Terakhir diperbarui: 27 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 27 January). Risiko Investasi: Konsep dan Pengendalian. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/risiko-investasi-konsep-dan-pengendalian  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Risiko Investasi: Konsep dan Pengendalian - SumberAjar.com

Risiko Keuangan: Konsep dan Eksposur

Pendahuluan

Risiko keuangan merupakan fenomena yang melekat pada setiap aktivitas ekonomi dan bisnis di era globalisasi saat ini. Ketidakpastian pasar, perubahan nilai tukar mata uang, dan fluktuasi suku bunga adalah sebagian contoh faktor yang dapat mengguncang stabilitas finansial perusahaan, baik skala kecil maupun besar. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kerugian finansial semata, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi yang lebih luas seperti penurunan nilai perusahaan, gangguan pada arus kas, hingga kegagalan usaha apabila tidak dilakukan mitigasi yang tepat. Seiring dengan kompleksitas dinamika ekonomi global, pemahaman menyeluruh tentang konsep risiko keuangan serta strategi pengelolaan yang efektif menjadi kunci bagi perusahaan untuk mempertahankan keberlangsungan dan daya saing dalam jangka panjang. Studi penelitian menunjukkan bahwa identifikasi, pengukuran, dan pengendalian risiko keuangan merupakan bagian fundamental dalam strategi manajemen keuangan yang modern dan berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - online.edhec.edu])


Definisi Risiko Keuangan

Definisi Risiko Keuangan Secara Umum

Risiko keuangan secara umum dapat dipahami sebagai kemungkinan terjadinya kerugian atau kehilangan nilai ekonomi yang dihadapi oleh perusahaan atau individu sebagai akibat ketidakpastian dalam aktivitas keuangan. Risiko ini mencakup potensi negatif terhadap arus kas, modal, atau aset akibat berbagai kondisi internal dan eksternal, seperti perubahan harga pasar, kesalahan manajerial, atau terkena dampak dari kebijakan ekonomi. Secara praktis, risiko keuangan sering diukur melalui kemungkinan bahwa outcome finansial yang sebenarnya akan berbeda dibandingkan ekspektasi awal. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])

Definisi Risiko Keuangan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), risiko finansial dapat diartikan sebagai pengertian risiko yang berkaitan dengan aspek kerugian finansial akibat terjadinya hal-hal yang tidak pasti dalam kegiatan ekonomi dan keuangan. Walaupun KBBI tidak memberikan definisi secara khusus untuk “risiko keuangan” secara menyeluruh, istilah ini umumnya diadaptasi dari definisi risiko secara umum ditambah konteks “keuangan” yang mengacu pada potensi kerugian ekonomi akibat pengelolaan dana atau modal yang tidak optimal atau terganggu oleh volatilitas pasar dan faktor eksternal. ([Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org])

Definisi Risiko Keuangan Menurut Para Ahli

  1. Menurut Idris (2025), risiko keuangan merupakan komponen dari manajemen risiko yang mencakup identifikasi, pengukuran, dan pengendalian risiko yang berkaitan dengan aspek keuangan perusahaan dengan tujuan meminimalkan potensi kerugian dan memaksimalkan peluang keuntungan. ([Lihat sumber Disini - jerkin.org])

  2. Menurut Jiménez et al. (2024), risiko keuangan adalah upaya proaktif untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola seluruh risiko yang berpengaruh terhadap aspek keuangan suatu organisasi, termasuk risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko operasional. ([Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id])

  3. Menurut artikel penelitian Balsam Hussin Raheef dan Dr. Lawhedh Khaleel Ibrahim (2025), risiko keuangan adalah potensi terjadinya outcome yang tidak menguntungkan secara finansial akibat pengaruh faktor internal maupun eksternal terhadap aktivitas profesional finansial. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Menurut kamus risiko keuangan yang dikaji dalam konteks akademik internasional, risiko keuangan merupakan kemungkinan bahwa kegiatan ekonomi akan menghasilkan kerugian karena ketidakpastian dalam pergerakan nilai aset, kredit, likuiditas, serta faktor lainnya yang mempengaruhi stabilitas keuangan. ([Lihat sumber Disini - online.edhec.edu])


Jenis-Jenis Risiko Keuangan

Risiko keuangan tidak tunggal, tetapi terdiri dari berbagai tipe yang masing-masing memiliki karakteristik, penyebab, dan dampaknya sendiri terhadap kondisi keuangan perusahaan. Berikut ini beberapa jenis utama risiko keuangan yang umum dibahas dalam literatur dan penelitian akademik:

Risiko Pasar

Risiko pasar merupakan risiko yang timbul dari perubahan nilai pasar atas aset atau instrumen keuangan yang dimiliki perusahaan akibat volatilitas harga, suku bunga, atau fluktuasi nilai tukar mata uang. Risiko ini dapat berdampak besar pada nilai investasi, arus kas, dan posisi finansial secara keseluruhan. Implikasi risiko pasar menjadi sangat penting terutama bagi perusahaan yang aktif di pasar modal atau memiliki eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar asing. ([Lihat sumber Disini - online.edhec.edu])

Risiko Kredit

Risiko kredit berkaitan dengan kemungkinan pihak lawan tidak dapat memenuhi kewajiban finansialnya. Contoh umum adalah gagal bayar oleh debitur atas pinjaman yang diberikan perusahaan, yang mengakibatkan penurunan arus kas dan kerugian finansial. Risiko ini sangat relevan bagi lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas kredit atau pinjaman usaha. ([Lihat sumber Disini - jerkin.org])

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko bahwa perusahaan tidak akan dapat memenuhi kewajiban finansialnya ketika jatuh tempo karena tidak memiliki cukup kas atau aset yang mudah dicairkan. Risiko ini dapat terjadi dari kurangnya kemampuan untuk mengubah aset menjadi kas dalam waktu singkat tanpa kehilangan nilai signifikan. ([Lihat sumber Disini - jerkin.org])

Risiko Operasional

Risiko operasional berasal dari potensi kerugian yang timbul akibat kegagalan proses internal, kesalahan manusia, fraud, sistem teknologi atau gangguan operasional lainnya. Risiko jenis ini berakar pada kelemahan organisasi atau sistem internal perusahaan. ([Lihat sumber Disini - journal.das-institute.com])

Risiko Hukum dan Kepatuhan

Risiko hukum berkaitan dengan potensi kerugian akibat kewajiban hukum, litigasi, atau ketidakpatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Risiko ini dapat menghasilkan denda, sanksi, atau perbaikan biaya operasional perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jerkin.org])


Sumber Eksposur Risiko Keuangan

Eksposur risiko keuangan merupakan kondisi di mana perusahaan atau organisasi menjadi rentan terhadap risiko keuangan tertentu. Ada beberapa sumber eksposur yang umum ditemui, baik yang berasal dari faktor internal maupun eksternal:

Perubahan Suku Bunga dan Kondisi Pasar Global

Perubahan suku bunga yang tidak diantisipasi dapat mempengaruhi biaya pembiayaan, arus kas, dan nilai instrumen keuangan perusahaan. Suku bunga yang meningkat secara tiba-tiba dapat meningkatkan beban bunga atas utang yang dipegang perusahaan. Selain itu, kondisi pasar global yang fluktuatif dapat menaikkan eksposur risiko pasar dan mata uang asing. ([Lihat sumber Disini - online.edhec.edu])

Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing

Perusahaan yang beroperasi secara internasional atau memiliki transaksi dalam mata uang asing rentan mengalami kerugian ketika terdapat perubahan nilai tukar yang merugikan. Hal ini dapat mempengaruhi nilai aset, keuntungan operasional, dan arus kas di masa depan. ([Lihat sumber Disini - online.edhec.edu])

Ketidakpastian Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

Eksposur risiko keuangan juga dapat timbul akibat ketidakpastian kondisi ekonomi makro, seperti resesi, inflasi tinggi, atau perubahan kebijakan pemerintah yang berdampak pada biaya operasi dan profitabilitas perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ojs.udb.ac.id])

Faktor Internal Perusahaan

Masalah internal seperti manajemen risiko yang buruk, keputusan investasi yang tidak tepat, atau kelemahan dalam sistem pengendalian internal dapat menciptakan eksposur risiko finansial yang serius, misalnya melalui kesalahan prediksi likuiditas atau kesalahan pengelolaan modal kerja. ([Lihat sumber Disini - ojs.udb.ac.id])

Risiko Keuangan dan Struktur Modal

Hubungan antara risiko keuangan dan struktur modal perusahaan sangat erat. Struktur modal mencerminkan komposisi antara utang dan modal sendiri dalam pembiayaan operasi perusahaan. Ketergantungan yang tinggi pada utang akan meningkatkan risiko keuangan karena beban bunga tetap harus dibayar terlepas dari kondisi operasional perusahaan. Semakin tinggi proporsi utang, semakin tinggi eksposur terhadap risiko likuiditas dan risiko kredit, terutama jika arus kas perusahaan tidak cukup kuat untuk memenuhi kewajiban tersebut. Oleh karena itu, keputusan manajemen dalam menyusun struktur modal yang seimbang antara utang dan modal sendiri menjadi strategi penting untuk memitigasi risiko keuangan tanpa mengorbankan peluang pertumbuhan. Literatur menunjukkan bahwa struktur modal yang efektif disesuaikan dengan profil risiko perusahaan dapat membantu mengurangi volatilitas arus kas dan meningkatkan stabilitas operasional. ([Lihat sumber Disini - jerkin.org])


Pengelolaan Risiko Keuangan dalam Perusahaan

Pengelolaan risiko keuangan adalah proses strategis yang dirancang untuk mengidentifikasi, mengukur, mengontrol, dan merespons risiko yang dapat mempengaruhi kondisi finansial perusahaan. Proses ini meliputi beberapa tahapan penting:

Identifikasi Risiko

Langkah pertama dalam pengelolaan risiko keuangan adalah mengidentifikasi jenis-jenis risiko yang mungkin berdampak pada aktivitas keuangan perusahaan berdasarkan karakteristik operasi, struktur aset, dan profil investasi. ([Lihat sumber Disini - jerkin.org])

Pengukuran dan Evaluasi Risiko

Setelah diidentifikasi, perusahaan melakukan pengukuran untuk menentukan tingkat kemungkinan dan dampak potensi risiko terhadap stabilitas finansial. Ini termasuk estimasi probabilitas kejadian dan evaluasi kerugian finansial yang mungkin terjadi. ([Lihat sumber Disini - jerkin.org])

Mitigasi dan Pengendalian Risiko

Strategi mitigasi dapat mencakup diversifikasi aset, penggunaan instrumen lindung nilai (hedging), peningkatan sistem pengendalian internal, peningkatan cadangan likuiditas, serta kebijakan pengelolaan utang yang prudent. Pengendalian risiko yang baik berkontribusi pada stabilitas finansial jangka panjang perusahaan. ([Lihat sumber Disini - ojs.udb.ac.id])

Monitoring dan Review

Pengelolaan risiko adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan review berkala untuk menyesuaikan strategi dengan perubahan kondisi pasar dan operasi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jerkin.org])


Dampak Risiko Keuangan terhadap Kinerja

Risiko keuangan yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak besar terhadap kinerja perusahaan. Risiko tersebut termasuk menurunkan profitabilitas, menyebabkan kegagalan memenuhi kewajiban finansial, mengurangi nilai pasar perusahaan, serta menciptakan ketidakstabilan arus kas. Misalnya, risiko likuiditas dapat mengakibatkan perusahaan tidak dapat membayar utangnya tepat waktu, sementara risiko kredit dapat menimbulkan piutang buruk yang signifikan. Penelitian empiris juga menunjukkan bahwa risiko pasar, seperti perubahan nilai tukar dan volatilitas harga, dapat mempengaruhi kinerja finansial perusahaan secara negatif apabila tidak ada strategi hedge yang efektif diterapkan. ([Lihat sumber Disini - jurnalambitek.stie-mahaputra-riau.ac.id])


Kesimpulan

Risiko keuangan adalah konsep fundamental dalam dunia bisnis dan ekonomi yang berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kerugian finansial akibat ketidakpastian aktivitas keuangan. Dalam konteks ini, identifikasi sumber risiko, pemahaman jenis-jenisnya, serta implementasi pendekatan manajemen risiko yang efektif menjadi keharusan bagi perusahaan modern untuk menjaga stabilitas operasi dan kinerja jangka panjang. Risiko keuangan dapat bersumber dari faktor internal maupun eksternal, termasuk perubahan pasar, nilai tukar, dan kebijakan ekonomi. Pengelolaan risiko melibatkan proses identifikasi, pengukuran, mitigasi, dan monitoring risiko yang dilakukan secara sistematis, serta berkontribusi pada struktur modal yang optimal dan kinerja perusahaan yang lebih tangguh terhadap fluktuasi ekonomi. Secara keseluruhan, memahami serta menerapkan prinsip-prinsip risiko keuangan yang komprehensif merupakan pilar penting dalam strategi manajemen keuangan perusahaan untuk mempertahankan keberlanjutan dalam lingkungan bisnis yang dinamis.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Risiko keuangan adalah potensi terjadinya kerugian finansial yang dihadapi perusahaan atau individu akibat ketidakpastian dalam aktivitas keuangan, seperti perubahan kondisi pasar, struktur modal, dan kebijakan ekonomi.

Jenis-jenis risiko keuangan meliputi risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, serta risiko hukum dan kepatuhan yang dapat memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.

Sumber eksposur risiko keuangan dapat berasal dari faktor eksternal seperti fluktuasi suku bunga, nilai tukar, dan kondisi ekonomi global, serta faktor internal seperti kebijakan pendanaan, manajemen keuangan, dan struktur aset perusahaan.

Risiko keuangan memiliki hubungan erat dengan struktur modal karena penggunaan utang yang tinggi dapat meningkatkan beban bunga dan risiko likuiditas, sehingga memengaruhi stabilitas keuangan dan keberlanjutan perusahaan.

Pengelolaan risiko keuangan penting untuk menjaga stabilitas arus kas, meminimalkan potensi kerugian, meningkatkan kinerja keuangan, serta mendukung keberlanjutan dan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Arus Kas Investasi: Konsep dan Ekspansi Bisnis Arus Kas Investasi: Konsep dan Ekspansi Bisnis Risiko Keuangan: Konsep dan Eksposur Risiko Keuangan: Konsep dan Eksposur Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan Investasi Jangka Panjang: Konsep dan Nilai Perusahaan Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Manajemen Investasi: Konsep, Pengelolaan Modal, dan Risiko Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi Return on Investment (ROI): Konsep, Pengukuran, dan Evaluasi Investasi Investasi Jangka Pendek: Konsep dan Tujuan Investasi Jangka Pendek: Konsep dan Tujuan Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Fungsi Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Fungsi SPK Penilaian Risiko Investasi SPK Penilaian Risiko Investasi Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko Sistem Pengendalian Internal: Konsep dan Pencegahan Fraud Sistem Pengendalian Internal: Konsep dan Pencegahan Fraud Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Peran Pengendalian Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Pengendalian Variabel dalam Riset Eksperimen Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Laporan Arus Kas: Konsep, Aktivitas, dan Analisis Return Saham: Konsep dan Pengukuran Return Saham: Konsep dan Pengukuran Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Pengendalian Kesalahan Statistik dalamĀ Penelitian Persepsi Investor: Konsep dan Reaksi Pasar Persepsi Investor: Konsep dan Reaksi Pasar Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh Pengendalian Variabel: Definisi, Fungsi, dan Contoh Cost of Capital: Konsep dan Pembiayaan Cost of Capital: Konsep dan Pembiayaan Persepsi Investor terhadap Laporan Keuangan: Konsep dan Respons Pasar Persepsi Investor terhadap Laporan Keuangan: Konsep dan Respons Pasar
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…