
Hubungan Kesiapan Mental Ibu dengan Keberhasilan IMD
Pendahuluan
Kelahiran adalah momen krusial bagi ibu dan bayi, tidak hanya dari aspek fisik, tapi juga psikologis. Salah satu aspek penting dalam perawatan awal bayi adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu pemberian ASI pertama segera setelah lahir. Keberhasilan IMD tidak semata tergantung kondisi fisik ibu dan bayi, tetapi juga kesiapan mental ibu. Artikel ini membahas bagaimana kesiapan mental ibu hamil/bersalin berhubungan dengan keberhasilan IMD, faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan mental, dan peran tenaga kesehatan dalam mendukungnya.
Definisi Kesiapan Mental Ibu
Definisi secara umum
Kesiapan mental ibu merujuk pada kondisi psikologis, termasuk kesiapan emosional, keyakinan, ketenangan, dan pengetahuan, yang mempersiapkan ibu menghadapi proses persalinan, kelahiran, dan menyusui.
Definisi dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “mental” berarti hal-hal yang berkaitan dengan jiwa atau psikis, dan “kesiapan” berarti keadaan siap. Maka, kesiapan mental ibu dapat diartikan sebagai kesiapan psikis/jiwa seorang ibu untuk menghadapi persalinan dan perawatan bayi.
Definisi menurut para ahli
Berikut beberapa definisi kesiapan mental ibu menurut literatur ilmiah dan penelitian:
-
Menurut penelitian integratif oleh Wibowo (2023) dalam “Kesiapan mental ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan”, kesiapan mental ditentukan oleh pengetahuan ibu, dukungan keluarga, kematangan emosi, kondisi kesehatan, pengalaman masa lalu, dan perencanaan kehamilan. [Lihat sumber Disini - conference.trunojoyo.ac.id]
-
Definisi dalam penelitian oleh Sindi Ayu Sulis Febrianingrum (2024) di Puskesmas Gambirsari: kesiapan persalinan (termasuk mental) menunjukkan kemampuan ibu untuk menghadapi persalinan dengan tenang, percaya diri, dan tidak cemas. [Lihat sumber Disini - eprints.ukh.ac.id]
-
Dalam studi kualitatif “Edukasi pentingnya menghadapi psikologi ibu terhadap kesiapan fisik dan mental ibu dalam persiapan persalinan” (2024), kesiapan mental diartikan sebagai kondisi psikologis ibu (emosi, sikap, pengetahuan) yang telah dipersiapkan untuk persalinan. [Lihat sumber Disini - ojs.unisbar.ac.id]
-
Penelitian di Puskesmas Talang Betutu (2023) menunjukkan bahwa kesiapan mental, psikologis ibu berdampak pada keberhasilan menyusui bayi. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Dengan demikian, kesiapan mental ibu mencakup aspek kognitif (pengetahuan), afektif (emosi, kecemasan, ketenangan), dan motivasi/niat ibu dalam menghadapi persalinan dan menyusui.
Komponen Kesiapan Mental dalam Persalinan
Beberapa komponen yang umumnya termasuk dalam kesiapan mental ibu menjelang persalinan dan IMD antara lain:
-
Pengetahuan tentang proses persalinan, IMD, dan menyusui, ibu perlu tahu manfaat IMD, potensi kesulitan, dan cara menghadapi. Penelitian menunjukkan pengetahuan ibu penting untuk kesiapan menyusui. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
-
Kematangan emosional dan ketenangan, kesiapan menghadapi rasa sakit, kecemasan, ketidakpastian; ibu yang tenang lebih mampu menghadapi persalinan tanpa stres berlebih. [Lihat sumber Disini - eprints.ukh.ac.id]
-
Motivasi dan keyakinan terhadap menyusui dan IMD, motivasi ibu terbukti mempengaruhi “psychological capital” dan keberhasilan menyusui. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Dukungan sosial, dari pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan; dukungan ini membantu ibu merasa lebih aman dan yakin. [Lihat sumber Disini - conference.trunojoyo.ac.id]
-
Perencanaan kehamilan dan persalinan, kehamilan yang direncanakan dengan baik cenderung ibu lebih siap fisik dan psikologis. [Lihat sumber Disini - poltekkesjakarta3.ac.id]
-
Pengendalian stres dan teknik relaksasi, misalnya melalui senam hamil, yoga, atau edukasi antenatal sehingga ibu lebih siap mental. [Lihat sumber Disini - conference.trunojoyo.ac.id]
Faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Psikologis Ibu
Berdasarkan literatur dan penelitian di Indonesia:
-
Pengetahuan tentang kehamilan, persalinan, dan menyusui, ibu dengan pengetahuan lebih baik cenderung memiliki kesiapan lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - jurnal.untirta.ac.id]
-
Dukungan keluarga dan pasangan, ibu yang mendapatkan dukungan sosial menunjukkan tingkat kecemasan lebih rendah dan kesiapan lebih baik. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Keikutsertaan dalam penyuluhan antenatal atau kelas ibu hamil, penelitian menunjukkan keikutsertaan pada kelas ibu hamil berhubungan dengan kesiapan menghadapi persalinan. [Lihat sumber Disini - midwifery.jurnalsenior.com]
-
Emosi, kecemasan, dan pengalaman psikologis sebelumnya, ibu dengan kecemasan tinggi atau pengalaman traumatis bisa menurunkan kesiapan. [Lihat sumber Disini - conference.trunojoyo.ac.id]
-
Motivasi dan keyakinan ibu terhadap menyusui, ibu yang termotivasi punya psychological capital lebih tinggi dalam memberikan ASI. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Perencanaan kehamilan, kehamilan yang direncanakan membantu ibu lebih siap mental. [Lihat sumber Disini - poltekkesjakarta3.ac.id]
-
Kualitas intervensi dari tenaga kesehatan / penyuluhan antenatal, edukasi antenatal terbukti membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesiapan mental ibu sebelum persalinan. [Lihat sumber Disini - ojs.cahayamandalika.com]
Pengaruh Kesiapan Mental terhadap Respons Awal Bayi
Kesiapan mental ibu dapat mempengaruhi bagaimana ibu merespons bayi pada saat lahir, terutama dalam IMD dan kontak awal:
-
Ibu yang mentalnya siap cenderung lebih tenang, percaya diri, dan mampu merespons bayi dengan tepat, misalnya segera meletakkan bayi di dada, memulai menyusui. Ini mendukung keberhasilan IMD.
-
Ketika ibu merasa cemas atau takut, hal ini dapat menghambat inisiasi menyusui dini karena ibu mungkin ragu, gugup, atau tidak optimal dalam merespons bayi dengan sentuhan dan kontak kulit.
-
Kesiapan mental ibu juga dapat mempengaruhi bonding awal dengan bayi, ibu yang tenang dan percaya diri lebih mudah menjalin ikatan emosional segera setelah lahir.
Hubungan Kesiapan Mental dengan Kemampuan Menyusui Dini & Keberhasilan IMD
-
Studi di Surabaya (2021) menunjukkan ada hubungan signifikan antara kesiapan ibu (termasuk mental dan persiapan laktasi) dengan keberhasilan menyusui (termasuk kemungkinan IMD dan ASI eksklusif). [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
-
Penelitian di Puskesmas Talang Betutu (2023) menemukan bahwa kesiapan mental, psikologis ibu berkorelasi dengan keberhasilan menyusui bayi. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
-
“Psychological capital” ibu, yang dipengaruhi oleh motivasi, terbukti penting dalam mendukung keberhasilan menyusui selama masa nifas, termasuk keberlanjutan ASI. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
-
Selain itu, edukasi antenatal dan dukungan tenaga kesehatan juga berperan penting meningkatkan kesiapan mental dan memfasilitasi IMD. [Lihat sumber Disini - ojs.cahayamandalika.com]
Dengan demikian, kesiapan mental ibu bukan hanya faktor pendukung, melainkan prasyarat penting agar IMD dan pemberian ASI awal dapat berjalan dengan optimal.
Peran Tenaga Kesehatan dalam Pembentukan Kesiapan Mental Ibu
Tenaga kesehatan, dokter, bidan, perawat, memiliki peran krusial dalam membentuk kesiapan mental ibu:
-
Menyelenggarakan edukasi antenatal yang komprehensif, mencakup aspek fisik, proses persalinan, manfaat IMD, teknik menyusui, dan cara menghadapi kecemasan. Kajian literatur menunjukkan edukasi antenatal berpengaruh positif terhadap kesiapan psikologis ibu. [Lihat sumber Disini - ojs.cahayamandalika.com]
-
Memberikan dukungan psikososial, dengan komunikasi yang empatik, meyakinkan ibu, menjelaskan proses persalinan dan menyusui, serta melibatkan pasangan atau keluarga dalam edukasi. Dukungan ini terbukti menurunkan kecemasan ibu menjelang persalinan. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Mengadakan kelas ibu hamil / kelompok pendamping persalinan, agar ibu mendapat pengetahuan, praktik relaksasi, dan saling berbagi pengalaman dengan ibu lain. Keikutsertaan di kelas ibu hamil terbukti meningkatkan kesiapan mental. [Lihat sumber Disini - midwifery.jurnalsenior.com]
-
Memonitor dan mendampingi ibu sejak masa kehamilan sampai nifas, sehingga ibu merasa aman dan mendapat bimbingan dalam proses persalinan dan IMD. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan tenaga kesehatan berpengaruh pada keberhasilan menyusui. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
Hambatan yang Mengurangi Kesiapan Mental
Beberapa hambatan yang sering muncul dan mengurangi kesiapan mental ibu, antara lain:
-
Kurangnya pengetahuan mengenai persalinan, IMD, dan menyusui, sehingga ibu merasa ragu atau takut.
-
Kecemasan, stres, atau ketakutan terhadap persalinan, terutama bila pengalaman sebelumnya kurang baik, atau informasi kurang. [Lihat sumber Disini - conference.trunojoyo.ac.id]
-
Kurang dukungan sosial, dari pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan, membuat ibu merasa sendiri dan kurang percaya diri. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Tidak mengikuti edukasi antenatal atau kelas ibu hamil, sehingga ibu kurang persiapan psikologis dan teknis. [Lihat sumber Disini - midwifery.jurnalsenior.com]
-
Keterbatasan akses layanan kesehatan atau fasilitas antenatal, misalnya di daerah terpencil atau ibu dengan ekonomi rendah, yang bisa membuat persiapan kurang optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.mitrahusada.ac.id]
-
Motivasi rendah atau kurang keyakinan ibu terhadap menyusui/IMD, sehingga meskipun secara fisik memungkinkan, ibu kurang berinisiatif memulai IMD atau menyusui dini. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Dampak Kesiapan Mental terhadap Keberhasilan IMD
Bila kesiapan mental ibu terjaga, dengan pengetahuan cukup, motivasi baik, dukungan sosial, dan ketenangan, kemungkinan besar:
-
IMD dapat dilaksanakan segera setelah lahir, sehingga bayi mendapat ASI pertama lebih cepat, yang penting bagi kesehatan, sistem imun, dan ikatan emosional ibu-bayi.
-
Ibu lebih percaya diri dan mampu memulai menyusui dengan benar, serta mampu melanjutkan ASI secara eksklusif. Studi menunjukkan ibu dengan kesiapan lebih tinggi berpeluang lebih besar berhasil menyusui. [Lihat sumber Disini - e-journal.unair.ac.id]
-
Proses kelahiran dan menyusui lebih tenang dan minim stres serta komplikasi psikologis, ibu lebih siap menghadapi persalinan, pemulihan, dan tantangan awal menyusui. [Lihat sumber Disini - eprints.ukh.ac.id]
-
Terjalin bonding emosional lebih baik antara ibu dan bayi, karena ibu lebih responsif, lebih siap secara mental dan emosional pada menit-menit pertama setelah lahir.
Kesimpulan
Kesiapan mental ibu, yang mencakup pengetahuan, kematangan emosional, motivasi, dan dukungan, merupakan salah satu faktor krusial dalam keberhasilan IMD. Faktor-faktor seperti edukasi antenatal, dukungan keluarga dan tenaga kesehatan, perencanaan kehamilan, serta kelas ibu hamil berperan besar dalam membentuk kesiapan mental. Sebaliknya, kecemasan, kurangnya informasi, kurang dukungan sosial, atau motivasi rendah dapat menjadi hambatan serius. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi, pendampingan, dan dukungan psikologis pada masa kehamilan sangatlah penting, tidak hanya untuk mendukung keberhasilan IMD, tetapi juga untuk kesehatan ibu dan bayi secara keseluruhan.