
Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan
Pendahuluan
Literasi keuangan merupakan suatu kompetensi penting yang tidak hanya berdampak pada kualitas pengelolaan uang individu, tetapi juga berkontribusi besar terhadap kesejahteraan ekonomi di tingkat rumah tangga maupun masyarakat luas. Di era ekonomi modern saat ini, kompleksitas produk keuangan, kemudahan akses layanan digital, dan makin berkembangnya teknologi finansial mengharuskan setiap individu memiliki kemampuan untuk memahami serta menggunakan informasi keuangan secara efektif guna membuat keputusan finansial yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan finansial ini menjadi semakin relevan terutama di tengah tekanan inflasi, pilihan instrumen investasi yang beragam, serta risiko kesalahan pengambilan keputusan finansial yang dapat berujung pada beban finansial di masa depan. Penelitian-penelitian baru menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kemampuan seseorang dalam menabung, mengatur konsumsi, dan mengambil keputusan investasi yang rasional dalam kehidupan mereka. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Definisi Literasi Keuangan
Definisi Literasi Keuangan Secara Umum
Secara umum, literasi keuangan merujuk pada pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memungkinkan seseorang untuk memahami dan menggunakan informasi serta alat keuangan untuk membuat keputusan keuangan yang bijak. Definisi ini mencakup penguasaan konsep dasar seperti anggaran, tabungan, investasi, utang, dan perencanaan pensiun agar dapat mengoptimalkan kesejahteraan finansial individu. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
Definisi Literasi Keuangan dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi berarti kemampuan membaca, menulis, menghitung, sehingga literasi keuangan secara istilah mengacu pada kemampuan menguasai informasi dan keterampilan dalam pengelolaan uang dan pemahaman terhadap berbagai aspek keuangan. Terminologi ini merujuk pada wawasan yang lebih luas tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan uang serta konsekuensi keputusan finansial yang diambil. ([Lihat sumber Disini - ejournal.undiksha.ac.id])
Definisi Literasi Keuangan Menurut Para Ahli
-
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)
Literasi keuangan adalah kombinasi antara pengetahuan, keterampilan, kesadaran, dan sikap yang diperlukan untuk membuat keputusan finansial yang tepat dan memaksimalkan kesejahteraan finansial seseorang sepanjang hidupnya. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com]) -
Lusardi & Mitchell (2014)
Financial literacy didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, serta menerapkan informasi finansial dalam pengambilan keputusan sehari-hari untuk mencapai tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - acr-journal.com]) -
Remund (2010)
Financial literacy mencakup empat kategori: pengetahuan konsep keuangan, kemampuan mengelola keuangan pribadi, keterampilan pengambilan keputusan, dan kepercayaan diri dalam perencanaan keuangan masa depan. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com]) -
Astini (2022)
Literasi keuangan merupakan pemahaman tentang konsep-konsep dasar keuangan yang memungkinkan seseorang untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan keuangannya. ([Lihat sumber Disini - ejournal.ust.ac.id])
Dimensi Literasi Keuangan
Literasi keuangan tidak hanya dilihat sebagai satu kemampuan tunggal, tetapi terdiri dari beberapa dimensi yang saling berkaitan dan membentuk fondasi pemikiran finansial seseorang.
1. Pengetahuan Keuangan
Dimensi ini mencakup pemahaman terhadap konsep dasar seperti inflasi, suku bunga, anggaran, jenis instrumen keuangan, prinsip investasi, serta mekanisme bunga majemuk. Pengetahuan ini membantu individu mengenali berbagai instrumen finansial yang tersedia serta memahami risiko dan manfaat setiap pilihan yang ada. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
2. Keterampilan Mengelola Keuangan
Selain pengetahuan, keterampilan praktis dalam mengelola anggaran, menabung, memilih produk keuangan dan mengatur utang adalah bagian penting yang menentukan kemampuan seseorang dalam menerapkan wawasan finansial ke dalam tindakan nyata. ([Lihat sumber Disini - link.springer.com])
3. Sikap dan Kesadaran Finansial
Kesadaran finansial melibatkan keyakinan diri dalam menggunakan pengetahuan finansial, kesadaran akan konsekuensi dari setiap keputusan finansial, serta sikap disiplin dalam merencanakan masa depan seperti menabung untuk pensiun atau menghadapi keadaan darurat. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
4. Perilaku Finansial
Dimensi perilaku keuangan mencakup bagaimana seseorang benar-benar bertindak dalam situasi finansial, termasuk kebiasaan menabung, alokasi pengeluaran, strategi pembelian, hingga keputusan investasi jangka panjang. Sebuah studi menunjukkan bahwa literasi keuangan berkorelasi positif dengan perilaku pengelolaan keuangan yang sehat, seperti kecenderungan menabung lebih tinggi dan konsumsi yang terkendali. ([Lihat sumber Disini - risetpress.com])
Faktor yang Mempengaruhi Literasi Keuangan
Literasi keuangan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bersifat internal maupun eksternal.
1. Tingkat Pendidikan
Pendidikan formal memiliki peran besar dalam membekali individu dengan pengetahuan dasar finansial yang nantinya dapat dikembangkan melalui pengalaman dan pembelajaran mandiri. Studi empiris menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tinggi cenderung berkorelasi dengan tingkat literasi keuangan yang lebih baik. ([Lihat sumber Disini - link.springer.com])
2. Akses Informasi dan Teknologi
Kemajuan teknologi, khususnya layanan finansial digital dan fintech, telah membuka akses informasi yang lebih luas, namun juga menghadirkan kompleksitas baru bagi individu yang belum mempunyai literasi dasar yang kuat. Penelitian menunjukkan bahwa digital literacy juga mempengaruhi perilaku finansial, terutama di kalangan generasi muda. ([Lihat sumber Disini - ejournal.uksw.edu])
3. Pengalaman Praktis dan Lingkungan Sosial
Paparan terhadap aktivitas ekonomi dalam keluarga atau komunitas, pengalaman pribadi dalam investasi atau pengelolaan anggaran, serta dukungan dari lingkungan sosial turut membentuk kemampuan literasi keuangan seseorang. ([Lihat sumber Disini - link.springer.com])
4. Faktor Psikologis
Atribut psikologis seperti self-efficacy (kepercayaan diri dalam kemampuan finansial), attitude terhadap risiko, dan kecenderungan perilaku konsumtif juga berpengaruh pada sejauh mana seseorang menerapkan literasi keuangannya secara efektif di kehidupan nyata. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Literasi Keuangan dan Perilaku Keuangan
Studi-studi akademik menunjukkan hubungan yang kuat antara literasi keuangan dan perilaku finansial nyata. Individu yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi cenderung memiliki kebiasaan menabung yang baik, pengelolaan anggaran yang efektif, dan kecenderungan untuk membuat keputusan investasi serta konsumsi yang lebih rasional. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
Penelitian empiris di Indonesia, misalnya adapun studi yang menunjukkan rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia, menyatakan bahwa hanya sebagian kecil populasi yang memahami konsep dasar finansial dengan baik sehingga berdampak pada perilaku konsumtif atau pengelolaan utang yang kurang efektif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])
Selain itu, literasi keuangan yang baik dikaitkan dengan perilaku pengambilan keputusan finansial yang lebih bijak pada kalangan pelajar dan mahasiswa, termasuk pemilihan sumber pembiayaan pendidikan, strategi menabung, dan pengelolaan pengeluaran harian. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Literasi Keuangan dan Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan finansial adalah salah satu aspek penting dari aplikasi literasi keuangan di kehidupan nyata. Kemampuan menilai risiko, memilih produk investasi, menentukan portofolio finansial pribadi, serta memutuskan kapan harus menabung atau meminjam merupakan keputusan yang memiliki dampak langsung pada kesejahteraan finansial seseorang.
Menurut literatur internasional, individu yang memiliki literasi finansial lebih baik mampu membuat keputusan investasi yang lebih optimal serta merencanakan masa depan finansial mereka dengan lebih efektif. ([Lihat sumber Disini - acr-journal.com])
Namun, beberapa penelitian juga menyoroti bahwa tingkat literasi saja tidak selalu menjamin keputusan yang sepenuhnya rasional, karena faktor psikologis seperti bias kognitif (misalnya overconfidence) dapat memengaruhi cara seseorang menerapkan pengetahuan finansial dalam pengambilan keputusan nyata. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Peran Literasi Keuangan dalam Kesejahteraan Finansial
Literasi keuangan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan finansial individu dan masyarakat:
1. Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Dengan literasi yang kuat, individu dapat membuat perencanaan jangka panjang yang mencakup tabungan darurat, investasi, serta persiapan pensiun. Hal ini dapat mengurangi risiko kesulitan finansial di masa depan.
2. Perlindungan terhadap Risiko Keuangan
Pemahaman tentang asuransi, diversifikasi investasi, dan strategi perlindungan risiko dapat meminimalisir kerugian akibat kejadian tak terduga.
3. Peningkatan Kemandirian Finansial
Literasi keuangan mampu meningkatkan kemandirian seseorang dalam mengatur arus kas pribadi, memahami produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, serta menghindari jebakan utang konsumtif. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])
4. Kontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Sekumpulan individu yang literat finansial secara kolektif akan menciptakan masyarakat yang lebih stabil secara ekonomi, berinvestasi secara bijak, dan mampu beradaptasi terhadap dinamika ekonomi global. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])
Kesimpulan
Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam kehidupan finansial individu maupun masyarakat. Melalui pemahaman yang mendalam tentang konsep dan keterampilan finansial, serta kemampuan untuk menerapkannya dalam perilaku sehari-hari, seseorang dapat membuat keputusan finansial yang lebih baik dan strategis. Literatur menunjukkan bahwa literasi finansial tidak hanya meningkatkan perilaku positif seperti pengelolaan anggaran dan investasi, tetapi juga berkontribusi dalam perencanaan jangka panjang yang berdampak pada kesejahteraan hidup secara keseluruhan. Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan harus menjadi prioritas di berbagai lapisan masyarakat melalui pendidikan, kebijakan publik, dan program peningkatan kompetensi finansial yang berkelanjutan.