Terakhir diperbarui: 12 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 12 January). Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kepercayaan-publik-terhadap-pemerintah-konsep-dan-legitimasi 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi - SumberAjar.com

Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi

Pendahuluan

Dalam dinamika pemerintahan modern, kepercayaan publik terhadap pemerintah merupakan salah satu variabel paling krusial bagi keberlangsungan sistem politik dan pelayanan publik. Kepercayaan publik bukan saja mencerminkan persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan, tetapi juga berkaitan langsung dengan legitimasi kekuasaan yang dimiliki pemerintah dalam konteks sosial, politik, dan hukum di suatu negara. Berbagai studi empiris menunjukkan bahwa rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat dapat berujung pada krisis legitimasi, polarisasi sosial, dan melemahnya efektivitas kebijakan publik. Di era keterbukaan informasi dan digitalisasi, tantangan membangun kepercayaan publik semakin kompleks karena ekspektasi masyarakat terhadap transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan publik terus meningkat. [Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org]


Definisi Kepercayaan Publik

Definisi Kepercayaan Publik Secara Umum

Secara umum, kepercayaan publik menggambarkan ekspektasi masyarakat bahwa pemerintah akan bertindak dengan integritas, responsif terhadap kebutuhan publik, serta konsisten dalam menjalankan kebijakan yang adil dan efektif. Dalam konteks administrasi publik, kepercayaan ini mencerminkan keyakinan warga terhadap kredibilitas, kompetensi, dan keadilan pemerintahan. Kepercayaan publik dipahami sebagai bentuk persepsi dan sikap masyarakat dalam menilai kemampuan serta niat pemerintah dalam memenuhi janji pelayanan publik dan menciptakan stabilitas sosial. [Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org]

Definisi Kepercayaan Publik dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah kepercayaan pada dasarnya merujuk pada keyakinan atau kepastian seseorang terhadap sesuatu. Dalam konteks kepercayaan publik, ini berarti keyakinan masyarakat terhadap institusi pemerintah dan tindakan yang diambilnya. Sementara definisi KBBI lebih umum dan bersifat leksikal, penerapannya dalam kajian pemerintahan mensyaratkan adanya elemen evaluasi terhadap kinerja, transparansi, serta tanggung jawab lembaga publik kepada masyarakat. [Lihat sumber Disini - kbbi.web.id]

Definisi Kepercayaan Publik Menurut Para Ahli

  1. Van de Walle & Bouckaert (2003) menggambarkan kepercayaan publik sebagai persepsi individu atau kelompok bahwa institusi pemerintah akan melaksanakan fungsi mereka dengan konsisten, efektif, dan adil. Ini menekankan pentingnya perilaku pemerintah dalam membangun keyakinan publik. [Lihat sumber Disini - repub.eur.nl]

  2. Porumbescu (2016) dalam kajiannya menyatakan bahwa kepercayaan publik mencerminkan keyakinan rasional atau afektif masyarakat terhadap motivasi dan kemampuan kinerja pemerintah sebagai pihak yang ‘baik’ dan bertanggung jawab. Perspektif ini menekankan aspek motivasi dan kompetensi dalam kepercayaan. [Lihat sumber Disini - journalkeberlanjutan.com]

  3. Blind (dalam Dwiyanto, 2013) mengemukakan bahwa kepercayaan publik terjadi ketika warga menilai penyelenggaraan pemerintahan mampu memenuhi janji, bersikap jujur, efisien, adil, dan transparan dalam pengambilan keputusan serta pelayanan publiknya. [Lihat sumber Disini - ombudsman.go.id]

  4. Campbell (2023) menunjukkan bahwa kepercayaan publik juga dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan, dimana keterlibatan publik dapat meningkatkan rasa legitimasi dan kepercayaan atas keputusan pemerintah. [Lihat sumber Disini - e-jps.org]


Faktor Pembentuk Kepercayaan terhadap Pemerintah

Kepercayaan publik kepada pemerintah tidak muncul secara otomatis, melainkan dibentuk oleh sejumlah faktor yang saling terkait, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat.

1. Kualitas Pelayanan Publik

Kualitas pelayanan publik merupakan salah satu faktor utama dalam pembentukan kepercayaan. Ketika pelayanan publik dirasakan responsif, tepat waktu, adil, dan transparan, masyarakat cenderung mempercayai pemerintah. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang buruk atau tidak sesuai ekspektasi warga dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik secara signifikan. [Lihat sumber Disini - jiana.ejournal.unri.ac.id]

2. Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintah

Transparansi dalam pengambilan keputusan dan akuntabilitas dalam pertanggungjawaban kebijakan publik membantu warga memahami proses pemerintahan, sehingga meningkatkan kepercayaan warga terhadap institusi pemerintahan. Studi lain menunjukkan bahwa pemerintahan yang terbuka dan informatif cenderung memiliki tingkat kepercayaan publik yang lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - thejoas.com]

3. Partisipasi Publik

Partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan membuat warga merasa ikut memiliki suara dalam sistem pemerintahan. Partisipasi ini terbukti memberikan kontribusi terhadap legitimasi keputusan dan kepercayaan warga. [Lihat sumber Disini - e-jps.org]

4. Efektivitas Komunikasi

Komunikasi pemerintahan yang efektif, termasuk penggunaan teknologi digital untuk penyampaian informasi, meningkatkan transparansi serta keterlibatan warga. E-governance dan media sosial menjadi alat penting dalam memperkuat kepercayaan publik lewat penyebaran informasi yang cepat dan akurat. [Lihat sumber Disini - journal.goresearch.id]

5. Persepsi Keadilan dan Integritas Kebijakan

Persepsi bahwa kebijakan pemerintah dijalankan secara adil serta didasari integritas moral memperkokoh kepercayaan publik. Ketidakadilan atau praktik diskriminatif dapat mengikis rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah. [Lihat sumber Disini - uinjkt.ac.id]


Kepercayaan Publik dan Legitimasi Kekuasaan

Kepercayaan publik memiliki hubungan erat dengan legitimasi kekuasaan pemerintah. Legitimasi sendiri merujuk pada kondisi di mana kekuasaan pemerintah diakui dan diterima oleh masyarakat sebagai sesuatu yang sah, tepat, dan berwenang untuk memerintah. Dalam konteks demokrasi modern, legitimasi tidak hanya datang dari pemilu atau legal formalitas, tetapi juga dari persepsi publik terhadap perilaku pemerintahan sehari-hari. [Lihat sumber Disini - ejournal.45mataram.ac.id]

Kepercayaan publik menjadi fondasi utama legitimasi karena masyarakat cenderung mematuhi hukum, aturan, dan kebijakan negara ketika mereka merasa bahwa institusi pemerintah bertindak adil, transparan, serta responsif terhadap kebutuhan mereka. Sebaliknya, ketika kepercayaan publik menurun, legitimasi juga melemah yang dapat memicu resistensi terhadap kebijakan, polarisasi sosial, bahkan ketidakstabilan politik. [Lihat sumber Disini - ejournal.45mataram.ac.id]


Kepercayaan Publik dalam Sistem Pemerintahan

Dalam berbagai sistem pemerintahan, kepercayaan publik berperan penting dalam menjaga fungsi pemerintahan berjalan efektif dan stabil:

1. Demokrasi

Dalam demokrasi, kepercayaan publik memengaruhi partisipasi masyarakat dalam proses politik, dukungan terhadap kebijakan publik, serta keterlibatan dalam diskursus kebangsaan. Ketiadaan kepercayaan publik dapat mengakibatkan apatisme politik, rendahnya partisipasi pemilu, serta berkurangnya legitimasi institusi politik. [Lihat sumber Disini - psm.umy.ac.id]

2. Administrasi Publik

Kepercayaan publik penting dalam hubungan administrasi publik karena dapat menciptakan kepatuhan administratif, efektivitas pelayanan, serta dukungan terhadap implementasi kebijakan. Praktik administrasi yang transparan, kompeten, dan akuntabel dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. [Lihat sumber Disini - ejournal.ipinternasional.com]

3. Kebijakan Publik

Kepercayaan publik memengaruhi implementasi kebijakan publik karena masyarakat cenderung mengikuti aturan dan pedoman ketika mereka percaya bahwa kebijakan tersebut dibuat secara adil dan untuk kepentingan umum. Kepercayaan juga membantu mengurangi konflik sosial dalam penerapan kebijakan sensitif. [Lihat sumber Disini - e-jps.org]


Dampak Kepercayaan Publik terhadap Stabilitas Sosial

1. Kepatuhan dan Kepuasan Masyarakat

Tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap pemerintah membantu menciptakan kepatuhan sosial terhadap hukum dan aturan negara. Hal ini mendukung stabilitas sosial karena konsensus terhadap proses pemerintahan menjadi lebih kuat. [Lihat sumber Disini - ejournal.ipinternasional.com]

2. Reduksi Konflik

Kepercayaan publik yang kuat meminimalkan potensi konflik antara masyarakat dan pemerintah karena aspirasi publik cenderung ditangani secara responsif dan adil. Sebaliknya, krisis kepercayaan dapat meningkatkan ketidakpuasan serta potensi aksi protes sosial. [Lihat sumber Disini - suriaacademicpress.com]

3. Efektivitas Implementasi Kebijakan

Kepercayaan publik memperlancar pelaksanaan kebijakan karena warga merasa terlibat dan memahami tujuan kebijakan tersebut. Hal ini memberi ruang bagi pemerintah untuk mengatasi masalah publik lebih efektif. [Lihat sumber Disini - e-jps.org]


Upaya Meningkatkan Kepercayaan Publik

1. Meningkatkan Transparansi Pemerintahan

Pemerintah perlu menerapkan prinsip transparansi dalam pengambilan keputusan, alokasi anggaran, serta penyampaian informasi publik. Keterbukaan ini membantu masyarakat memahami proses kebijakan sehingga meningkatkan tingkat kepercayaan. [Lihat sumber Disini - thejoas.com]

2. Perbaikan Kualitas Pelayanan Publik

Dengan mengoptimalkan kinerja pelayanan publik melalui peningkatan kompetensi aparatur, inovasi pelayanan, dan pendekatan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, kepercayaan publik dapat tumbuh secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - jiana.ejournal.unri.ac.id]

3. Partisipasi Aktif Masyarakat

Mendorong masyarakat untuk terlibat dalam musyawarah kebijakan publik, forum komunitas, serta mekanisme partisipatif lainnya dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap sistem pemerintahan. [Lihat sumber Disini - e-jps.org]

4. Penguatan Komunikasi Publik

Penggunaan komunikasi yang efektif dan konsisten melalui berbagai media termasuk digital dan sosial media membantu pemerintah menjembatani persepsi publik serta memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan. [Lihat sumber Disini - journal.goresearch.id]


Kesimpulan

Kepercayaan publik terhadap pemerintah merupakan fondasi utama dalam sistem pemerintahan modern yang mampu menentukan legitimasi kekuasaan, efektivitas pelayanan publik, serta stabilitas sosial. Persepsi masyarakat terhadap integritas, transparansi, kompetensi, dan partisipasi dalam pengambilan kebijakan secara signifikan mempengaruhi tingkat kepercayaan mereka. Kepercayaan publik tidak hanya berdampak pada legitimasi kekuasaan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan sistem pemerintahan dalam menciptakan kepatuhan hukum, meredam konflik sosial, serta memperkuat stabilitas politik. Untuk memperkuat kepercayaan tersebut, diperlukan upaya sistematis berupa transparansi, peningkatan kualitas pelayanan, partisipasi masyarakat, dan komunikasi publik yang efektif. Secara keseluruhan, kepercayaan publik tidak hanya menjadi indikator kinerja pemerintahan, tetapi juga fondasi bagi keberlanjutan demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kepercayaan publik terhadap pemerintah adalah keyakinan masyarakat bahwa pemerintah memiliki integritas, kompetensi, dan itikad baik dalam menjalankan fungsi pemerintahan, membuat kebijakan, serta memberikan pelayanan publik secara adil dan bertanggung jawab.

Kepercayaan publik penting karena menjadi dasar legitimasi kekuasaan pemerintah, meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan kebijakan, serta mendukung stabilitas sosial dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Faktor yang mempengaruhi kepercayaan publik meliputi kualitas pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pemerintah, partisipasi masyarakat, efektivitas komunikasi publik, serta persepsi keadilan dan integritas dalam kebijakan pemerintah.

Kepercayaan publik memperkuat legitimasi kekuasaan karena masyarakat lebih menerima dan mematuhi kebijakan pemerintah yang dianggap sah, adil, dan berpihak pada kepentingan umum.

Rendahnya kepercayaan publik dapat menyebabkan penurunan legitimasi pemerintah, meningkatnya konflik sosial, rendahnya partisipasi politik, serta hambatan dalam implementasi kebijakan publik.

Kepercayaan publik dapat ditingkatkan melalui transparansi pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan partisipasi masyarakat, komunikasi publik yang efektif, serta penegakan etika dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Otoritas Sosial: Konsep dan Penerimaan Masyarakat Kekuasaan Sosial: Konsep dan Sumber Legitimasi Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Opini Publik: Konsep dan Proses Pembentukannya Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Web Analisis Kebijakan Publik Berbasis Data Kepercayaan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan Konsep Kepercayaan Diri: Dimensi dan Pengukuran Sistem Mobile Pengaduan Keluhan Publik Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Partisipasi Politik Masyarakat: Konsep dan Kesadaran Sipil Tingkat Kepercayaan Pasien terhadap Farmasis Hoaks Sosial: Konsep dan Dampak Kepercayaan Publik Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik Tingkat Kepercayaan terhadap Klaim Produk Herbal
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna