Terakhir diperbarui: 10 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 10 December). Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/persepsi-ibu-terhadap-penggunaan-birth-ball-saat-persalinan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan - SumberAjar.com

Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Birth Ball saat Persalinan

Pendahuluan

Persalinan merupakan momen penting dan menantang dalam kehidupan seorang perempuan. Rasa nyeri, ketidaknyamanan fisik, kecemasan dan ketidakpastian terhadap proses persalinan sering kali menjadi beban tersendiri bagi ibu. Oleh karena itu, metode non-farmakologis untuk membantu mengelola rasa nyeri dan meningkatkan kenyamanan persalinan semakin mendapat perhatian, salah satunya adalah penggunaan “birth ball”. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi persepsi ibu terhadap penggunaan birth ball dalam persalinan, sekaligus membahas konsep, fungsi, keamanan, efektivitas, serta faktor-faktor yang memengaruhi penerimaannya. Dengan pemahaman ini, diharapkan tenaga kesehatan maupun calon ibu bisa mengambil keputusan lebih bijak dalam memilih metode persalinan yang nyaman, aman, dan sesuai kebutuhan.


Definisi Birth Ball

Definisi Birth Ball Secara Umum

Birth ball, dikenal pula dengan istilah birthing ball, gym ball, atau Swiss ball, adalah bola berongga dari bahan karet/ PVC yang dapat dikempiskan dan dipompa hingga mengembang. Bola ini biasanya digunakan sebagai alat bantuan terapi fisik, latihan kehamilan, hingga pendamping proses persalinan. Saat persalinan, ibu dapat duduk, bergoyang, berderak pinggul, atau bersandar pada bola untuk membantu posisi tubuh menjadi lebih nyaman dan mempermudah proses kelahiran. [Lihat sumber Disini - bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com]

Definisi Birth Ball dalam KBBI

Dalam kamus resmi seperti KBBI, “birth ball” belum secara spesifik tercantum sebagai entri tersendiri. Istilah “birth ball” lebih merupakan terminologi populer/praktik klinis modern daripada istilah baku bahasa Indonesia sehari-hari. Oleh karena itu, definisi birth ball dalam KBBI bisa dikategorikan sebagai “tidak tersedia secara eksplisit”. Namun konsepsi “bola terapi/latihan/persalinan” sebagai alat bantu kebidanan dapat dipahami sebagai adaptasi dari konsep umum bola latihan/terapi dalam bahasa Indonesia.

Definisi Birth Ball Menurut Para Ahli

Beberapa ahli dan penelitian mendefinisikan birth ball secara klinis sebagai berikut:

  • Menurut Yeung dkk., birth ball (birthing ball) adalah bola besar yang biasa berkisar diameter 55, 65 cm, digunakan sebagai metode non-farmakologis selama persalinan untuk membantu mobilitas ibu, memperbaiki posisi panggul, dan mendukung kenyamanan saat kontraksi. [Lihat sumber Disini - bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com]

  • Dalam penelitian oleh Ulfa (2021), birth ball dijelaskan sebagai alat yang memungkinkan ibu hamil melakukan gerakan fisik, duduk, berayun, mengayun, atau berdiri seimbang, sehingga otot panggul, otot punggung bawah, dan panggul mendapat dukungan sekaligus relaksasi selama persalinan. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]

  • Menurut Marsilia dkk. (2025), penggunaan birth ball membantu mengoptimalkan posisi janin dan tubuh ibu, meningkatkan aliran darah ke rahim/plasenta, serta memberikan dukungan pada paha, perineum, dan panggul, yang secara bersama membantu turunnya janin ke jalan lahir dengan lebih efisien. [Lihat sumber Disini - jab.ubr.ac.id]

  • Dalam tinjauan global, birth ball dianggap sebagai metode non-farmakologis yang mampu mendukung dimensi panggul, mobilitas ibu, dan posisi janin, sehingga berpotensi memperlancar persalinan. [Lihat sumber Disini - bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com]

Dengan demikian, birth ball bukan sekadar bola latihan biasa, melainkan alat bantu persalinan dengan tujuan mendukung mobilitas, posisi optimal, kenyamanan ibu, dan potensi percepatan proses persalinan.


Konsep dan Fungsi Birth Ball dalam Persalinan

Penggunaan birth ball dalam persalinan berangkat dari konsep bahwa perubahan posisi tubuh dan gerakan ringan bisa memengaruhi proses persalinan, khususnya dalam fase aktif kala I. Fungsi utama birth ball antara lain:

  • Meningkatkan kenyamanan ibu: Duduk, bergoyang, atau bersandar pada birth ball dapat mengurangi tekanan pada punggung bawah, panggul, dan tulang ekor (tailbone), sehingga membantu meredakan rasa sakit kontraksi dan menambah kenyamanan fisik. [Lihat sumber Disini - health.clevelandclinic.org]

  • Mendukung mobilitas panggul dan postur tubuh: Pergerakan pinggul, ayunan, dan perubahan posisi membantu memperlebar dimensi panggul, memberi ruang bagi kepala janin, serta mendukung posisi janin yang optimal untuk memasuki jalan lahir. [Lihat sumber Disini - bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com]

  • Mengoptimalkan posisi janin dan percepatan persalinan: Gerakan yang dilakukan saat memakai birth ball bisa membantu janin “turun” ke panggul dan memfasilitasi dilatasi serviks, sehingga mempercepat kemajuan persalinan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Manajemen nyeri non-farmakologis: Birth ball menyediakan alternatif terhadap analgesia farmakologis, membantu mengurangi intensitas nyeri melalui gerakan, gravitasi, dan relaksasi otot panggul/punggung. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Memberi rasa kontrol dan kenyamanan psikologis: Dengan mobilitas dan kenyamanan yang meningkat, ibu bisa merasa lebih “aktif” dalam proses persalinan, membantu mengurangi kecemasan dan ketidaknyamanan mental, bukan sekadar menjadi objek pasif persalinan. [Lihat sumber Disini - bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com]

Dengan demikian, birth ball berperan sebagai alat bantu holistik, bukan hanya fisik, tetapi juga psikologis, dalam mendukung persalinan yang lebih nyaman, efisien, dan positif.


Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Birth Ball

Tingkat pengetahuan ibu terhadap birth ball bervariasi tergantung akses informasi, edukasi antenatal, dan paparan terhadap praktik kebidanan modern. Beberapa poin yang sering muncul:

  • Dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan birth ball, ibu melaporkan peningkatan pengetahuan tentang cara menggunakan birth ball, manfaatnya untuk nyeri dan kemajuan persalinan, serta pentingnya posisi dan gerakan yang benar. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

  • Ibu yang belum mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan atau kelas persalinan sering kurang familier dengan istilah dan manfaat birth ball, menganggap persalinan hanyalah menunggu proses alamiah tanpa banyak alternatif non-farmakologis. Sehingga, tanpa edukasi, birth ball bisa dianggap “kurang penting” atau “tidak perlu”.

  • Pengetahuan ibu juga dipengaruhi oleh pengalaman pribadi atau pengalaman teman/keluarga, jika seseorang atau orang dekat menggunakan birth ball dan merasakan manfaat, kemungkinan besar persepsi positif akan terbentuk. Sebaliknya, tanpa pengalaman maupun informasi, birth ball bisa dianggap sebagai “alat tambahan yang tidak wajib”.

  • Di beberapa penelitian di Indonesia, fasilitas antenatal dan penyuluhan oleh bidan/tenaga kesehatan terbukti membantu meningkatkan penerimaan dan pengetahuan ibu tentang birth ball dan manfaatnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

Jadi, tingkat pengetahuan ibu sangat bergantung pada akses informasi, edukasi antenatal, dan dukungan tenaga kesehatan. Tanpa edukasi, manfaat birth ball berisiko kurang dimengerti oleh calon ibu.


Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Ibu terhadap Birth Ball

Beberapa faktor kunci memengaruhi bagaimana ibu memandang dan memutuskan menggunakan birth ball:

  • Edukasi dan informasi dari tenaga kesehatan / kelas antenatal: Bila bidan atau tenaga medis menjelaskan manfaat, cara, dan keamanan birth ball, ibu cenderung lebih menerima dan bersedia mencoba. Tanpa edukasi, persepsi bisa negatif atau apatis.

  • Pengalaman atau cerita sebelumnya (personal atau dari orang lain): Ibu yang mendengar pengalaman positif dari wanita lain, misalnya berhasil mengurangi nyeri atau mempercepat persalinan, lebih tertarik untuk menggunakan birth ball. Sebaliknya, pengalaman negatif atau kurang informasi → minder mencoba.

  • Budaya dan kepercayaan lokal terhadap persalinan: Di beberapa komunitas, persalinan masih dipandang sebagai proses “alami” yang tidak perlu alat tambahan. Persepsi bahwa persalinan “makin alami makin baik” bisa menghambat adopsi birth ball.

  • Ketersediaan fasilitas dan alat di tempat bersalin: Bila fasilitas persalinan (klinik, rumah sakit, bidan) menyediakan birth ball dan mendukung penggunaannya, ibu lebih mudah mengaksesnya. Tapi kalau tidak tersedia → ibu cenderung tidak mempertimbangkan.

  • Tingkat kenyamanan dan rasa aman ibu: Bila ibu merasa nyaman, didampingi tenaga kesehatan yang kompeten dan lingkungan persalinan aman → persepsi positif akan muncul. Sebaliknya, rasa takut jatuh, kurang pengetahuan cara penggunaan, atau kekhawatiran keamanan bisa menimbulkan persepsi negatif.

  • Pengaruh tenaga kesehatan dan pendamping persalinan: Dukungan, baik opini positif maupun negatif, dari bidan, dokter, suami/keluarga, atau teman bisa sangat mempengaruhi keputusan ibu dalam menerima atau menolak birth ball.

Faktor-faktor ini saling berinteraksi dan membentuk persepsi ibu secara kompleks terhadap birth ball.


Keamanan dan Efektivitas Birth Ball

Keamanan dan efektivitas menjadi dua aspek penting yang sering dipertimbangkan baik oleh ibu maupun tenaga kesehatan sebelum merekomendasikan birth ball.

Efektivitas:

  • Banyak penelitian menunjukkan bahwa birth ball efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan pada fase aktif kala I. Misalnya, penelitian kuasi-eksperimen menunjukkan penurunan nyeri signifikan setelah intervensi birth ball, dari nyeri sedang/berat menjadi ringan atau sedang. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]

  • Penggunaan birth ball juga berkorelasi dengan percepatan kemajuan persalinan, dilatasi serviks lebih cepat, kepala janin lebih cepat turun, serta waktu persalinan keseluruhan lebih pendek dibanding kelompok tanpa birth ball. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Sebuah meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa birth ball secara signifikan dapat menurunkan tingkat operasi Caesar, mengurangi skor nyeri, dan memperpendek durasi fase pertama persalinan. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

Keamanan:

Dengan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa birth ball relatif aman dan efektif sebagai metoda bantu persalinan, terutama dalam manajemen nyeri dan percepatan proses persalinan, asalkan digunakan dengan benar dan dalam kondisi kehamilan/ persalinan yang sesuai.


Dukungan Tenaga Kesehatan dalam Penggunaan Birth Ball

Peran tenaga kesehatan (bidan, dokter, perawat) sangat krusial dalam implementasi birth ball, baik dari sisi edukasi, penyediaan fasilitas, maupun pendampingan praktis:

  • Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi antenatal, mengenalkan birth ball, manfaat, cara penggunaan, dan petunjuk keamanan, sehingga ibu mendapat informasi memadai sebelum persalinan. Banyak studi menyebut bahwa pelatihan birth ball kepada ibu hamil berhasil meningkatkan penerimaan dan pengetahuan mereka terhadap metode ini. [Lihat sumber Disini - jurnal.unismuhpalu.ac.id]

  • Tenaga kesehatan juga harus proaktif menyediakan alat (birth ball) di ruang bersalin, serta mendampingi ibu saat persalinan agar penggunaan aman dan optimal, menjaga keseimbangan, membantu posisi tubuh, serta memastikan ibu merasa nyaman dan aman.

  • Dalam praktik klinis, birth ball sering dijadikan bagian dari metode non-farmakologis dalam manajemen nyeri, tenaga kesehatan dapat mengintegrasikannya dalam protokol persalinan, terutama untuk ibu low-risk atau yang menginginkan persalinan alami dengan sedikit intervensi. [Lihat sumber Disini - bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com]

  • Namun, implementasi bisa limitada jika tenaga kesehatan tidak cukup paham manfaat atau cara penggunaan, bisa timbul resistensi atau ketidaktertarikan untuk merekomendasikan birth ball, membuat ibu kehilangan kesempatan mendapatkan manfaatnya.

Dengan dukungan yang baik dari tenaga kesehatan, birth ball bisa menjadi alat bantu persalinan yang efektif, aman, dan diterima dengan baik oleh ibu.


Pengaruh Persepsi terhadap Penggunaan Birth Ball

Persepsi ibu terhadap birth ball, positif, netral, atau negatif, berpengaruh besar terhadap apakah birth ball akan digunakan dalam persalinan:

  • Ibu dengan persepsi positif terhadap birth ball (setelah mendapat edukasi atau mendengar pengalaman orang lain) lebih cenderung meminta penggunaan birth ball ketika persalinan, atau bersedia mencoba ketika bidan menawarkan.

  • Sebaliknya, ibu dengan persepsi netral atau negatif, misalnya karena kurang informasi, rasa takut, atau budaya persalinan tradisional, mungkin menolak birth ball, sehingga metode ini tidak pernah dipertimbangkan.

  • Persepsi juga bisa dipengaruhi oleh dukungan lingkungan, pasangan, keluarga, tenaga kesehatan, teman, yang menjelaskan manfaat dan mendampingi proses. Bila dukungan kuat → persepsi positif; jika dukungan minim → persepsi bisa negatif atau ragu.

  • Dengan persepsi positif + dukungan + informasi benar, penggunaan birth ball bisa meningkat, yang berpotensi membawa manfaat nyata dalam kenyamanan, manajemen nyeri, dan kelancaran persalinan.

Dengan demikian, persepsi ibu berperan sebagai penentu utama adopsi birth ball dalam persalinan.


Dampak Birth Ball terhadap Manajemen Nyeri dan Proses Persalinan

Berdasarkan literatur ilmiah terkini (termasuk tahun 2021, 2025), dampak penggunaan birth ball terhadap manajemen nyeri dan proses persalinan cukup signifikan:

  • Beberapa penelitian di Indonesia dan luar negeri menunjukkan bahwa birth ball secara konsisten mengurangi intensitas nyeri persalinan pada fase aktif kala I. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]

  • Selain itu, birth ball dilaporkan mempercepat dilatasi serviks, mempercepat penurunan kepala janin, serta memperpendek durasi persalinan, sehingga dapat mengurangi risiko partus lama dan komplikasi. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Banyak ibu melaporkan rasa nyaman, berkurangnya kecemasan, dan perasaan kontrol yang lebih baik selama persalinan ketika menggunakan birth ball, yang berdampak positif pada pengalaman persalinan secara keseluruhan. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Dalam meta-analisis terkini juga ditemukan bahwa penggunaan birth ball dapat menurunkan kemungkinan persalinan melalui operasi Caesar, sebagai indikator hasil persalinan yang lebih “alami” dan minim intervensi. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]

Dengan demikian, birth ball bukan sekadar alat bantu kenyamanan, melainkan intervensi non-farmakologis yang terbukti secara ilmiah memberi manfaat nyata dalam manajemen nyeri dan percepatan persalinan, terutama untuk ibu dengan kehamilan low-risk yang menginginkan persalinan alami.


Kesimpulan

Birth ball, sebagai bola terapi/fisik yang diadaptasi untuk persalinan, memiliki fungsi penting: memberikan kenyamanan, mendukung posisi dan mobilitas ibu, membantu posisi janin dan kemajuan persalinan, serta sebagai metode non-farmakologis untuk manajemen nyeri.

Tingkat pengetahuan dan persepsi ibu terhadap birth ball sangat menentukan apakah metode ini diterima dan digunakan. Faktor seperti edukasi antenatal, dukungan tenaga kesehatan, pengalaman sebelumnya, serta budaya dan dukungan lingkungan memainkan peran besar dalam membentuk persepsi tersebut.

Berdasarkan bukti dari penelitian ilmiah (termasuk dari 2021, 2025), birth ball terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan, mempercepat dilatasi serviks dan penurunan kepala janin, memperpendek durasi persalinan, serta meningkatkan rasa nyaman dan kepuasan ibu. Dengan pendampingan tenaga kesehatan yang baik dan edukasi yang tepat, birth ball bisa menjadi pilihan aman dan efektif bagi ibu hamil, terutama mereka yang menginginkan persalinan normal dan minim intervensi.

Karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk aktif mendorong edukasi dan menyediakan fasilitas birth ball di layanan kebidanan, serta bagi ibu hamil untuk mempertimbangkan birth ball sebagai alternatif dalam persalinan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Birth ball adalah bola latihan yang digunakan untuk membantu ibu bersalin mengurangi nyeri, memperbaiki posisi panggul, dan mendukung kemajuan persalinan melalui gerakan dan postur tertentu.

Manfaat birth ball meliputi pengurangan nyeri, meningkatkan kenyamanan, mempercepat dilatasi serviks, membantu penurunan kepala janin, serta meningkatkan relaksasi dan kontrol ibu selama persalinan.

Birth ball aman digunakan selama persalinan apabila dipakai dengan ukuran yang sesuai, dalam kondisi stabil, serta di bawah pengawasan tenaga kesehatan untuk menghindari risiko jatuh atau salah posisi.

Persepsi ibu dipengaruhi oleh edukasi antenatal, pengalaman pribadi, dukungan tenaga kesehatan, budaya persalinan, kenyamanan, serta ketersediaan fasilitas birth ball di tempat bersalin.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan birth ball dapat mempercepat kemajuan persalinan, membantu penurunan kepala janin, serta memperpendek durasi fase pertama persalinan.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Normal Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Persepsi Ibu terhadap Persalinan Operatif Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Persepsi Ibu Hamil terhadap Induksi Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Pengetahuan Ibu tentang Risiko Persalinan Lama Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Kesiapan Persalinan Normal: Konsep, Indikator, dan Kesiapan Ibu Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Nyeri Persalinan: Jenis dan Penanganan Persepsi Ibu Hamil tentang Persalinan di Fasilitas Kesehatan Persepsi Ibu Hamil tentang Persalinan di Fasilitas Kesehatan Pengaruh Edukasi Prenatal terhadap Pengurangan Ketakutan Persalinan Pengaruh Edukasi Prenatal terhadap Pengurangan Ketakutan Persalinan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan Pengetahuan Ibu tentang Komplikasi Persalinan  Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Metode Persalinan Ketakutan Menghadapi Proses Melahirkan Ketakutan Menghadapi Proses Melahirkan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Komplikasi Persalinan: Konsep, Faktor Risiko, dan Pencegahan Ketakutan Menghadapi Persalinan: Konsep, Faktor Psikologis, dan Dukungan Ketakutan Menghadapi Persalinan: Konsep, Faktor Psikologis, dan Dukungan Body Awareness pada Ibu Bersalin Body Awareness pada Ibu Bersalin Pendidikan Ibu dan Metode Persalinan: Konsep, Pilihan, dan Implikasi Pendidikan Ibu dan Metode Persalinan: Konsep, Pilihan, dan Implikasi Persepsi Induksi Persalinan: Konsep, Kesiapan Ibu, dan Pertimbangan Persepsi Induksi Persalinan: Konsep, Kesiapan Ibu, dan Pertimbangan Pengetahuan Ibu tentang Tanda Persalinan Sungsang Pengetahuan Ibu tentang Tanda Persalinan Sungsang Nyeri Persalinan: Konsep, Karakteristik, dan Penatalaksanaan Nyeri Persalinan: Konsep, Karakteristik, dan Penatalaksanaan Persepsi Persalinan di Fasilitas Kesehatan: Konsep, Kepercayaan, dan Pilihan Persepsi Persalinan di Fasilitas Kesehatan: Konsep, Kepercayaan, dan Pilihan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ