
Gerakan Sosial: Konsep, Jenis, dan Tahapannya
Pendahuluan
Gerakan sosial merupakan fenomena penting dalam ilmu sosial karena mencerminkan dinamika keinginan kelompok masyarakat untuk mendorong perubahan dalam struktur sosial, politik, budaya, maupun ekonomi. Dalam sejarah manusia, gerakan sosial sudah muncul sejak lama dan membentuk berbagai perubahan besar, seperti penghapusan perbudakan hingga perjuangan hak-hak sipil. Gerakan ini tidak hanya sekadar aksi massa, tetapi dapat menjadi alat transformasi sosial yang mendalam ketika nilai, tujuan, serta strategi kolektifnya mampu mengubah asumsi sosial yang sudah mapan. Oleh karena itu, memahami gerakan sosial dari berbagai aspek, mulai dari definisi, teori, hingga tahapan perkembangannya, menjadi aspek penting dalam kajian sosiologi dan ilmu sosial yang lebih luas.
Definisi Gerakan Sosial
Definisi Gerakan Sosial Secara Umum
Gerakan sosial secara umum dipahami sebagai bentuk tindakan kolektif yang dilakukan oleh sekelompok orang yang bersatu dengan tujuan bersama untuk mencapai perubahan sosial tertentu dalam masyarakat. Gerakan ini bersifat lebih terpadu dan terorganisir dibandingkan sekadar perilaku kolektif spontan, serta melibatkan koordinasi, tujuan bersama, serta kesadaran akan ketidakpuasan terhadap kondisi sosial yang sedang berlangsung. Dalam pengertian umum, gerakan sosial adalah ekspresi masyarakat terhadap kebutuhan dan aspirasi dalam perubahan struktur sosial yang dianggap tidak adil atau tidak memadai. [Lihat sumber Disini - britannica.com]
Definisi Gerakan Sosial dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gerakan sosial dapat didefinisikan sebagai suatu aksi bersama atau usaha kolektif yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk memperjuangkan perubahan dalam aspek tertentu kehidupan masyarakat, baik berupa penolakan terhadap kondisi sosial yang ada maupun dorongan perubahan struktur sosial yang dianggap lebih ideal. Definisi ini menekankan sifat kolektif dan tujuan perubahan sebagai inti dari gerakan sosial. (Silakan gunakan akses langsung ke KBBI online untuk sumber KBBI yang resmi)
Definisi Gerakan Sosial Menurut Para Ahli
Menurut Anthony Giddens, gerakan sosial adalah upaya kolektif kelompok yang terorganisir untuk mencari solusi atau menghambat suatu proses perubahan sosial, biasanya muncul sebagai respons terhadap keresahan sosial dan dilakukan di luar lembaga-lembaga formal yang mapan. [Lihat sumber Disini - etheses.iainkediri.ac.id]
Greene (2002) menyatakan bahwa gerakan sosial merupakan bentuk perilaku kolektif yang bertahan dalam jangka waktu tertentu, memiliki struktur, dan dilakukan secara rasional untuk mencapai tujuan tertentu. [Lihat sumber Disini - repository.uinsu.ac.id]
Encyclopædia Britannica menjelaskan bahwa gerakan sosial adalah kampanye yang longgar terorganisir namun berkelanjutan yang mendukung suatu tujuan sosial, biasanya terkait dengan perubahan struktur atau nilai dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - britannica.com]
Resource Mobilization Theory menekankan bahwa gerakan sosial adalah upaya kolektif yang memobilisasi sumber daya baik material maupun non-material untuk mencapai perubahan yang diinginkan oleh kelompok tersebut. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Teori-Teori Gerakan Sosial
Dalam kajian sosiologi, beberapa pendekatan teori digunakan untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa gerakan sosial muncul, berkembang, serta berhasil atau gagal.
Teori Perilaku Kolektif
Teori perilaku kolektif memandang gerakan sosial sebagai respons spontan terhadap situasi sosial yang cepat berubah atau krisis. Teori ini menekankan pada aspek emosi, ketegangan sosial, serta dorongan spontan individu yang berkumpul untuk melakukan tindakan kolektif sebagai respons terhadap ketidaknyamanan sosial. Ia melihat gerakan sebagai bentuk perilaku yang timbul dari ketidakmampuan institusi sosial menampung stres sosial masyarakat. [Lihat sumber Disini - digilibadmin.unismuh.ac.id]
Teori Mobilisasi Sumber Daya (Resource Mobilization Theory)
Teori ini menjelaskan bahwa gerakan sosial tidak hanya lahir dari ketidakpuasan, tetapi dari kemampuan kelompok untuk memobilisasi sumber daya, baik material (uang, organisasi, teknologi) maupun non-material (dukungan moral, jaringan sosial, solidaritas). Gerakan yang berhasil adalah gerakan yang mampu memanfaatkan peluang politik dan mengorganisasikan sumber dayanya secara efektif. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Teori Struktur Peluang Politik
Teori ini melihat gerakan sebagai hasil dari kondisi peluang politik yang berubah, seperti meningkatnya keterbukaan politik, pembelahan elite, atau kelemahan negara dalam menindak protes. Struktur ini menentukan apakah suatu gerakan memiliki ruang untuk berkembang atau tidak. [Lihat sumber Disini - jurnal.ugm.ac.id]
Teori Framing dan Identitas Kolektif
Pendekatan yang lebih kontemporer juga melihat bagaimana gerakan sosial dibentuk melalui framing, yaitu proses penyusunan makna yang membuat isu tertentu dianggap penting oleh publik, dan pembentukan identitas kolektif sebagai dasar solidaritas sosial yang kuat di antara para peserta gerakan.
Jenis-Jenis Gerakan Sosial
Dalam kajian sosiologi, gerakan sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan perubahan yang ingin dicapai:
1. Gerakan Reformis
Gerakan jenis ini berupaya mencapai perubahan signifikan dalam aspek tertentu sistem sosial tanpa menggulingkan keseluruhan struktur yang sudah ada. Contohnya adalah gerakan yang memperjuangkan reformasi kebijakan pendidikan atau reformasi ekonomi dalam sistem demokratis tertentu. [Lihat sumber Disini - 2012books.lardbucket.org]
2. Gerakan Revolusioner
Gerakan revolusioner bertujuan merombak total struktur sosial, politik, atau ekonomi yang berlaku. Contoh historisnya termasuk revolusi politik besar yang mengganti rezim pemerintahan. [Lihat sumber Disini - 2012books.lardbucket.org]
3. Gerakan Reaksioner
Gerakan ini bertujuan mempertahankan atau mengembalikan struktur sosial yang lama, terutama ketika merasa perubahan sosial tertentu memberikan dampak negatif. [Lihat sumber Disini - 2012books.lardbucket.org]
4. Gerakan Alternatif
Berfokus pada perubahan perilaku individu atau kelompok tertentu tanpa menargetkan perubahan besar pada struktur sosial secara umum. [Lihat sumber Disini - 2012books.lardbucket.org]
5. Gerakan Radikal atau Otentik Baru
Gerakan sosial baru yang sering muncul sejak akhir abad 20 mencakup isu-isu seperti lingkungan, gender, hak asasi manusia, dan identitas budaya, yang tidak selalu berhubungan langsung dengan konflik kelas tradisional. Jenis ini menunjukkan fokus yang lebih luas terhadap isu-isu post-material. [Lihat sumber Disini - ejournal.uigm.ac.id]
Tahapan Perkembangan Gerakan Sosial
Gerakan sosial tidak muncul secara tiba-tiba tetapi melalui beberapa tahapan perkembangan yang dapat berbeda tergantung konteksnya. Berikut beberapa model tahapan yang dikenal dalam kajian gerakan sosial:
1. Tahap Emergensi (Munculnya Kesadaran)
Pada tahap awal, muncul keresahan sosial yang dirasakan oleh sebuah kelompok karena adanya ketidakadilan atau masalah sosial tertentu. Faktor seperti ketidakpuasan, ketidaksetaraan, atau perubahan kondisi sosial memicu awal terbentuknya gerakan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
2. Tahap Koordinasi dan Organisasi
Gerakan mulai terstruktur dengan adanya pembentukan organisasi, pemimpin, serta strategi aksi. Sumber daya baik internal maupun eksternal mulai dimobilisasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
3. Tahap Aksi Kolektif
Pada tahap ini gerakan melakukan aksi nyata seperti demonstrasi, kampanye publik, atau advokasi kebijakan untuk mencapai tujuan gerakan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
4. Tahap Evaluasi atau Krisis
Gerakan dapat menghadapi krisis, baik karena tekanan lawan, penolakan publik, ataupun konflik internal yang mempengaruhi keberlanjutan gerakan. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
5. Tahap Keberhasilan atau Institusionalisasi / Disolusi
Akhirnya, gerakan berhasil mencapai tujuannya, dilembagakan menjadi bagian dari struktur sosial yang mapan, atau mengalami pembubaran bila tujuan tidak tercapai atau mengalami hambatan signifikan. [Lihat sumber Disini - digilibadmin.unismuh.ac.id]
Faktor Pendorong Gerakan Sosial
Beberapa faktor utama yang mendorong munculnya gerakan sosial antara lain:
Ketidakpuasan Struktural dan Ketidaksetaraan: Ketimpangan ekonomi, diskriminasi sosial, atau perlakuan tidak adil oleh institusi sosial sering memicu kebutuhan untuk perubahan. [Lihat sumber Disini - digilibadmin.unismuh.ac.id]
Perubahan Kondisi Sosial dan Ekonomi: Transformasi sosial yang cepat dapat menciptakan tekanan sosial yang memicu aksi kolektif sebagai respons. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Mobilisasi Sumber Daya: Ketersediaan dan kemampuan mobilisasi sumber daya material dan non-material sangat menentukan kemampuan gerakan untuk berkembang. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Kondisi Politik dan Peluang: Kelemahan pemerintah, peluang masuknya kebijakan baru, atau perubahan struktur politik memberi ruang bagi gerakan untuk beraksi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Media dan Teknologi: Perkembangan media sosial dan komunikasi digital meningkatkan kemampuan mobilisasi massa serta penyebaran pesan gerakan secara lebih cepat. [Lihat sumber Disini - ejournal.warunayama.org]
Dampak Gerakan Sosial terhadap Perubahan Sosial
Gerakan sosial memiliki berbagai dampak signifikan pada masyarakat, di antaranya:
1. Perubahan Individu
Partisipan gerakan sering mengalami transformasi psikologis, memperkuat solidaritas, serta membentuk jaringan sosial yang meningkatkan kapasitas mereka untuk terus terlibat dalam aktivitas kolektif. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
2. Perubahan Institusional
Gerakan dapat menekan institusi pemerintah atau organisasi lain untuk mengubah kebijakan atau praktik yang sebelumnya dianggap tidak adil, seperti legislatif baru atau reformasi administrasi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
3. Perubahan Budaya
Budaya masyarakat juga dapat terdampak melalui gerakan yang mempengaruhi nilai, norma, atau kesadaran sosial terhadap isu tertentu (misalnya feminisme, hak asasi manusia). [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
4. Perubahan Politik
Gerakan sosial sering kali memengaruhi hasil politik, baik dalam bentuk reformasi hukum, perubahan kepemimpinan, maupun redistribusi kekuasaan dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Kesimpulan
Gerakan sosial adalah ekspresi kolektif masyarakat dalam usaha mencapai perubahan sosial yang dianggap penting dan adil. Ia dapat dipahami dari berbagai dimensi, definisi umum, KBBI, hingga pandangan ahli, serta dianalisis melalui berbagai teori sosiologis yang berbeda. Gerakan sosial memiliki jenis-jenis tertentu berdasarkan tujuan dan sifat perubahan yang dicita-citakan, serta melewati beberapa tahapan perkembangan sebelum mencapai hasilnya. Faktor pendorong seperti ketidaksetaraan, peluang politik, mobilisasi sumber daya, serta peran media modern membantu menjelaskan mengapa gerakan-gerakan tersebut muncul dan berkembang. Dampak gerakan sosial terhadap masyarakat sangat luas, mulai dari perubahan pada tingkat individu hingga perubahan besar dalam struktur sosial dan politik. Pemahaman mendalam tentang gerakan sosial penting untuk memahami dinamika perubahan sosial kontemporer dan bagaimana masyarakat merespons tantangan zaman.