Terakhir diperbarui: 31 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 31 January). Lendutan Balok: Konsep, Batas Layan, dan Kenyamanan Struktur. SumberAjar. Retrieved 1 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/lendutan-balok-konsep-batas-layan-dan-kenyamanan-struktur  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Lendutan Balok: Konsep, Batas Layan, dan Kenyamanan Struktur - SumberAjar.com

Lendutan Balok: Konsep, Batas Layan, dan Kenyamanan Struktur

Pendahuluan

Dalam perencanaan struktur bangunan, besaran lendutan pada elemen balok merupakan salah satu parameter krusial yang tidak hanya berkaitan dengan keamanan struktur secara mekanis, tetapi juga dengan kenyamanan dan fungsionalitas pengguna bangunan. Lendutan (atau deflection) adalah fenomena perubahan bentuk elemen struktur balok akibat pembebanan vertikal, yang bila melebihi batas tertentu dapat menyebabkan gangguan estetika, ketidaknyamanan, atau bahkan kerusakan pada elemen non-struktural seperti plafon, dinding partisi, dan fasad bangunan. Pemeriksaan lendutan merupakan bagian dari limit state design pada kondisi serviceability limit state yang ditetapkan dalam standar desain struktur untuk memastikan struktur tetap memenuhi kriteria performa sepanjang umur layanan yang direncanakan. ([Lihat sumber Disini - ocw.upj.ac.id])


Definisi Lendutan Balok

Definisi Lendutan Balok Secara Umum

Lendutan balok secara umum merujuk pada perubahan bentuk atau deformasi pada elemen balok yang terjadi ketika balok tersebut menerima beban eksternal, terutama beban vertikal. Fenomena lendutan ini biasanya terjadi akibat kerja momen lentur dan gaya geser yang timbul ketika balok menahan beban, sehingga menyebabkan fleksi (bending) pada sepanjang bentang balok. Deformasi ini diukur sebagai jarak vertikal antara posisi awal permukaan balok yang belum terbebani dengan posisi setelah terbebani di titik tertentu, umumnya pada mid-span atau titik dengan momen tertinggi. Dalam literatur teknik sipil modern, lendutan merupakan salah satu parameter desain utama yang harus diperiksa pada tahap kinerja layanan (serviceability) agar struktur tetap layak dipakai dan fungsi ruang tetap optimal. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Lendutan Balok dalam KBBI

Menurut definisi bahasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lendutan berasal dari kata “lendut” yang berarti lekukan ke bawah atau tidak rata. Secara terminologi sederhana, lendutan menggambarkan perubahan bentuk membengkoknya suatu benda dari posisi semula ke arah bawah akibat efek beban atau gaya yang bekerja pada benda tersebut. Dalam konteks struktur bangunan khususnya balok, lendutan menggambarkan sejauh mana elemen balok mengalami fleksi akibat pembebanan. ([Lihat sumber Disini - detik.com])

Definisi Lendutan Balok Menurut Para Ahli

Beberapa ahli di bidang teknik struktur mendefinisikan lendutan dalam konteks yang lebih teknis sebagai berikut:

  1. Hibbeler (2012) menyatakan bahwa defleksi atau lendutan pada balok adalah pergeseran atau perpindahan elemen struktural dalam arah lintang terhadap sumbu longitudinal akibat beban yang bekerja, dan hubungan lendutan ini dapat dianalisis melalui integrasi fungsi momen internal dan sifat kekakuan penampang. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Sanapang (2013) menjelaskan bahwa lendutan jangka panjang pada balok dipengaruhi oleh karakteristik material seperti modulus elastisitas, yang turut memperhitungkan efek creep dan rangkak beton pada perencanaan balok beton bertulang. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])

  3. Wiyono & Trisina (2013) mengemukakan bahwa lendutan balok tidak hanya dipengaruhi oleh beban saat ini tetapi juga oleh mutu material, dimensi penampang, dan kondisi pelaksanaan di lapangan yang dapat menambah deformasi jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  4. Dokumen Standar Bangunan Nasional (SNI 2847) memandang lendutan sebagai bagian dari serviceability limit state yang harus dikendalikan agar tidak melebihi batas yang ditentukan agar performa fungsional struktur tetap terjaga. ([Lihat sumber Disini - jpr-pnp.com])

  5. Literatur desain internasional seperti Eurocode 2 menekankan bahwa batas lendutan harus ditetapkan dalam rasio terhadap panjang bentang untuk memastikan elemen struktur tetap layak dan aman selama masa layannya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Lendutan

Lendutan balok dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Faktor utama meliputi karakteristik material, geometri balok, jenis dan distribusi beban, serta pengaruh waktu. Secara umum, beberapa faktor kritis yang memengaruhi lendutan dijelaskan sebagai berikut:

1. Bahan dan Sifat Material
Modulus elastisitas material elemen sangat menentukan seberapa besar balok akan melendut di bawah beban. Material dengan modulus elastisitas tinggi menunjukkan kekakuan yang lebih tinggi dan lendutan lebih kecil dibanding material dengan modulus elastisitas rendah. Untuk elemen beton bertulang, modulus elastisitas beton serta kontribusi tulangan juga berperan besar dalam menentukan besaran lendutan. ([Lihat sumber Disini - jpr-pnp.com])

2. Dimensi dan Geometri Penampang
Dimensi balok seperti tinggi bentang, lebar, serta momen inersia penampang merupakan faktor penentu lentur (bending stiffness) suatu elemen struktur. Semakin besar momen inersia penampang, semakin tinggi kekakuan balok dan semakin kecil lendutannya. Hubungan ini merupakan bagian dari sifat mekanik elemen berdasarkan teori Euler-Bernoulli. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

3. Jenis dan Distribusi Beban
Beban terdistribusi seragam, beban titik, beban hidup, dan beban mati memiliki pola kerja yang berbeda pada balok, sehingga memengaruhi besar dan bentuk lendutan secara berbeda pula. Misalnya, beban terdistribusi secara merata cenderung menghasilkan lendutan lebih besar dibanding beban titik tertentu pada posisi yang sama. ([Lihat sumber Disini - ocw.upj.ac.id])

4. Efek Waktu (Creep dan Shrinkage)
Balok beton bertulang mengalami perubahan deformasi jangka panjang akibat efek creep dan shrinkage beton. Lendutan jangka panjang sering kali lebih besar daripada lendutan seketika karena cement hydration dan pemuaian/penyusutan beton akibat perubahan kelembaban serta temperatur. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])

5. Konfigurasi Tumpuan
Kondisi tumpuan (misalnya sederhana, jepit, atau propped) menentukan cara internal momen dan gaya geser bekerja, sehingga memberikan perubahan pola lendutan yang berbeda pada balok. Balok dengan tumpuan jepit biasanya menunjukkan lendutan yang lebih kecil dibanding balok dengan tumpuan sederhana. ([Lihat sumber Disini - ocw.upj.ac.id])


Lendutan Elastis dan Lendutan Jangka Panjang

Dalam analisis struktur, lendutan dibedakan menjadi lendutan elastis (seketika) dan lendutan jangka panjang yang memperhitungkan efek deformasi waktu seperti creep dan shrinkage.

Lendutan Elastis (Seketika)
Lendutan elastis terjadi saat beban diterapkan pada struktur dan merupakan respon utama terhadap pembebanan tersebut dalam kondisi material masih berada pada daerah elastik linier. Besaran lendutan elastis diperkirakan berdasarkan teori balok Euler-Bernoulli dengan memperhitungkan sifat kekakuan balok, momen inersia penampang, dan pembebanan yang bekerja. Lendutan elastis biasanya diperiksa dalam desain karena berkaitan langsung dengan performa awal struktur saat dikenai beban layanan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Lendutan Jangka Panjang
Lendutan jangka panjang melibatkan perubahan deformasi yang terjadi selama waktu tertentu di bawah beban yang terus bekerja, seperti beban mati dan beban hidup permanen. Material seperti beton mengalami creep (perubahan bentuk terus menerus seiring waktu) dan shrinkage yang menyebabkan penambahan lendutan di luar lendutan elastis. Efek ini harus diperhitungkan dalam desain struktur jangka panjang, terutama pada elemen bentang panjang, karena dapat menyebabkan lendutan yang signifikan dibanding lendutan awal. ([Lihat sumber Disini - ejournal.unsrat.ac.id])


Batas Layan Lendutan dalam Perencanaan

Dalam perencanaan struktur modern, lendutan balok tidak boleh melebihi suatu batas tertentu agar struktur tetap memenuhi fungsi estetika dan kenyamanan pengguna (tanpa mengalami deformasi berlebih yang mengganggu). Standar bangunan nasional dan internasional menetapkan kriteria batas lendutan ini dalam bentuk rasio terhadap panjang bentang balok (span).

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 2847) dan literatur teknik sipil lainnya, batas lendutan izin umumnya dinyatakan dalam bentuk rasio seperti L/240 atau L/360, di mana L adalah panjang bentang balok. Ketentuan ini menetapkan bahwa deflection maksimum dari balok pada beban layanan tidak boleh lebih besar dari fraksi tertentu dari panjang bentang tersebut, tergantung penggunaan struktur serta jenis beban yang bekerja. Batas ini diperlukan agar deformasi tidak mengakibatkan gangguan pada elemen lain atau kenyamanan penghuni. ([Lihat sumber Disini - ocw.upj.ac.id])


Pengaruh Lendutan terhadap Kenyamanan Struktur

Lendutan yang terjadi pada balok tidak hanya berdampak pada keselamatan struktural tetapi juga kenyamanan penghuni dan performa bangunan secara keseluruhan. Lendutan berlebih dapat menyebabkan retak pada dinding partisi, gangguan pada sistem plafon, atap, dan kelistrikan, serta ketidakrataan permukaan lantai yang dapat dirasakan oleh pengguna struktur. Kriteria serviceability (ketidaklayakan layanan) dalam desain struktur juga mencakup infiltrasi getaran dan deformasi lain yang mempengaruhi pengalaman penghuni bangunan dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - jpr-pnp.com])


Lendutan Balok dalam Evaluasi Kinerja

Evaluasi lendutan balok dalam konteks kinerja struktur biasanya dilakukan melalui analisis numerik dan eksperimental yang mencerminkan kondisi nyata pembebanan dan karakteristik material. Penelitian mutakhir pada balok beton bertulang, termasuk yang menggunakan pendekatan numerik dan simulasi perangkat lunak seperti FEM atau program SAP2000, digunakan untuk memprediksi perilaku lendutan dan mengevaluasi kepatuhan terhadap batas layanan. Temuan dari studi-studi ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan baik lendutan elastis maupun jangka panjang dalam penilaian kinerja struktur sepanjang masa layanan bangunan. ([Lihat sumber Disini - jpr-pnp.com])


Kesimpulan

Lendutan balok merupakan fenomena deformasi penting dalam desain dan evaluasi struktur yang memengaruhi keamanan, fungsi, dan kenyamanan bangunan. Secara umum, lendutan adalah deformasi vertikal balok akibat beban yang bekerja, yang harus dikendalikan agar tidak melebihi batas layanan yang ditetapkan oleh standar desain. Lendutan dipengaruhi oleh material, geometri penampang, pembebanan, serta efek waktu seperti creep dan shrinkage. Perencanaan struktur modern menempatkan batas lendutan sebagai bagian dari serviceability limit state untuk menjaga performa fungsi dan estetika bangunan. Evaluasi lendutan melalui pendekatan numerik dan eksperimental sangat penting untuk memastikan struktur memenuhi kriteria layanan sepanjang umur rencana.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Lendutan balok adalah perubahan bentuk atau deformasi vertikal pada elemen balok yang terjadi akibat beban yang bekerja selama masa layanan struktur. Lendutan merupakan respon lentur balok terhadap momen yang timbul dan menjadi parameter penting dalam evaluasi kinerja serta kenyamanan struktur bangunan.

Lendutan balok dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain sifat material (modulus elastisitas), dimensi dan geometri penampang, panjang bentang, jenis dan besar beban, kondisi tumpuan, serta pengaruh waktu seperti creep dan shrinkage pada beton.

Lendutan elastis adalah lendutan yang terjadi secara langsung saat beban diterapkan dan bersifat sementara selama material masih dalam kondisi elastis. Sementara itu, lendutan jangka panjang terjadi akibat pengaruh waktu, terutama karena creep dan shrinkage pada material beton, sehingga menyebabkan deformasi tambahan selama masa layanan struktur.

Batas layan lendutan penting untuk memastikan struktur tetap berfungsi dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi pengguna. Lendutan yang melebihi batas dapat menyebabkan kerusakan elemen non-struktural, gangguan estetika, serta menurunkan kinerja dan umur layanan bangunan.

Lendutan balok yang berlebihan dapat menyebabkan lantai terasa tidak rata, retak pada dinding dan plafon, serta gangguan pada elemen arsitektural. Kondisi ini dapat menurunkan kenyamanan penghuni dan kualitas fungsi bangunan meskipun secara struktural masih aman.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kapasitas Lentur Balok: Konsep, Momen Ultimit, dan Rasio Tulangan Kapasitas Lentur Balok: Konsep, Momen Ultimit, dan Rasio Tulangan Kapasitas Geser Balok: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Tahanan Geser Kapasitas Geser Balok: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Tahanan Geser Kuat Lentur Balok Beton: Konsep, Distribusi Tegangan, dan Kapasitas Lentur Kuat Lentur Balok Beton: Konsep, Distribusi Tegangan, dan Kapasitas Lentur Rangkak Beton: Konsep, Pengaruh Beban Jangka Panjang, dan Deformasi Rangkak Beton: Konsep, Pengaruh Beban Jangka Panjang, dan Deformasi Konfigurasi Tulangan: Konsep, Penempatan Tulangan, dan Efektivitas Struktur Konfigurasi Tulangan: Konsep, Penempatan Tulangan, dan Efektivitas Struktur Perilaku Struktur Beton Bertulang: Konsep, Mekanisme Kerja, dan Kapasitas Perilaku Struktur Beton Bertulang: Konsep, Mekanisme Kerja, dan Kapasitas Kekakuan Struktur: Konsep, Respons Deformasi, dan Perilaku Elastis Kekakuan Struktur: Konsep, Respons Deformasi, dan Perilaku Elastis Perilaku Struktur Komposit: Konsep, Interaksi Material, dan Efisiensi Sistem Perilaku Struktur Komposit: Konsep, Interaksi Material, dan Efisiensi Sistem Beban Mati: Konsep, Karakteristik Beban, dan Perhitungan Struktur Beban Mati: Konsep, Karakteristik Beban, dan Perhitungan Struktur Modulus Elastisitas Beton: Konsep, Hubungan Tegangan–Regangan, dan Deformasi Modulus Elastisitas Beton: Konsep, Hubungan Tegangan–Regangan, dan Deformasi Retak Beton: Konsep, Jenis Retak, dan Penyebab Struktural Retak Beton: Konsep, Jenis Retak, dan Penyebab Struktural Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Lingkungan Kerja Fisik: Konsep, Kondisi Kerja, dan Produktivitas Lingkungan Kerja Fisik: Konsep, Kondisi Kerja, dan Produktivitas Kuat Tarik Beton: Konsep, Mekanisme Retak, dan Perilaku Material Kuat Tarik Beton: Konsep, Mekanisme Retak, dan Perilaku Material Kapasitas Kolom: Konsep, Interaksi Gaya, dan Stabilitas Elemen Kapasitas Kolom: Konsep, Interaksi Gaya, dan Stabilitas Elemen Epistemologi: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh dalam Ilmu Pengetahuan Epistemologi: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh dalam Ilmu Pengetahuan Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan Pola Istirahat dan Tidur Pasien Pola Istirahat dan Tidur Pasien Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Tingkat Kepuasan Pasien di Klinik Bersalin Tingkat Kesadaran Pasien tentang Overdosis Obat Tingkat Kesadaran Pasien tentang Overdosis Obat
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…