Terakhir diperbarui: 19 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 19 January). Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu. SumberAjar. Retrieved 19 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/perilaku-keuangan-konsep-psikologi-keuangan-dan-keputusan-individu  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu - SumberAjar.com

Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu

Pendahuluan

Perilaku keuangan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan ekonomi individu maupun masyarakat modern. Fenomena ini mencakup bagaimana seseorang merencanakan, mengelola, dan mengendalikan sumber daya finansial yang dimilikinya dalam menghadapi berbagai kebutuhan dan tujuan hidup, termasuk tabungan, investasi, pengeluaran konsumtif, serta pengambilan keputusan strategis lainnya. Studi tentang perilaku keuangan tidak hanya berhenti pada angka dan rasionalitas semata, tetapi juga memperhitungkan peran psikologi dan bias kognitif yang memengaruhi cara orang berpikir dan bertindak dalam konteks keuangan. Realitasnya, keputusan finansial sering kali dipengaruhi oleh emosi, persepsi risiko, dan faktor psikologis lainnya yang membuat perilaku keuangan individu berbeda-beda dan tidak selalu mengikuti logika ekonomi tradisional yang mengasumsikan rasionalitas penuh dalam pengambilan keputusan investasi atau pengelolaan uang. Perkembangan penelitian dalam bidang ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana psikologi memengaruhi keputusan individu, kemudian berimplikasi pada kesejahteraan finansial serta manajemen keuangan yang efektif di berbagai konteks ekonomi.


Definisi Perilaku Keuangan

Definisi Perilaku Keuangan Secara Umum

Perilaku keuangan secara umum merujuk pada tindakan nyata yang dilakukan oleh individu atau kelompok ketika mengelola dan menggunakan sumber daya keuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup kegiatan seperti perencanaan anggaran, pengelolaan utang, investasi, tabungan, konsumsi, serta keputusan pembelian dan pembiayaan, yang dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, dan preferensi masing-masing individu dalam menghadapi pilihan finansial. Perilaku keuangan tidak hanya menggambarkan aktivitas teknis, tetapi juga mencerminkan bagaimana nilai, tujuan hidup, dan psikologi memengaruhi tindakan keuangan seseorang. ([Lihat sumber Disini - journal.stie-mce.ac.id])

Definisi Perilaku Keuangan dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah perilaku keuangan tidak tercantum sebagai entri tersendiri. Namun, dari penjabaran istilah perilaku dan keuangan, perilaku keuangan dapat diartikan sebagai cara seseorang bertindak atau berperilaku dalam mengelola aspek keuangan pribadi maupun kelompok, yang mencakup kebiasaan mengatur pendapatan, pengeluaran, tabungan, pembiayaan, dan investasi untuk mencapai tujuan finansial tertentu.

Definisi Perilaku Keuangan Menurut Para Ahli

  1. Menurut Dew & Xiao dalam Hidayat et al., perilaku keuangan (financial management behavior) adalah kemampuan individu dalam merencanakan, menganggar, memeriksa, mengelola, serta mengendalikan penggunaan dana yang dimilikinya. ([Lihat sumber Disini - stiemuttaqien.ac.id])

  2. Nababan dan Sadalia mendefinisikan perilaku keuangan sebagai cara seseorang memperlakukan, mengelola, dan menggunakan sumber daya keuangannya sehingga mencerminkan tanggung jawab finansial cukup tinggi. ([Lihat sumber Disini - ojs.stiesa.ac.id])

  3. Teori perilaku keuangan menurut Lintner (1998) menggambarkan perilaku keuangan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana individu merespons dan bereaksi terhadap informasi saat membuat keputusan yang mempertimbangkan risiko dan pengembalian investasi. ([Lihat sumber Disini - journal.sebi.ac.id])

  4. Menurut Purwanti (2021), perilaku keuangan adalah teori yang berakar pada psikologi yang berusaha memahami bagaimana emosi dan penyimpangan kognitif memengaruhi tindakan individu dalam konteks pengambilan keputusan finansial. ([Lihat sumber Disini - ejournal.kompetif.com])


Perspektif Psikologi dalam Keuangan

Studi perilaku keuangan sangat erat kaitannya dengan psikologi karena keputusan finansial jarang bersifat sepenuhnya rasional, emosi, persepsi risiko, dan bias kognitif memiliki peran penting dalam cara individu menilai pilihan keuangan mereka. Psikologi keuangan membantu menjelaskan mengapa orang tidak selalu membuat keputusan logis, bahkan ketika informasi yang cukup tersedia. Salah satu pendekatan utama dalam perspektif ini adalah behavioral finance atau keuangan perilaku, yang memadukan psikologi dan ekonomi untuk memahami bagaimana bias dan keterbatasan kognitif memengaruhi perilaku investor dan pengambil keputusan keuangan lainnya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Kognisi dan emosi sering kali memandu keputusan finansial melalui heuristik, aturan sederhana yang membantu pengambilan keputusan cepat tetapi sering kali kurang optimal secara rasional. Emosi seperti rasa takut terhadap kerugian, kepercayaan diri berlebihan (overconfidence), dan kecenderungan mengikuti mayoritas (herd behavior) dapat memengaruhi keputusan investasi, alokasi aset, dan pengelolaan utang. Perspektif psikologi dalam perilaku keuangan menunjukkan bahwa memahami dinamika emosional dan kognitif ini merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas keputusan keuangan individu. ([Lihat sumber Disini - ejournal.seaninstitute.or.id])


Faktor Psikologis dalam Perilaku Keuangan

Faktor psikologis memengaruhi perilaku keuangan melalui banyak aspek, termasuk self-efficacy keuangan, mental accounting, serta bias kognitif yang berbeda-beda pada tiap individu. Self-efficacy keuangan merujuk pada keyakinan seseorang atas kemampuannya untuk mengelola aspek keuangan dan mencapai tujuan finansial, yang terbukti memiliki pengaruh positif terhadap perilaku keuangan yang lebih bijak, termasuk perencanaan dan pengendalian pengeluaran. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])

Selain itu, mental accounting, yaitu cara individu mengkategorikan uang dalam “akun mental” tertentu (misalnya tabungan liburan, dana darurat, atau pengeluaran rutin), juga memengaruhi pengambilan keputusan sehari-hari. Individu dengan praktik mental accounting yang efektif cenderung lebih teratur dalam pengelolaan keuangan dan dapat menghindari perilaku konsumtif yang merugikan. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])

Faktor lain berupa bias kognitif mencakup overconfidence, loss aversion, dan herding, yang dapat membuat individu terlalu optimis terhadap keputusan investasi, takut mengambil risiko ketika menghadapi potensi kerugian, atau mengikuti keputusan mayoritas tanpa mengevaluasi pilihan secara independen, yang semuanya berdampak pada kualitas keputusan keuangan mereka. ([Lihat sumber Disini - ejournal.seaninstitute.or.id])


Perilaku Keuangan dan Pengambilan Keputusan

Perilaku keuangan individu tidak hanya menggambarkan kebiasaan sehari-hari dalam mengelola uang, tetapi juga memengaruhi proses pengambilan keputusan yang lebih kompleks seperti investasi, pembelian besar, atau alokasi sumber daya jangka panjang. Individu dengan perilaku keuangan yang baik umumnya memiliki proses pengambilan keputusan yang lebih terencana, terukur, dan mempertimbangkan risiko secara matang dibandingkan mereka yang cenderung impulsif atau bergantung hanya pada intuisi tanpa analisis mendalam. ([Lihat sumber Disini - journal.stie-mce.ac.id])

Pengambilan keputusan finansial yang dipengaruhi oleh perilaku keuangan baik mencakup langkah-langkah seperti mengevaluasi pilihan investasi berdasarkan tujuan finansial, mempertimbangkan diversifikasi untuk mengurangi risiko, serta menyusun anggaran yang realistis untuk mencapai tujuan jangka panjang seperti pensiun atau pendidikan anak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perilaku keuangan yang baik, termasuk perencanaan, disiplin, dan kontrol diri, berkontribusi pada keputusan finansial yang lebih optimal, sementara keputusan yang dipandu oleh bias kognitif atau emosi sering kali menghasilkan hasil yang kurang menguntungkan. ([Lihat sumber Disini - wsj.westscience-press.com])


Bias Perilaku dalam Keuangan

Bias perilaku adalah penyimpangan dari pengambilan keputusan rasional yang dihasilkan oleh keterbatasan kognitif atau dorongan emosional. Dalam konteks perilaku keuangan, bias ini dapat memengaruhi cara individu menilai informasi, mengukur risiko, dan memilih opsi finansial tertentu. Overconfidence bias membuat investor melebih-lebihkan kemampuan mereka dalam memprediksi pasar, sehingga cenderung mengambil risiko berlebihan. Herd behavior mendorong individu untuk meniru keputusan pelanggan mayoritas tanpa evaluasi independen terhadap kemampuan atau konteks mereka sendiri. ([Lihat sumber Disini - ejournal.seaninstitute.or.id])

Loss aversion, sebuah konsep yang dijelaskan dalam prospect theory oleh Kahneman dan Tversky, menggambarkan bahwa individu secara psikologis merasakan kerugian lebih berat daripada kesenangan dari keuntungan yang setara, yang dapat membuat mereka terlalu enggan untuk menjual aset yang merugi atau mengambil keputusan investasi yang terlalu konservatif. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Bias lain seperti representativeness bias atau anchoring juga dapat mengakibatkan keputusan finansial yang kurang optimal karena individu terlalu terpaku pada informasi awal atau pengalaman masa lalu yang tidak sepenuhnya relevan dengan kondisi saat ini. ([Lihat sumber Disini - ejournal.seaninstitute.or.id])


Implikasi Perilaku Keuangan terhadap Manajemen Keuangan

Perilaku keuangan memiliki implikasi langsung terhadap manajemen keuangan pribadi maupun organisasi. Individu dengan perilaku keuangan yang sehat, seperti disiplin dalam menabung, pengendalian pengeluaran konsumtif, dan perencanaan investasi yang matang, cenderung memiliki kesehatan finansial yang lebih baik dan mampu mencapai tujuan finansial jangka panjang. Sebaliknya, perilaku impulsif, konsumtif, atau didorong oleh bias kognitif dapat menyebabkan masalah finansial seperti utang berlebihan, kurangnya tabungan darurat, serta keputusan investasi yang salah arah. ([Lihat sumber Disini - journal.stie-mce.ac.id])

Manajemen keuangan yang efektif juga dipengaruhi oleh pemahaman dan pengendalian terhadap faktor psikologis. Edukasi keuangan yang baik dapat membantu individu memahami bias perilaku yang mereka miliki dan mengembangkan strategi untuk mengatasinya, seperti menetapkan aturan anggaran yang jelas, diversifikasi investasi, atau evaluasi risiko secara objektif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas keputusan finansial individu, tetapi juga membantu dalam membangun perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih kuat dan berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id])


Kesimpulan

Perilaku keuangan mencerminkan kompleksitas bagaimana individu mengelola sumber daya finansial mereka, yang dipengaruhi oleh pengetahuan keuangan, psikologi, emosi, dan bias kognitif. Definisi dari perspektif umum dan para ahli menunjukkan bahwa perilaku keuangan bukan sekedar aktivitas teknis, tetapi juga mencakup interaksi antara logika ekonomi dan psikologi manusia. Studi perilaku keuangan membantu menjelaskan mengapa keputusan finansial sering kali menyimpang dari model ekonomi tradisional yang mengasumsikan rasionalitas penuh. Faktor psikologis seperti self-efficacy, mental accounting, serta berbagai bias seperti overconfidence dan loss aversion memengaruhi cara individu membuat pilihan finansial, baik dalam pengelolaan sehari-hari maupun keputusan investasi yang kompleks. Implikasi dari perilaku keuangan sangat penting dalam konteks manajemen keuangan pribadi, karena memengaruhi kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang serta menjaga stabilitas ekonomi pribadi melalui keputusan yang lebih bijak dan terencana. Pemahaman mendalam terhadap perilaku keuangan membuka peluang bagi individu untuk memperbaiki kesejahteraan finansial mereka dengan mengatasi bias dan membangun strategi keuangan yang lebih efektif.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Perilaku keuangan adalah cara individu mengelola, menggunakan, dan mengambil keputusan terkait keuangan pribadi, termasuk pengeluaran, tabungan, investasi, dan pengelolaan utang, yang dipengaruhi oleh pengetahuan, psikologi, serta kondisi sosial ekonomi.

Psikologi berperan penting karena keputusan keuangan sering kali dipengaruhi oleh emosi, persepsi risiko, dan bias kognitif, sehingga individu tidak selalu bertindak rasional dalam mengelola keuangan atau mengambil keputusan finansial.

Faktor psikologis yang memengaruhi perilaku keuangan meliputi self-efficacy keuangan, mental accounting, kontrol diri, emosi, serta berbagai bias kognitif seperti overconfidence, loss aversion, dan herd behavior.

Bias perilaku dalam keuangan adalah penyimpangan dari pengambilan keputusan rasional akibat keterbatasan kognitif dan pengaruh emosional, seperti overconfidence, anchoring, herd behavior, dan loss aversion.

Perilaku keuangan memengaruhi pengambilan keputusan finansial melalui cara individu menilai risiko, merencanakan keuangan, dan memilih alternatif keuangan, sehingga berdampak langsung pada kualitas keputusan investasi, pengelolaan utang, dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Implikasi perilaku keuangan terhadap manajemen keuangan pribadi terlihat pada kemampuan individu mengelola pendapatan, mengontrol pengeluaran, menabung, dan berinvestasi secara bijak, yang pada akhirnya memengaruhi stabilitas dan kesejahteraan finansial jangka panjang.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Konsep Dasar Psikologi Terapan Konsep Dasar Psikologi Terapan Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari Konsep Psikologi Kehidupan Sehari-hari Konsep Psikologi Positif Konsep Psikologi Positif Psikologi Pendidikan: Ruang Lingkup dan Contohnya Psikologi Pendidikan: Ruang Lingkup dan Contohnya Financial Technology (FinTech): Konsep, Inovasi Keuangan, dan Layanan Financial Technology (FinTech): Konsep, Inovasi Keuangan, dan Layanan Sistem Web Pembukuan UMKM Sistem Web Pembukuan UMKM Psikologi Belajar Modern: Teori dan Aplikasinya Psikologi Belajar Modern: Teori dan Aplikasinya Kesadaran Diri (Self-Awareness): Konsep dan Perannya Kesadaran Diri (Self-Awareness): Konsep dan Perannya Audit Internal: Konsep, Pengawasan Keuangan, dan Kepatuhan Audit Internal: Konsep, Pengawasan Keuangan, dan Kepatuhan Psikologi Gaya Hidup Sehat: Konsep Integratif Psikologi Gaya Hidup Sehat: Konsep Integratif Sistem Web Administrasi Lembaga Pendidikan Sistem Web Administrasi Lembaga Pendidikan Sistem Informasi Pembayaran Digital Sekolah Sistem Informasi Pembayaran Digital Sekolah Komitmen Organisasi: Perspektif Psikologi Kerja Komitmen Organisasi: Perspektif Psikologi Kerja Psikologi Ibu Trimester Akhir: Konsep, Perubahan Emosi, dan Kesiapan Psikologi Ibu Trimester Akhir: Konsep, Perubahan Emosi, dan Kesiapan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…