Terakhir diperbarui: 18 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 18 December). Penggunaan Alat Pelindung Diri. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penggunaan-alat-pelindung-diri  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penggunaan Alat Pelindung Diri - SumberAjar.com

Penggunaan Alat Pelindung Diri

Pendahuluan

Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu aspek penting dalam upaya menjaga keselamatan dan kesehatan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam lingkungan layanan kesehatan, tenaga medis, perawat, dan staf lainnya sering kali terpapar risiko biologis, kimia, fisik, dan infeksi yang berasal dari pasien, bahan medis, atau lingkungan kerja yang berbahaya. APD berfungsi sebagai penghalang antara bahaya dan tubuh pengguna sehingga secara signifikan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja atau infeksi yang dapat memengaruhi kesehatan serta kinerja profesional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penerapan penggunaan APD secara tepat akan memberikan kontribusi positif terhadap keselamatan kerja dan meningkatkan mutu layanan kesehatan, namun tantangan dalam implementasinya masih menjadi isu global, terutama berkaitan dengan kepatuhan tenaga kesehatan dalam menggunakannya sesuai prosedur yang berlaku. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Definisi Penggunaan Alat Pelindung Diri

Definisi Penggunaan Alat Pelindung Diri Secara Umum

Penggunaan alat pelindung diri secara umum adalah tindakan menerapkan pemakaian perlengkapan protektif oleh individu yang bekerja di lingkungan berisiko untuk mencegah terjadinya kontak langsung dengan bahaya fisik, kimia, atau biologis. APD dirancang sebagai suatu alat atau perlengkapan yang dipakai pada tubuh untuk meminimalkan paparan terhadap potensi bahaya yang dapat menyebabkan cedera, penyakit, atau infeksi selama proses kerja. Dalam konteks layanan kesehatan, penggunaan APD mencakup beragam perangkat seperti masker, sarung tangan, pelindung mata, wajah, hingga pakaian pelindung tubuh yang dipilih sesuai dengan jenis bahaya yang mungkin dihadapi dalam praktik klinis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Definisi Penggunaan Alat Pelindung Diri dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), alat pelindung diri (APD) adalah alat atau perlengkapan yang dipakai untuk melindungi diri seseorang dari kemungkinan bahaya yang ada dalam lingkungan kerja atau aktivitas sehari-hari sehingga mencegah risiko cedera, infeksi, atau penyakit. Dalam konteks layanan kesehatan, hal ini merujuk pada perangkat yang dikenakan tenaga kesehatan saat memberikan layanan medis kepada pasien untuk memastikan keselamatan kerja dan mencegah penularan penyakit. (Sumber: KBBI. Link KBBI asli akan dicantumkan sesuai akses web resmi KBBI). (Catatan: akses KBBI web resmi wajib dicari secara langsung oleh penulis bila perlu.)

Definisi Penggunaan Alat Pelindung Diri Menurut Para Ahli

  1. Menurut Farida (2022), alat pelindung diri adalah perangkat yang dirancang untuk melindungi pekerja dari cedera atau penyakit akibat kontak dengan bahaya di tempat kerja, baik itu biologis, kimia, fisik, maupun mekanik. Pemilihan jenis APD harus disesuaikan dengan potensi bahaya dan risiko pekerjaan sehingga memberikan perlindungan efektif bagi pengguna. [Lihat sumber Disini - jurnal.staiskutim.ac.id]

  2. Menurut peneliti lain, PPE (personal protective equipment) termasuk sarung tangan, masker, pelindung mata, dan wajah bertujuan untuk melindungi area tubuh tertentu dari paparan langsung cairan, partikel udara, atau kontak dengan bahan infeksius yang terjadi dalam lingkungan layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Menurut jurnal Global Health Science Group, berbagai jenis APD seperti sarung tangan, masker, goggle, face shield, serta pelindung kepala dan kaki merupakan bagian dari perlindungan yang menyeluruh terhadap risiko infeksi atau cedera yang dihadapi tenaga kesehatan selama memberikan layanan klinis. [Lihat sumber Disini - jurnal.globalhealthsciencegroup.com]

  4. Menurut Nugrehaini & Suyanto, penggunaan APD dalam layanan kesehatan yang menangani pasien dengan infeksi, seperti wabah COVID-19 dan MERS, menunjukkan bahwa penggunaan APD berperan penting dalam mencegah penyebaran penyakit pada tenaga kesehatan dan pasien jika digunakan secara tepat dan konsisten. [Lihat sumber Disini - repository.unar.ac.id]


Jenis Alat Pelindung Diri di Fasilitas Kesehatan

Jenis-jenis alat pelindung diri yang umum digunakan di fasilitas kesehatan dirancang untuk melindungi bagian tubuh tertentu dari potensi bahaya yang berbeda. Setiap perangkat memiliki tujuan perlindungan spesifik dan dipilih berdasarkan karakteristik bahaya yang dihadapi selama pelaksanaan tugas medis. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  1. Masker Bedah (Medical/Surgical Mask)

    Masker ini digunakan untuk melindungi saluran pernapasan tenaga kesehatan dari partikel udara, droplet, dan percikan cairan dari pasien. Masker bedah sangat penting terutama saat menangani pasien dengan infeksi yang dapat menyebar melalui udara atau percikan droplet. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Respirator N95

    Respirator jenis N95 menawarkan perlindungan yang lebih tinggi dibanding masker bedah karena mampu menyaring partikel udara sangat kecil termasuk aerosol. Hal ini membuatnya sangat berguna terutama dalam menangani pasien dengan penyakit pernapasan yang sangat menular. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Sarung Tangan (Examination & Surgical Gloves)

    Sarung tangan pelindung tangan tenaga kesehatan dari kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, dan bahan infeksius lainnya. Terdiri dari sarung tangan pemeriksaan untuk penggunaan umum dan sarung tangan bedah untuk tindakan invasif medis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Pelindung Mata (Goggles) dan Face Shield

    Perangkat ini melindungi mata dan wajah secara keseluruhan dari percikan darah, cairan tubuh, atau bahan kimia. Penggunaan pelindung mata sangat penting dalam prosedur yang berisiko tinggi terhadap paparan cairan infeksius. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  5. Gaun Medis dan Coverall

    Gaun medis memberi proteksi pada tubuh bagian depan, lengan, dan sebagian kaki terhadap percikan cairan atau kontaminan. Coverall medis memberi perlindungan lebih menyeluruh dari kepala hingga kaki. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  6. Sepatu Pelindung dan Penutup Sepatu (Boots & Shoe Covers)

    Perangkat ini melindungi kaki tenaga kesehatan dari percikan cairan atau risiko fisik lainnya di lingkungan kerja. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Jenis-jenis APD ini merupakan contoh perangkat yang sering ditemukan dalam rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya, serta dipilih berdasarkan analisis risiko dan kebutuhan protektif dari kegiatan medis yang dilakukan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kepatuhan Penggunaan APD

Kepatuhan penggunaan APD merujuk pada tingkat ketaatan tenaga kesehatan dalam memakai alat pelindung diri sesuai dengan prosedur dan pedoman keselamatan yang telah ditetapkan agar risiko infeksi atau cedera dapat diminimalkan. Dalam konteks layanan kesehatan, kepatuhan ini menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas sistem keselamatan kerja dan pencegahan infeksi di fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]

Penelitian di beberapa fasilitas kesehatan menunjukkan angka kepatuhan yang bervariasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa sebagian besar perawat di ruang operasi memiliki tingkat ketidakpatuhan yang tinggi dalam penggunaan PPE, dan hanya sebagian kecil pekerja yang konsisten dalam menerapkan protokol penggunaan APD sesuai prosedur yang berlaku. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id] Selain itu, studi lain juga menegaskan bahwa faktor persepsi dan pengetahuan tenaga kesehatan sangat berhubungan erat dengan tingkat kepatuhan dalam penggunaan APD. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Kepatuhan yang tinggi berkorelasi dengan pemahaman bahaya yang lebih kuat, pemantauan yang baik, serta dukungan kebijakan dan supervisi yang jelas dari manajemen fasilitas. Sebaliknya, ketidakpatuhan sering dikaitkan dengan ketidaknyamanan saat penggunaan, kurangnya pengawasan, dan beban kerja yang tinggi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan APD

Berbagai faktor memengaruhi keputusan tenaga kesehatan dalam menggunakan alat pelindung diri secara konsisten dan benar. Berdasarkan temuan penelitian internasional dan nasional, faktor-faktor ini dapat digolongkan sebagai berikut:

  1. Pengetahuan dan Persepsi Risiko

    Pengetahuan yang baik tentang risiko paparan bahaya serta pemahaman tentang bagaimana APD melindungi diri memengaruhi tingkat kepatuhan. Tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan persepsi risiko yang tinggi cenderung lebih patuh dalam penggunaan APD. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Ketersediaan dan Akses APD di Fasilitas

    Ketika APD tersedia secara memadai dan mudah dijangkau, tenaga kesehatan lebih mungkin menggunakannya sesuai kebutuhan. Sebaliknya, kurangnya ketersediaan perangkat akan menurunkan kepatuhan. [Lihat sumber Disini - jk3.uho.ac.id]

  3. Kualitas dan Kenyamanan APD

    APD yang tidak nyaman atau tidak sesuai ukuran dapat menyebabkan ketidaknyamanan sehingga menurunkan kecenderungan tenaga kesehatan untuk menggunakannya secara konsisten. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Pelatihan dan Kebijakan Institusional

    Adanya pelatihan berkala dan kebijakan yang jelas terkait penggunaan APD dapat meningkatkan kesadaran dan membentuk budaya keselamatan yang mendukung kepatuhan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  5. Beban Kerja dan Tekanan Waktu

    Tekanan waktu dan beban kerja yang tinggi sering kali membuat tenaga kesehatan merasa penggunaan APD akan memperlambat aktivitas kerja, sehingga mereka mengabaikannya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Faktor-faktor ini berinteraksi satu sama lain dan menciptakan dinamika kompleks dalam perilaku penggunaan APD oleh tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Dampak APD terhadap Keselamatan Kerja

Penggunaan APD yang tepat dan konsisten memiliki dampak besar terhadap keselamatan kerja tenaga kesehatan. Penelitian kuantitatif yang dilakukan di fasilitas kesehatan menunjukkan bahwa penggunaan APD memiliki hubungan positif dan signifikan dengan peningkatan keselamatan serta kesehatan kerja tenaga medis. Studi tersebut menemukan bahwa sekitar 73, 1% variabel keselamatan kerja dapat dijelaskan oleh penggunaan APD, dengan peningkatan penggunaan APD secara signifikan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada tenaga medis yang terlibat dalam pelayanan pasien. [Lihat sumber Disini - journal.metansi.unipol.ac.id]

Lebih jauh lagi, dampak penggunaan APD juga mencakup pengurangan kejadian infeksi nosokomial serta meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ketika APD digunakan dengan tepat, paparan terhadap patogen atau zat berbahaya yang berpotensi menyebabkan infeksi atau cedera berkurang secara signifikan. Hal ini juga dapat menurunkan beban biaya kesehatan yang berkaitan dengan penanganan komplikasi akibat kecelakaan atau infeksi pada tenaga kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

Efek positif lainnya termasuk peningkatan kepercayaan pasien terhadap layanan kesehatan yang aman dan berkualitas, serta membentuk budaya keselamatan yang kuat di lingkungan fasilitas kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Strategi Peningkatan Kepatuhan APD

Untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD di fasilitas kesehatan, sejumlah strategi telah diidentifikasi berdasarkan penelitian dan praktik terbaik keselamatan kerja:

  1. Pelatihan dan Pendidikan Berkelanjutan

    Memberikan pelatihan berkala tentang bahaya kerja dan penggunaan APD secara benar dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan prinsip keselamatan kerja. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Peningkatan Ketersediaan dan Akses APD

    Menjamin pasokan APD yang cukup dan mudah diakses di semua unit layanan kesehatan merupakan langkah penting agar tenaga kesehatan tidak mengalami hambatan saat membutuhkan perangkat pelindung. [Lihat sumber Disini - jk3.uho.ac.id]

  3. Kebijakan dan Supervisi yang Tegas

    Institusi kesehatan perlu menerapkan kebijakan yang jelas terkait penggunaan APD serta melakukan supervisi dan monitoring rutin untuk memastikan kepatuhan staf terhadap standar tersebut. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  4. Kultur Keselamatan Kerja

    Membangun budaya keselamatan kerja yang kuat di lingkungan fasilitas layanan kesehatan dengan melibatkan semua level staf akan meningkatkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap penggunaan APD. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  5. Perbaikan Kualitas dan Kenyamanan APD

    Memilih APD yang ergonomis, nyaman, dan sesuai ukuran akan menurunkan hambatan fisik dan psikologis bagi tenaga kesehatan sehingga dapat meningkatkan kepatuhan penggunaan secara berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Kesimpulan

Penggunaan alat pelindung diri di fasilitas kesehatan merupakan komponen penting dalam memastikan keselamatan dan kesehatan tenaga kesehatan serta mencegah penyebaran infeksi di lingkungan klinis. Beragam jenis APD seperti masker bedah, respirator N95, sarung tangan, pelindung mata, gaun medis, dan pelindung kaki dirancang untuk melindungi bagian tubuh tertentu dari risiko bahaya yang berbeda. Kepatuhan terhadap penggunaan APD masih menjadi tantangan karena dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, ketersediaan perangkat, kualitas APD, pelatihan, serta kebijakan institusional. Namun, penggunaan APD secara konsisten terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap keselamatan kerja dan perlindungan tenaga kesehatan. Strategi peningkatan kepatuhan meliputi pendidikan berkelanjutan, ketersediaan APD yang memadai, kebijakan serta supervisi yang tegas, budaya keselamatan kerja, dan peningkatan kualitas APD itu sendiri. Penerapan strategi-strategi ini akan mendukung upaya fasilitas kesehatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi pasien dan tenaga medis.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penggunaan alat pelindung diri adalah tindakan memakai perlengkapan pelindung seperti masker, sarung tangan, pelindung mata, dan pakaian pelindung untuk melindungi tenaga kesehatan dari risiko biologis, fisik, dan kimia di lingkungan kerja.

Jenis alat pelindung diri di fasilitas kesehatan meliputi masker bedah, respirator N95, sarung tangan medis, pelindung mata (goggles), face shield, gaun medis, coverall, serta sepatu dan penutup sepatu pelindung.

Kepatuhan penggunaan APD penting karena dapat menurunkan risiko infeksi, kecelakaan kerja, dan penyakit akibat kerja, serta meningkatkan keselamatan, kesehatan, dan kualitas pelayanan tenaga kesehatan.

Faktor yang memengaruhi penggunaan APD meliputi pengetahuan dan persepsi risiko, ketersediaan APD, kenyamanan dan kualitas alat, pelatihan keselamatan kerja, kebijakan institusi, serta beban kerja dan tekanan waktu.

Strategi meningkatkan kepatuhan APD antara lain melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan APD yang memadai, penerapan kebijakan dan supervisi yang tegas, pembentukan budaya keselamatan kerja, serta penggunaan APD yang ergonomis dan nyaman.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Gangguan Integritas Mukosa Oral Gangguan Integritas Mukosa Oral Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya Risiko Infeksi Nosokomial: Faktor dan Pencegahannya Gangguan Integritas Mukosa Oral: Konsep, Implikasi, dan Perawatan Gangguan Integritas Mukosa Oral: Konsep, Implikasi, dan Perawatan Risiko Gangguan Integritas Kulit Risiko Gangguan Integritas Kulit Risiko Gangguan Integritas Kulit: Pencegahan dan Pengendalian Risiko Gangguan Integritas Kulit: Pencegahan dan Pengendalian Kerusakan Integritas Kulit: Konsep, Indikator Klinis, dan Pencegahan Kerusakan Integritas Kulit: Konsep, Indikator Klinis, dan Pencegahan Promosi Kesehatan Mental Promosi Kesehatan Mental Pencegahan Infeksi Nosokomial Pencegahan Infeksi Nosokomial Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor Risiko dan Strategi Pencegahan Infeksi Nosokomial: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Infeksi Nosokomial: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor dan Pencegahan Risiko Infeksi: Faktor dan Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Perilaku Seksual Berisiko Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Kerusakan Integritas Kulit: Indikator dan Pencegahannya Perilaku Pencegahan COVID-19 Perilaku Pencegahan COVID-19 Ketidaknyamanan Masa Menyusui Ketidaknyamanan Masa Menyusui Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik Kepatuhan Penggunaan Masker di Ruang Publik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…