Terakhir diperbarui: 05 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 5 February). Penurunan Pondasi: Konsep, Pengaruh Tanah, dan Respons Struktur. SumberAjar. Retrieved 5 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/penurunan-pondasi-konsep-pengaruh-tanah-dan-respons-struktur  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Penurunan Pondasi: Konsep, Pengaruh Tanah, dan Respons Struktur - SumberAjar.com

Penurunan Pondasi: Konsep, Pengaruh Tanah, dan Respons Struktur

Pendahuluan

Dalam perencanaan bangunan dan struktur sipil, salah satu fenomena yang paling penting namun sering kali menjadi tantangan adalah penurunan pondasi. Fenomena ini terjadi ketika pondasi sebuah bangunan atau struktur bergerak turun secara vertikal ke dalam tanah akibat beban yang bekerja di atasnya. Penurunan ini bukan sekadar fenomena kecil, melainkan aspek krusial yang mempengaruhi keamanan, fungsi, serta umur layan sebuah struktur bangunan. Jika tidak direncanakan dan diantisipasi dengan benar, penurunan pondasi dapat berakibat pada retak, deformasi, bahkan keruntuhan struktural bangunan secara parsial atau menyeluruh.

Penurunan pondasi terjadi karena perubahan tekanan dan tegangan pada tanah di bawah beban struktur. Perubahan ini memicu perpindahan partikel tanah dan menyebabkan tanah mengikuti beban dengan turun vertikal. Dalam ilmu teknik geoteknik, memahami penurunan pondasi melibatkan kajian mekanika tanah, interaksi tanah-struktur, serta karakteristik beban selama masa konstruksi dan penggunaan struktur. Pengetahuan ini sangat penting agar perancangan pondasi dapat dilakukan secara optimal, meminimalkan risiko kerusakan, dan menjamin keselamatan bangunan bagi penghuninya. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])


Definisi Penurunan Pondasi

Definisi Penurunan Pondasi Secara Umum

Penurunan pondasi secara umum adalah gerak vertikal ke bawah yang terjadi pada pondasi atau tanah di bawah pondasi akibat beban yang bekerja di atasnya. Gerak ini dipicu oleh perubahan tegangan dalam tanah yang menyebabkan redistribusi tekanan di antara partikel-partikel tanah dan kemudian diikuti oleh penurunan permukaan tanah itu sendiri. Penurunan ini bukan sekadar fenomena “turunnya tanah”, melainkan juga berkaitan dengan redistribusi tegangan di dalam lapisan tanah yang menjadi penopang pondasi. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Definisi Penurunan Pondasi dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah penurunan merupakan proses atau perbuatan menjadi turun atau menurun, termasuk dalam konteks tanah atau permukaan yang mengalami pergeseran ke bawah. Meskipun KBBI tidak punya istilah spesifik teknis “penurunan pondasi”, definisi umum penurunan ini tetap relevan sebagai dasar pengertian gerakan vertikal permukaan tanah atau struktur ke arah bawah akibat pengaruh beban atau perubahan kondisi tanah. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Penurunan Pondasi Menurut Para Ahli

Menurut Chaerania dan rekan (2024), penurunan pondasi adalah deformasi vertikal yang terjadi akibat pembebanan pada pondasi, yang membuat tanah di bawah pondasi mengalami penyusutan volume dan penurunan permukaan. Dalam konteks ini, penurunan lebih dikaitkan dengan perubahan volume tanah akibat gaya yang bekerja dari struktur bangunan ke tanah. ([Lihat sumber Disini - journal.um-surabaya.ac.id])

Menurut Tensar International (2019), dalam ilmu geoteknik, settlement atau penurunan didefinisikan sebagai gerak vertikal ke bawah pada tanah akibat perubahan tegangan didalam tanah yang diakibatkan oleh pembebanan eksternal. Penurunan ini dapat berdampak pada struktur bangunan jika volumenya signifikan. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Selain itu, berdasarkan literature lain dalam geoteknik, penurunan pondasi juga diartikan sebagai fenomena dimana tanah di bawah pondasi mengalami penekanan dan konsolidasi akibat gaya yang kerja pada tanah, terutama di tanah lempung atau tanah lunak yang memiliki kompresibilitas tinggi. Secara mekanis, hal ini melibatkan redistribusi tegangan, pelepasan air pori, dan perubahan struktur internal tanah akibat beban. ([Lihat sumber Disini - superiorpolylift.com])


Jenis-Jenis Penurunan Pondasi

Penurunan pondasi bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis utama berdasarkan mekanisme dan karakteristiknya. Klasifikasi ini penting untuk memahami bagaimana penurunan terjadi serta apa konsekuensinya terhadap struktur bangunan.

Penurunan Elastis (Immediate Settlement)

Penurunan elastis terjadi segera setelah beban diterapkan pada tanah. Jenis ini tidak melibatkan perpindahan air pori dan umumnya terjadi pada tanah granular atau pada fase awal pemuatan tanah. Penurunan elastis bisa diperkirakan dengan teori elastisitas mekanika tanah dan biasanya terjadi cepat setelah struktur mulai menopang beban. ([Lihat sumber Disini - slideshare.net])

Penurunan Konsolidasi (Consolidation Settlement)

Jenis penurunan ini terjadi terutama pada tanah yang kaya akan lempung atau tanah yang memiliki kandungan air tinggi. Proses konsolidasi terjadi ketika air pori di dalam tanah terdorong keluar secara bertahap karena pembebanan, sehingga volume tanah menyusut dan menyebabkan permukaan tanah menurun. Ada dua periode utama dalam konsolidasi:

  1. Konsolidasi Primer, ketika air pori terdorong keluar dari tanah secara bertahap dan tanah mulai mengalami penurunan.

  2. Konsolidasi Sekunder, ketika penurunan terjadi akibat perubahan struktur internal tanah setelah air pori hampir habis dan penurunan masih berlanjut meskipun tekanan pori sudah turun. ([Lihat sumber Disini - slideshare.net])

Penurunan Diferensial (Differential Settlement)

Diferensial settlement terjadi ketika berbagai bagian dari pondasi atau struktur mengalami penurunan yang tidak sama besar. Kondisi ini bisa terjadi karena variasi kondisi tanah di bawah pondasi atau variasi beban pada struktur. Jenis penurunan ini sangat berbahaya bagi bangunan karena dapat menyebabkan retak dan deformasi struktural. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Jenis-jenis penurunan ini penting diidentifikasi karena masing-masing memiliki mekanisme yang berbeda serta konsekuensi berbeda terhadap performa struktur. Penurunan elastis umumnya mudah diprediksi dan biasanya tidak menimbulkan masalah signifikan jika berada dalam batas toleransi. Sedangkan penurunan konsolidasi dan diferensial membutuhkan analisis lebih kompleks dan kontrol desain yang cermat. ([Lihat sumber Disini - slideshare.net])


Faktor Tanah yang Mempengaruhi Penurunan

Penurunan pondasi sangat dipengaruhi oleh karakteristik tanah di bawah struktur. Tanah bukanlah media statis; sifat tanah dapat berubah dan memengaruhi respon terhadap beban struktur.

Jenis Tanah

Tanah dengan komponen lempung atau tanah yang memiliki kompresibilitas tinggi lebih rentan terhadap penurunan dibandingkan tanah granular seperti pasir atau kerikil. Hal ini disebabkan oleh kemampuan tanah lempung untuk menyimpan air pori yang tinggi dan memerlukan waktu lebih lama untuk pelepasan tekanan pori saat terbebani. ([Lihat sumber Disini - superiorpolylift.com])

Kandungan Air dan Permeabilitas

Tanah dengan kandungan air tinggi memiliki kemampuan untuk mengalami konsolidasi yang lebih besar karena pelepasan air pori membutuhkan waktu lebih lama. Permeabilitas tanah menentukan seberapa cepat air dapat dikeluarkan dari tanah saat terjadi pembebanan, sehingga mempengaruhi laju dan jumlah penurunan. ([Lihat sumber Disini - superiorpolylift.com])

Struktur dan Sifat Mekanik Tanah

Sifat-sifat tanah seperti modulus elastisitas, rasio pori, serta ketidakteraturan susunan partikel tanah mempengaruhi respon tanah terhadap pembebanan. Tanah kompak atau padat biasanya mengalami penurunan lebih kecil daripada tanah yang longgar atau memiliki porositas tinggi. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Pemuatan dan Durasi Beban

Beban struktur yang lebih besar akan menghasilkan tekanan lebih besar di dalam tanah, sehingga mempercepat proses konsolidasi dan menambah jumlah penurunan. Durasi beban juga menentukan apakah tanah akan mengalami penurunan jangka panjang atau jangka pendek, terutama pada tanah yang terikat air. ([Lihat sumber Disini - superiorpolylift.com])

Faktor-faktor ini perlu dianalisis secara cermat dalam perencanaan geoteknik agar prediksi penurunan dapat dilakukan dengan akurat. Kondisi tanah yang salah diidentifikasi atau diukur dapat menyebabkan desain pondasi yang tidak efektif serta masalah struktural jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - superiorpolylift.com])


Pengaruh Penurunan terhadap Respons Struktur

Penurunan pondasi tidak hanya berdampak pada tanah, namun juga pada struktur di atasnya. Ketika pondasi bergerak atau turun, struktur akan merespons sesuai dengan distribusi beban dan interaksi tanah-struktur.

Retak dan Deformasi Struktural

Salah satu dampak paling umum dari penurunan pondasi adalah retaknya elemen struktural seperti dinding, kolom, balok, atau sambungan antara elemen struktur. Retak ini dapat terjadi akibat perbedaan penurunan antara berbagai bagian bangunan yang menimbulkan tegangan tambahan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Perubahan Geometri Bangunan

Penurunan yang tidak seragam dapat menyebabkan perubahan geometri bangunan, seperti kemiringan lantai, perubahan level, serta tidak rata antara bagian struktur. Hal ini dapat mengganggu fungsi bangunan dan kenyamanan penghuninya. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Peningkatan Tegangan dan Gaya Tambahan

Ketika pondasi mengalami penurunan, gaya-gaya internal dalam elemen struktural juga berubah, yang dapat menyebabkan redistribusi beban yang tidak diinginkan. Hal ini dapat memicu peningkatan tegangan dan mempengaruhi stabilitas keseluruhan struktur. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Perubahan Sistem Interaksi Tanah-Struktur

Penurunan pondasi mempengaruhi interaksi tanah-struktur (soil-structure interaction), di mana gerakan tanah memengaruhi perilaku struktur dan sebaliknya. Interaksi ini sangat penting dalam perencanaan tahan gempa dan perilaku dinamis struktur, karena respon tanah dapat mengubah karakteristik getaran serta gaya inersia di dalam bangunan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Pemahaman pengaruh penurunan ini diperlukan agar desain struktur dapat memperhitungkan batas, batas toleransi penurunan tanpa mengorbankan keselamatan dan fungsi bangunan dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Batas Penurunan yang Diizinkan

Dalam perencanaan pondasi, penurunan tidak dapat dihindari sepenuhnya, tetapi harus dikontrol agar berada dalam batas toleransi yang aman. Batas toleransi ini tergantung pada jenis struktur, fungsi bangunan, serta standar perencanaan yang berlaku.

Batas Penurunan Total

Batas penurunan total biasanya ditentukan sesuai dengan standar teknis perencanaan geoteknik dan kebutuhan bangunan. Sebagai contoh, untuk bangunan umum, penurunan total yang masih dapat diterima umumnya berkisar dalam satuan milimeter sampai centimeter tergantung besar dan jenis beban struktur. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Batas Penurunan Diferensial

Penurunan diferensial sering kali memiliki batas toleransi yang lebih ketat dibandingkan penurunan total karena efeknya yang lebih merusak terhadap struktur. Standar perencanaan geoteknik sering memberikan batas toleransi yang sangat kecil untuk penurunan diferensial agar tidak menyebabkan retak yang signifikan atau deformasi struktural. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Perencanaan geoteknik harus memperhitungkan kemungkinan terbesar penurunan, menggunakan metode prediksi yang sesuai serta memperhatikan kondisi tanah dan beban struktur. Perhitungan ini juga harus mempertimbangkan cadangan faktor keselamatan sesuai pedoman teknis yang berlaku agar batas penurunan dapat dipenuhi secara pasti. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Penurunan Pondasi dalam Perencanaan Geoteknik

Dalam praktik perencanaan geoteknik, estimasi penurunan merupakan bagian penting dari desain pondasi. Perencana geoteknik menggunakan berbagai pendekatan analitis, empiris, maupun numerik untuk memprediksi besarnya penurunan dan dampaknya terhadap struktur. Metode ini melibatkan parameter tanah yang diperoleh dari uji lapangan dan laboratorium, seperti uji SPT, uji permeabilitas, dan uji konsolidasi untuk menghitung respon tanah terhadap beban. ([Lihat sumber Disini - scirp.org])

Prediksi penurunan juga menjadi bagian dari evaluasi kapasitas dukung tanah dan desain pondasi yang aman. Banyak studi akhir dan jurnal geoteknik melakukan pendekatan komparatif antara metode analitik klasik dan teknik simulasi berbasis elemen hingga untuk memprediksi penurunan pondasi secara lebih akurat dalam kondisi lapangan nyata. ([Lihat sumber Disini - journal.um-surabaya.ac.id])


Kesimpulan

Penurunan pondasi adalah fenomena vertikal yang terjadi akibat perubahan tegangan dalam tanah yang dipicu oleh beban struktur. Secara umum, ini melibatkan deformasi vertical tanah dan pondasi yang dipengaruhi oleh karakteristik tanah, kadar air, serta beban yang bekerja. Penurunan terdiri dari beberapa jenis utama seperti elastis, konsolidasi, serta penurunan diferensial yang masing-masing memiliki mekanisme berbeda dan konsekuensi berbeda terhadap performa struktur.

Faktor tanah seperti jenis tanah, permeabilitas, dan kompresibilitas sangat menentukan besarnya penurunan yang terjadi. Penurunan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan retak, deformasi, dan redistribusi beban pada struktur. Oleh karena itu, perencanaan geoteknik yang cermat selalu melibatkan estimasi penurunan serta batas toleransi yang aman bagi setiap jenis struktur.

Prediksi penurunan dalam perencanaan geoteknik didukung oleh metode analitik dan numerik, uji lapangan, serta pendekatan empiris berdasarkan data geoteknik yang terkini. Perencanaan yang benar tidak hanya meminimalkan risiko kerusakan struktural tetapi juga menjamin kenyamanan dan umur layanan bangunan dalam jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Penurunan pondasi adalah pergerakan vertikal ke bawah pada pondasi atau tanah di bawahnya akibat beban struktur, yang disebabkan oleh perubahan tegangan dan deformasi tanah pendukung.

Jenis penurunan pondasi meliputi penurunan elastis atau segera, penurunan konsolidasi akibat keluarnya air pori tanah, dan penurunan diferensial yang terjadi karena perbedaan penurunan antar bagian struktur.

Penurunan pondasi dipengaruhi oleh jenis tanah, kandungan air, permeabilitas, kompresibilitas tanah, besarnya beban bangunan, serta durasi pembebanan yang bekerja pada tanah.

Penurunan diferensial berbahaya karena menyebabkan perbedaan pergerakan antar bagian struktur, yang dapat menimbulkan retak, deformasi, perubahan geometri bangunan, dan menurunkan keamanan struktur.

Penurunan pondasi tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun harus dikendalikan agar berada dalam batas penurunan yang diizinkan sehingga tidak mengganggu fungsi, kenyamanan, dan keselamatan struktur.

Dalam perencanaan geoteknik, analisis penurunan pondasi digunakan untuk menentukan jenis pondasi, dimensi pondasi, serta metode perbaikan tanah agar struktur tetap aman dan berfungsi selama umur layan bangunan.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Daya Dukung Pondasi Dangkal: Konsep, Kapasitas Tanah, dan Dimensi Pondasi Daya Dukung Pondasi Dangkal: Konsep, Kapasitas Tanah, dan Dimensi Pondasi Daya Dukung Pondasi Dalam: Konsep, Transfer Beban, dan Tahanan Tanah Daya Dukung Pondasi Dalam: Konsep, Transfer Beban, dan Tahanan Tanah Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Tekanan Tanah Lateral: Konsep, Teori Tanah, dan Gaya Lateral Tekanan Tanah Lateral: Konsep, Teori Tanah, dan Gaya Lateral Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Stabilisasi Tanah: Konsep, Metode Perbaikan, dan Peningkatan Kekuatan Stabilisasi Tanah: Konsep, Metode Perbaikan, dan Peningkatan Kekuatan Perkuatan Tanah: Konsep, Sistem Perkuatan, dan Kestabilan Tanah Perkuatan Tanah: Konsep, Sistem Perkuatan, dan Kestabilan Tanah Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah Interaksi Tanah–Struktur: Konsep, Respons Gabungan, dan Deformasi Interaksi Tanah–Struktur: Konsep, Respons Gabungan, dan Deformasi Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Erosi Tanah: Konsep, Degradasi Lahan, dan Pengendalian Erosi Erosi Tanah: Konsep, Degradasi Lahan, dan Pengendalian Erosi Longsor: Konsep, Faktor Pemicu, dan Dampak Geoteknik Longsor: Konsep, Faktor Pemicu, dan Dampak Geoteknik Kapasitas Tiang: Konsep, Mekanisme Dukungan, dan Daya Dukung Kapasitas Tiang: Konsep, Mekanisme Dukungan, dan Daya Dukung
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…