Terakhir diperbarui: 04 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 February). Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah. SumberAjar. Retrieved 4 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/klasifikasi-tanah-konsep-sistem-klasifikasi-dan-identifikasi-tanah  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah - SumberAjar.com

Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah

Pendahuluan

Tanah adalah komponen fundamental bagi kehidupan di Bumi. Tanah bukan sekadar lapisan kotor di permukaan, tetapi sebuah sistem kompleks yang terdiri dari mineral, bahan organik, air, udara, dan organisme hidup yang berinteraksi dalam dinamika ruang dan waktu. Tanah terbentuk dari proses pelapukan batuan induk serta material organik melalui berbagai proses fisik, kimia, dan biologis selama ribuan hingga jutaan tahun, sehingga menghasilkan beragam sifat dan karakteristik yang berbeda antar lokasi. Tanah memainkan peran penting dalam pertanian, konstruksi, perencanaan geoteknik, konservasi lingkungan, serta sebagai penyangga kehidupan tanaman dan organisme lain. Untuk memahami berbagai fungsi ini dan memanfaatkannya secara optimal, diperlukan suatu pendekatan sistematis yang disebut klasifikasi tanah. Klasifikasi tanah menjadi dasar dalam mengorganisasi informasi tanah sehingga para profesional di bidang pertanian, teknik sipil, geologi, dan lingkungan dapat mengkomunikasikan serta membuat keputusan berbasis karakteristik tanah secara akurat dan efisien dalam berbagai konteks perencanaan dan manajemen sumber daya alam. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Definisi Klasifikasi Tanah

Definisi Klasifikasi Tanah Secara Umum

Klasifikasi tanah secara umum dapat dipahami sebagai suatu proses sistematis dalam mengelompokkan berbagai jenis tanah ke dalam kelas atau kategori tertentu berdasarkan kesamaan sifat-sifat fisik, kimia, serta karakteristik lain yang bisa diamati atau diukur. Tujuan utama pengelompokkan ini adalah untuk menyederhanakan variasi alami tanah dan membantu memahami perbedaan antar jenis tanah secara sistematik. Tanah yang dikelompokkan tersebut biasanya diberi nama atau label sehingga memudahkan dalam penyebutan dan pelaporan dalam komunikasi ilmiah maupun teknis. Dalam aplikasi praktis, klasifikasi tanah membantu para ahli dan praktisi dalam menentukan potensi pemanfaatan tanah, mempertimbangkan peruntukan lahan, serta menilai respon tanah terhadap penggunaan tertentu. ([Lihat sumber Disini - repository.pertanian.go.id])

Definisi Klasifikasi Tanah dalam KBBI

Menurut definisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), klasifikasi tanah diartikan sebagai proses pengelompokan tanah berdasarkan kesamaan dan kemiripan sifat serta ciri-ciri tanah tertentu agar jenis tanah dapat dibedakan satu sama lain. Pendekatan ini mencakup observasi dan identifikasi berbagai ciri tanah baik yang bersifat morfologi seperti warna, tekstur, struktur, maupun sifat fisik dan kimia yang diukur. Pemberian nama terhadap kelompok tanah berdasarkan klasifikasi tersebut bertujuan untuk menciptakan sistematika penamaan tanah yang tertata dan mudah dimengerti dalam konteks ilmiah maupun praktis. (Catatan: definisi KBBI yang spesifik mengenai klasifikasi tanah biasanya merupakan turunan dari definisi umum klasifikasi; dalam konteks ini digunakan istilah sesuai pengertian umum definisi KBBI terkait klasifikasi sebagai kategori ilmiah). ([Lihat sumber Disini - repository.pertanian.go.id])

Definisi Klasifikasi Tanah Menurut Para Ahli

Para ahli tanah memberikan definisi klasifikasi tanah berdasarkan perspektif ilmiah dan tujuan aplikatifnya. Menurut Hardjowigeno, klasifikasi tanah adalah teknik untuk mengelompokkan tanah berdasarkan karakteristik tertentu yang memiliki kesamaan sehingga tanah-tanah tersebut dapat dipahami dan dibandingkan secara sistematis. Pendekatan ini mengintegrasikan data sifat tanah yang diperoleh dari observasi lapangan maupun data laboratorium untuk tujuan interpretasi yang lebih luas.

Soil Survey Staff dalam konteks Soil Taxonomy mendefinisikan klasifikasi tanah sebagai sebuah sistem hirarkis yang mengatur jenis tanah ke dalam tingkatan taksonomi mulai dari kategori umum hingga yang lebih spesifik, sehingga mendukung pengambilan keputusan dalam manajemen sumber daya tanah.

Menurut Blum dan Schad dari World Reference Base for Soil Resources (WRB), klasifikasi tanah adalah proses pengelompokan tanah berdasarkan diagnostic horizons, diagnostic properties, dan diagnostic materials yang mencerminkan proses pedogenesis dan faktor pembentukan tanah secara ilmiah.

Sementara itu, dalam kerangka teknik sipil dan geoteknik, klasifikasi tanah ditafsirkan sebagai pengelompokkan tanah berdasarkan sifat mekanik dan fisik yang relevan dengan perancangan rekayasa, misalnya dalam sistem Unified Soil Classification System (USCS) yang menekankan ukuran butir dan plastisitas tanah untuk prediksi perilaku teknisnya. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Tujuan Klasifikasi Tanah

Klasifikasi tanah memiliki berbagai tujuan penting dalam konteks ilmu tanah dan aplikasinya. Pertama, tujuan pokok klasifikasi tanah adalah menyediakan suatu struktur yang teratur untuk mengorganisasikan pengetahuan tentang tanah sehingga berbagai jenis tanah dengan karakteristik yang berbeda dapat dibedakan dan dinyatakan secara sistematis. Informasi ini sangat berguna dalam menyampaikan sifat-sifat tanah yang relevan dalam konteks teknis, seperti potensi pemupukan pada pertanian atau sifat mekanik dalam perencanaan pondasi di bidang rekayasa geoteknik. ([Lihat sumber Disini - repository.pertanian.go.id])

Tujuan selanjutnya adalah untuk menentukan kesesuaian tanah terhadap pemakaian tertentu. Dalam praktik pertanian, tanah dengan klasifikasi tertentu akan menunjukkan potensi dan kendala untuk jenis tanaman tertentu atau praktik pertanian tertentu, sementara di bidang teknik sipil, klasifikasi tanah membantu menentukan kecocokan tanah sebagai bahan konstruksi atau sebagai dasar pondasi struktur bangunan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.um-palembang.ac.id])

Klasifikasi tanah juga berperan dalam menyampaikan informasi tanah dalam bentuk standar yang bisa diterjemahkan secara konsisten antar lembaga, peneliti, serta praktisi lintas disiplin. Pendekatan ini memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi dalam studi tanah baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Sistem Klasifikasi Tanah

Sistem klasifikasi tanah adalah metode atau kerangka kerja yang dipakai untuk mengatur tanah ke dalam kategori tertentu berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan. Berbagai sistem klasifikasi yang digunakan di dunia mencerminkan kebutuhan dan tujuan yang berbeda di berbagai disiplin ilmu.

Salah satu sistem yang paling dikenal di dunia adalah Soil Taxonomy yang dikembangkan oleh Soil Survey Staff di Amerika Serikat. Sistem ini menggunakan hirarki taksonomi yang mencakup ordo, sub-ordo, kelompok utama, subgroup, family, dan seri tanah. Klasifikasi ini membantu dalam penataan tanah berdasarkan karakteristik pembentukannya serta sifat-sifatnya secara ilmiah. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Sistem internasional lainnya adalah World Reference Base for Soil Resources (WRB) yang dikelola oleh International Union of Soil Sciences. Sistem ini didasarkan pada elemen diagnostik tanah seperti diagnostic horizons, diagnostic properties, dan diagnostic materials yang dipakai dalam pembuatan peta tanah global dan interpretasi pedogenetik. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dalam konteks rekayasa geoteknik dan teknik sipil, sistem Unified Soil Classification System (USCS) merupakan sistem yang sering dipakai untuk mengklasifikasikan tanah berdasarkan ukuran partikel dan plastisitasnya guna mengevaluasi kebutuhan teknis seperti perencanaan pondasi atau stabilitas lereng. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Di Indonesia, sistem klasifikasi tanah nasional yang digunakan dalam survei tanah agrikultur dan sumber daya lahan dirancang oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian untuk mendukung pemetaan tanah dan interpretasi pengelolaan tanah yang berkelanjutan, termasuk penyesuaian dengan kondisi lokal tanah di berbagai wilayah. ([Lihat sumber Disini - repository.pertanian.go.id])


Parameter dalam Klasifikasi Tanah

Parameter yang digunakan dalam klasifikasi tanah bervariasi tergantung pada sistem klasifikasi yang digunakan dan tujuan aplikasinya, namun secara umum mencakup aspek morfologi, fisik, dan kimia tanah. Di tingkat lapangan, parameter morfologi seperti warna tanah, struktur tanah, tekstur permukaan, dan profil horizon tanah merupakan data awal yang diamati oleh peneliti untuk memahami variasi tanah. Pengetahuan tentang morfologi merupakan dasar paling awal untuk mengenali jenis-jenis tanah dalam suatu kawasan. ([Lihat sumber Disini - repo.unand.ac.id])

Parameter fisik tanah mencakup ukuran partikel atau grain size distribution, yang digunakan dalam sistem seperti USCS untuk menentukan apakah tanah tergolong pasir, lanau, atau lempung berdasarkan persentase butirannya. Selain itu, plastisitas tanah yang diukur melalui batas-batas Atterberg juga menjadi parameter penting yang menunjukkan perilaku tanah dalam kondisi berbeda kelembapan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Karakteristik kimia tanah juga digunakan dalam beberapa pendekatan untuk memahami sifat tanah, seperti kandungan bahan organik, pH tanah, dan status nutrien yang berdampak pada kesuburan tanah untuk tujuan pertanian. Parameter-parameter ini biasanya diukur melalui analisis laboratorium untuk mendapatkan data yang komprehensif mengenai sifat tanah yang tidak tampak melalui observasi langsung. ([Lihat sumber Disini - nature.com])


Identifikasi Jenis Tanah di Lapangan

Identifikasi jenis tanah di lapangan adalah langkah penting dalam proses klasifikasi tanah. Tahap ini dilakukan dengan metode observasi langsung pada profil tanah yang terbuka, seperti melalui penggalian pit tanah atau penggunaan alat uji di lapangan. Pengamatan morfologi tanah seperti warna, tekstur, struktur, serta ketebalan horizon tanah memberikan gambaran awal mengenai tipe tanah di lokasi tertentu. ([Lihat sumber Disini - repo.unand.ac.id])

Identifikasi di lapangan dapat dilakukan dengan instrumen sederhana maupun alat uji seperti Standard Penetration Test (SPT) atau Cone Penetration Test (CPT) untuk memperoleh parameter geoteknik yang relevan dengan klasifikasi teknis. Data dari uji ini memberikan indikasi awal mengenai klasifikasi tanah berdasarkan nilai parameter seperti resistensi konus atau nilai kedalaman yang kemudian dibandingkan dengan standar klasifikasi yang dipakai dalam rekayasa. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Selanjutnya, tanah yang telah diobservasi di lapangan biasanya diambil sampel untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium guna mendapatkan data ukuran partikel, plastisitas, serta sifat mekanik lainnya. Kombinasi data lapangan dan laboratorium ini memberikan identifikasi yang lebih akurat atas jenis tanah serta membantu menentukan bagaimana tanah harus dikondisikan atau direncanakan dalam aplikasi praktis seperti konstruksi, pertanian, atau konservasi. ([Lihat sumber Disini - journal.istn.ac.id])


Peran Klasifikasi Tanah dalam Perencanaan Geoteknik

Dalam perencanaan geoteknik, klasifikasi tanah memegang peran sentral. Klasifikasi tanah membantu para insinyur geoteknik memahami sifat teknis dasar dari tanah di lokasi proyek sehingga dapat memprediksi bagaimana tanah akan berperilaku di bawah beban struktur maupun perubahan kondisi lingkungan. Karakteristik seperti ukuran butir, plastisitas, densitas, dan kadar air tanah memiliki implikasi langsung terhadap faktor-faktor kritis seperti daya dukung pondasi, stabilitas lereng, potensi penurunan tanah (settlement), dan respon tanah terhadap gempa. ([Lihat sumber Disini - ascelibrary.org])

Sistem klasifikasi seperti USCS memberikan kerangka standar yang dipakai dalam desain pondasi dan evaluasi tanah dasar bodi konstruksi. Landasan ini memungkinkan insinyur untuk mengkomunikasikan temuan investigasi tanah secara konsisten serta memilih metode perbaikan tanah atau teknik fondasi yang tepat berdasarkan tipe tanah yang teridentifikasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Lebih jauh lagi, klasifikasi tanah juga berperan dalam pemetaan tanah secara luas untuk perencanaan penggunaan lahan yang lebih efisien, terutama pada proyek-proyek besar seperti pembangunan infrastruktur, jalan raya, bendungan, atau perumahan. Data klasifikasi tanah berkontribusi pada asesmen risiko geoteknik serta perencanaan mitigasi risiko seperti potensi likuifaksi atau longsor. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Klasifikasi tanah merupakan komponen fundamental dalam ilmu tanah dan aplikasinya di berbagai bidang, terutama pertanian dan geoteknik. Proses klasifikasi tanah bertujuan mengorganisir variasi alami tanah ke dalam kategori yang sistematis berdasarkan sifat-sifat tanah yang relevan secara praktis dan ilmiah. Berbagai sistem klasifikasi, seperti Soil Taxonomy, World Reference Base (WRB), dan Unified Soil Classification System (USCS), mengakomodasi kebutuhan yang berbeda dalam pemetaan sumber daya tanah serta perencanaan teknis dalam rekayasa. Parameter utama dalam klasifikasi tanah mencakup morfologi, ukuran partikel, plastisitas, serta karakteristik kimia yang saling melengkapi untuk memberikan gambaran menyeluruh atas jenis tanah. Identifikasi tanah di lapangan dilanjutkan dengan analisis laboratorium guna mendapatkan data yang akurat bagi perencanaan konstruksi serta penggunaan lahan. Dalam konteks geoteknik, klasifikasi tanah berperan penting dalam menentukan desain pondasi, stabilitas lereng, dan mitigasi risiko teknis lainnya. Dengan pemahaman dan penerapan yang komprehensif, klasifikasi tanah memungkinkan pengelolaan sumber daya tanah yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam skala lokal maupun global. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Klasifikasi tanah adalah proses pengelompokan tanah ke dalam kategori tertentu berdasarkan kesamaan sifat fisik, mekanik, kimia, dan karakteristik lainnya. Klasifikasi ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman, analisis, serta pemanfaatan tanah dalam bidang pertanian, geoteknik, dan perencanaan konstruksi.

Klasifikasi tanah penting dalam teknik sipil dan geoteknik karena membantu menentukan perilaku tanah terhadap beban, kestabilan lereng, daya dukung pondasi, serta potensi penurunan tanah. Informasi ini menjadi dasar dalam perancangan struktur yang aman dan efisien.

Beberapa sistem klasifikasi tanah yang umum digunakan antara lain Soil Taxonomy, World Reference Base for Soil Resources (WRB), dan Unified Soil Classification System (USCS). Setiap sistem memiliki kriteria dan tujuan penggunaan yang berbeda sesuai bidangnya.

Parameter klasifikasi tanah meliputi tekstur tanah, ukuran butir, plastisitas, warna tanah, struktur tanah, kadar air, serta sifat kimia seperti pH dan kandungan bahan organik. Parameter tersebut diperoleh melalui observasi lapangan dan pengujian laboratorium.

Identifikasi tanah di lapangan dilakukan melalui pengamatan visual terhadap warna, tekstur, dan struktur tanah, serta melalui penggalian profil tanah. Pengujian lapangan seperti SPT atau CPT juga digunakan untuk memperoleh parameter teknis yang mendukung klasifikasi tanah.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Klasifikasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Klasifikasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Kajian Ilmiah Beban Gempa: Konsep, Respons Dinamik, dan Pengaruh Seismik Beban Gempa: Konsep, Respons Dinamik, dan Pengaruh Seismik Analisis Klasifikasi Data: Pengertian dan Contoh Analisis Klasifikasi Data: Pengertian dan Contoh SPK Rekomendasi Tanaman Berdasarkan Cuaca SPK Rekomendasi Tanaman Berdasarkan Cuaca Sistem Mobile Pemetaan Lokasi Bencana Sistem Mobile Pemetaan Lokasi Bencana Identifikasi Masalah: Pengertian, Langkah, dan Contoh Identifikasi Masalah: Pengertian, Langkah, dan Contoh Identifikasi Pasien yang Tepat Identifikasi Pasien yang Tepat Dampak Limbah Medis terhadap Lingkungan Dampak Limbah Medis terhadap Lingkungan X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Kerusakan Struktur: Konsep, Klasifikasi Kerusakan, dan Penyebab Teknis Kerusakan Struktur: Konsep, Klasifikasi Kerusakan, dan Penyebab Teknis
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…