Terakhir diperbarui: 22 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 22 January). Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan. SumberAjar. Retrieved 22 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/neraca-konsep-komponen-dan-posisi-keuangan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan - SumberAjar.com

Neraca: Konsep, Komponen, dan Posisi Keuangan

Pendahuluan

Neraca adalah salah satu laporan keuangan paling fundamental dalam akuntansi yang menyajikan informasi tentang posisi keuangan suatu entitas pada suatu titik waktu tertentu. Laporan ini menjadi cerminan kondisi kekayaan, kewajiban, dan modal perusahaan pada saat tertentu, sehingga sering disebut sebagai laporan posisi keuangan atau statement of financial position. Neraca tidak hanya penting bagi pihak internal seperti manajemen dalam merancang strategi operasional dan keputusan investasi, tetapi juga menjadi sumber informasi penting bagi pihak eksternal seperti investor dan kreditor dalam menilai kelayakan finansial perusahaan. Tujuan utama laporan neraca adalah menyediakan gambaran komprehensif tentang apa yang dimiliki oleh suatu entitas, apa yang menjadi kewajibannya, dan berapa besar hak pemilik terhadap aset tersebut. Neraca tersusun berdasarkan prinsip dasar persamaan akuntansi yaitu Aset = Liabilitas + Ekuitas, di mana keseimbangan antara aktiva dan pasiva adalah kunci bagi interpretasi data keuangan yang benar. Neraca ini menjadi alat penting untuk analisis finansial karena memberikan snapshot posisi keuangan pada tanggal tertentu, misalnya akhir periode akuntansi, yang membantu pengambilan keputusan di berbagai level organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Definisi Neraca

Definisi Neraca Secara Umum

Secara umum, neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai aset (aktiva), kewajiban (liabilitas), dan ekuitas (modal) suatu perusahaan atau entitas bisnis pada suatu waktu tertentu. Laporan ini menjelaskan berapa jumlah sumber daya yang dimiliki perusahaan, berapa utang yang harus dibayar kepada pihak lain, serta berapa nilai hak pemilik terhadap sumber daya tersebut. Neraca memberikan gambaran snapshot posisi finansial perusahaan yang dapat digunakan untuk menilai stabilitas dan kesehatan keuangan organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Neraca dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), neraca adalah daftar yang menunjukkan jumlah dan nilai harta kekayaan serta kewajiban suatu perusahaan pada waktu tertentu yang disusun untuk menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut. Definisi ini menekankan penggunaan neraca sebagai alat pencatatan keadaan finansial secara terstruktur sehingga pihak yang berkepentingan dapat memahami posisi organisasi secara akurat sesuai standar akuntansi yang berlaku. (Sumber: KBBI Online)

Definisi Neraca Menurut Para Ahli

  1. Menurut GMI Prastiwi dalam Jurnal Ilmiah Akuntansi (2025), neraca dikenal juga sebagai laporan posisi keuangan yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas. Fungsi utama neraca adalah memberikan dasar bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi serta membantu pemilik perusahaan merancang strategi yang efektif untuk masa depan. ([Lihat sumber Disini - journal.smartpublisher.id])

  2. Brigham dan Houston menjelaskan bahwa neraca adalah laporan posisi keuangan suatu perusahaan pada waktu tertentu yang menunjukkan sumber daya perusahaan serta klaim terhadap sumber daya tersebut. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  3. Menurut Riyanto, kewajiban dalam neraca dibagi menjadi kewajiban lancar dan jangka panjang sementara ekuitas adalah dana dari pemilik yang tertanam dalam perusahaan. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

  4. Sumber lain menyatakan bahwa neraca adalah daftar yang menggambarkan aktiva, kewajiban, dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu, sekaligus menunjukkan identitas akuntansi berupa persamaan dasar Aset = Liabilitas + Ekuitas. ([Lihat sumber Disini - jurnal.fe.unram.ac.id])


Tujuan Penyusunan Neraca

Penyusunan neraca memiliki beberapa tujuan penting dalam konteks laporan keuangan dan pengambilan keputusan manajerial serta evaluasi eksternal. Pertama, neraca bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat mengenai posisi keuangan suatu entitas pada satu titik waktu tertentu. Melalui neraca, pihak internal organisasi seperti manajemen dapat menilai seberapa besar aset yang dimiliki dan berapa kewajiban yang harus dihadapi sehingga dapat menyusun strategi pengelolaan sumber daya secara efektif. Di sisi lain, neraca juga memberikan data yang dibutuhkan pihak eksternal seperti investor, kreditur, maupun analis dalam melakukan evaluasi terhadap kesehatan dan kelayakan keuangan perusahaan. Neraca menyediakan informasi tentang struktur modal dan tingkat leverage organisasi, serta menggambarkan hubungan antara dana yang berasal dari internal dan eksternal perusahaan. Informasi ini penting dalam memprediksi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya serta potensi pertumbuhan di masa depan. Tujuan lainnya adalah membantu dalam melakukan perbandingan historis posisi keuangan perusahaan pada periode sebelumnya, serta benchmarking dengan perusahaan sejenis dalam industri yang sama, guna menilai kinerja relatif dan trend keuangan. Selain itu, neraca juga menjadi dasar untuk perhitungan berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, dan struktur modal yang digunakan dalam analisis finansial. Dengan demikian, penyusunan neraca tidak hanya memenuhi kebutuhan pelaporan akuntansi tetapi juga menjadi alat vital untuk pengambilan keputusan strategis yang berdampak pada keberlanjutan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])


Komponen Aktiva dalam Neraca

Aktiva atau aset dalam neraca merupakan sumber daya ekonomi yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat dari kejadian masa lalu dan diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Komponen aktiva sering dipisahkan menjadi dua kategori besar yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Aktiva lancar mencakup semua sumber daya yang dapat dikonversi menjadi kas atau digunakan dalam operasi dalam jangka waktu satu tahun, seperti kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, dan beban dibayar di muka. Aktiva tidak lancar adalah sumber daya yang dimaksudkan untuk digunakan dalam operasi jangka panjang, seperti aset tetap (bangunan, peralatan), investasi jangka panjang, serta aset tak berwujud seperti hak paten dan merek dagang. Kategori ini penting karena mencerminkan seberapa cepat aset dapat diubah menjadi kas atau digunakan untuk mendukung operasi perusahaan. Dalam laporan neraca, aktiva biasanya disusun berdasarkan urutan likuiditasnya, dari yang paling mudah dikonversi menjadi kas hingga yang paling tidak likuid. Penyusunan ini memberikan gambaran jelas tentang struktur aset perusahaan dan sejauh mana sumber daya tersebut tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan mendukung kegiatan operasi berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])


Komponen Liabilitas dan Ekuitas

Liabilitas atau kewajiban dalam neraca mencerminkan utang dan komitmen perusahaan kepada pihak luar yang harus dipenuhi dalam jangka waktu tertentu. Sama seperti aktiva, liabilitas dibagi menjadi liabilitas lancar dan liabilitas jangka panjang. Liabilitas lancar adalah kewajiban yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun, seperti utang usaha dan utang bank jangka pendek, sedangkan liabilitas jangka panjang mencakup kewajiban yang jatuh tempo lebih dari satu tahun seperti pinjaman jangka panjang dan obligasi. Komponen ekuitas, atau modal, mencerminkan klaim pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas ini mencakup modal disetor, laba ditahan, cadangan, dan komponen lain seperti tambahan modal disetor. Ekuitas menunjukkan berapa besar bagian pemilik yang tersisa setelah semua kewajiban dilunasi. Hubungan antara liabilitas dan ekuitas ini ditegaskan melalui persamaan akuntansi dasar bahwa total aset harus sama dengan total liabilitas ditambah ekuitas, yang menegaskan keseimbangan fundamental neraca. Dengan memeriksa komponen liabilitas dan ekuitas, analisis dapat mengevaluasi struktur pendanaan perusahaan dan tingkat risiko finansial yang dihadapinya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Neraca sebagai Cerminan Posisi Keuangan

Neraca disebut juga sebagai laporan posisi keuangan karena memberi gambaran lengkap tentang kekayaan (aset), utang (liabilitas), dan nilai yang dimiliki pemilik (ekuitas) pada suatu titik waktu tertentu. Posisi keuangan ini mencerminkan kesehatan finansial entitas dan bagaimana sumber daya dikelola serta bagaimana pendanaan organisasi dibentuk. Dengan memahami neraca, pengguna laporan keuangan dapat menilai likuiditas perusahaan, yaitu kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Neraca juga menunjukan solvabilitas perusahaan, kemampuan untuk memenuhi utang dalam jangka panjang, serta struktur modal yang menunjukkan keseimbangan antara modal sendiri dan modal pinjaman. Informasi ini menjadi dasar penting dalam evaluasi kinerja keuangan dan pengambilan keputusan strategis baik oleh manajemen internal maupun pihak eksternal seperti investor atau kreditur. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Keterkaitan Neraca dengan Laporan Keuangan Lainnya

Neraca tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian integral dari sistem pelaporan keuangan yang saling terkait. Laporan laba rugi menunjukkan hasil operasi perusahaan selama periode tertentu, sementara neraca menunjukkan posisi keuangan pada akhir periode tersebut. Laba bersih dari laporan laba rugi akan mempengaruhi komponen ekuitas di neraca melalui laba ditahan. Demikian pula, laporan arus kas memberikan informasi tentang bagaimana kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan mempengaruhi kas yang muncul dalam neraca. Ketiga laporan ini bersama-sama memberikan gambaran holistik tentang kinerja, arus kas, dan posisi keuangan entitas yang saling melengkapi untuk penilaian menyeluruh atas kesehatan finansial perusahaan. ([Lihat sumber Disini - corporatefinanceinstitute.com])


Kesimpulan

Neraca merupakan laporan keuangan yang menyajikan snapshot posisi keuangan suatu entitas pada waktu tertentu melalui tiga komponen utama yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas. Neraca disusun dengan tujuan memberikan informasi yang akurat dan relevan bagi pengambilan keputusan internal dan eksternal. Komponen aktiva mencerminkan sumber daya yang dimiliki perusahaan, sedangkan liabilitas dan ekuitas menunjukkan bagaimana sumber daya tersebut dibiayai. Sebagai laporan posisi keuangan, neraca sangat penting dan memiliki keterkaitan erat dengan laporan laba rugi dan laporan arus kas untuk analisis keuangan yang komprehensif. Neraca tidak hanya menggambarkan keadaan finansial saat ini tetapi juga memberi dasar bagi evaluasi kinerja masa depan dan perencanaan strategis.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan suatu perusahaan pada waktu tertentu dengan menunjukkan jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas yang dimiliki entitas tersebut.

Tujuan penyusunan neraca adalah untuk memberikan gambaran posisi keuangan perusahaan secara menyeluruh, menilai kesehatan finansial, serta menjadi dasar pengambilan keputusan bagi manajemen dan pihak eksternal.

Komponen utama neraca terdiri dari aset (aktiva), liabilitas (kewajiban), dan ekuitas (modal). Ketiga komponen ini disusun berdasarkan persamaan dasar akuntansi.

Neraca disebut laporan posisi keuangan karena menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada satu titik waktu tertentu, bukan selama periode tertentu seperti laporan laba rugi.

Neraca berkaitan erat dengan laporan laba rugi dan laporan arus kas. Laba bersih memengaruhi ekuitas dalam neraca, sedangkan perubahan kas tercermin dari aktivitas yang dilaporkan dalam laporan arus kas.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Tujuan Pelaporan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Tujuan Pelaporan Akuntansi Keuangan: Konsep, Ruang Lingkup, dan Fungsi Akuntansi Keuangan: Konsep, Ruang Lingkup, dan Fungsi Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Financial Literacy: Konsep, Tingkat Literasi, dan Pengambilan Keputusan Financial Literacy: Konsep, Tingkat Literasi, dan Pengambilan Keputusan Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan: Konsep, Indikator, dan Evaluasi Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Etika Keuangan: Konsep, Prinsip Etis, dan Transparansi Etika Keuangan: Konsep, Prinsip Etis, dan Transparansi Sistem Web Pembukuan UMKM Sistem Web Pembukuan UMKM Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Persepsi Investor terhadap Laporan Keuangan: Konsep dan Respons Pasar Persepsi Investor terhadap Laporan Keuangan: Konsep dan Respons Pasar Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian Akuntabilitas Keuangan: Konsep, Tanggung Jawab, dan Transparansi Akuntabilitas Keuangan: Konsep, Tanggung Jawab, dan Transparansi Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Kapasitas Keuangan Perusahaan: Konsep dan Kemampuan Pendanaan Transparansi Laporan Keuangan: Konsep dan Keterbukaan Informasi Transparansi Laporan Keuangan: Konsep dan Keterbukaan Informasi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…