
Financial Literacy: Konsep, Tingkat Literasi, dan Pengambilan Keputusan
Pendahuluan
Financial literacy atau literasi keuangan merupakan kompetensi fundamental dalam era modern yang serba kompleks dan penuh pilihan finansial. Literasi keuangan tidak hanya mencakup pengetahuan terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga melibatkan kemampuan seseorang dalam menerapkan pengetahuan tersebut untuk membuat keputusan yang efektif dan tepat dalam berbagai kondisi ekonomi. Dalam konteks global maupun Indonesia, literasi keuangan menjadi faktor kunci agar individu mampu bertindak rasional di tengah ketidakpastian ekonomi, menghadapi risiko keuangan, serta mengoptimalkan kesejahteraan finansialnya dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam dekade terakhir, perhatian terhadap literasi keuangan meningkat di berbagai negara karena perannya yang signifikan dalam upaya pengembangan inklusi keuangan, pengurangan kesalahan pengambilan keputusan finansial, serta peningkatan stabilitas ekonomi individu dan rumah tangga. Studi empiris mengindikasikan bahwa tingkat literasi keuangan yang rendah dapat berujung pada perilaku konsumtif, keputusan investasi yang buruk, dan kecenderungan utang yang merugikan (OECD/INFE dan peneliti lainnya). ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])
Definisi Financial Literacy
Definisi Financial Literacy Secara Umum
Financial literacy secara umum didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan konsep-konsep dasar keuangan dalam kehidupan sehari-hari, serta menerapkan keterampilan tersebut dalam pengambilan keputusan finansial. Literasi keuangan mencakup pemahaman terhadap pengelolaan uang, pengetahuan tentang produk dan layanan keuangan, serta kemampuan untuk merencanakan masa depan finansial dengan bijak. Definisi ini mencerminkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan aplikasi dalam konteks nyata, sehingga individu dapat mengelola pendapatan, menabung, berinvestasi, dan menghadapi risiko keuangan dengan efektif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.bisnislombok.ac.id])
Definisi Financial Literacy dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi keuangan atau financial literacy diartikan sebagai kemampuan untuk memahami informasi yang terkait dengan keuangan dan mampu menggunakannya untuk membuat keputusan yang tepat. KBBI menekankan bahwa kemampuan ini meliputi pemahaman terhadap istilah dan konsep finansial yang sering digunakan dalam perencanaan keuangan seperti anggaran, tabungan, investasi, serta pengelolaan risiko. Catatan: meskipun KBBI sendiri tidak memiliki entri panjang tentang terminologi ini, pengertian umum ini biasanya direferensikan dari sumber KBBI yang resmi online. ([Lihat sumber Disini - jurnal.bisnislombok.ac.id])
Definisi Financial Literacy Menurut Para Ahli
-
Lusardi & Mitchell (2014) mendefinisikan literasi keuangan sebagai kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menerapkan informasi yang relevan sehingga mampu membuat keputusan keuangan yang efektif dalam berbagai konteks ekonominya. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])
-
OECD/INFE (2018) menjelaskan literasi keuangan sebagai pengetahuan dan pemahaman atas konsep serta risiko keuangan, disertai keterampilan, motivasi, dan keyakinan yang diperlukan untuk menerapkannya dalam pengambilan keputusan keuangan yang efektif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])
-
Garman & Forgue (2011) mendefinisikan literasi keuangan sebagai pengetahuan tentang fakta, konsep, prinsip, dan alat teknologi keuangan yang mendasari penggunaan uang secara cerdas dan efektif. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])
-
Kiyosaki (2008) menyatakan literasi keuangan sebagai kemampuan untuk membaca dan memahami aspek-aspek yang berhubungan dengan berbagai masalah finansial serta penggunaan uang pada berbagai kondisi kehidupan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])
Dimensi dan Tingkat Literasi Keuangan
Literasi keuangan terdiri dari beberapa dimensi utama yang sering digunakan dalam penelitian akademik untuk mengukur tingkat literasi seseorang:
-
Pengetahuan Keuangan (Financial Knowledge)
Ini merujuk pada pemahaman terhadap istilah, konsep, dan prinsip dasar dalam dunia keuangan seperti pengelolaan anggaran, tabungan, investasi, risiko, dan produk keuangan lainnya. Individu dengan pengetahuan keuangan yang baik cenderung memahami perbedaan antara instrumen simpanan, investasi, dan risiko kredit yang berbeda. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net]) -
Sikap Keuangan (Financial Attitude)
Dimensi ini menggambarkan pola pikir, nilai, dan persepsi seseorang terhadap uang dan keputusan keuangan. Sikap finansial mencakup kedisiplinan, preferensi terhadap risiko, serta orientasi pada jangka panjang yang mempengaruhi perilaku pengelolaan dana. ([Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id]) -
Perilaku Keuangan (Financial Behavior)
Dimensi ini mencerminkan praktik nyata seseorang dalam mengelola keuangan seperti cara menyusun anggaran, menabung secara rutin, berinvestasi, dan mengambil keputusan pinjaman atau kredit. Perilaku ini menjadi indikator kuat bagaimana literasi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi ini saling berkaitan: pengetahuan memengaruhi sikap, sikap mendorong perilaku yang kemudian tercermin dalam keputusan finansial yang diambil individu. Tingkat literasi keuangan yang tinggi umumnya ditandai oleh keseimbangan yang baik antara ketiga dimensi tersebut. ([Lihat sumber Disini - lib.ui.ac.id])
Faktor yang Mempengaruhi Literasi Keuangan
Beberapa faktor berkontribusi terhadap tingkat literasi keuangan seseorang, yang dibuktikan dalam berbagai studi akademik:
-
Jenis Kelamin, usia, dan tingkat pendidikan
Faktor demografis seperti ini memengaruhi tingkat pemahaman finansial dan kecenderungan seseorang untuk mempelajari informasi mengenai keuangan. ([Lihat sumber Disini - journalkeberlanjutan.com]) -
Pendapatan dan status sosial ekonomi
Pendapatan rumah tangga dan status pekerjaan terkait dengan kemampuan individu untuk mengakses sumber daya pendidikan finansial dan produk keuangan. ([Lihat sumber Disini - journalkeberlanjutan.com]) -
Pengaruh keluarga dan lingkungan awal
Pendidikan finansial sejak dini dari lingkungan keluarga terbukti meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan dan perilaku finansial yang lebih baik di masa dewasa. Studi menunjukkan hubungan positif antara edukasi keluarga dan literasi individual. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net]) -
Akses terhadap teknologi dan informasi digital
Dalam era digital, akses terhadap platform edukasi online, aplikasi finansial, serta kemudahan memperoleh informasi keuangan turut memengaruhi literasi keuangan generasi muda. ([Lihat sumber Disini - jurnal.umsu.ac.id])
Financial Literacy dan Perilaku Keuangan
Literasi keuangan tidak hanya berhubungan dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga secara langsung memengaruhi perilaku finansial seseorang dalam kehidupan nyata. Individu yang memiliki literasi yang lebih tinggi cenderung lebih bijak dalam membuat anggaran, menabung secara disiplin, menghindari utang konsumtif yang merugikan, serta merencanakan masa pensiun sejak dini. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])
Penelitian empiris di Indonesia juga menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan, termasuk dalam membuat keputusan investasi dan pengelolaan risiko. ([Lihat sumber Disini - jurnal.darmajaya.ac.id])
Literasi Keuangan dan Pengambilan Keputusan
Sebuah aspek penting dalam literasi keuangan adalah perannya dalam proses pengambilan keputusan finansial. Individu dengan literasi tinggi mampu menimbang berbagai alternatif pilihan keuangan, memahami konsekuensi dari setiap keputusan seperti tabungan jangka panjang versus konsumsi saat ini, serta menerapkan strategi yang efektif dalam menghadapi risiko keuangan. ([Lihat sumber Disini - journal.unesa.ac.id])
Empiris menunjukkan bahwa literasi keuangan berkorelasi dengan keputusan investasi yang lebih bijak, alokasi sumber daya keuangan yang efisien, serta kemampuan dalam mengelola beban utang yang berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.stiepena.ac.id])
Peran Financial Literacy dalam Kesejahteraan Finansial
Peran literasi keuangan tidak berhenti pada pengambilan keputusan saja; literasi ini juga merupakan determinan penting dalam mencapai kesejahteraan finansial jangka panjang. Kesejahteraan finansial mencakup kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini, merencanakan masa depan, serta menghadapi risiko keuangan tak terduga tanpa menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan.
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki kemampuan literasi finansial yang berkembang cenderung memiliki stabilitas finansial yang lebih tinggi, risiko utang yang lebih rendah, serta kapasitas lebih besar dalam investasi produktif dibandingkan mereka yang memiliki literasi rendah. ([Lihat sumber Disini - journal.unnes.ac.id])
Kesimpulan
Financial literacy adalah kemampuan komprehensif yang mencakup pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan yang diterapkan dalam konteks kehidupan nyata. Literasi keuangan dipengaruhi oleh demografis, pendidikan, akses informasi, dan lingkungan sosial. Individu dengan literasi finansial yang tinggi cenderung membuat keputusan finansial yang lebih tepat dan efektif, yang pada gilirannya berkontribusi pada kesejahteraan finansial jangka panjang. Dengan demikian, literasi keuangan menjadi landasan penting dalam pembangunan kapasitas finansial individu dan masyarakat secara luas.