Terakhir diperbarui: 16 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 16 December). Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kepatuhan-penggunaan-masker-di-ruang-publik  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik - SumberAjar.com

Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik

Pendahuluan

Pada era pandemi penyakit menular seperti COVID-19 dan berbagai infeksi pernapasan lainnya, pemakaian masker di tempat umum menjadi sorotan utama dalam strategi pencegahan penularan. Di banyak negara, masker tidak sekadar menjadi alat pelindung, tetapi juga simbol kepatuhan masyarakat terhadap anjuran kesehatan publik. Kepatuhan ini melibatkan perilaku individu dan kolektif untuk mengenakan masker dengan benar ketika berada di ruang publik agar mampu mengurangi risiko transmisi droplet atau aerosoler penyebab penyakit. Menariknya, sejauh mana masyarakat benar-benar “patuh” menggunakan masker ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor individu seperti pengetahuan, persepsi risiko, hingga tingkat pendidikan serta edukasi kesehatan yang diterima. Kajian ilmiah di berbagai setting populasi menunjukan bahwa faktor-faktor ini memiliki dampak signifikan terhadap bagaimana masker digunakan, bukan hanya sekadar tersedia atau direkomendasikan saja. [Lihat sumber Disini - journal.mahesacenter.org]


Definisi Kepatuhan Penggunaan Masker

Definisi Kepatuhan Penggunaan Masker Secara Umum

Secara umum, kepatuhan penggunaan masker adalah perilaku atau tindakan konsisten yang dilakukan individu untuk mengenakan masker sesuai aturan atau anjuran kesehatan, terutama ketika berada di ruang publik atau di lingkungan yang berisiko tinggi terkena penyakit pernapasan. Dalam konteks kesehatan masyarakat, ini bukan sekadar memakai masker, tetapi juga mengenakannya dengan benar (menutup hidung dan mulut) dan pada situasi yang tepat ketika risiko penularan tinggi, seperti berada di kerumunan atau tempat tertutup. [Lihat sumber Disini - ejournal.unklab.ac.id]

Definisi Kepatuhan Penggunaan Masker dalam KBBI

Meski Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak secara eksplisit memberikan entri untuk frasa “kepatuhan penggunaan masker”, istilah kepatuhan sendiri dalam KBBI diartikan sebagai sikap atau perilaku yang taat atau mengikuti aturan, norma, atau anjuran yang berlaku. Dalam konteks ini, kepatuhan merujuk pada sejauh mana seseorang mengikuti anjuran pemakaian masker seperti diatur oleh pedoman kesehatan. Istilah ini mencakup aspek tindakan fisik dan kesadaran terhadap kebutuhan penggunaan masker sesuai pedoman. [Lihat sumber Disini - ejournal.unklab.ac.id]

Definisi Kepatuhan Penggunaan Masker Menurut Para Ahli

  1. Wulandari (2015), Kepatuhan diartikan sebagai sejauh mana perilaku individu atau kelompok sesuai (atau tidak sesuai) dengan rencana promosi kesehatan yang telah disetujui antara individu dan tenaga kesehatan profesional. Ini termasuk perilaku menggunakan masker ketika diwajibkan. [Lihat sumber Disini - ejournal.unklab.ac.id]

  2. Rani (2022), Kepatuhan penggunaan masker adalah derajat seseorang yang mau mengikuti aturan organisasi atau pedoman kesehatan dalam menggunakan masker untuk melindungi diri dari penyakit. [Lihat sumber Disini - jom.htp.ac.id]

  3. Ong et al. (2023), Dalam penelitian epidemiologi, “full compliance” berarti menggunakan masker yang sesuai (mis. menutupi hidung dan mulut sepenuhnya) sedangkan “poor compliance” mencakup pemakaian yang tidak benar atau tidak konsisten. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Shockey et al. (2025), Menyatakan bahwa perilaku memakai masker merupakan bagian dari rangkaian tindakan kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan perilaku individu selain sekadar aturan formal. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Tingkat Kepatuhan Masyarakat dalam Penggunaan Masker

Tingkat kepatuhan penggunaan masker berbeda-beda antar populasi dan setting, tergantung pada faktor demografis, sosial, dan lingkungan. Sebagai contoh, dalam penelitian di DKI Jakarta terkait pekerja sektor formal, ditemukan bahwa 43, 8 % pekerja tidak mematuhi protokol kesehatan dan hanya sebagian kecil yang menggunakan masker dengan benar atau jenis masker yang lebih efektif seperti N95/KN95/KF94. [Lihat sumber Disini - journal.mahesacenter.org]

Di satu set populasi di Sulawesi Utara, mayoritas responden memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap masker, dengan tingkat kepatuhan hingga 80, 3 % dalam penggunaannya yang benar untuk pencegahan penularan COVID-19. Faktor seperti ketersediaan sarana dan kenyamanan menggunakan masker turut mempengaruhi tingkat kepatuhan tersebut. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

Studi lintas negara juga menunjukan variasi kepatuhan, dimana tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan usia menjadi prediktor signifikan untuk kepatuhan dalam memakai masker. Individu dengan pendidikan tinggi dan persepsi risiko yang lebih baik umumnya menunjukkan tingkat patuh yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - ijphs.iaescore.com]


Faktor Individu yang Mempengaruhi Kepatuhan

Kepatuhan individu terhadap penggunaan masker dipengaruhi oleh sejumlah faktor psikososial dan demografis:

Pengetahuan dan Sikap

Pengetahuan yang baik tentang risiko penularan penyakit dan manfaat masker berkorelasi dengan kepatuhan yang lebih tinggi. Beberapa studi Indonesia menemukan bahwa pengetahuan yang baik didukung dengan sikap positif berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan penggunaan masker yang lebih tinggi dalam populasi seperti ibu hamil atau masyarakat umum. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id]

Usia dan Gender

Penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia dan gender tertentu mungkin memiliki tingkat kepatuhan berbeda. Sebagai contoh, wanita dan kelompok dengan persepsi risiko lebih tinggi lebih cenderung mematuhi pemakaian masker dibandingkan laki-laki atau mereka dengan persepsi risiko rendah. [Lihat sumber Disini - ijphs.iaescore.com]

Pendidikan dan Status Sosial Ekonomi

Individu dengan tingkat pendidikan lebih tinggi umumnya memiliki kesadaran yang lebih kuat akan pentingnya masker dan mematuhi pedoman kesehatan dengan lebih konsisten. Selain itu, motivasi dan akses terhadap informasi yang benar juga mendukung perilaku patuh. [Lihat sumber Disini - ijphs.iaescore.com]

Faktor Psikologis dan Persepsi Risiko

Persepsi bahwa penyakit menular seperti COVID-19 dapat menyebabkan dampak serius meningkatkan kemungkinan individu untuk mengenakan masker secara konsisten. Studi internasional menemukan bahwa persepsi tentang penyakit serius atau risiko infeksi menjadikan individu lebih patuh terhadap pedoman masker. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Persepsi Risiko Penyakit Menular

Persepsi risiko adalah bagaimana seseorang menilai kemungkinan mereka akan terinfeksi penyakit serta dampaknya jika terinfeksi. Individu yang menilai risiko tinggi terhadap penyakit menular, seperti virus SARS-CoV-2, cenderung lebih konsisten memakai masker, karena masker dipandang sebagai langkah protektif penting. Penelitian global bahkan mencatat persepsi risiko sebagai salah satu faktor psikologis utama yang memprediksi perilaku patuh terhadap pedoman masker. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Persepsi risiko ini tidak hanya dipengaruhi oleh informasi medis tetapi juga pengalaman pribadi, informasi media, dan kejadian di lingkungan sosial individu. Mereka yang merasakan langsung dampak pandemi atau memiliki anggota keluarga rentan sering kali lebih patuh terhadap tanggapan kesehatan masyarakat ini. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Hubungan Edukasi Kesehatan dengan Kepatuhan

Edukasi kesehatan memainkan peran sentral dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang manfaat penggunaan masker. Edukasi yang tepat mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mendorong sikap positif terhadap pemakaian masker yang benar dan konsisten.

Studi di lingkungan akademik dan masyarakat umum menunjukkan bahwa intervensi edukatif meningkatkan sikap positif masyarakat dan berujung pada tingkat kepatuhan yang lebih tinggi. Informasi yang akurat dan edukasi yang tepat sasaran terbukti menjadi prediktor penting dalam perubahan perilaku kesehatan publik ini. [Lihat sumber Disini - ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id]


Dampak Penggunaan Masker terhadap Pencegahan Penularan

Penggunaan masker bukan sekadar simbol kepatuhan, tetapi merupakan alat pencegahan efektif dalam konteks penyakit droplet dan pernapasan. Penelitian di lingkungan pendidikan menemukan bahwa implementasi penggunaan masker yang konsisten berkorelasi dengan penurunan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan penurunan penyebaran patogen. [Lihat sumber Disini - jurnal.stikeskesdam4dip.ac.id]

Analisis global bahkan menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan terhadap pemakaian masker secara luas dikaitkan dengan penurunan tingkat insiden penyakit serta kematian akibat infeksi pernapasan, menjadikan masker bagian integral dari paket intervensi kesehatan masyarakat saat wabah penyakit menular. [Lihat sumber Disini - gh.bmj.com]


Kesimpulan

Kepatuhan penggunaan masker di ruang publik merupakan perilaku kesehatan masyarakat yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara umum, kepatuhan mencakup perilaku individu dalam memakai masker sesuai pedoman kesehatan yang berlaku, dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, pendidikan, dan persepsi risiko terhadap penyakit menular. Edukasi kesehatan yang kuat terbukti memperkuat perilaku patuh, sedangkan persepsi risiko memperkuat motivasi individu untuk mengenakan masker secara benar dan konsisten.

Berbagai studi di Indonesia maupun internasional menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat bervariasi berdasarkan konteks sosial demografis, namun secara keseluruhan, kepatuhan yang tinggi terhadap penggunaan masker berkaitan dengan penurunan penularan penyakit droplet dan pernapasan. Oleh karena itu, strategi kesehatan masyarakat yang menggabungkan edukasi, kebijakan yang jelas, dan komunikasi risiko yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan masker guna pencegahan penyakit menular di ruang publik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kepatuhan penggunaan masker di ruang publik adalah perilaku individu atau masyarakat dalam mengenakan masker secara konsisten dan benar sesuai anjuran kesehatan ketika berada di tempat umum guna mencegah penularan penyakit menular.

Penggunaan masker di ruang publik penting karena dapat mengurangi risiko penularan penyakit menular melalui droplet dan aerosol, terutama di area dengan interaksi sosial yang tinggi dan ventilasi terbatas.

Faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan masker meliputi tingkat pengetahuan, sikap, persepsi risiko penyakit menular, tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, serta efektivitas edukasi kesehatan yang diterima masyarakat.

Edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat penggunaan masker, sehingga mendorong sikap positif dan meningkatkan kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan di ruang publik.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan masker secara konsisten dan benar dapat menurunkan risiko penularan penyakit menular, terutama penyakit pernapasan, sehingga menjadi salah satu strategi pencegahan yang efektif.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Perilaku Pencegahan COVID-19 Perilaku Pencegahan COVID-19 Kepatuhan Protokol Kesehatan Kepatuhan Protokol Kesehatan Penggunaan Alat Pelindung Diri Penggunaan Alat Pelindung Diri Kepatuhan Protokol Kesehatan: Konsep, perilaku masyarakat, dan tantangan Kepatuhan Protokol Kesehatan: Konsep, perilaku masyarakat, dan tantangan Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kepatuhan Minum Obat: Konsep, Determinan Perilaku, dan Hasil Terapi Kepatuhan Minum Obat: Konsep, Determinan Perilaku, dan Hasil Terapi Kepatuhan Terapi Kolesterol Kepatuhan Terapi Kolesterol Tingkat Kepatuhan Minum Obat Tingkat Kepatuhan Minum Obat Kepatuhan Pengobatan Penyakit Kronis Kepatuhan Pengobatan Penyakit Kronis Kepatuhan Terhadap Vaksinasi Kepatuhan Terhadap Vaksinasi Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Kronis Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Kronis Pola Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pola Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Tingkat Kepatuhan Minum Obat: Determinan dan Implikasi Terapi Tingkat Kepatuhan Minum Obat: Determinan dan Implikasi Terapi Faktor Kepatuhan KB Faktor Kepatuhan KB Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Kepatuhan Ibu Mengikuti Program KB Kepatuhan Ibu Mengikuti Program KB Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Kepatuhan Pengelolaan Limbah B3 Kepatuhan Pengelolaan Limbah B3 Manajemen Terapi Oksigen: Pemahaman dan Praktik Manajemen Terapi Oksigen: Pemahaman dan Praktik Kepatuhan Terapi TB: Konsep, Faktor Pendukung, dan Hambatan Kepatuhan Terapi TB: Konsep, Faktor Pendukung, dan Hambatan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…