Terakhir diperbarui: 12 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 12 January). Kemiskinan Sosial: Konsep dan Pendekatan Sosiologis. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kemiskinan-sosial-konsep-dan-pendekatan-sosiologis 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kemiskinan Sosial: Konsep dan Pendekatan Sosiologis - SumberAjar.com

Kemiskinan Sosial: Konsep dan Pendekatan Sosiologis

Pendahuluan

Masalah kemiskinan sosial merupakan isu yang terus menghantui banyak negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Fenomena ini bukan hanya masalah ekonomi semata, tetapi juga menyentuh persoalan sosial budaya, kesejahteraan masyarakat, akses pendidikan, kesehatan, serta partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai puluhan juta orang, dan meskipun tren menunjukkan penurunan, tantangan kemiskinan tetap kompleks dan multidimensi karena berkaitan dengan akses terhadap sumber daya, pendidikan, dan lapangan kerja yang belum merata di berbagai wilayah.

Kemiskinan sosial menunjukkan bagaimana keterbatasan akses terhadap sumber daya membuat individu dan kelompok masyarakat mengalami ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar dan berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan sosial. Karena dampaknya yang begitu luas dan merembet ke berbagai aspek kehidupan masyarakat, memahami konsep kemiskinan sosial dari perspektif sosiologis sangat penting untuk merumuskan pendekatan penanggulangannya secara tepat.


Definisi Kemiskinan Sosial

1. Definisi Kemiskinan Sosial Secara Umum

Kemiskinan sosial umumnya didefinisikan sebagai kondisi ketidakmampuan individu atau kelompok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan secara layak. Keadaan ini terjadi karena rendahnya pendapatan, keterbatasan akses terhadap sumber daya, atau kombinasi faktor struktural dalam masyarakat yang menghambat mobilitas sosial dan kesejahteraan.

Dalam banyak kajian, kemiskinan bukan hanya diukur dari sisi ekonomi tetapi juga mencakup keterbatasan sosial dalam ikut serta dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan peluang pekerjaan, sehingga kondisi sosial masyarakat miskin sering tertinggal dibanding kelompok masyarakat lain.

2. Definisi Kemiskinan Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kemiskinan diartikan sebagai keadaan miskin atau ketidakmampuan memenuhi kebutuhan hidup yang mendasar karena tidak memiliki harta atau penghasilan yang cukup. Definisi ini menekankan aspek ekonomi sebagai ukuran awal dari fenomena kemiskinan namun tidak secara eksplisit menyebutkan dimensi sosialnya, sehingga pemahaman lebih luas diperlukan dari perspektif ilmu sosial.

3. Definisi Kemiskinan Sosial Menurut Para Ahli

a. Peter Townsend: Kemiskinan terjadi ketika individu atau keluarga kekurangan sumber daya yang cukup untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial yang dianggap normal bagi masyarakatnya. Kekurangan ini mencakup kebutuhan material sekaligus keterbatasan akses sosial.

b. Jurnal Ilmiah Triwikrama (2024): Kemiskinan adalah kondisi ketidakmampuan individu atau kelompok masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, akses pendidikan, dan kesehatan, serta terhambatnya ketersediaan sumber daya yang memadai untuk pengembangan kualitas hidup.

c. Spicker (2025): Kemiskinan memiliki karakteristik multidimensi, meliputi kekurangan pendapatan, keterbatasan kontribusi sosial, serta hambatan dalam fungsi sosial sehingga menyebabkan ketidaksamaan dalam tingkat masyarakat.

d. Studi “Social Poverty and Relational Resources” (2020): Kemiskinan sosial mencakup kekurangan hubungan sosial yang berkualitas, kepercayaan, dan kesempatan jaringan sosial yang berkelanjutan, yang semuanya merupakan bagian dari keterbatasan sumber daya sosial.


Jenis-Jenis Kemiskinan

Kemiskinan tidak selalu bersifat tunggal dan homogen. Para peneliti mengidentifikasi berbagai bentuk kemiskinan, antara lain:

1. Kemiskinan Absolut

Kemiskinan absolut merujuk pada situasi ketika individu atau keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidup seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal secara minimal. Ini umumnya diukur berdasarkan garis kemiskinan nasional atau internasional yang menunjukkan batas minimum kebutuhan hidup layak.

2. Kemiskinan Relatif

Kemiskinan relatif muncul ketika individu tidak dapat mencapai standar hidup yang dianggap normal dalam konteks masyarakat tertentu. Orang yang miskin relatif mungkin memiliki sumber daya dasar untuk bertahan hidup, tetapi masih tertinggal dibanding kelompok lain dalam hal partisipasi sosial dan akses layanan.

3. Kemiskinan Struktural

Kemiskinan struktural terjadi karena sistem sosial, politik, dan ekonomi yang menghasilkan ketimpangan distribusi sumber daya. Ketidakadilan akses pendidikan, lapangan kerja, dan infrastruktur menjadi faktor yang mempertahankan struktur kemiskinan generasi ke generasi.

4. Kemiskinan Kultural

Kemiskinan kultural berakar pada pola norma, nilai, dan kebiasaan dalam kelompok masyarakat yang membatasi kesempatan berkembang. Teori ini menunjukkan bahwa sikap dan kepercayaan tertentu dapat memperkuat kondisi kemiskinan.


Faktor Penyebab Kemiskinan Sosial

Penyebab kemiskinan sosial bersifat kompleks karena melibatkan interaksi antara faktor ekonomi, politik, budaya, dan struktur sosial yang ada dalam masyarakat. Berikut adalah faktor utama:

1. Ketidakmerataan Akses Sumber Daya

Akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan yang tidak merata menjadi pemicu utama bagi timbulnya kemiskinan sosial. Ketika kelompok masyarakat memiliki peluang yang jauh lebih rendah untuk mengakses layanan dasar, mereka berada pada risiko lebih tinggi mengalami dan mempertahankan kemiskinan.

2. Perubahan Ekonomi dan Struktur Tenaga Kerja

Penurunan kegiatan ekonomi atau perubahan struktur ekonomi dapat mengurangi kesempatan kerja layak, yang pada gilirannya menurunkan pendapatan rumah tangga. Hal ini sering terjadi pada daerah-daerah dengan pertumbuhan ekonomi tidak merata atau tergantung pada sektor tertentu.

3. Kurangnya Mobilitas Sosial

Sistem sosial yang tidak memberikan ruang bagi kelompok berpendapatan rendah untuk meningkatkan status sosial ekonomi mereka akan memperkuat kemiskinan struktural. Hambatan ini sering timbul dari diskriminasi, rendahnya akses pendidikan, dan jaringan sosial yang terbatas.

4. Kemiskinan Intergenerasional

Kemiskinan sering kali diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya akibat kurangnya akses pendidikan dan peluang ekonomi pada keluarga miskin. Faktor keturunan kondisi sosial-ekonomi ini terus memperkuat situasi kemiskinan.


Pendekatan Sosiologis dalam Memahami Kemiskinan

Pendekatan sosiologis memandang kemiskinan bukan hanya sebagai ketidakmampuan ekonomi, tetapi sebagai fenomena sosial yang berkaitan dengan struktur sosial, stratifikasi, relasi kekuasaan, serta nilai budaya yang membentuk perilaku masyarakat.

1. Teori Stratifikasi dan Ketimpangan Sosial

Pendekatan sosiologis menekankan peran struktur sosial dalam menciptakan dan mereproduksi kemiskinan. Stratifikasi sosial yang ketat menyebabkan kelompok-kelompok tertentu terus berada pada strata bawah dengan kesempatan ekonomi dan sosial yang minimal.

2. Pendekatan Konflik Sosial

Teori konflik memandang kemiskinan sebagai hasil dari ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya yang disebabkan oleh sistem sosial yang timpang. Kelompok dominan dalam masyarakat menggunakan kekuatan struktural untuk mempertahankan posisi mereka, sehingga kelompok miskin sulit keluar dari kemiskinan.

3. Teori Interaksionis

Pendekatan ini melihat kemiskinan sebagai hasil dari proses sosial yang berkelanjutan, khususnya dalam pola interaksi antara individu miskin dengan masyarakat luas. Persepsi sosial terhadap kemiskinan dapat mempengaruhi penyikapan dan penanganannya.


Dampak Kemiskinan terhadap Kehidupan Sosial

Kemiskinan sosial membawa dampak yang dalam dan luas terhadap kehidupan individu dan masyarakat secara keseluruhan:

1. Pengaruh terhadap Relasi Sosial

Kemiskinan sering menyebabkan keterbatasan dalam menjalin dan mempertahankan hubungan sosial karena kurangnya kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pekerjaan, yang pada akhirnya mengisolasi individu dari kehidupan sosial yang sehat.

2. Dampak pada Akses Pendidikan dan Kesehatan

Keluarga miskin cenderung menghadapi hambatan besar dalam mengakses layanan pendidikan dan kesehatan berkualitas, sehingga generasi muda dari keluarga miskin memiliki peluang lebih rendah untuk keluar dari kemiskinan.

3. Pengaruh pada Kualitas Hidup

Kemiskinan sering dikaitkan dengan pola hidup yang tidak sehat, rendahnya tingkat kesejahteraan psikologis, dan keterbatasan dalam pemenuhan standar hidup yang layak, sehingga meningkatkan risiko masalah sosial lain seperti kriminalitas dan pelecehan norma sosial.


Strategi Penanggulangan Kemiskinan Sosial

Penanggulangan kemiskinan sosial memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, melibatkan peran pemerintah, komunitas, serta sektor privat:

1. Perbaikan Akses Pendidikan dan Pelatihan

Meningkatkan akses terhadap pendidikan dan pelatihan keterampilan dapat membantu kelompok miskin untuk memperbaiki daya saing mereka di pasar kerja, sehingga mengurangi risiko kemiskinan dalam jangka panjang.

2. Perlindungan Sosial dan Bantuan Langsung

Program bantuan sosial seperti bantuan langsung tunai, subsidi, dan jaminan kesehatan dapat membantu meringankan beban masyarakat miskin sekaligus mengurangi efek negatif kemiskinan terhadap kehidupan mereka sehari-hari.

3. Kebijakan Pemberdayaan Ekonomi

Program pemberdayaan ekonomi melalui akses modal usaha, pelatihan kewirausahaan, dan peningkatan inklusi finansial dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat miskin untuk memulai usaha dan memperkuat ekonomi lokal.

4. Reformasi Struktur Sosial

Strategi jangka panjang untuk mengurangi kemiskinan sosial harus melibatkan upaya reformasi struktural yang membuka akses peluang secara adil bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur, penguatan layanan publik, serta pengurangan ketimpangan regional dan sosial.


Kesimpulan

Kemiskinan sosial adalah fenomena multidimensi yang jauh melampaui sekadar ketidakmampuan ekonomi. Secara sosiologis, kemiskinan mencerminkan ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya, kesempatan sosial, pendidikan, serta partisipasi masyarakat yang menyebabkan individu atau kelompok tidak mampu berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan sosial. Jenis-jenis kemiskinan seperti kemiskinan absolut, relatif, struktural, dan kultural menunjukkan bahwa kemiskinan bukan fenomena tunggal, melainkan hasil interaksi kompleks berbagai faktor.

Pendekatan sosiologis dalam memahami kemiskinan membantu kita melihat bagaimana struktur sosial, konflik, dan nilai budaya turut memperkuat kondisi ketidaksetaraan sosial. Dampak kemiskinan sangat luas, mencakup relasi sosial, kualitas hidup, serta akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Oleh karena itu, strategi penanggulangannya harus melibatkan kebijakan pendidikan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta reformasi struktural yang terintegrasi untuk menciptakan pemerataan peluang.

Melalui pemahaman komprehensif ini, diharapkan upaya penanggulangan kemiskinan sosial dapat lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang adil untuk hidup layak dan sejahtera dalam kehidupan sosial mereka masing-masing.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kemiskinan sosial adalah kondisi ketidakmampuan individu atau kelompok masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar dan berpartisipasi secara layak dalam kehidupan sosial akibat keterbatasan ekonomi, akses sumber daya, pendidikan, kesehatan, serta kesempatan sosial yang tidak merata.

Jenis-jenis kemiskinan sosial meliputi kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, kemiskinan struktural, dan kemiskinan kultural. Masing-masing menunjukkan bentuk kemiskinan berdasarkan tingkat kebutuhan dasar, perbandingan sosial, sistem sosial, dan faktor budaya.

Kemiskinan sosial disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketidakmerataan akses pendidikan dan kesehatan, rendahnya kesempatan kerja, ketimpangan struktur sosial, lemahnya mobilitas sosial, serta kemiskinan yang diwariskan secara antargenerasi.

Pendekatan sosiologis memandang kemiskinan sebagai fenomena sosial yang dipengaruhi oleh struktur masyarakat, stratifikasi sosial, konflik kepentingan, serta interaksi sosial yang membentuk ketimpangan dan keterbatasan akses sumber daya.

Kemiskinan sosial berdampak pada rendahnya kualitas hidup, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, lemahnya hubungan sosial, meningkatnya risiko masalah sosial, serta terhambatnya pembangunan manusia secara berkelanjutan.

Strategi penanggulangan kemiskinan sosial meliputi peningkatan akses pendidikan dan pelatihan, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta reformasi kebijakan dan struktur sosial untuk menciptakan pemerataan kesempatan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pengaruh Kemiskinan terhadap Status Gizi Disorganisasi Sosial: Konsep dan Dampak Masyarakat Eksklusi Sosial: Konsep dan Bentuk Marginalisasi Regresi Logistik: Pengertian dan Aplikasinya Ketimpangan Sosial: Konsep, Penyebab, dan Dampaknya Faktor Eksternal: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian Determinan Sosial Kesehatan: Konsep, ketimpangan, dan dampaknya Gejala Sosial: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Sosiologi Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial Konsep Realitas Sosial: Definisi dan Analisis Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah Ontologi Sosial dalam Filsafat Ilmu Kepedulian Sosial: Konsep, Faktor, dan Ekspresi Sosial Otoritas Sosial: Konsep dan Penerimaan Masyarakat Integrasi Sosial: Konsep, Komponen, dan Prosesnya Studi Kausalitas: Pengertian dan Implementasinya Pengetahuan Remaja tentang Dampak Pernikahan Dini Stunting: Pengertian dan Penyebab Kausalitas: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Penelitian beserta sumber [PDF] Analisis Data Panel: Pengertian dan Aplikasi
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Perilaku Ekonomi Masyarakat: Konsep dan Faktor Sosial Ketimpangan Ekonomi Sosial: Konsep dan Dampak Struktural Kemiskinan Sosial: Konsep dan Pendekatan Sosiologis Kelas Sosial: Konsep dan Mobilitas Ekonomi Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi