Terakhir diperbarui: 03 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 3 January). Kesehatan Mental Positif: Konsep dan Pendekatan. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/kesehatan-mental-positif-konsep-dan-pendekatan 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Kesehatan Mental Positif: Konsep dan Pendekatan - SumberAjar.com

Kesehatan Mental Positif: Konsep dan Pendekatan

Pendahuluan

Kesehatan mental kini menjadi topik penting dalam kajian kesehatan masyarakat dan psikologi, baik di tingkat global maupun nasional. Dalam era modern ini, tekanan hidup yang dinamis dari berbagai aspek, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, hingga perubahan lingkungan, telah menimbulkan tantangan baru yang kompleks terhadap kesehatan mental individu. Ada pemahaman tradisional bahwa kesehatan mental hanya berarti “bebas dari gangguan jiwa”. Namun, perkembangan ilmu psikologi dan kesehatan masyarakat menegaskan bahwa kesehatan mental juga mencakup aspek positif seperti kemampuan menghadapi stres, relasi sosial yang sehat, dan kualitas hidup yang baik. Hal ini menjadikan pendekatan kesehatan mental tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif supaya kesejahteraan mental masyarakat meningkat secara keseluruhan. Pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan mental positif menjadi landasan penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas hidup seseorang serta masyarakat luas. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Kesehatan Mental Positif

Definisi Kesehatan Mental Positif Secara Umum

Secara umum, kesehatan mental positif dapat dipahami sebagai keadaan dimana seseorang tidak hanya terbebas dari gangguan mental, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola stres, membangun hubungan sosial yang sehat, dan berkontribusi secara produktif dalam kehidupan sehari-hari. WHO menyatakan bahwa kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan psikologis yang memungkinkan individu mengatasi tantangan hidup, menyadari kemampuan diri, serta bekerja dan berkontribusi secara bermakna dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - who.int]

Positive mental health menurut beberapa penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa konsep ini mencakup dimensi positif seperti kepuasan hidup, hubungan interpersonal yang efektif, otonomi, pengendalian diri, dan kapabilitas untuk bertindak produktif. Keadaan ini bukan hanya sekedar tidak adanya gangguan psikologis, tetapi juga melibatkan kehadiran emosi positif dan fungsi psikologis yang optimal. [Lihat sumber Disini - internationaljournalofwellbeing.org]

Definisi Kesehatan Mental Positif dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “mental” merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan jiwa atau psikis. Sementara “kesehatan mental” dapat diartikan sebagai kondisi mental yang sehat atau sejahtera secara psikologis, bebas dari gangguan jiwa atau tekanan psikis berat. Definisi ini membatasi kesehatan mental pada ketiadaan gangguan, namun perkembangan literatur ilmiah menekankan bahwa aspek positif seperti kemampuan beradaptasi, berpikir positif, dan menjaga hubungan sosial juga merupakan komponen penting dari kesehatan mental. [Lihat sumber Disini - repository.binawan.ac.id]

Definisi Kesehatan Mental Positif Menurut Para Ahli

  1. World Health Organization (WHO): Mengemukakan bahwa kesehatan mental adalah keadaan kesejahteraan psikologis di mana individu mampu mengatasi stres kehidupan, merealisasikan kemampuan dirinya, bekerja secara produktif, dan memberikan kontribusi terhadap komunitasnya. [Lihat sumber Disini - who.int]

  2. García-Sastre et al. (2024): Positive mental health (PMH) dipahami sebagai kondisi mental individu yang sehat yang dibangun melalui optimalisasi kesejahteraan psikososial dan kompetensi psikologis. Ini mencakup emosi positif, kepuasan hidup, hubungan sosial, serta fungsi psikologis yang sehat. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

  3. Frontiers in Psychology (2022): Positive mental health literacy adalah kesadaran dan kemampuan seseorang untuk mengetahui cara memperoleh dan mempertahankan kesehatan mental yang baik, termasuk keterampilan pemecahan masalah, otonomi, dan hubungan interpersonal yang sehat. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  4. Iasiello (2024): Dalam kajiannya, kesehatan mental positif melibatkan berbagai indikator kesejahteraan yang mencerminkan emosi positif, kapasitas fungsi sosial, dan kemampuan untuk berkembang secara pribadi serta menghadapi kehidupan secara efektif. [Lihat sumber Disini - internationaljournalofwellbeing.org]


Dimensi Kesehatan Mental Positif

Kesehatan mental positif bukanlah konsep tunggal tetapi terdiri dari berbagai dimensi yang saling terkait. Dimensi-dimensi tersebut membantu menjelaskan aspek-aspek yang perlu diupayakan untuk mencapai kesehatan mental positif secara menyeluruh.

  1. Kesejahteraan Emosional

    Kesejahteraan emosional mencakup pengalaman perasaan positif seperti kebahagiaan, kepuasan hidup, dan kestabilan emosional. Individu yang memiliki kesejahteraan emosional yang baik cenderung memiliki respons adaptif terhadap tekanan hidup dan mampu mengelola emosi negatif secara efektif. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas positif dalam kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan emosi positif dan berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  2. Fungsi Psikologis

    Fungsi psikologis mencakup kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, membuat keputusan, mengelola stres, dan menyelesaikan masalah. Individu yang dapat berfungsi dengan baik secara psikologis akan mampu menghadapi tantangan hidup tanpa mengalami gangguan berat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Hubungan Sosial yang Sehat

    Hubungan sosial yang baik mencakup keterampilan interpersonal dan dukungan sosial yang kuat dari keluarga, teman, dan komunitas. Interaksi sosial yang sehat membantu seseorang merasa terhubung dan memiliki rasa berarti dalam kehidupan sosialnya. [Lihat sumber Disini - journal.kurasinstitute.com]

  4. Otonomi dan Kontrol Diri

    Dimensi ini mencerminkan kemampuan individu untuk membuat keputusan sendiri, bertindak sesuai nilai pribadi, serta memiliki kontrol terhadap dirinya dalam menghadapi berbagai situasi. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  5. Tujuan dan Makna Hidup

    Memiliki tujuan hidup dan makna yang jelas memberikan motivasi dan arah dalam kehidupan. Individu yang memahami tujuan hidup cenderung memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap tekanan psikologis dan mampu berkembang secara personal. [Lihat sumber Disini - internationaljournalofwellbeing.org]


Faktor Pendukung Kesehatan Mental Positif

Berbagai faktor dapat mempengaruhi kesehatan mental positif seseorang. Faktor-faktor ini dapat bersifat internal maupun eksternal.

  1. Dukungan Sosial

    Dukungan dari keluarga, teman, dan berbagai jaringan sosial merupakan faktor penting dalam kesehatan mental positif karena menyediakan rasa aman, penerimaan, serta sumber bantuan ketika menghadapi tekanan. [Lihat sumber Disini - journal.kurasinstitute.com]

  2. Pengetahuan dan Literasi Kesehatan Mental

    Pemahaman tentang apa itu kesehatan mental dan bagaimana cara memeliharanya biasanya disebut dengan literasi kesehatan mental. Individu yang memiliki literasi yang baik cenderung mampu mengenali tanda-tanda tekanan psikologis dan mencari bantuan yang sesuai sejak dini. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  3. Kegiatan Positif dan Gaya Hidup Sehat

    Aktivitas seperti olahraga, hobi, meditasi, dan kegiatan sosial yang menyenangkan dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan fungsi psikologis. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  4. Keamanan dan Lingkungan yang Mendukung

    Lingkungan sosial dan fisik yang aman, stabil, serta inklusif dapat mendorong individu merasa diterima serta mempunyai ruang untuk berkembang, yang secara langsung berpengaruh pada kesehatan mental positif. [Lihat sumber Disini - journal.kurasinstitute.com]

  5. Faktor Pribadi (Mis. Resiliensi)

    Resiliensi, atau kemampuan untuk bangkit kembali dari situasi sulit, merupakan faktor kunci dalam kesehatan mental positif karena membantu individu untuk tetap stabil secara psikologis meskipun menghadapi tekanan berat. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Pendekatan Promotif dan Preventif

Upaya promotif dan preventif bertujuan meningkatkan kesehatan mental positif sebelum munculnya gangguan psikologis. Dua pendekatan ini sangat penting dalam konteks penguatan kesejahteraan masyarakat.

  1. Promosi Kesehatan Mental

    Pendekatan promotif mencakup kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, seperti kampanye edukatif, pelatihan keterampilan sosial, dan pembelajaran tentang manajemen stres. [Lihat sumber Disini - jatiswara.unram.ac.id]

  2. Program Preventif di Lingkungan Pendidikan

    Pendidikan tentang kesehatan mental yang tepat di sekolah atau universitas dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan koping sejak dini dan mengurangi risiko masalah mental di masa depan. [Lihat sumber Disini - e-journal.uin-al-azhaar.ac.id]

  3. Intervensi Komunitas

    Intervensi berbasis komunitas seperti kelompok dukungan, aktivitas sosial, dan workshop keterampilan hidup dapat mencegah isolasi sosial dan meningkatkan keterlibatan sosial. [Lihat sumber Disini - journal.kurasinstitute.com]

  4. Kebijakan Kesehatan Mental

    Kebijakan publik yang mendukung layanan kesehatan mental, akses ke layanan psikologis, serta pencegahan stigma sangat berpengaruh dalam membangun lingkungan yang mendukung kesejahteraan mental masyarakat. [Lihat sumber Disini - jurnalnasional.ump.ac.id]


Kesehatan Mental Positif dan Kualitas Hidup

Kesehatan mental positif berkaitan erat dengan kualitas hidup seseorang. Individu yang memiliki kesehatan mental positif cenderung merasakan kepuasan hidup yang lebih tinggi, mampu membentuk relasi sosial yang sehat, serta lebih efektif dalam menghadapi tantangan kehidupan. Kualitas hidup mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan, dimana kesehatan mental positif berkontribusi signifikan terhadap keseluruhan dimensi tersebut. [Lihat sumber Disini - journal.kurasinstitute.com]


Upaya Penguatan Kesehatan Mental Positif

  1. Edukasi dan Literasi

    Memberikan edukasi tentang kesehatan mental sejak dini di sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan menghadapi tekanan hidup. [Lihat sumber Disini - frontiersin.org]

  2. Program Komunitas dan Dukungan Sosial

    Membentuk komunitas dukungan dan kegiatan positif yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat dapat memperkuat rasa keterhubungan dan dukungan sosial. [Lihat sumber Disini - journal.kurasinstitute.com]

  3. Pelatihan Keterampilan Koping

    Pelatihan keterampilan koping seperti manajemen stres, keterampilan sosial, serta teknik relaksasi membantu individu mengatasi tantangan hidup secara efektif. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Peningkatan Akses Layanan Kesehatan Mental

    Memperluas akses layanan kesehatan mental profesional melalui klinik, layanan daring, atau pusat kesehatan masyarakat akan membantu deteksi dini dan dukungan yang tepat bagi individu yang membutuhkan. [Lihat sumber Disini - jurnalnasional.ump.ac.id]


Kesimpulan

Kesehatan mental positif merupakan konsep yang lebih luas daripada sekedar ketiadaan gangguan psikologis. Ia melibatkan kesejahteraan emosional, fungsi psikologis yang efektif, hubungan sosial yang sehat, otonomi, serta tujuan hidup yang bermakna. Berbagai faktor internal dan eksternal mempengaruhi kesehatan mental positif, termasuk dukungan sosial, literasi kesehatan mental, gaya hidup sehat, serta lingkungan yang mendukung. Pendekatan promotif dan preventif sangat penting dalam memperkuat kesehatan mental positif sebelum muncul masalah serius. Kesehatan mental positif juga berkaitan erat dengan kualitas hidup individu, meningkatkan kepuasan hidup, keterhubungan sosial, serta kemampuan mengatasi tantangan hidup. Upaya penguatan kesehatan mental positif perlu dilaksanakan melalui edukasi, program komunitas, pelatihan keterampilan koping, dan peningkatan akses layanan kesehatan mental. Secara keseluruhan, pemahaman dan penerapan pendekatan positif terhadap kesehatan mental akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih resilient, adaptif, dan sejahtera secara psikososial.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Kesehatan mental positif adalah kondisi kesejahteraan psikologis dimana individu mampu mengelola stres kehidupan, berfungsi secara optimal, menjalin hubungan sosial yang sehat, serta memiliki tujuan dan makna hidup yang jelas.

Dimensi kesehatan mental positif meliputi kesejahteraan emosional, fungsi psikologis yang efektif, hubungan sosial yang sehat, otonomi dan kontrol diri, serta tujuan dan makna hidup.

Kesehatan mental positif berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup karena membantu individu merasa lebih puas, mampu menghadapi tekanan hidup, menjaga relasi sosial yang baik, dan berfungsi secara produktif dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor pendukung kesehatan mental positif antara lain dukungan sosial, literasi kesehatan mental, gaya hidup sehat, lingkungan yang aman dan mendukung, serta kemampuan resiliensi individu.

Pendekatan promotif bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan menjaga kesehatan mental, sedangkan pendekatan preventif berfokus pada pencegahan munculnya masalah mental melalui edukasi, intervensi komunitas, dan kebijakan kesehatan mental.

Upaya penguatan kesehatan mental positif dapat dilakukan melalui edukasi dan literasi kesehatan mental, program komunitas dan dukungan sosial, pelatihan keterampilan koping, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan mental.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Beban Mental: Konsep dan Performa Promosi Kesehatan Mental Konsep Kesehatan Mental Preventif Kesehatan Mental Remaja Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Mental Konsep Kesehatan Mental Mahasiswa Mental Toughness: Konsep dan Ketahanan Diri Akses Layanan Kesehatan Mental Status Mental Pasien: Pengertian dan Penilaian Status Mental Pasien: Konsep, Metode Penilaian, dan Klasifikasi Kesiapan Mental Ibu Menghadapi Menyusui Stigma terhadap Gangguan Mental Gizi dan Kesehatan Mental: Konsep, Mekanisme, dan Keterkaitan Ketahanan Mental: Konsep dan Faktor Pendukung Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD Emosi Positif: Manfaat dan Contoh Hubungan Gizi dan Kesehatan Mental Konsep Ketahanan Mental Akademik Self-Care Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Mental Konsep Psikologi Positif
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna