Terakhir diperbarui: 12 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 12 January). Kelas Sosial: Konsep dan Mobilitas Ekonomi. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kelas-sosial-konsep-dan-mobilitas-ekonomi 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kelas Sosial: Konsep dan Mobilitas Ekonomi - SumberAjar.com

Kelas Sosial: Konsep dan Mobilitas Ekonomi

Pendahuluan

Kelas sosial dan mobilitas ekonomi merupakan tema sentral dalam kajian sosiologi dan ekonomi yang menggambarkan bagaimana masyarakat terstratifikasi dan bagaimana individu atau kelompok dapat mengalami perubahan posisi dalam struktur tersebut. Fenomena ini tak hanya relevan secara akademik, tetapi juga sangat penting bagi kebijakan publik dan pemahaman tentang peluang hidup dalam masyarakat modern, misalnya dalam mengukur seberapa besar peluang seseorang “naik tangga sosial” dibandingkan orang tua mereka, atau bagaimana akses pendidikan dan pekerjaan memengaruhi kesejahteraan masa depan. Kajian ini menggabungkan konsep dasar kelas sosial, faktor pembentuknya, dampaknya terhadap stratifikasi ekonomi, serta bagaimana mobilitas ekonomi dapat terjadi antar kelas sosial dalam struktur masyarakat kontemporer.


Definisi Kelas Sosial

Definisi Kelas Sosial Secara Umum

Kelas sosial umumnya dipahami sebagai pembagian masyarakat ke dalam lapisan-lapisan yang berbeda berdasarkan kedudukan ekonomi, status, serta kekuasaan yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Di banyak kajian sosiologis, kelas sosial berfungsi sebagai kategori yang membantu menjelaskan ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya, kesempatan, serta hak-hak sosial di dalam masyarakat. Individu dalam lapisan kelas sosial tertentu cenderung mengalami peluang dan hambatan hidup yang berbeda, yang berkaitan dengan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan jaringan sosial.

Definisi Kelas Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kelas sosial digambarkan sebagai pembagian penduduk atau masyarakat secara bertingkat atas dasar perbedaan tertentu seperti kekuasaan, prestise, dan hak istimewa. Konsep ini menekankan bahwa stratifikasi sosial bukan hanya sekadar perbedaan ekonomi, tetapi juga mencakup aspek-aspek sosial yang memengaruhi posisi individu dalam struktur masyarakat.

Definisi Kelas Sosial Menurut Para Ahli

  1. Karl Marx: Marx melihat kelas sosial sebagai hasil dari hubungan produksi, di mana masyarakat dibagi menjadi kelas pemilik alat produksi (borjuis) dan kelas pekerja yang menjual tenaga kerja mereka (proletar). Konflik antara keduanya menjadi sumber perubahan sosial.

  2. Max Weber: Weber memperluas pandangan Marx dengan memasukkan status sosial dan kekuasaan sebagai dimensi penting selain ekonomi. Menurutnya, kelas sosial mencakup kombinasi ekonomi, prestise, dan kekuatan politik.

  3. Pierre Bourdieu: Bourdieu menambahkan konsep modal sosial, budaya, dan simbolik sebagai penentu kelas sosial, di mana tidak hanya faktor kekayaan tetapi juga jaringan sosial, pendidikan, dan gaya hidup berpengaruh pada posisi kelas seseorang.

  4. Kotler (dalam kajian pemasaran sosial): Kelas sosial dilihat sebagai kelompok masyarakat yang mempunyai nilai, minat, serta perilaku yang serupa dan diorganisir secara berjenjang, yang berdampak pada perilaku konsumsi dan preferensi sosial.


Dasar Pembentukan Kelas Sosial

Pembentukan kelas sosial tidak terjadi secara otomatis, tetapi muncul dari berbagai faktor struktural yang memengaruhi kehidupan ekonomi dan sosial individu. Dasar pembentukan kelas sosial dapat dirunut pada dimensi-dimensi berikut:

1. Faktor Ekonomi

Salah satu dasar terpenting dalam pembentukan kelas sosial adalah kondisi ekonomi individu atau keluarga, yang mencakup tingkat pendapatan, kepemilikan aset, serta akses terhadap pekerjaan dan sumber daya ekonomi lainnya. Mereka yang memiliki akses lebih besar terhadap modal ekonomi cenderung berada pada kelas atas atau menengah, sedangkan mereka yang memiliki sumber daya ekonomi terbatas biasanya berada di kelas bawah.

2. Pendidikan dan Akses Peluang

Pendidikan sering kali menjadi instrumen penting dalam menentukan posisi seseorang dalam struktur kelas sosial. Individu dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki peluang kerja lebih baik dan penghasilan yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan posisinya dalam hierarki sosial. Sebaliknya, keterbatasan akses pendidikan dapat memperkuat stratifikasi kelas.

3. Pengaruh Sosial Budaya

Norma-norma dan nilai budaya dalam sebuah masyarakat juga berperan dalam pembentukan kelas sosial. Status yang diperoleh melalui keluarga, jaringan sosial, dan perilaku budaya tertentu dapat memperkuat posisi sosial seseorang kepada generasi berikutnya. Konsep modal budaya Bourdieu menggambarkan bagaimana pengetahuan, gaya hidup, dan keterampilan budaya dapat memperkuat atau menghambat posisi kelas seseorang.

4. Kekuasaan dan Keterlibatan Politik

Selain aspek ekonomi, posisi seseorang dalam struktur kekuasaan politik atau sosial dapat menentukan posisinya dalam stratifikasi sosial. Mereka yang memiliki peran dalam pengambilan keputusan politik atau akses pada jaringan kekuasaan cenderung memiliki status sosial yang tinggi.


Kelas Sosial dan Stratifikasi Ekonomi

Stratifikasi ekonomi merupakan realitas yang melekat dalam struktur kelas sosial. Ketidaksetaraan dalam pendapatan dan akses terhadap sumber daya menyebabkan adanya perbedaan kesempatan hidup antara kelas atas, menengah, dan bawah. Stratifikasi ini tidak hanya mencerminkan jumlah kekayaan, tetapi juga akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan jaringan sosial yang lebih luas.

Dalam banyak masyarakat industrial modern, stratifikasi ekonomi terlihat jelas melalui pengelompokan dalam klasifikasi seperti kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. Kelas menengah sering dianggap sebagai penopang stabilitas sosial karena memiliki kombinasi pendidikan, pekerjaan yang baik, dan akses ekonomi yang relatif stabil. Sementara itu, kelas bawah sering menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas dan peluang kerja yang layak, yang mengakibatkan reproduksi ketidaksetaraan antar generasi.


Mobilitas Ekonomi Antar Kelas Sosial

Mobilitas ekonomi mengacu pada kemampuan individu atau kelompok untuk bergerak dari satu posisi sosial ke posisi lain dalam struktur kelas. Dalam konteks stratifikasi sosial, mobilitas ini dapat berupa mobilitas vertikal, baik naik maupun turun, atau mobilitas horizontal di mana posisi pekerjaan berubah tanpa perubahan signifikan dalam status sosial.

1. Mobilitas Vertikal

Mobilitas vertikal terjadi ketika individu atau kelompok berpindah ke tingkat kelas sosial yang lebih tinggi (upward mobility) atau lebih rendah (downward mobility). Faktor kunci yang sering memfasilitasi mobilitas vertikal termasuk pendidikan tinggi, pelatihan keterampilan, akses modal, dan pemanfaatan jaringan sosial. Namun, hambatan seperti ketidaksetaraan struktural dan diskriminasi masih sering menghambat mobilitas ini.

2. Mobilitas Antar Generasi

Mobilitas antar generasi mencerminkan perubahan status sosial antara generasi, misalnya antara orang tua dan anaknya. Pendidikan dan akses terhadap peluang kerja sering menjadi determinan utama dalam mobilitas antar generasi. Namun, ketimpangan struktur sosial dapat menghasilkan reproduksi status sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya.

3. Mobilitas Horizontal

Mobilitas horizontal merujuk pada perubahan posisi seseorang dalam kelompok sosial yang setara, misalnya perpindahan pekerjaan yang tidak mengubah posisi strata sosial secara signifikan. Walaupun secara ekonomi mungkin terjadi perubahan kecil dalam penghasilan, posisi sosial seseorang tetap berada pada tingkatan yang sama.


Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Ekonomi

Mobilitas ekonomi tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor struktural dan individu. Faktor-faktor ini mencakup:

1. Akses Pendidikan

Pendidikan tinggi sering kali dipandang sebagai jalur yang paling efektif untuk meningkatkan kemungkinan mobilitas vertikal. Akses yang lebih luas terhadap pendidikan berkualitas dapat membuka akses ke pekerjaan bergaji tinggi dan jaringan profesional yang lebih luas.

2. Ketimpangan Sosial Ekonomi

Kesenjangan dalam distribusi sumber daya ekonomi dapat mempersempit peluang bagi kelompok tertentu untuk bergerak ke kelas sosial yang lebih tinggi. Ketimpangan pendapatan dan akses terbatas terhadap fasilitas umum sangat berpengaruh terhadap mobilitas jangka panjang.

3. Jaringan Sosial dan Modal Sosial

Jaringan sosial yang luas serta modal sosial, seperti hubungan profesional dan komunitas, dapat menjadi aset penting yang mempermudah akses ke peluang ekonomi baru, mendukung mobilitas vertikal.

4. Kebijakan Publik dan Struktur Ekonomi

Kebijakan pemerintah terkait pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam membuka atau membatasi mobilitas ekonomi. Struktur ekonomi seperti ketersediaan lapangan kerja yang layak juga memengaruhi mobilitas individu dalam kelas sosial.


Kelas Sosial dalam Masyarakat Modern

Di masyarakat modern, kelas sosial tetap menjadi struktur dominan yang mempengaruhi hidup individu dan kelompok. Modernisasi, globalisasi, serta tuntutan keterampilan tinggi telah membuat akses pendidikan dan teknologi menjadi faktor penentu penting dalam stratifikasi sosial. Ketidaksetaraan ekonomi tetap menjadi tantangan utama dalam masyarakat kontemporer karena akses terhadap peluang ekonomi belum merata di seluruh kelompok masyarakat.

Dalam masyarakat modern, kelas sosial tidak lagi sekadar isu ekonomi, tetapi juga melibatkan dimensi budaya dan simbolik. Modal budaya seperti keterampilan, pengetahuan, dan perilaku sosial memainkan peran semakin besar dalam menentukan posisi sosial seseorang, terutama di era ekonomi berbasis pengetahuan saat ini.


Kesimpulan

Kelas sosial adalah struktur fundamental dalam setiap masyarakat yang menggambarkan stratifikasi berdasarkan faktor ekonomi, status sosial, dan kekuasaan. Pembentukan kelas sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ekonomi, pendidikan, budaya, dan kekuasaan. Stratifikasi ekonomi menunjukkan ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya, sementara mobilitas ekonomi mencerminkan kemampuan individu untuk bergerak antara kelas sosial melalui peluang seperti pendidikan dan akses pekerjaan. Faktor-faktor seperti ketimpangan sosial ekonomi dan akses pendidikan memainkan peran penting dalam menentukan peluang mobilitas ekonomi. Dalam masyarakat modern, kelas sosial tetap relevan dan terus berkembang dengan adanya perubahan dalam struktur ekonomi dan budaya.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kelas sosial adalah pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan tertentu berdasarkan perbedaan kondisi ekonomi, status sosial, serta kekuasaan. Perbedaan ini memengaruhi akses individu terhadap pendidikan, pekerjaan, dan peluang hidup lainnya.

Kelas sosial terbentuk berdasarkan beberapa faktor utama seperti tingkat pendapatan, kepemilikan aset, pendidikan, kekuasaan, serta modal sosial dan budaya. Faktor-faktor ini saling berkaitan dalam menentukan posisi seseorang dalam struktur sosial.

Kelas sosial berkaitan erat dengan stratifikasi ekonomi karena menunjukkan perbedaan distribusi sumber daya dan kesempatan ekonomi. Stratifikasi ekonomi mencerminkan ketimpangan pendapatan, akses layanan publik, dan peluang mobilitas antar lapisan sosial.

Mobilitas ekonomi antar kelas sosial adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu kelas sosial ke kelas lainnya, baik secara naik maupun turun. Mobilitas ini dapat terjadi melalui pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi.

Mobilitas ekonomi dipengaruhi oleh akses pendidikan, kondisi ekonomi keluarga, kebijakan publik, jaringan sosial, serta tingkat ketimpangan sosial ekonomi. Faktor struktural dan individu sama-sama berperan dalam menentukan peluang mobilitas.

Kelas sosial masih sangat relevan dalam masyarakat modern karena ketimpangan ekonomi, perbedaan akses pendidikan, dan modal budaya tetap memengaruhi peluang hidup individu. Bahkan di era modern, kelas sosial beradaptasi dengan perubahan ekonomi dan teknologi.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Mobilitas Sosial: Konsep dan Jenis Pergerakan Sosial Pola Mobilitas Pasien Stroke Gangguan Mobilitas Fisik Pasien Lansia Pola Mobilitas Pasien Stroke: Konsep, Hambatan, dan Implikasi Rehabilitasi Gangguan Mobilitas Fisik Lansia: Konsep, Determinan, dan Dampak Pola Mobilitas Post Operasi Pola Mobilitas Pasca Operasi: Konsep, Hambatan, dan Pemulihan Ketimpangan Ekonomi Sosial: Konsep dan Dampak Struktural Interaksi Ekonomi Sosial: Konsep dan Relasi Sosial Kepatuhan Ibu Hamil Mengikuti Kelas Parenting Keterbatasan Aktivitas: Determinan Klinis dan Implikasi Perawatan Class Diagram: Konsep dan Aplikasi Perilaku Ekonomi Masyarakat: Konsep dan Faktor Sosial Peran Kelas Ibu Hamil: Konsep, Edukasi, dan Kesiapan Persalinan Keterbatasan Aktivitas: Pengertian dan Faktor SPK Manajemen Kelas Online Frekuensi Relatif dan Kumulatif: Definisi dan Fungsi Penelitian Tindakan Kelas: Pengertian, Langkah, dan Contoh Sistem Informasi Penjadwalan Mengajar Teori Relativitas Sosial dalam Kajian Ilmiah
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Perilaku Ekonomi Masyarakat: Konsep dan Faktor Sosial Ketimpangan Ekonomi Sosial: Konsep dan Dampak Struktural Kemiskinan Sosial: Konsep dan Pendekatan Sosiologis Kelas Sosial: Konsep dan Mobilitas Ekonomi Etos Kerja: Konsep dan Budaya Produktivitas Budaya Kerja Modern: Konsep dan Perubahan Nilai Prekarisasi Kerja: Konsep dan Ketidakpastian Sosial Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal