Terakhir diperbarui: 11 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 11 December). Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/tingkat-kepercayaan-terhadap-obat-generik  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik - SumberAjar.com

Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik

Pendahuluan

Kepercayaan masyarakat terhadap obat generik merupakan isu penting dalam pelayanan kesehatan, terutama di negara dengan skema jaminan kesehatan nasional yang terus berkembang. Obat generik menawarkan potensi untuk menekan biaya pengobatan sekaligus memperluas akses terapi bagi masyarakat berpendapatan rendah. Namun, masalah persepsi dan tingkat kepercayaan terhadap obat generik masih menjadi tantangan besar, yang sering kali memengaruhi keputusan pasien dalam memilih terapi. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak pasien mengetahui bahwa obat generik lebih murah dibandingkan obat bermerek, tidak semua pasien merasa yakin akan kualitas, efektivitas, atau keamanannya. Hal ini berdampak langsung terhadap penggunaan obat generik dalam praktik klinis sehari-hari. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Definisi Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik

Definisi Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik Secara Umum

Tingkat kepercayaan terhadap obat generik secara umum dapat diartikan sebagai keyakinan dan sikap positif yang dimiliki individu atau kelompok terhadap kualitas, keamanan, dan manfaat obat generik sebagai alternatif terapi dari obat bermerek. Konsep kepercayaan ini mencakup persepsi pasien akan efektivitas obat, pengalaman pribadi atau yang dilaporkan oleh orang lain, serta pemahaman terhadap proses regulasi dan pengawasan obat tersebut.

Definisi Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kepercayaan adalah keyakinan atau penilaian positif terhadap sesuatu berdasarkan pengalaman, informasi, atau bukti yang tersedia. Sedangkan istilah obat generik disebut sebagai obat yang diproduksi setelah habisnya masa paten dan memiliki nama aktif yang ditetapkan secara internasional tanpa nama dagang tertentu. Definisi keseharian ini mencerminkan bagaimana obat generik dipahami dalam konteks bahasa Indonesia. (Link ke KBBI: [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Tingkat Kepercayaan terhadap Obat Generik Menurut Para Ahli

  1. Shrank et al. (2009) menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan pasien terhadap obat generik berkaitan erat dengan persepsi nilai ekonomi, keamanan dan manfaat terapi. Pasien umumnya mengakui bahwa obat generik lebih murah, namun preferensi penggunaan tidak selalu sejalan dengan kepercayaan ini karena faktor-faktor psikologis dan budaya. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Aivalli et al. (2018) menyatakan bahwa kepercayaan pasien terhadap obat generik dipengaruhi oleh persepsi kualitas obat itu sendiri serta stimulasi informasi dari tenaga kesehatan atau kelompok masyarakat. Ketidakpercayaan sering muncul ketika persepsi kualitas generik dipandang lebih rendah dari obat bermerek walaupun secara empiris keduanya sebanding. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  3. Akhtar et al. (2024) mengemukakan bahwa pengalaman pasien dan sikap tenaga kesehatan terhadap obat generik membentuk tingkat kepercayaan pasien. Tingkat kepercayaan yang tinggi dikaitkan dengan pengalaman positif dan rekomendasi profesional medis. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Mehtar et al. (2023) menyatakan bahwa pemahaman dan pengetahuan pasien akan bioekivalensi (kesetaraan bahan aktif) antara obat generik dan bermerek adalah salah satu indikator utama kepercayaan terhadap obat generik. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]


Persepsi Pasien terhadap Kualitas Obat Generik

Persepsi pasien merupakan gambaran subjektif yang mencerminkan bagaimana pasien melihat kualitas suatu obat. Dalam konteks obat generik, persepsi ini memengaruhi pilihan pengobatan dan kepatuhan pasien terhadap terapi.

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas pasien memiliki persepsi positif terhadap kualitas obat generik. Studi yang dilakukan di klinik rawat jalan melaporkan bahwa 75, 3% peserta survei memandang kualitas obat generik sebagai baik, terutama dari segi keamanan (safety), efektivitas (efficacy), dan kemampuan diterima (acceptability). [Lihat sumber Disini - journal.ugm.ac.id]

Namun, beberapa studi lain juga menemukan adanya persepsi negatif atau keraguan. Dalam beberapa komunitas, masyarakat cenderung beranggapan bahwa kualitas obat generik lebih rendah dibanding obat bermerek, terutama karena asosiasi harga murah dengan mutu yang kurang baik. Hal ini berdampak pada rendahnya tingkat penggunaan meskipun status ketenagaan kesehatan menegaskan bahwa generik setara secara bioekivalen. [Lihat sumber Disini - repository.poltekkespim.ac.id]

Literatur internasional menegaskan temuan tersebut. Misalnya, ulasan sistematis menemukan bahwa meskipun pasien cenderung setuju bahwa obat generik memiliki nilai ekonomi, sejumlah besar orang masih memegang anggapan bahwa kualitasnya tidak setara dengan obat bermerek. [Lihat sumber Disini - dovepress.com]

Persepsi ini tidak hanya dipengaruhi oleh bukti ilmiah tetapi juga oleh pengalaman pribadi, pengaruh sosial, serta pengetahuan yang dimiliki pasien. Tingkat pengetahuan yang rendah sering berkorelasi dengan persepsi kualitas yang negatif, sehingga perlu intervensi edukatif yang efektif. [Lihat sumber Disini - jhj.fik-unik.ac.id]


Faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan Pasien

Tingkat kepercayaan pasien terhadap obat generik tidak muncul secara spontan, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi:

1. Pengetahuan dan Informasi:

Tingkat pengetahuan pasien tentang obat generik, cara kerja obat, serta bioekivalensi sangat memengaruhi kepercayaan mereka. Pasien yang memahami bahwa generik memiliki bahan aktif dan efek yang setara dengan obat bermerek cenderung lebih percaya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

2. Pengalaman Pribadi dan Pengalaman Sosial:

Pengalaman pasien sendiri dalam penggunaan obat generik, termasuk efek samping atau hasil terapi, akan membentuk tingkat kepercayaan mereka. Selain itu, pengalaman negatif dari teman atau keluarga juga bisa menurunkan kepercayaan.

3. Rekomendasi Tenaga Kesehatan:

Saran dari dokter, apoteker, atau perawat terbukti menjadi faktor paling kuat dalam membentuk kepercayaan pasien. Ketika tenaga kesehatan memberikan rekomendasi kuat terhadap penggunaan obat generik, pasien cenderung menerima dan percaya pada obat tersebut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

4. Persepsi Harga dan Kualitas:

Hubungan psikologis antara harga dan kualitas sering kali memengaruhi persepsi. Banyak orang merasa bahwa kualitas obat berkaitan dengan harga; harga murah sering disalahartikan sebagai mutu yang rendah. [Lihat sumber Disini - journal.unwira.ac.id]

5. Pendidikan dan Latar Belakang Sosial Ekonomi:

Individu dengan tingkat pendidikan lebih tinggi dan akses informasi yang lebih baik cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang generik dan lebih percaya pada kualitasnya. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]

6. Promosi dan Kebijakan Kesehatan:

Program pemerintah atau kampanye informasi tentang obat generik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat jika pesan disampaikan secara efektif dan kontinu. Namun, kurangnya promosi dapat meninggalkan kesan negatif atau ketidakpastian.


Peran Tenaga Kesehatan dalam Meningkatkan Edukasi

Tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman dan kepercayaan pasien terhadap obat generik. Mereka berfungsi sebagai sumber informasi yang kredibel, yang mampu menjelaskan manfaat, kualitas, serta bukti ilmiah yang mendasari penggunaan obat generik.

Beberapa peran krusial tenaga kesehatan adalah:

1. Edukasi Pasien secara Langsung:

Tenaga kesehatan dapat memberikan penjelasan langsung ketika meresepkan obat, termasuk perbandingan bioekivalen antara generik dan bermerek. Penjelasan ini membantu pasien memahami bahwa generik sama efektif dan aman. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

2. Meningkatkan Pemahaman melalui Konseling Farmasi:

Apoteker dan tenaga farmasi lainnya dapat melakukan sesi konseling yang terperinci tentang cara kerja obat, efek yang diharapkan, dan mitos umum seputar obat generik. Ini membantu mengubah persepsi negatif berbasis miskonsepsi.

3. Penyediaan Informasi Tertulis atau Digital:

Materi edukatif berupa leaflet, poster, atau konten digital yang mudah dipahami bisa membantu pasien mengakses informasi kebenaran ilmiah tentang generik. Kampanye berbasis bukti ini membantu mengurangi kesalahpahaman.

4. Peran Advokasi dan Kebijakan Internal:

Tenaga kesehatan juga bisa berperan dalam advokasi kebijakan yang mendukung penggunaan obat generik di fasilitas kesehatan, termasuk dukungan untuk formulary generik atau pengaturan harga yang transparan.


Perbandingan Kepercayaan antara Obat Generik dan Branded

Perbandingan antara kepercayaan terhadap obat generik dan obat bermerek menunjukkan adanya kesenjangan persepsi di tingkat populasi pasien.

Penelitian internasional menunjukkan bahwa meskipun sejumlah besar pasien mengakui bahwa obat generik lebih hemat biaya dan setara dalam hal keamanan, hanya sebagian kecil dari mereka yang memilih generik sebagai pilihan utama dibandingkan obat bermerek ketika diberikan pilihan langsung. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

Beberapa penelitian di berbagai negara juga melaporkan bahwa preferensi pasien sering masih condong kepada obat bermerek karena persepsi “kualitas lebih tinggi”. Hal ini terutama terlihat di kalangan masyarakat yang kurang memahami bioekivalensi generik atau yang terpengaruh oleh praktik pemasaran industri farmasi bermerek. [Lihat sumber Disini - dovepress.com]

Namun, tren penelitian menunjukkan bahwa dengan peningkatan edukasi, pengalaman positif, dan kebijakan yang mendukung, kepercayaan terhadap obat generik dapat meningkat seiring waktu.


Dampak Tingkat Kepercayaan terhadap Penggunaan Obat

Tingkat kepercayaan terhadap obat generik memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek sistem kesehatan, di antaranya:

1. Kepatuhan Terapi Pasien:

Pasien yang percaya pada kualitas obat generik lebih cenderung mengikuti regimen terapi yang diresepkan dan menyelesaikan pengobatan sesuai anjuran, sehingga meningkatkan hasil kesehatan.

2. Biaya Kesehatan yang Lebih Rendah:

Kepercayaan tinggi terhadap generik mendorong penggunaan obat tersebut, yang pada gilirannya menurunkan biaya pengobatan baik bagi pasien maupun sistem kesehatan secara keseluruhan.

3. Utilisasi Layanan Kesehatan yang Lebih Efisien:

Dengan meningkatnya penggunaan generik, tekanan pada pembiayaan kesehatan nasional bisa berkurang, memungkinkan anggaran dialihkan ke layanan lain yang penting.

4. Pengaruh pada Kualitas Sistem Kesehatan:

Kepercayaan yang kuat terhadap obat generik juga mencerminkan sistem kesehatan yang transparan dan edukatif, di mana informasi yang benar membantu pasien membuat keputusan medis yang baik.


Kesimpulan

Tingkat kepercayaan terhadap obat generik merupakan indikator penting dalam efektivitas sistem pelayanan kesehatan dan pengambilan keputusan terapi pasien. Kepercayaan ini dipengaruhi oleh pemahaman ilmiah, pengalaman pribadi, dan peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi yang tepat. Meskipun banyak pasien mengakui nilai ekonomis obat generik, persepsi tentang kualitas sering masih kurang kuat dibandingkan obat bermerek. Edukasi yang berkelanjutan, dukungan kebijakan, dan pendekatan komunikasi yang efektif dari tenaga kesehatan dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap obat generik. Peningkatan kepercayaan ini berpotensi mendorong penggunaan obat generik secara lebih luas, menurunkan biaya kesehatan, serta meningkatkan hasil kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Tingkat kepercayaan terhadap obat generik adalah keyakinan pasien mengenai kualitas, keamanan, dan efektivitas obat generik sebagai alternatif obat bermerek. Kepercayaan ini dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, edukasi tenaga kesehatan, serta persepsi harga dan kualitas.

Faktor yang memengaruhi kepercayaan pasien meliputi pengetahuan, pengalaman pribadi, rekomendasi tenaga kesehatan, persepsi harga dan kualitas, tingkat pendidikan, dan paparan informasi yang benar mengenai obat generik.

Sebagian pasien lebih memilih obat bermerek karena persepsi bahwa obat bermerek memiliki kualitas lebih tinggi, efek yang lebih kuat, serta karena pengaruh pengalaman pribadi atau pemasaran industri farmasi. Padahal secara bioekivalensi, obat generik memiliki efektivitas yang setara.

Tenaga kesehatan berperan melalui edukasi, konseling farmasi, pemberian informasi berbasis bukti, serta rekomendasi yang jelas bahwa obat generik memiliki keamanan dan efektivitas yang setara dengan obat bermerek. Peran ini sangat penting untuk mengubah persepsi masyarakat.

Tingkat kepercayaan yang tinggi meningkatkan penggunaan obat generik, menurunkan biaya pengobatan, meningkatkan kepatuhan pasien, serta mendukung efisiensi sistem kesehatan nasional. Sebaliknya, kepercayaan rendah dapat menghambat optimalisasi pemanfaatan obat generik.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Obat Generik: Konsep, Persepsi Pasien, dan Penerimaan Obat Generik: Konsep, Persepsi Pasien, dan Penerimaan Evaluasi Efektivitas Obat Hipertensi Generik Evaluasi Efektivitas Obat Hipertensi Generik Perbandingan Efektivitas Obat Generik dan Branded Perbandingan Efektivitas Obat Generik dan Branded Rasionalitas Penggunaan Obat Rasionalitas Penggunaan Obat Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Kepercayaan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan Kepercayaan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan Konsep Kepercayaan Diri: Dimensi dan Pengukuran Konsep Kepercayaan Diri: Dimensi dan Pengukuran Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Kepercayaan Pasien terhadap Tenaga Kesehatan: Konsep, Makna, dan Implikasi Tingkat Kepercayaan Pasien terhadap Farmasis Tingkat Kepercayaan Pasien terhadap Farmasis Tingkat Kepercayaan terhadap Klaim Produk Herbal Tingkat Kepercayaan terhadap Klaim Produk Herbal Persepsi Pasien mengenai Obat Generasi Baru Persepsi Pasien mengenai Obat Generasi Baru Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Obat OTC Persepsi Persalinan di Fasilitas Kesehatan: Konsep, Kepercayaan, dan Pilihan Persepsi Persalinan di Fasilitas Kesehatan: Konsep, Kepercayaan, dan Pilihan Kualitas Hidup Pasien: Indikator dan Penilaian Kualitas Hidup Pasien: Indikator dan Penilaian Model ADDIE dalam Penelitian Pendidikan Model ADDIE dalam Penelitian Pendidikan Identifikasi Masalah: Pengertian, Langkah, dan Contoh Identifikasi Masalah: Pengertian, Langkah, dan Contoh Persepsi Konsumen terhadap BPOM dan Sertifikasi Persepsi Konsumen terhadap BPOM dan Sertifikasi Persepsi Pasien terhadap Terapi Obat: Konsep, Kepuasan, dan Kepercayaan Persepsi Pasien terhadap Terapi Obat: Konsep, Kepuasan, dan Kepercayaan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…