Terakhir diperbarui: 09 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 9 January). Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/gerakan-sosial-konsep-jenis-dan-tahapannya 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya - SumberAjar.com

Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya

Pendahuluan

Gerakan sosial merupakan fenomena penting dalam ilmu sosial karena mencerminkan dinamika keinginan kelompok masyarakat untuk mendorong perubahan dalam struktur sosial, politik, budaya, maupun ekonomi. Dalam sejarah manusia, gerakan sosial sudah muncul sejak lama dan membentuk berbagai perubahan besar, seperti penghapusan perbudakan hingga perjuangan hak-hak sipil. Gerakan ini tidak hanya sekadar aksi massa, tetapi dapat menjadi alat transformasi sosial yang mendalam ketika nilai, tujuan, serta strategi kolektifnya mampu mengubah asumsi sosial yang sudah mapan. Oleh karena itu, memahami gerakan sosial dari berbagai aspek, mulai dari definisi, teori, hingga tahapan perkembangannya, menjadi aspek penting dalam kajian sosiologi dan ilmu sosial yang lebih luas.


Definisi Gerakan Sosial

Definisi Gerakan Sosial Secara Umum

Gerakan sosial secara umum dipahami sebagai bentuk tindakan kolektif yang dilakukan oleh sekelompok orang yang bersatu dengan tujuan bersama untuk mencapai perubahan sosial tertentu dalam masyarakat. Gerakan ini bersifat lebih terpadu dan terorganisir dibandingkan sekadar perilaku kolektif spontan, serta melibatkan koordinasi, tujuan bersama, serta kesadaran akan ketidakpuasan terhadap kondisi sosial yang sedang berlangsung. Dalam pengertian umum, gerakan sosial adalah ekspresi masyarakat terhadap kebutuhan dan aspirasi dalam perubahan struktur sosial yang dianggap tidak adil atau tidak memadai. [Lihat sumber Disini - britannica.com]

Definisi Gerakan Sosial dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gerakan sosial dapat didefinisikan sebagai suatu aksi bersama atau usaha kolektif yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk memperjuangkan perubahan dalam aspek tertentu kehidupan masyarakat, baik berupa penolakan terhadap kondisi sosial yang ada maupun dorongan perubahan struktur sosial yang dianggap lebih ideal. Definisi ini menekankan sifat kolektif dan tujuan perubahan sebagai inti dari gerakan sosial. (Silakan gunakan akses langsung ke KBBI online untuk sumber KBBI yang resmi)

Definisi Gerakan Sosial Menurut Para Ahli

  1. Menurut Anthony Giddens, gerakan sosial adalah upaya kolektif kelompok yang terorganisir untuk mencari solusi atau menghambat suatu proses perubahan sosial, biasanya muncul sebagai respons terhadap keresahan sosial dan dilakukan di luar lembaga-lembaga formal yang mapan. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]

  2. Greene (2002) menyatakan bahwa gerakan sosial merupakan bentuk perilaku kolektif yang bertahan dalam jangka waktu tertentu, memiliki struktur, dan dilakukan secara rasional untuk mencapai tujuan tertentu. [Lihat sumber Disini - repository.uinsu.ac.id]

  3. Encyclopædia Britannica menjelaskan bahwa gerakan sosial adalah kampanye yang longgar terorganisir namun berkelanjutan yang mendukung suatu tujuan sosial, biasanya terkait dengan perubahan struktur atau nilai dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - britannica.com]

  4. Resource Mobilization Theory menekankan bahwa gerakan sosial adalah upaya kolektif yang memobilisasi sumber daya baik material maupun non-material untuk mencapai perubahan yang diinginkan oleh kelompok tersebut. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]


Teori-Teori Gerakan Sosial

Dalam kajian sosiologi, beberapa pendekatan teori digunakan untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa gerakan sosial muncul, berkembang, serta berhasil atau gagal.

Teori Perilaku Kolektif

Teori perilaku kolektif memandang gerakan sosial sebagai respons spontan terhadap situasi sosial yang cepat berubah atau krisis. Teori ini menekankan pada aspek emosi, ketegangan sosial, serta dorongan spontan individu yang berkumpul untuk melakukan tindakan kolektif sebagai respons terhadap ketidaknyamanan sosial. Ia melihat gerakan sebagai bentuk perilaku yang timbul dari ketidakmampuan institusi sosial menampung stres sosial masyarakat. [Lihat sumber Disini - digilibadmin.unismuh.ac.id]

Teori Mobilisasi Sumber Daya (Resource Mobilization Theory)

Teori ini menjelaskan bahwa gerakan sosial tidak hanya lahir dari ketidakpuasan, tetapi dari kemampuan kelompok untuk memobilisasi sumber daya, baik material (uang, organisasi, teknologi) maupun non-material (dukungan moral, jaringan sosial, solidaritas). Gerakan yang berhasil adalah gerakan yang mampu memanfaatkan peluang politik dan mengorganisasikan sumber dayanya secara efektif. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

Teori Struktur Peluang Politik

Teori ini melihat gerakan sebagai hasil dari kondisi peluang politik yang berubah, seperti meningkatnya keterbukaan politik, pembelahan elite, atau kelemahan negara dalam menindak protes. Struktur ini menentukan apakah suatu gerakan memiliki ruang untuk berkembang atau tidak. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]

Teori Framing dan Identitas Kolektif

Pendekatan yang lebih kontemporer juga melihat bagaimana gerakan sosial dibentuk melalui framing, yaitu proses penyusunan makna yang membuat isu tertentu dianggap penting oleh publik, dan pembentukan identitas kolektif sebagai dasar solidaritas sosial yang kuat di antara para peserta gerakan.


Jenis-Jenis Gerakan Sosial

Dalam kajian sosiologi, gerakan sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan perubahan yang ingin dicapai:

1. Gerakan Reformis

Gerakan jenis ini berupaya mencapai perubahan signifikan dalam aspek tertentu sistem sosial tanpa menggulingkan keseluruhan struktur yang sudah ada. Contohnya adalah gerakan yang memperjuangkan reformasi kebijakan pendidikan atau reformasi ekonomi dalam sistem demokratis tertentu. [Lihat sumber Disini - 2012books.lardbucket.org]

2. Gerakan Revolusioner

Gerakan revolusioner bertujuan merombak total struktur sosial, politik, atau ekonomi yang berlaku. Contoh historisnya termasuk revolusi politik besar yang mengganti rezim pemerintahan. [Lihat sumber Disini - 2012books.lardbucket.org]

3. Gerakan Reaksioner

Gerakan ini bertujuan mempertahankan atau mengembalikan struktur sosial yang lama, terutama ketika merasa perubahan sosial tertentu memberikan dampak negatif. [Lihat sumber Disini - 2012books.lardbucket.org]

4. Gerakan Alternatif

Berfokus pada perubahan perilaku individu atau kelompok tertentu tanpa menargetkan perubahan besar pada struktur sosial secara umum. [Lihat sumber Disini - 2012books.lardbucket.org]

5. Gerakan Radikal atau Otentik Baru

Gerakan sosial baru yang sering muncul sejak akhir abad 20 mencakup isu-isu seperti lingkungan, gender, hak asasi manusia, dan identitas budaya, yang tidak selalu berhubungan langsung dengan konflik kelas tradisional. Jenis ini menunjukkan fokus yang lebih luas terhadap isu-isu post-material. [Lihat sumber Disini - ejournal.uigm.ac.id]


Tahapan Perkembangan Gerakan Sosial

Gerakan sosial tidak muncul secara tiba-tiba tetapi melalui beberapa tahapan perkembangan yang dapat berbeda tergantung konteksnya. Berikut beberapa model tahapan yang dikenal dalam kajian gerakan sosial:

1. Tahap Emergensi (Munculnya Kesadaran)

Pada tahap awal, muncul keresahan sosial yang dirasakan oleh sebuah kelompok karena adanya ketidakadilan atau masalah sosial tertentu. Faktor seperti ketidakpuasan, ketidaksetaraan, atau perubahan kondisi sosial memicu awal terbentuknya gerakan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Tahap Koordinasi dan Organisasi

Gerakan mulai terstruktur dengan adanya pembentukan organisasi, pemimpin, serta strategi aksi. Sumber daya baik internal maupun eksternal mulai dimobilisasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Tahap Aksi Kolektif

Pada tahap ini gerakan melakukan aksi nyata seperti demonstrasi, kampanye publik, atau advokasi kebijakan untuk mencapai tujuan gerakan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Tahap Evaluasi atau Krisis

Gerakan dapat menghadapi krisis, baik karena tekanan lawan, penolakan publik, ataupun konflik internal yang mempengaruhi keberlanjutan gerakan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

5. Tahap Keberhasilan atau Institusionalisasi / Disolusi

Akhirnya, gerakan berhasil mencapai tujuannya, dilembagakan menjadi bagian dari struktur sosial yang mapan, atau mengalami pembubaran bila tujuan tidak tercapai atau mengalami hambatan signifikan. [Lihat sumber Disini - digilibadmin.unismuh.ac.id]


Faktor Pendorong Gerakan Sosial

Beberapa faktor utama yang mendorong munculnya gerakan sosial antara lain:

  1. Ketidakpuasan Struktural dan Ketidaksetaraan: Ketimpangan ekonomi, diskriminasi sosial, atau perlakuan tidak adil oleh institusi sosial sering memicu kebutuhan untuk perubahan. [Lihat sumber Disini - digilibadmin.unismuh.ac.id]

  2. Perubahan Kondisi Sosial dan Ekonomi: Transformasi sosial yang cepat dapat menciptakan tekanan sosial yang memicu aksi kolektif sebagai respons. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  3. Mobilisasi Sumber Daya: Ketersediaan dan kemampuan mobilisasi sumber daya material dan non-material sangat menentukan kemampuan gerakan untuk berkembang. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

  4. Kondisi Politik dan Peluang: Kelemahan pemerintah, peluang masuknya kebijakan baru, atau perubahan struktur politik memberi ruang bagi gerakan untuk beraksi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  5. Media dan Teknologi: Perkembangan media sosial dan komunikasi digital meningkatkan kemampuan mobilisasi massa serta penyebaran pesan gerakan secara lebih cepat. [Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org]


Dampak Gerakan Sosial terhadap Perubahan Sosial

Gerakan sosial memiliki berbagai dampak signifikan pada masyarakat, di antaranya:

1. Perubahan Individu

Partisipan gerakan sering mengalami transformasi psikologis, memperkuat solidaritas, serta membentuk jaringan sosial yang meningkatkan kapasitas mereka untuk terus terlibat dalam aktivitas kolektif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

2. Perubahan Institusional

Gerakan dapat menekan institusi pemerintah atau organisasi lain untuk mengubah kebijakan atau praktik yang sebelumnya dianggap tidak adil, seperti legislatif baru atau reformasi administrasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

3. Perubahan Budaya

Budaya masyarakat juga dapat terdampak melalui gerakan yang mempengaruhi nilai, norma, atau kesadaran sosial terhadap isu tertentu (misalnya feminisme, hak asasi manusia). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

4. Perubahan Politik

Gerakan sosial sering kali memengaruhi hasil politik, baik dalam bentuk reformasi hukum, perubahan kepemimpinan, maupun redistribusi kekuasaan dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]


Kesimpulan

Gerakan sosial adalah ekspresi kolektif masyarakat dalam usaha mencapai perubahan sosial yang dianggap penting dan adil. Ia dapat dipahami dari berbagai dimensi, definisi umum, KBBI, hingga pandangan ahli, serta dianalisis melalui berbagai teori sosiologis yang berbeda. Gerakan sosial memiliki jenis-jenis tertentu berdasarkan tujuan dan sifat perubahan yang dicita-citakan, serta melewati beberapa tahapan perkembangan sebelum mencapai hasilnya. Faktor pendorong seperti ketidaksetaraan, peluang politik, mobilisasi sumber daya, serta peran media modern membantu menjelaskan mengapa gerakan-gerakan tersebut muncul dan berkembang. Dampak gerakan sosial terhadap masyarakat sangat luas, mulai dari perubahan pada tingkat individu hingga perubahan besar dalam struktur sosial dan politik. Pemahaman mendalam tentang gerakan sosial penting untuk memahami dinamika perubahan sosial kontemporer dan bagaimana masyarakat merespons tantangan zaman.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Gerakan sosial adalah tindakan kolektif yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat secara terorganisir untuk memperjuangkan perubahan sosial, politik, ekonomi, atau budaya yang dianggap lebih adil dan sesuai dengan kepentingan bersama.

Tujuan utama gerakan sosial adalah mendorong terjadinya perubahan sosial, baik dalam bentuk reformasi kebijakan, perubahan nilai dan norma sosial, maupun transformasi struktur sosial yang dianggap tidak adil.

Jenis-jenis gerakan sosial meliputi gerakan reformis, gerakan revolusioner, gerakan reaksioner, gerakan alternatif, dan gerakan sosial baru yang fokus pada isu identitas, lingkungan, dan hak asasi manusia.

Tahapan perkembangan gerakan sosial umumnya meliputi tahap kemunculan kesadaran, tahap organisasi dan mobilisasi, tahap aksi kolektif, tahap krisis atau evaluasi, serta tahap keberhasilan, institusionalisasi, atau pembubaran.

Faktor pendorong gerakan sosial antara lain ketidaksetaraan sosial, ketidakadilan struktural, perubahan sosial yang cepat, peluang politik, kemampuan mobilisasi sumber daya, serta peran media dan teknologi komunikasi.

Gerakan sosial dapat memberikan dampak berupa perubahan kebijakan publik, transformasi nilai dan budaya, peningkatan kesadaran sosial, serta perubahan struktur sosial dan politik dalam masyarakat.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Pola Mobilitas Post Operasi Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Aktivitas Fisik Ibu Hamil: Konsep, Batasan Aman, dan Manfaat Struktur Paradigma Ilmiah: Unsur dan Tahapannya Aktivisme Digital: Konsep dan Gerakan Sosial Baru Aktivitas Fisik Lansia Senam Hamil: Konsep, Manfaat, dan Prinsip Pelaksanaan Efektivitas Senam Yoga dalam Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Aktivitas Fisik dan Kesehatan Jantung Mobilisasi Dini: Pengertian dan Manfaatnya Perilaku Kolektif: Konsep dan Manifestasi Sosial Analisis: Definisi, Jenis, dan Metodenya Open Science Movement: Prinsip dan Manfaatnya Logika: Pengertian, Jenis, dan Contohnya di bidang Sosial Pengetahuan tentang Senam Hamil Aktivitas Fisik Aman untuk Ibu Hamil Yoga Hamil: Konsep, Kebugaran, dan Kesiapan Persalinan Pola Mobilitas Pasien Stroke: Konsep, Hambatan, dan Implikasi Rehabilitasi Perubahan Pola Nafas: Pengertian dan Penyebab Body Awareness pada Ibu Bersalin
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna