Terakhir diperbarui: 01 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 1 December). Open Science Movement: Prinsip dan Manfaatnya. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/open-science-movement-prinsip-dan-manfaatnya  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Open Science Movement: Prinsip dan Manfaatnya - SumberAjar.com

Open Science Movement: Prinsip dan Manfaatnya

Pendahuluan

Perkembangan ilmu pengetahuan di era digital telah membawa perubahan besar dalam cara riset dilakukan, dibagikan, dan dimanfaatkan. Di satu sisi, kemajuan teknologi dan akses internet memungkinkan kolaborasi global dan distribusi cepat informasi; di sisi lain, banyak hasil penelitian terkunci di balik paywall dan sulit diakses publik, membatasi penggunaan dan potensi dampaknya. Oleh karena itu muncul gerakan yang dikenal sebagai Open Science, sebuah upaya sistemik untuk membuat seluruh proses penelitian termasuk data, publikasi, metode, dan hasilnya dapat diakses secara luas oleh siapa saja, tanpa halangan biaya atau akses. Gerakan ini dianggap sebagai “revolusi epistemik” yang dapat mendemokratisasi pengetahuan, meningkatkan transparansi, mempercepat inovasi, serta memperkuat kredibilitas ilmu pengetahuan.

Dengan artikel ini diharapkan pembaca memahami konsep, prinsip, serta manfaat dari Open Science, termasuk dampaknya terhadap peneliti, institusi, dan masyarakat luas.


Definisi Open Science

Definisi Open Science Secara Umum

Open Science secara umum dapat didefinisikan sebagai gerakan global yang berupaya menjadikan hasil riset ilmiah dan keseluruhan prosesnya terbuka, termasuk publikasi, data, kode, metode, dan dokumentasi, sehingga dapat diakses, digunakan, dan dikembangkan oleh siapa saja. [Lihat sumber Disini - cos.io] Gerakan ini menekankan transparansi, kolaborasi, inklusivitas, serta akses universal terhadap pengetahuan ilmiah, dengan tujuan memperluas penyebaran ilmu dan mempercepat kemajuan penelitian secara kolektif. [Lihat sumber Disini - cos.io]

Definisi Open Science dalam KBBI

Karena istilah “Open Science” adalah istilah internasional dan relatif baru, pencarian di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kemungkinan besar tidak secara eksplisit memasukkan frasa ini sebagai entri tersendiri. Namun, konsep serupa dalam bahasa Indonesia dapat dipahami sebagai “ilmuwan terbuka”, yaitu pendekatan ilmiah di mana hasil penelitian tersedia untuk umum tanpa batasan akses, baik publikasi, data, maupun metode. Meski demikian, saya tidak menemukan definisi resmi “Open Science” dalam versi daring KBBI per tanggal penulisan ini.

Definisi Open Science Menurut Para Ahli

Beberapa ahli dan lembaga telah merumuskan definisi dan karakteristik Open Science sebagai berikut:

  • Menurut Center for Open Science (COS), Open Science adalah gerakan yang bertujuan membuat riset ilmiah dan hasilnya dapat diakses secara gratis oleh semua orang, serta mendorong praktik seperti open-access, open-data, open peer review, open collaboration, sehingga penelitian menjadi lebih transparan, kolaboratif, dan inklusif. [Lihat sumber Disini - cos.io]
  • Dalam kajian kontemporer, Open Science digambarkan sebagai kumpulan metode, alat, platform, dan praktik yang memungkinkan penelitian menjadi lebih accessible, transparent, reproducible, dan reliable. Hal ini mencakup berbagi data, kode, metode, preprint, serta memungkinkan re-analisis dan replikasi penelitian. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
  • Menurut kajian di Indonesia terhadap penerapan Open Science pada perpustakaan publik, Open Science diartikan sebagai gerakan ilmiah yang membawa harapan agar hasil penelitian dan karya ilmiah dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa biaya, membuka akses ilmu pengetahuan bagi publik, bukan hanya kalangan akademik. [Lihat sumber Disini - jurnal.uinsyahada.ac.id]
  • Dari perspektif kebijakan global, UNESCO menyatakan bahwa Open Science mendukung penyebaran ilmu pengetahuan yang adil dan berdampak sosial, memungkinkan masyarakat mendapatkan akses terhadap penelitian, meningkatkan pendidikan, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. [Lihat sumber Disini - un.org]

Dengan demikian, meskipun tidak selalu sama persis, definisi-definisi tersebut konsisten dalam menekankan akses terbuka, transparansi, kolaborasi, dan inklusivitas sebagai inti dari Open Science.


Asal, Perkembangan, dan Konteks Sejarah Open Science

Gerakan Open Science lahir dari kebutuhan panjang terhadap perubahan dalam sistem tradisional penerbitan ilmiah, di mana banyak publikasi disimpan di balik paywall, data penelitian tidak dibagikan, dan proses evaluasi serta distribusi pengetahuan bersifat tertutup. [Lihat sumber Disini - opusproject.eu]

Seiring dengan perkembangan internet dan teknologi digital, komunitas ilmiah mulai mengadvokasi agar proses penelitian dan hasilnya bisa diakses lebih luas, tidak hanya oleh peneliti elit di institusi besar, tetapi juga peneliti di negara berkembang, mahasiswa, praktisi, pengambil kebijakan, bahkan masyarakat umum. [Lihat sumber Disini - ruangjurnal.com]

Banyak institusi, penerbit, dan pendana penelitian global mulai mendorong kebijakan Open Science. Misalnya, implementasi praktek open-access, open-data, preprint, serta penggunaan repositori terbuka dan infrastruktur publik untuk data dan publikasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

Di Indonesia pun kesadaran tentang Open Science meningkat, sejumlah perpustakaan, universitas, dan lembaga riset mulai membicarakan dan menerapkan Open Science, meskipun masih banyak tantangan terkait budaya, regulasi, dan pemahaman publik. [Lihat sumber Disini - jurnal.uinsyahada.ac.id]

Perkembangan ini menjadikan Open Science sebagai bagian penting dari upaya global menuju penelitian yang lebih inklusif, transparan, dan berdampak luas, bukan sekadar sebagai pilihan, tapi sebagai paradigma baru dalam cara kita menghasilkan dan berbagi pengetahuan. [Lihat sumber Disini - opusproject.eu]


Prinsip-Prinsip Utama Open Science

Transparansi
Penelitian harus dilakukan secara terbuka, termasuk perencanaan (misalnya preregistration), metode, data, analisis, hingga hasil. Hal ini memungkinkan pihak lain untuk mereplikasi, memverifikasi, atau mengevaluasi ulang temuan secara objektif. [Lihat sumber Disini - cos.io]

Keterbukaan Akses (Open Access & Open Data)
Hasil penelitian, baik publikasi, data mentah, kode, maupun dokumentasi, harus dapat diakses secara bebas oleh siapa saja tanpa biaya. Ini mencakup artikel open-access, data dalam repositori terbuka, serta lisensi terbuka yang memungkinkan penggunaan kembali. [Lihat sumber Disini - orion-openscience.eu]

Reproducibility & Reusability
Dengan data dan metode yang terbuka, penelitian bisa direproduksi atau dianalisis kembali oleh peneliti lain, memperkuat keandalan hasil dan memungkinkan pengembangan lebih lanjut dari penelitian sebelumnya. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Kolaborasi & Inklusivitas
Open Science mendorong kolaborasi tidak hanya antar peneliti, tapi juga melibatkan institusi, pendanaan, publik, dan stakeholder lain, sehingga pengetahuan tidak eksklusif, melainkan kolektif. [Lihat sumber Disini - cos.io]

Akses Publik dan Pendidikan
Karena penelitian sering dibiayai oleh dana publik atau lembaga pendidikan, hasilnya sepatutnya bisa diakses oleh publik luas, termasuk praktisi, pelajar, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum, untuk mendukung literasi ilmiah, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. [Lihat sumber Disini - aspeninstitute.org]

Pengakuan & Kredit Akademik yang Adil
Open Science mendorong agar kontribusi seperti data, kode, peer review, dokumentasi, bukan hanya artikel akhir, diakui sebagai output ilmiah yang valid. Ini memungkinkan rekognisi yang lebih adil dan luas terhadap semua bentuk kontribusi ilmiah. [Lihat sumber Disini - cos.io]


Manfaat Open Science

Manfaat Open Science dapat dirasakan di banyak tingkat, mulai dari individu peneliti hingga masyarakat luas dan kebijakan publik. Beberapa manfaat utama antara lain:

Meningkatkan Visibilitas & Sitasi
Penelitian yang dipublikasikan secara terbuka (open-access) biasanya lebih sering diakses, digunakan, dan disitasi dibandingkan yang terkunci di balik paywall. [Lihat sumber Disini - springernature.com] Sebagai contoh, penelitian yang membagikan data atau preprint cenderung memperoleh peningkatan sitasi, yang secara tidak langsung meningkatkan reputasi akademik. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]

Mempercepat Kemajuan Ilmu dan Inovasi
Dengan data, metode, dan publikasi yang mudah diakses, peneliti dari berbagai disiplin dan lokasi dapat membangun penelitian lebih cepat, menghindari duplikasi, dan berkolaborasi secara global. Hal ini mempercepat terbentuknya pengetahuan baru dan inovasi. [Lihat sumber Disini - springernature.com]

Meningkatkan Kualitas dan Kredibilitas Penelitian
Transparansi dan keterbukaan memungkinkan penelitian untuk diverifikasi, direplikasi, atau dikritisi secara terbuka, sehingga potensi kesalahan, manipulasi data, atau bias dapat diminimalkan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com] Selain itu, proses peer review yang terbuka dan metode yang terdokumentasi dengan baik memperkuat akurasi dan integritas ilmiah. [Lihat sumber Disini - cos.io]

Mendorong Kolaborasi Multidisipliner & Partisipasi Publik
Open Science membuka kesempatan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara, termasuk melibatkan peneliti muda, institusi di negara berkembang, praktisi, serta masyarakat umum. Hal ini memperluas cakupan dan dampak penelitian, serta memungkinkan berbagai perspektif ikut terlibat. [Lihat sumber Disini - kuleuven.be] Selain itu, akses terbuka memungkinkan publik mendapatkan informasi ilmiah secara langsung, mendukung pendidikan, literasi ilmiah, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. [Lihat sumber Disini - libraryguides.unh.edu]

Meningkatkan Efisiensi dan Return on Investment Penelitian
Karena hasil penelitian dapat digunakan ulang (reuse), data dan sumber daya penelitian tidak “terbuang” setelah diterbitkan. Ini membuat penelitian menjadi lebih efisien, biaya, waktu, dan usaha bisa digunakan secara optimal, serta memastikan bahwa dana publik untuk penelitian memberikan dampak maksimal. [Lihat sumber Disini - blogs.uef.fi]

Mendukung Keadilan dan Demokratisasi Akses Ilmu Pengetahuan
Dengan mengenalkan akses terbuka, Open Science membantu meratakan kesempatan bagi peneliti dari institusi dengan dana terbatas, dari negara berkembang, atau individu luar akademik untuk mengakses, berkontribusi, dan memanfaatkan hasil penelitian. Hal ini menjadikan ilmu pengetahuan bukan milik segelintir orang saja, tapi milik bersama. [Lihat sumber Disini - jurnal.uinsyahada.ac.id]

Memperkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik terhadap Sains
Ketika metodologi, data, dan hasil penelitian tersedia secara terbuka, masyarakat bisa melihat bagaimana penelitian dilakukan, ini memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap sains. Apalagi dalam konteks isu publik seperti kesehatan, lingkungan, kebijakan, dll. [Lihat sumber Disini - science.nasa.gov]


Tantangan dan Hambatan dalam Implementasi Open Science

Meski manfaatnya besar, implementasi Open Science tidak tanpa kendala. Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:

  • Kurangnya pemahaman dan kesadaran: Banyak peneliti dan institusi yang belum familiar dengan konsep atau praktik Open Science, sehingga kebiasaan “tertutup” tetap berlanjut. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
  • Beban tambahan: Untuk membagikan data, kode, dokumentasi, atau preprint secara terbuka memerlukan usaha ekstra, misalnya dokumentasi, manajemen data, persiapan lisensi, penyesuaian format. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
  • Insentif akademik yang belum memadai: Dalam sistem tradisional, artikel di jurnal bereputasi tinggi bisa lebih dihargai daripada data, kode, atau kontribusi lain; sehingga peneliti mungkin kurang termotivasi untuk membuka hasil lengkap mereka. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
  • Kekhawatiran terkait privasi, hak kekayaan intelektual, serta potensi penyalahgunaan data (misalnya data sensitif), yang membuat tidak semua output layak dibuka sembarangan. [Lihat sumber Disini - blogs.uef.fi]

Walaupun demikian, banyak komunitas dan lembaga mulai mencari solusi, misalnya penggunaan lisensi terbuka, repositori aman, kebijakan institusional, serta pelatihan bagi peneliti agar transisi ke Open Science bisa dilakukan dengan prinsip etis dan bertanggung jawab. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Implementasi dan Praktik Open Science: Bentuk Nyata

Beberapa bentuk nyata penerapan Open Science di dunia riset modern antara lain:

  • Publikasi open-access: Artikel ilmiah diterbitkan di jurnal atau repositori yang bisa diakses gratis oleh siapa saja.
  • Berbagi data penelitian (open data): Dataset mentah, metadata, kode analisis, alat bantu, dan dokumentasi penelitian tersedia di repositori publik, dengan lisensi terbuka.
  • Preprint: Hasil penelitian dibagikan sebelum peer-review resmi, memungkinkan penyebaran cepat sekaligus masukan komunitas luas.
  • Open peer review & open-notebook science: Proses review dan dokumentasi penelitian dilakukan secara terbuka, reviewer bisa mendapat kredit, proses transparan, dan reputasi ilmiah bisa lebih adil.
  • Kolaborasi terbuka & lintas disiplin: Peneliti dari berbagai latar belakang, institusi, maupun negara bisa bekerja sama; termasuk partisipasi non-akademik (praktisi, pemerintah, masyarakat).
  • Infrastruktur riset terbuka: Penggunaan repositori publik, platform kolaborasi, open-source tools, dan kebijakan institusional untuk mendukung sharing dan reuse penelitian.

Contohnya, komunitas internasional dan kebijakan global (termasuk dari UNESCO) telah mendorong penggunaan repositori terbuka, open-data mandates, serta infrastruktur riset terbuka sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim, kesehatan masyarakat, atau pembangunan berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - un.org]

Di Indonesia pun, ada upaya dari perpustakaan dan institusi akademik untuk mengenalkan Open Science, sebagai bagian dari transformasi budaya riset agar lebih terbuka, inklusif, dan berdampak luas. [Lihat sumber Disini - jurnal.uinsyahada.ac.id]


Kesimpulan

Gerakan Open Science merupakan paradigma baru dalam dunia penelitian, dari sekedar menghasilkan artikel ke jurnal bereputasi tinggi, menjadi sebuah ekosistem terbuka di mana data, metode, kode, dan hasil penelitian dapat diakses, diperiksa, dan digunakan ulang oleh siapa saja. Dengan prinsip transparansi, akses terbuka, kolaborasi, dan inklusivitas, Open Science menyediakan fondasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan yang lebih cepat, kredibel, dan berdampak luas, baik untuk peneliti, institusi, maupun masyarakat global.

Namun implementasinya tidak mudah dan memerlukan perubahan budaya, insentif akademik, serta kesadaran bersama, agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal tanpa mengabaikan etika, privasi, atau hak kekayaan intelektual.

Dengan semakin meluasnya dukungan institusi dan kebijakan global, serta kemajuan teknologi dan infrastruktur riset terbuka, Open Science bisa menjadi kunci untuk mewujudkan penelitian yang demokratis, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Open Science adalah gerakan global yang mendorong keterbukaan dalam seluruh proses penelitian, termasuk data, metode, publikasi, dan hasilnya. Tujuannya adalah agar penelitian dapat diakses, digunakan, dan dikembangkan oleh siapa saja tanpa batasan akses.

Prinsip utama Open Science meliputi transparansi, akses terbuka terhadap hasil penelitian, kolaborasi, reusability, reproducibility, serta keterlibatan publik dalam proses ilmiah.

Open Science meningkatkan visibilitas penelitian, memperbesar peluang sitasi, membuka kesempatan kolaborasi, mempercepat inovasi, serta memperkuat kredibilitas melalui transparansi dan reproducibility.

Open Science memungkinkan masyarakat mengakses informasi ilmiah secara terbuka, mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, meningkatkan literasi ilmiah, dan membuka peluang pemanfaatan hasil penelitian secara luas.

Tantangan Open Science meliputi kurangnya pemahaman peneliti, beban dokumentasi tambahan, keterbatasan insentif akademik, serta isu privasi dan kekayaan intelektual pada data sensitif.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Prinsip Keilmuan: Pengertian, Ciri, dan Contoh Open Data Science untuk Penelitian Ilmiah Open Data Science untuk Penelitian Ilmiah Prinsip Falsifikasi dalam Ilmu Pengetahuan Modern Prinsip Falsifikasi dalam Ilmu Pengetahuan Modern Etika Pelayanan Kesehatan Etika Pelayanan Kesehatan Hegemoni: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh dalam Kajian Sosial Hegemoni: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh dalam Kajian Sosial Kualitas Tidur Pasien: Gangguan Umum dan Implikasi Keperawatan Kualitas Tidur Pasien: Gangguan Umum dan Implikasi Keperawatan Prinsip Inferensi dalam Penarikan Kesimpulan Prinsip Inferensi dalam Penarikan Kesimpulan Rasionalitas Akademik: Definisi dan Prinsip Rasionalitas Akademik: Definisi dan Prinsip Rasionalisme Ilmiah: Pengertian, Prinsip, dan Contoh Rasionalisme Ilmiah: Pengertian, Prinsip, dan Contoh Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Obat Antipiretik: Pola Penggunaan dan Efektivitas Obat Antipiretik: Pola Penggunaan dan Efektivitas Prinsip Konsistensi dalam Penalaran Akademik Prinsip Konsistensi dalam Penalaran Akademik Dialektika Pengertian, Prinsip, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Dialektika Pengertian, Prinsip, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Etika Pengambilan Keputusan Klinis: Konsep, Dilema Etik, dan Praktik Profesional Etika Pengambilan Keputusan Klinis: Konsep, Dilema Etik, dan Praktik Profesional Prinsip Universalitas dalam Ilmu Pengetahuan Prinsip Universalitas dalam Ilmu Pengetahuan Prinsip Relevansi Ilmiah dalam Penulisan Akademik Prinsip Relevansi Ilmiah dalam Penulisan Akademik Prinsip Replikasi dalam Eksperimen Prinsip Replikasi dalam Eksperimen Aksiologi: Pengertian, Prinsip, dan Contoh dalam Filsafat Ilmu Aksiologi: Pengertian, Prinsip, dan Contoh dalam Filsafat Ilmu Visualisasi Data Penelitian: Prinsip dan Contoh Visualisasi Data Penelitian: Prinsip dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…