prosedur evaluasi kinerja gempa yang diwajibkan dalam SNI dan standar internasional lain. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])


Peran Evaluasi Kinerja dalam Pengambilan Keputusan

Evaluasi kinerja struktur memainkan peranan penting dalam pengambilan keputusan teknis dan administratif. Dari sudut pandang desain, hasil evaluasi membantu engineer menentukan apakah kebutuhan keselamatan dan tujuan fungsi bangunan telah terpenuhi atau masih memerlukan revisi desain. Bagi pemilik bangunan, evaluasi kinerja menjadi dasar keputusan untuk melakukan retrofit, perbaikan, atau pembaruan infrastruktur guna meningkatkan keamanan dan daya tahan terhadap potensi bencana. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])

Selain itu, evaluasi kinerja juga berperan dalam pengembangan kebijakan konstruksi dan regulasi bangunan untuk memastikan standar keselamatan yang konsisten dan sesuai dengan kondisi risiko regional. Ini terutama penting di wilayah rawan gempa seperti Indonesia, di mana bangunan yang dirancang dan dibangun sesuai evaluasi yang baik dapat mengurangi kerugian materi serta risiko korban jiwa dalam kejadian gempa masa depan. ([Lihat sumber Disini - jurnalpermukiman.pu.go.id])


Kesimpulan

Evaluasi kinerja bangunan merupakan proses penting dalam rekayasa struktur yang bertujuan memastikan bangunan memenuhi fungsi dan standar keselamatan baik secara teknis maupun operasional. Proses ini melibatkan definisi kinerja dari sudut pandang fungsional dan struktural, penggunaan metode penilaian teknik seperti pushover analysis dan analisis respons dinamik, serta penerapan standar evaluasi yang relevan seperti ASCE 41-17 dan SNI. Evaluasi kinerja menjadi dasar penting dalam menentukan tingkat performa dan keamanan bangunan terhadap gempa dan kondisi ekstrem lainnya. Dengan hasil evaluasi yang komprehensif, para engineer dan pemangku kepentingan dapat membuat keputusan yang tepat dalam desain, perbaikan, atau penguatan struktur untuk mencapai tujuan keselamatan dan keberlanjutan bangunan secara efektif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Evaluasi kinerja bangunan adalah proses penilaian sistematis terhadap kemampuan dan perilaku struktur bangunan dalam menahan beban kerja, termasuk beban gempa, untuk memastikan bangunan aman, andal, dan memenuhi tujuan desain serta fungsi layanannya.

Evaluasi kinerja bangunan penting untuk memastikan keselamatan penghuni, mengidentifikasi kelemahan struktur, menilai tingkat risiko kerusakan, serta menjadi dasar pengambilan keputusan dalam perbaikan, perkuatan, atau rehabilitasi bangunan.

Metode evaluasi kinerja bangunan meliputi analisis pushover (nonlinear statik), analisis respons spektrum, analisis dinamik time history, serta evaluasi berbasis standar seperti ASCE 41 dan SNI untuk menilai perilaku struktur terhadap beban gempa.

Tingkat kinerja bangunan menunjukkan kondisi dan respons struktur saat mengalami beban gempa, yang umumnya diklasifikasikan menjadi Immediate Occupancy, Life Safety, dan Collapse Prevention sesuai dengan tingkat kerusakan dan keamanan bangunan.

Evaluasi kinerja bangunan digunakan untuk menentukan tingkat keamanan struktur dengan menilai apakah bangunan mampu melindungi penghuni dari risiko cedera atau kegagalan struktur, baik pada kondisi layanan maupun saat terjadi gempa besar.

Evaluasi kinerja bangunan perlu dilakukan pada bangunan eksisting, bangunan yang akan direnovasi atau diperkuat, bangunan pascagempa, serta pada tahap perencanaan desain berbasis kinerja untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Tingkat Kerusakan Bangunan: Konsep, Indikator Kerusakan, dan Klasifikasi Tingkat Kerusakan Bangunan: Konsep, Indikator Kerusakan, dan Klasifikasi Retrofit Bangunan: Konsep, Peningkatan Ketahanan, dan Mitigasi Gempa Retrofit Bangunan: Konsep, Peningkatan Ketahanan, dan Mitigasi Gempa Kinerja Struktur: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Teknis Kinerja Struktur: Konsep, Indikator Kinerja, dan Evaluasi Teknis Ketahanan Gempa: Konsep, Desain Seismik, dan Reduksi Kerusakan Ketahanan Gempa: Konsep, Desain Seismik, dan Reduksi Kerusakan Beban Angin: Konsep, Tekanan Angin, dan Respons Struktur Beban Angin: Konsep, Tekanan Angin, dan Respons Struktur Sistem Dinding Geser: Konsep, Kekakuan Lateral, dan Kontrol Simpangan Sistem Dinding Geser: Konsep, Kekakuan Lateral, dan Kontrol Simpangan Kerusakan Struktur: Konsep, Klasifikasi Kerusakan, dan Penyebab Teknis Kerusakan Struktur: Konsep, Klasifikasi Kerusakan, dan Penyebab Teknis Beban Mati: Konsep, Karakteristik Beban, dan Perhitungan Struktur Beban Mati: Konsep, Karakteristik Beban, dan Perhitungan Struktur Beban Hidup: Konsep, Variasi Pembebanan, dan Faktor Penggunaan Beban Hidup: Konsep, Variasi Pembebanan, dan Faktor Penggunaan Rehabilitasi Struktur: Konsep, Perbaikan Kerusakan, dan Pemulihan Fungsi Rehabilitasi Struktur: Konsep, Perbaikan Kerusakan, dan Pemulihan Fungsi Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Sistem Penilaian Kinerja: Konsep, Metode Evaluasi, dan Objektivitas Sistem Struktur Ganda: Konsep, Kombinasi Sistem, dan Kinerja Gempa Sistem Struktur Ganda: Konsep, Kombinasi Sistem, dan Kinerja Gempa Perkuatan Struktur: Konsep, Metode Perkuatan, dan Peningkatan Kapasitas Perkuatan Struktur: Konsep, Metode Perkuatan, dan Peningkatan Kapasitas Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen Sistem Web Penilaian Kinerja Dosen Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Sistem Informasi Penilaian Kinerja Guru Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh Evaluasi Kinerja Guru: Instrumen dan Contoh SPK Penilaian Kinerja Karyawan SPK Penilaian Kinerja Karyawan Lendutan Balok: Konsep, Batas Layan, dan Kenyamanan Struktur Lendutan Balok: Konsep, Batas Layan, dan Kenyamanan Struktur Evaluasi Kinerja: Konsep, Penilaian Kerja, dan Umpan Balik Evaluasi Kinerja: Konsep, Penilaian Kerja, dan Umpan Balik Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Indikator Kinerja: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…