Terakhir diperbarui: 12 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 12 January). Generasi Z: Konsep dan Karakteristik Sosial. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/generasi-z-konsep-dan-karakteristik-sosial  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Generasi Z: Konsep dan Karakteristik Sosial - SumberAjar.com

Generasi Z: Konsep dan Karakteristik Sosial

Pendahuluan

Generasi Z, yang dalam kajian demografis sering disebut sebagai Zoomers, merupakan kelompok generasi yang kini menjadi fokus utama dalam diskursus sosial, pendidikan, dan dunia kerja karena posisinya yang berada di persimpangan perubahan teknologi dan dinamika sosial kontemporer. Generasi ini lahir dan tumbuh dalam era digital yang ditandai oleh perkembangan internet, media sosial, dan perangkat teknologi yang semakin terjangkau sehingga memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan mereka, mulai dari cara belajar, bekerja, berinteraksi, sampai membentuk identitas sosial. Fenomena perubahan sosial yang dipicu oleh revolusi digital membawa dampak luas, baik peluang maupun tantangan, terutama dalam hubungan interpersonal, karakter budaya, serta adaptasi mereka terhadap tantangan pendidikan dan pekerjaan masa kini. Perubahan ini tidak hanya penting untuk dikaji oleh para peneliti, tetapi juga bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan dunia industri untuk memahami potensi serta hambatan yang dihadapi oleh generasi yang mungkin akan menjadi pemimpin masa depan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id])


Definisi Generasi Z

Definisi Generasi Z Secara Umum

Generasi Z merupakan sebutan bagi kelompok demografis yang berada setelah generasi Millenial. Secara umum, mereka diasosiasikan dengan orang-orang yang lahir pada akhir 1990-an hingga awal 2010-an, dalam sebuah periode di mana teknologi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Keberadaan internet, media sosial, dan perangkat teknologi lainnya sudah menjadi hal lumrah sejak masa kanak-kanak mereka, menjadikan generasi ini unik dibanding generasi sebelumnya karena kedekatan mereka dengan teknologi digital dari usia sangat dini. Sebagai digital natives, Gen Z hidup dalam konteks di mana informasi cepat tersebar dan terserap ke dalam kehidupan sosial mereka, memengaruhi cara berinteraksi, belajar, dan bekerja. ([Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id])

Definisi Generasi Z dalam KBBI

Istilah "Generasi Z" secara resmi belum sepenuhnya termuat sebagai sebuah entri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) formal, namun dalam penggunaan umum istilah ini dipahami sebagai generasi digital yang lahir setelah generasi milenial. Secara deskriptif, KBBI mengartikan generasi sebagai sekumpulan manusia yang lahir dan hidup pada periode waktu tertentu yang memiliki pengalaman, karakter, dan perubahan sosial budaya yang serupa. Berdasarkan pemaknaan generasi dalam KBBI, Generasi Z bisa dipahami sebagai generasi yang lahir pada rentang akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21 yang tumbuh dan berkembang bersama dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi tanpa harus mengenal kehidupan tanpa internet. ([Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org])

Definisi Generasi Z Menurut Para Ahli

  1. Seemiller & Grace (2017) menyatakan bahwa Generasi Z adalah kelompok generasi yang lahir setelah generasi Millenial, sering disebut juga sebagai igeneration atau generasi pasca-millenial, dan dikenal sebagai digital natives karena pengaruh teknologi yang sangat dalam dalam kehidupan mereka sejak usia dini. ([Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id])

  2. Pew Research Center mengartikan Gen Z sebagai individu yang lahir mulai tahun 1997 sampai sekitar tahun 2012, dengan karakteristik unik sebagai generasi yang tumbuh dalam era setelah 11 September, pengalaman krisis ekonomi global, dan revolusi digital yang masif. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Jean Twenge (2017) dalam bukunya iGen menjelaskan bahwa Gen Z merupakan generasi yang sangat akrab dengan teknologi, smartphone, dan media sosial sehingga memiliki cara berpikir dan berinteraksi yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Dimock (2019, dikutip BRIN) menegaskan bahwa Gen Z lahir antara tahun 1997 hingga 2012, yang berarti mereka mengalami perkembangan teknologi digital sejak masa kanak-kanak dan hal itu mempengaruhi pola komunikasi dan perilaku sosial mereka secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.brin.go.id])


Karakteristik Sosial Generasi Z

Generasi Z memiliki sejumlah karakteristik sosial yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya, terutama dalam hal pola pikir, interaksi, dan gaya hidup sosial yang dipengaruhi oleh keberadaan teknologi digital secara meluas.

Pertama, generasi ini cenderung figital, yaitu tidak memisahkan kehidupan nyata dengan kehidupan digital. Mereka menggunakan teknologi sebagai alat utama dalam banyak aspek kehidupan, baik untuk berinteraksi sosial maupun menyelesaikan berbagai kebutuhan harian. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Kedua, Gen Z dikenal memiliki tingkat hyper-kustomisasi tinggi dalam gaya hidup sosial mereka. Mereka ingin menampilkan identitas yang unik dan personal tanpa merasa dibatasi oleh label tradisional. Hal ini mencerminkan sikap inklusif mereka terhadap berbagai kelompok dan cara ekspresi diri yang lebih beragam. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Ketiga, mereka realistis dan pragmatis dalam mengambil keputusan, termasuk dalam pendidikan dan karier. Generasi ini lebih memilih pendekatan belajar praktis dan pengalaman nyata dibanding sekadar teori, sebagai bagian dari strategi mereka untuk siap menghadapi tantangan masa depan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Keempat, terdapat kecenderungan Fear of Missing Out (FOMO), di mana Gen Z secara aktif mencari informasi terbaru sehingga membuat mereka selalu terhubung dan terinformasi, namun sekaligus juga menunjukkan kecemasan sosial ketika merasa terlambat atau tertinggal dari kelompok lainnya. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Kelima, mereka cenderung berorientasi pada kolaborasi dan kerja tim dalam konteks digital (weconomist), serta lebih mandiri dalam mengelola pembelajaran atau karier mereka secara individu (Do It Yourself / DIY). ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Terakhir, generasi ini memiliki dorongan kuat untuk meraih perubahan sosial melalui teknologi dan inovasi, menjadikan mereka generasi yang ambisius, dinamis, serta adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Generasi Z dan Teknologi Digital

Teknologi digital bukan hanya sekadar alat tambahan bagi Generasi Z; ia menjadi elemen inti dalam kehidupan mereka sehari-hari. Sejak lahir hingga dewasa, Gen Z tumbuh bersama akses internet yang hampir tanpa batas, penggunaan smartphone yang merata, serta berbagai aplikasi media sosial yang menjadi ruang utama mereka berinteraksi. ([Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id])

Dalam konteks pendidikan, penggunaan teknologi digital memengaruhi bagaimana Gen Z menerima informasi dan belajar. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki kecenderungan untuk mengakses materi pembelajaran melalui media digital seperti video, platform pembelajaran daring, serta berbagai aplikasi yang memungkinkan penyesuaian pengalaman belajar sesuai kebutuhan individu. ([Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id])

Selain itu, teknologi digital juga membentuk cara mereka mencari informasi, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam komunitas sosial global. Media sosial menjadi arena untuk membentuk identitas, berbagi gagasan, serta menjalin jaringan sosial yang luas melampaui batas geografis. Hal ini mencerminkan betapa teknologi tidak hanya mempengaruhi aspek fungsional kehidupan, tetapi juga budaya dan hubungan sosial mereka. ([Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id])

Di sisi lain, ketergantungan ini membawa tantangan seperti kelebihan informasi, tekanan sosial akibat eksposur media, serta potensi gangguan kesejahteraan mental yang perlu diwaspadai dan diatasi melalui strategi literasi digital dan kesehatan psikososial. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Nilai dan Pola Interaksi Generasi Z

Nilai dan pola interaksi Gen Z terbentuk oleh pengalaman mereka dalam lingkungan digital, yang berbeda dengan interaksi generasi sebelumnya yang lebih bersifat langsung atau tatap muka. Media sosial, aplikasi pesan instan, serta platform jejaring digital lainnya menjadi sarana utama mereka membangun relasi sosial.

Dalam pola interaksi, Gen Z sering kali menunjukkan kemampuan untuk menciptakan jaringan sosial yang luas secara digital, dengan nilai inklusivitas tinggi terhadap perbedaan identitas dan latar belakang. Interaksi daring memberikan ruang bagi ekspresi yang lebih fleksibel dan kreatif, namun juga menimbulkan dinamika di mana batas antara kehidupan digital dan kehidupan nyata menjadi semakin kabur. ([Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id])

Konsekuensinya, pola komunikasi tatap muka tradisional mulai bergeser atau setidaknya beradaptasi dengan medium digital, yang dapat berdampak pada keterampilan interpersonal secara langsung jika tidak dikelola dengan baik. ([Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id])

Secara nilai, Gen Z cenderung menempatkan kemajuan teknologi, kebebasan berekspresi, dan kesempatan untuk berkolaborasi dalam konteks sosial sebagai hal yang penting. Keinginan mereka untuk mengeksplorasi identitas, menghubungkan diri dengan komunitas global, serta mengambil peran dalam isu sosial menjadi bagian dari nilai kolektif yang kuat dalam generasi ini. ([Lihat sumber Disini - jurnal.itbsemarang.ac.id])


Tantangan Sosial Generasi Z

Walaupun memiliki banyak keunggulan yang berkaitan dengan adaptasi teknologi dan kreativitas sosial, Generasi Z menghadapi tantangan sosial yang kompleks. Pertama adalah dampak tekanan sosial akibat penggunaan media sosial secara intensif, yang dapat menyebabkan kecemasan, perbandingan sosial, dan gangguan kesejahteraan psikologis. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Kedua, kebiasaan interaksi dominan digital dapat mengurangi keterlibatan dalam komunikasi tatap muka, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan interpersonal yang dibutuhkan dalam konteks sosial tradisional. ([Lihat sumber Disini - journal3.um.ac.id])

Ketiga, adanya fenomena kelebihan informasi (information overload), di mana Gen Z harus menghadapi arus informasi yang tidak selalu akurat atau bermanfaat, sehingga diperlukan literasi digital yang kuat untuk menyaring informasi yang benar dari yang salah. ([Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id])

Selain itu, tantangan lain termasuk kesenjangan akses teknologi antar wilayah atau strata sosial, yang dapat memperlebar kesenjangan pendidikan dan peluang kerja di dalam populasi Gen Z itu sendiri, serta tekanan dalam memilih jalur pendidikan dan karier yang tepat pada masa transisi dewasa. ([Lihat sumber Disini - repository.uin-malang.ac.id])


Generasi Z dalam Konteks Pendidikan dan Kerja

Dalam pendidikan, Generasi Z menunjukkan preferensi terhadap metode pembelajaran interaktif dan teknologi yang mendukung pembelajaran personalisasi. Mereka cenderung menggunakan perangkat digital untuk mengakses sumber belajar, video instruksional, serta platform kolaborasi yang memungkinkan mereka belajar secara mandiri maupun bersama secara efisien. ([Lihat sumber Disini - jurnal.usk.ac.id])

Sedangkan dalam konteks kerja, Gen Z dikenal membawa aspirasi baru terhadap budaya kerja yang lebih fleksibel, valuasi terhadap keseimbangan kerja-hidup, serta kebutuhan akan makna dalam pekerjaan. Mereka sering mencari pekerjaan yang tidak hanya menawarkan stabilitas finansial, tetapi juga kesempatan untuk berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan dampak sosial yang positif. ([Lihat sumber Disini - ejournal.sisfokomtek.org])

Pergeseran ini menuntut organisasi, institusi pendidikan, serta sektor industri untuk menyesuaikan strategi mereka dalam merekrut, melatih, dan mempertahankan tenaga kerja Gen Z. Penekanan pada keterampilan digital, fleksibilitas, serta peluang pengembangan karier menjadi elemen penting dalam menarik generasi ini dalam dunia profesional modern. ([Lihat sumber Disini - ejournal.sisfokomtek.org])


Kesimpulan

Generasi Z merupakan kelompok generasi yang unik dan kompleks, lahir serta tumbuh dalam era digital yang telah membentuk pola pikir, nilai, dan cara mereka berinteraksi secara sosial. Dengan karakteristik sebagai digital natives, Gen Z menunjukkan adaptasi tinggi terhadap teknologi digital baik dalam kehidupan pribadi, pendidikan, maupun dunia kerja. Nilai-nilai seperti fleksibilitas, kolaborasi, serta keterbukaan terhadap perubahan sosial menjadi ciri khas mereka. Namun, fenomena ini juga membawa tantangan tersendiri, termasuk tekanan psikososial akibat media digital, kebutuhan literasi digital yang lebih kuat, serta perubahan pola komunikasi interpersonal. Dalam menghadapi masa depan yang semakin dinamis, memahami generasi ini menjadi kunci bagi pembuat kebijakan, pendidik, serta dunia sektor industri untuk menciptakan lingkungan yang mendukung potensi besar yang mereka miliki.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Generasi Z adalah kelompok generasi yang lahir setelah generasi milenial, umumnya pada rentang akhir 1990-an hingga awal 2010-an, yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan internet.

Karakteristik sosial Generasi Z meliputi kedekatan dengan teknologi digital, keterbukaan terhadap keberagaman, pola interaksi berbasis media sosial, kecenderungan kolaboratif, serta orientasi pada kepraktisan dan fleksibilitas dalam kehidupan sosial.

Generasi Z memiliki hubungan yang sangat erat dengan teknologi digital karena mereka tumbuh sebagai digital natives. Teknologi digunakan dalam hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan, komunikasi, hiburan, dan aktivitas sosial.

Nilai dan pola interaksi Generasi Z ditandai oleh inklusivitas, kebebasan berekspresi, kolaborasi, serta penggunaan media digital sebagai ruang utama untuk berinteraksi, membangun identitas, dan menjalin relasi sosial.

Tantangan sosial Generasi Z meliputi tekanan psikososial akibat media sosial, risiko kecanduan digital, kelebihan informasi, berkurangnya interaksi tatap muka, serta tuntutan adaptasi cepat terhadap perubahan sosial dan dunia kerja.

Dalam pendidikan dan dunia kerja, Generasi Z membawa perubahan melalui preferensi terhadap pembelajaran digital, fleksibilitas kerja, penggunaan teknologi, serta pencarian makna dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Generasi Milenial: Konsep dan Perubahan Nilai Generasi Milenial: Konsep dan Perubahan Nilai Persepsi Pasien mengenai Obat Generasi Baru Persepsi Pasien mengenai Obat Generasi Baru Rasionalitas Penggunaan Obat Antihistamin Rasionalitas Penggunaan Obat Antihistamin Teknologi Web Modern Teknologi Web Modern Budaya Populer: Konsep dan Konstruksi Sosial Budaya Populer: Konsep dan Konstruksi Sosial Pengetahuan Pasien tentang Obat Anti-Alergi Pengetahuan Pasien tentang Obat Anti-Alergi Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Identitas Budaya: Konsep, Pembentuk, dan Perannya Kelas Sosial: Konsep dan Mobilitas Ekonomi Kelas Sosial: Konsep dan Mobilitas Ekonomi X-Theory: Konsep, Asal-usul, dan Relevansi dalam Kajian Ilmiah X-Theory: Konsep, Asal-usul, dan Relevansi dalam Kajian Ilmiah Kearifan Lokal: Konsep dan Fungsinya dalam Masyarakat Kearifan Lokal: Konsep dan Fungsinya dalam Masyarakat Homogenisasi Budaya: Konsep dan Kritik Sosial Homogenisasi Budaya: Konsep dan Kritik Sosial Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya Lembaga Sosial: Konsep, Fungsi, dan Perannya Edukasi Kesehatan Reproduksi Edukasi Kesehatan Reproduksi Evaluasi Efek Samping Terapi Antipsikotik Evaluasi Efek Samping Terapi Antipsikotik Diferensiasi Sosial: Konsep dan Bentuknya Diferensiasi Sosial: Konsep dan Bentuknya Kemiskinan Sosial: Konsep dan Pendekatan Sosiologis Kemiskinan Sosial: Konsep dan Pendekatan Sosiologis Fenomena: Definisi, Karakteristik, dan Contoh Ilmiah beserta sumber [PDF] Fenomena: Definisi, Karakteristik, dan Contoh Ilmiah beserta sumber [PDF] Komunikasi Sosial Modern: Konsep dan Pola Interaksi Komunikasi Sosial Modern: Konsep dan Pola Interaksi Norma Budaya: Konsep dan Pengaruh Perilaku Norma Budaya: Konsep dan Pengaruh Perilaku Kohabitasi Sosial: Konsep dan Dinamika Modern Kohabitasi Sosial: Konsep dan Dinamika Modern
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…