Terakhir diperbarui: 17 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 17 December). Penerimaan Teknologi Informasi Kesehatan. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penerimaan-teknologi-informasi-kesehatan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penerimaan Teknologi Informasi Kesehatan - SumberAjar.com

Penerimaan Teknologi Informasi Kesehatan

Pendahuluan

Dalam era digital yang terus berkembang pesat, teknologi informasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hampir semua sektor kehidupan, terutama di bidang kesehatan. Penerapan teknologi informasi dalam layanan kesehatan tidak hanya sekadar meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan data pasien, dan akses informasi medis secara real-time. Perubahan ini mencakup penggunaan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS), rekam medis elektronik (RME), aplikasi telemedicine, serta berbagai platform mobile health yang dirancang untuk memudahkan tenaga kesehatan dan pasien dalam menjalankan proses pelayanan kesehatan. Di tengah transformasi digital ini, muncul pertanyaan penting: sejauh mana tenaga kesehatan menerima dan menggunakan teknologi baru tersebut? Proses penerimaan teknologi informasi kesehatan menjadi kunci utama untuk memastikan manfaat maksimal dari investasi teknologi, termasuk bagaimana persepsi tenaga kesehatan tentang manfaat dan kemudahan penggunaan sistem ini serta hambatan yang mungkin dihadapi. Artikel ini menyajikan pembahasan komprehensif berdasarkan kajian teori dan bukti empiris dari berbagai jurnal serta studi ilmiah untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai penerimaan teknologi informasi kesehatan.


Definisi Penerimaan Teknologi Informasi Kesehatan

Definisi Penerimaan Teknologi Informasi Kesehatan Secara Umum

Penerimaan teknologi informasi kesehatan secara umum merujuk pada sejauh mana individu atau organisasi bersedia mengadopsi, menggunakan, dan mengintegrasikan teknologi informasi dalam aktivitas pelayanan kesehatan mereka. Ini melibatkan berbagai aspek seperti sistem informasi manajemen rumah sakit, rekam medis elektronik, dan aplikasi mobile health yang dirancang untuk mempercepat proses kerja, mengurangi kesalahan manusia, serta meningkatkan pelayanan pasien. Penerimaan ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi itu sendiri, tetapi juga pada kesiapan pengguna untuk belajar, beradaptasi, dan mengubah pola kerja tradisional menjadi lebih efisien melalui penggunaan teknologi.

Definisi Penerimaan Teknologi Informasi Kesehatan dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “teknologi informasi” didefinisikan sebagai gabungan teknologi yang berhubungan dengan pengolahan, penyimpanan, dan penyebaran informasi, terutama dalam bentuk elektronik. Sementara itu, “penerimaan” didefinisikan sebagai tindakan atau proses menerima sesuatu. Oleh karena itu, penerimaan teknologi informasi kesehatan dalam konteks ini berarti proses atau tindakan tenaga kesehatan atau organisasi kesehatan dalam menerima, menggunakan, dan mengintegrasikan teknologi informasi kesehatan ke dalam proses kerja dan pelayanan kesehatan. (Definisi gabungan dari istilah teknologi informasi dan penerimaan dalam KBBI)

Definisi Penerimaan Teknologi Informasi Kesehatan Menurut Para Ahli

  1. Davis (1989), Dalam kerangka Technology Acceptance Model (TAM), penerimaan teknologi dijelaskan sebagai proses di mana keyakinan individu terhadap kegunaan (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan (perceived ease of use) teknologi memengaruhi sikap serta niat mereka untuk menggunakan teknologi tersebut. TAM menjadi model teoritis yang paling banyak digunakan dalam penelitian tentang adopsi teknologi informasi karena kemampuannya menjelaskan tingkah laku pengguna dalam konteks penggunaan sistem informasi. [Lihat sumber Disini - open.ncl.ac.uk]

  2. Venkatesh dan Davis (2000), Menambahkan bahwa aspek sosial dan pengalaman pengguna juga dapat memengaruhi keputusan untuk menerima teknologi, termasuk norma subjektif yang mendorong individu untuk menggunakan sebuah sistem informasi. [Lihat sumber Disini - open.ncl.ac.uk]

  3. G Tetik (2024), Menyatakan bahwa dalam konteks sistem informasi kesehatan, perceived usefulness dan perceived ease of use menjadi faktor penentu utama dalam penerimaan teknologi informasi, di mana pengguna akan lebih cenderung menggunakan teknologi yang dianggap bermanfaat dan mudah digunakan. [Lihat sumber Disini - pubmed.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. AlQudah et al. (2021), Dalam kajian sistem kesehatan, pengguna menunjukkan bahwa intensi perilaku terhadap penggunaan teknologi sangat dipengaruhi oleh persepsi kemudahan dan kegunaan, yang kemudian menentukan sikap dan adopsi nyata dari teknologi kesehatan. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Konsep Technology Acceptance Model (TAM)

Model Technology Acceptance Model (TAM) merupakan kerangka teoritis yang memprediksi penerimaan pengguna terhadap teknologi informasi berdasarkan beberapa konstruk utama. Model ini dikembangkan oleh Davis (1989) dan sejak itu menjadi salah satu model yang paling dominan dalam studi adopsi teknologi. TAM memfokuskan pada hubungan antara keyakinan pengguna terhadap teknologi dan perilaku penggunaan teknologi tersebut. Dua konstruk utama dalam TAM adalah perceived usefulness (PU) atau persepsi kegunaan, dan perceived ease of use (PEOU) atau persepsi kemudahan penggunaan.

Menurut TAM, perceived usefulness adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa penggunaan teknologi tertentu akan meningkatkan kinerja kerjanya. Dalam konteks kesehatan, hal ini berarti bagaimana tenaga kesehatan percaya bahwa sistem informasi seperti rekam medis elektronik atau SIMRS dapat membantu meningkatkan efisiensi layanan, akurasi data pasien, serta dukungan dalam pengambilan keputusan klinis. Perceived ease of use menggambarkan sejauh mana seseorang percaya bahwa penggunaan teknologi tersebut bebas dari kesulitan. Semakin mudah sistem digunakan, semakin tinggi kemungkinan tenaga kesehatan akan menerima dan menggunakannya.

Penelitian empiris di Indonesia telah menggunakan kerangka TAM untuk menganalisis adopsi berbagai aplikasi kesehatan seperti SIMRS dan telemedicine. Misalnya, studi pada implementasi aplikasi mobile health untuk telemedicine di Kota Mataram menemukan bahwa persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan merupakan prediktor signifikan dari niat menggunakan aplikasi tersebut. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Lebih jauh, TAM telah diterapkan untuk mengevaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS), di mana perceived usefulness dan perceived ease of use terbukti berperan penting dalam membentuk sikap dan niat pengguna terhadap penggunaan sistem tersebut. [Lihat sumber Disini - ejurnal.ung.ac.id]

Namun, kritik terhadap TAM juga menunjukkan bahwa model ini tidak selalu mempertimbangkan faktor eksternal seperti dukungan organisasi, norma sosial, atau aspek budaya yang mungkin memengaruhi penerimaan teknologi di lingkungan kesehatan yang kompleks. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Faktor Persepsi Manfaat dan Kemudahan

Dalam penerimaan teknologi informasi kesehatan, perceived usefulness dan perceived ease of use merupakan dua faktor menentukan yang sering diteliti. Perceived usefulness mencerminkan keyakinan bahwa suatu sistem informasi akan meningkatkan efektivitas pekerjaan. Dalam praktiknya, fitur dukungan keputusan klinis, pengelolaan data pasien yang terintegrasi, serta kemudahan akses informasi medis merupakan contoh aspek yang dianggap bermanfaat oleh tenaga kesehatan.

Contoh penelitian di Mataram menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan aplikasi mobile health secara signifikan mempengaruhi niat penggunaan telemedicine, di mana responden menyatakan bahwa teknologi yang dianggap meningkatkan kemudahan akses layanan kesehatan cenderung memiliki tingkat adopsi lebih tinggi. [Lihat sumber Disini - ejurnalmalahayati.ac.id]

Selain itu, penelitian tentang implementasi rekam medis elektronik di berbagai rumah sakit juga mengungkapkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan sikap positif tenaga kesehatan terhadap teknologi tersebut. Semakin mudah sistem dioperasikan tanpa banyak kendala teknis, semakin tinggi kemungkinan tenaga kesehatan akan menggunakannya secara terus-menerus. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]

Faktor-faktor eksternal lain seperti pelatihan yang memadai, dukungan manajemen, serta kualitas teknis sistem juga memengaruhi persepsi manfaat dan kemudahan. Penelitian yang menganalisis penerimaan SIMRS di rumah sakit menunjukkan bahwa pelatihan intensif dan dukungan organisasi menjadi faktor tambahan yang mampu meningkatkan persepsi positif terhadap sistem. [Lihat sumber Disini - ejournal.um-sorong.ac.id]


Sikap Tenaga Kesehatan terhadap Teknologi

Sikap tenaga kesehatan terhadap teknologi informasi kesehatan mencerminkan evaluasi subjektif mereka terhadap penggunaan teknologi tersebut dalam pekerjaan sehari-hari. Sikap ini dipengaruhi secara langsung oleh persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan. Jika tenaga kesehatan melihat teknologi sebagai alat yang membantu menyelesaikan tugas mereka dengan lebih cepat dan akurat, maka mereka cenderung memiliki sikap positif terhadap penggunaannya.

Dalam berbagai penelitian, sikap positif tenaga kesehatan dikaitkan dengan niat perilaku (behavioral intention) untuk terus menggunakan teknologi. Misalnya, penelitian evaluasi rekam medis elektronik di Panti Waluyo Hospital Surakarta menunjukkan bahwa perceived usefulness dan perceived ease of use memiliki peran signifikan dalam membentuk sikap positif tenaga kesehatan terhadap sistem ini. [Lihat sumber Disini - midwifery.iocspublisher.org]

Sikap positif ini kemudian berkontribusi pada niat perilaku yang lebih tinggi untuk menggunakan teknologi dalam praktik klinis sehari-hari, bukan hanya sebagai kewajiban administratif.

Faktor lain yang memengaruhi sikap tenaga kesehatan termasuk pengalaman pengguna sebelumnya dengan teknologi, dukungan rekan kerja dan manajemen, serta persepsi risiko terhadap keamanan dan privasi data. Semua elemen ini berkontribusi terhadap bagaimana tenaga kesehatan menilai apakah teknologi tersebut layak untuk diadopsi secara luas. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Hambatan Penerimaan Teknologi

Meskipun teknologi informasi kesehatan menawarkan berbagai manfaat, ada sejumlah hambatan yang dapat menghambat penerimaan dan penggunaannya. Hambatan utama termasuk resistensi terhadap perubahan, keterbatasan keterampilan digital tenaga kesehatan, serta masalah infrastruktur teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil dan perangkat keras yang tidak memadai.

Penelitian evaluasi sistem pendaftaran pasien secara online menunjukkan bahwa kurangnya pengalaman dan pemahaman tenaga kesehatan serta kurangnya pemahaman SOP teknologi menjadi faktor yang menurunkan persepsi kemudahan penggunaan, meskipun teknologi tersebut secara potensial bisa meningkatkan efisiensi layanan. [Lihat sumber Disini - ejournal.itn.ac.id]

Selain itu, masalah keamanan dan privasi data juga sering dijadikan hambatan dalam penerimaan teknologi informasi di fasilitas kesehatan. Kekhawatiran terkait keamanan informasi pasien dan risiko pelanggaran data dapat menciptakan sikap negatif terhadap penggunaan teknologi, bahkan jika manfaat fungsionalnya jelas. Faktor ini biasanya memerlukan pendekatan kebijakan, pelatihan keamanan, serta jaminan perlindungan data untuk diatasi. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]

Hambatan lain termasuk kurangnya dukungan organisasi atau kurangnya komitmen manajerial dalam menyediakan fasilitas pelatihan dan pemeliharaan sistem yang memadai, yang berdampak langsung pada keterbatasan kemampuan tenaga kesehatan untuk menggunakan teknologi secara efektif. [Lihat sumber Disini - ejournal.um-sorong.ac.id]


Strategi Meningkatkan Penerimaan Teknologi

Untuk meningkatkan penerimaan teknologi informasi kesehatan, organisasi perlu menerapkan strategi yang komprehensif.

  1. Pelatihan dan Pendidikan Berkelanjutan

    Program pelatihan yang intensif dan berkelanjutan dapat membantu tenaga kesehatan memahami cara kerja teknologi dan meningkatkan kepercayaan mereka terhadap sistem baru. Program ini harus dirancang sesuai dengan tingkat keterampilan digital pengguna sehingga semua tenaga kesehatan merasa kompeten dalam menggunakan teknologi.

  2. Dukungan Manajerial dan Organisasi

    Komitmen manajemen fasilitas kesehatan dalam menyediakan dukungan teknis dan sumber daya merupakan faktor penting dalam meningkatkan penerimaan teknologi. Dukungan ini termasuk waktu yang dialokasikan untuk pelatihan, bantuan teknis langsung, serta penghargaan terhadap pengguna yang berhasil mengadopsi sistem baru.

  3. Meningkatkan Kualitas Sistem

    Penting untuk memastikan bahwa sistem yang diterapkan benar-benar memenuhi kebutuhan pengguna, aman, serta mudah digunakan. Penyempurnaan antarmuka pengguna dan pengujian yang matang dapat meminimalkan hambatan operasional yang membuat pengguna frustrasi dan enggan menggunakan teknologi.

  4. Fokus pada Keamanan dan Privasi Data

    Menjamin keamanan data pasien dan memberikan kepastian kepada tenaga kesehatan terhadap perlindungan privasi dapat mengurangi kekhawatiran terkait risiko teknologi. Kebijakan keamanan yang kuat serta pelatihan dalam praktik keamanan informasi dapat meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap teknologi.

Strategi-strategi ini didukung oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa peningkatan pelatihan, dukungan organisasi, serta penyediaan sistem dengan kualitas teknis yang baik secara signifikan meningkatkan niat dan perilaku pengguna untuk mengadopsi teknologi informasi kesehatan. [Lihat sumber Disini - ejournal.um-sorong.ac.id]


Kesimpulan

Penerimaan teknologi informasi kesehatan merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, sikap pengguna, serta hambatan teknis dan organisasi. Model Technology Acceptance Model (TAM) memberikan kerangka teoretis yang kuat untuk memahami bagaimana keyakinan tenaga kesehatan terhadap kegunaan dan kemudahan teknologi memengaruhi sikap mereka serta niat untuk menggunakannya. Penelitian empiris dari berbagai studi menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap teknologi meningkatkan adopsi sistem seperti SIMRS, rekam medis elektronik, dan aplikasi mobile health. Untuk meningkatkan penerimaan teknologi, diperlukan strategi komprehensif meliputi pelatihan, dukungan manajerial, peningkatan kualitas sistem, serta penanganan isu keamanan data. Melalui pendekatan yang holistik, fasilitas kesehatan dapat memaksimalkan manfaat teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penerimaan teknologi informasi kesehatan adalah proses di mana tenaga kesehatan atau organisasi kesehatan menerima, menggunakan, dan mengintegrasikan sistem teknologi informasi seperti rekam medis elektronik, SIMRS, dan telemedicine dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.

Penerimaan teknologi informasi kesehatan penting karena menentukan keberhasilan implementasi sistem digital dalam meningkatkan efisiensi kerja, kualitas pelayanan, akurasi data pasien, serta mendukung pengambilan keputusan klinis.

Technology Acceptance Model (TAM) adalah model teoritis yang menjelaskan penerimaan teknologi berdasarkan dua faktor utama, yaitu persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan, yang memengaruhi sikap serta niat tenaga kesehatan untuk menggunakan teknologi informasi kesehatan.

Faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi informasi kesehatan meliputi persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, sikap tenaga kesehatan, dukungan organisasi, pelatihan, kualitas sistem, serta keamanan dan privasi data.

Hambatan utama meliputi keterbatasan literasi digital tenaga kesehatan, resistensi terhadap perubahan, infrastruktur teknologi yang belum memadai, serta kekhawatiran terhadap keamanan dan kerahasiaan data pasien.

Strategi peningkatan penerimaan teknologi informasi kesehatan dapat dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, dukungan manajemen, peningkatan kualitas sistem, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta penguatan kebijakan keamanan dan privasi data.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Web Penerimaan Mahasiswa Baru Sistem Web Penerimaan Mahasiswa Baru Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Teknologi Adaptif untuk Riset Sosial Teknologi Adaptif untuk Riset Sosial Otoritas Sosial: Konsep dan Penerimaan Masyarakat Otoritas Sosial: Konsep dan Penerimaan Masyarakat Ketergantungan Teknologi: Konsep dan Implikasi Sosial Ketergantungan Teknologi: Konsep dan Implikasi Sosial Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Pengujian User Acceptance Test (UAT) Pengujian User Acceptance Test (UAT) Dampak Teknologi terhadap Kualitas Penelitian Dampak Teknologi terhadap Kualitas Penelitian Sikap Ibu terhadap Vaksinasi Sikap Ibu terhadap Vaksinasi Kajian Interdisipliner antara Ilmu Sosial dan Teknologi Kajian Interdisipliner antara Ilmu Sosial dan Teknologi Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Obat Generik: Konsep, Persepsi Pasien, dan Penerimaan Obat Generik: Konsep, Persepsi Pasien, dan Penerimaan Sistem Informasi Donasi Online Sistem Informasi Donasi Online SPK Penilaian Risiko Proyek Teknologi SPK Penilaian Risiko Proyek Teknologi Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru Determinisme: Konsep dan Contoh dalam Penelitian Sosial Determinisme: Konsep dan Contoh dalam Penelitian Sosial Literasi Digital Tenaga Kesehatan Literasi Digital Tenaga Kesehatan Teknologi Kolaboratif dalam Pendidikan Digital Teknologi Kolaboratif dalam Pendidikan Digital Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…