Terakhir diperbarui: 04 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 February). Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah. SumberAjar. Retrieved 4 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/permeabilitas-tanah-konsep-aliran-air-dan-drainase-tanah  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah - SumberAjar.com

Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah

Pendahuluan

Permeabilitas tanah merupakan salah satu sifat paling penting dalam ilmu tanah dan rekayasa geoteknik yang menentukan bagaimana air dan zat cair lainnya dapat bergerak melalui pori-pori tanah. Fenomena ini bukan hanya berkontribusi pada proses alam seperti resapan dan aliran bawah tanah, melainkan juga krusial dalam desain sistem drainase, struktur fondasi, hingga pengendalian banjir. Tanah yang memiliki permeabilitas berbeda akan memperlihatkan perilaku aliran air yang berbeda pula, yang mempengaruhi keberlanjutan penggunaan lahan, stabilitas struktur, serta keberhasilan sistem drainase dan konservasi air tanah. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])


Definisi Permeabilitas Tanah

Definisi Permeabilitas Tanah Secara Umum

Permeabilitas tanah secara umum mengacu pada kemampuan tanah untuk memungkinkan aliran air melalui jaringan porinya. Tanah dipenuhi oleh ruang hampa (voids) yang saling terhubung sehingga air dapat menembus dari permukaan ke bawah tanah. Sifat ini sangat dipengaruhi oleh struktur tanah, ukuran pori, dan hubungan antar pori tersebut. Permeabilitas menunjukkan seberapa cepat atau lambat air akan merembes ke bawah permukaan tanah ketika tanah berada dalam keadaan jenuh atau hampir jenuh. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Definisi Permeabilitas Tanah dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), permeabilitas adalah istilah yang menggambarkan kemampuan suatu medium untuk dilalui oleh fluida, dalam konteks tanah berarti kemampuan tanah untuk dilalui air. Istilah ini menggabungkan konsep porositas dan konduktivitas aliran air dalam satu sifat yang mencerminkan laju aliran yang mungkin terjadi melalui media berpori tersebut. (Definisi KBBI bisa diakses di situs resmi KBBI daring). ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Definisi Permeabilitas Tanah Menurut Para Ahli

Menurut Das, B. M., permeabilitas tanah tergantung pada berbagai faktor termasuk viskositas air, ukuran butir tanah, rasio pori, dan derajat kejenuhan tanah yang mempengaruhi koefisien rembesan atau koefisien permeabilitas tanah. Nilai koefisien ini berbeda antara satu jenis tanah dengan tanah lainnya karena struktur fisik tanah itu sendiri menentukan laju aliran melalui media pori. ([Lihat sumber Disini - digilibadmin.unismuh.ac.id])

Para ahli lain menjelaskan bahwa:

  1. Permeabilitas tanah adalah kemampuan air untuk menyusup melalui pori-pori tanah yang saling terhubung, yang dipengaruhi oleh karakteristik tekstur tanah, struktur butiran, dan hubungan antar ruang pori. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  2. Dalam mekanika tanah, permeabilitas sering kali dinyatakan sebagai konduktivitas hidrolik (hydraulic conductivity), yang menggambarkan laju aliran air melalui unit luas tanah ketika diberi perbedaan tegangan hidraulik. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Henry Darcy yang pertama kali mendeskripsikan fenomena aliran melalui media berpori juga memberikan dasar teori yang dikenal sebagai Hukum Darcy, yang menjadi acuan dalam pengukuran permeabilitas. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  4. Peneliti lain dari jurnal teknik sipil menyatakan bahwa permeabilitas mencerminkan kemampuan lingkungan tanah untuk menyerap dan mentransmisikan air berdasarkan kondisi fisik tanah dan lingkungan sekitarnya. ([Lihat sumber Disini - sihojurnal.com])


Mekanisme Aliran Air dalam Tanah

Aliran air dalam tanah terjadi karena adanya gradien tekanan atau perbedaan energi potensial antara dua titik dalam media tanah. Tanah yang berada dalam keadaan jenuh penuh memungkinkan aliran air lebih cepat dibandingkan tanah yang hanya separuh jenuh karena seluruh ruang pori telah terisi oleh air. Struktur pori tanah, yang mencakup ukuran, bentuk, dan keterhubungan antar pori, menentukan jalur yang tersedia untuk aliran air. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Penelitian menunjukkan bahwa tanah dengan pori-pori besar dan saling terhubung seperti pasir kasar memiliki permeabilitas tinggi karena aliran air melalui pori besar lebih mudah. Sebaliknya, tanah berbutir halus seperti lempung memiliki pori kecil yang kurang terhubung, sehingga memperlambat aliran air dan menyebabkan permeabilitas rendah. ([Lihat sumber Disini - cantilever.id])

Selain itu, kondisi kejenuhan tanah sangat mempengaruhi mekanisme aliran tersebut. Tanah yang tidak sepenuhnya jenuh mengandung kantong udara yang menghambat aliran air karena air harus melewati bagian pori yang lebih kecil atau memaksa udara keluar dari pori tersebut terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan nilai permeabilitas efektif menjadi jauh lebih rendah daripada tanah yang sepenuhnya jenuh. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Aliran air melalui tanah tidak hanya dipengaruhi oleh ukuran pori, tetapi juga oleh bentuk geometri ruang pori dan saluran yang tersedia. Ketika pori-pori lebih kompleks dan tidak terhubung baik, aliran cenderung terhambat karena air mengalami lebih banyak resistensi aliran dalam jaringan yang tidak langsung. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permeabilitas

Beberapa faktor kunci yang mempengaruhi permeabilitas tanah antara lain ukuran butiran tanah, distribusi ukuran butir, tingkat kejenuhan, struktur pori, serta viskositas media fluida yang mengalir. ([Lihat sumber Disini - digilibadmin.unismuh.ac.id])

Ukuran butiran tanah menentukan seberapa besar ruang pori antara partikel. Tanah berbutir kasar seperti pasir memiliki ruang pori besar dan konektivitas yang tinggi sehingga mempercepat laju aliran air. Sebaliknya, tanah halus seperti lempung memiliki pori yang kecil dan kompleks sehingga membatasi aliran air. ([Lihat sumber Disini - sihojurnal.com])

Derajat kejenuhan tanah juga mempengaruhi permeabilitas. Tanah yang lebih jenuh memiliki ruang pori penuh air, sehingga aliran air dapat berlangsung secara kontinu dan cepat. Pada tanah yang hanya sebagian jenuh, adanya udara dalam pori menghambat jalannya air. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Distribusi ukuran pori yang tidak merata dapat menyebabkan aliran air mengambil jalur yang lebih panjang atau lebih kompleks sehingga menurunkan kecepatan aliran. Struktur pori terpadu dan konektif akan meningkatkan permeabilitas karena jalur aliran menjadi lebih langsung dan kurang hambatan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Faktor lain adalah viskositas air itu sendiri, di mana fluida dengan viskositas tinggi (misalnya air dingin atau tercampur zat lain) akan mengalir lebih lambat melalui pori tanah dibandingkan fluida dengan viskositas rendah. ([Lihat sumber Disini - digilibadmin.unismuh.ac.id])


Pengujian Permeabilitas Tanah

Pengujian permeabilitas tanah dilakukan untuk menentukan nilai koefisien permeabilitas yang menunjukkan kemampuan tanah dalam meloloskan air. Dua metode utama adalah constant head test dan falling head test. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Pada constant head test, air dialirkan melalui sampel tanah dengan perbedaan kepala hidraulik tetap, lalu diperoleh laju alir untuk menghitung koefisien permeabilitas. Metode ini cocok untuk tanah berbutir kasar dengan permeabilitas relatif tinggi. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Sedangkan falling head test dilakukan dengan mengamati perubahan tinggi air yang dialirkan melalui sampel tanah dari posisi awal ke posisi akhir, sehingga bisa diperoleh nilai permeabilitas untuk tanah yang memiliki laju aliran rendah seperti tanah halus atau lempung. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Selain pengujian di laboratorium, pengujian in situ seperti tes pompa (pumping test) atau tes infiltrasi langsung di lapangan juga digunakan untuk memperoleh gambaran permeabilitas tanah dalam kondisi nyata. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Permeabilitas Tanah dan Sistem Drainase

Permeabilitas tanah berkaitan erat dengan desain sistem drainase yang efektif. Tanah dengan permeabilitas tinggi akan cepat menyerap air hujan dan membuangnya ke bawah tanah, yang ideal bagi sistem drainase untuk mengurangi volume genangan air permukaan. Sebaliknya, tanah dengan permeabilitas rendah mampu menyebabkan air terperangkap di permukaan sehingga meningkatkan risiko genangan dan potensi banjir. ([Lihat sumber Disini - cantilever.id])

Dalam perencanaan drainase, pengetahuan tentang nilai koefisien permeabilitas diperlukan untuk menentukan dimensi saluran drainase, kedalaman parit resapan, dan struktur drainase bawah tanah yang efektif mengurangi aliran permukaan yang berlebihan. ([Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id])

Drainase yang tepat tidak hanya mengalirkan air dari permukaan tetapi juga membantu menjaga keseimbangan air tanah dan mencegah erosi tanah serta masalah pergeseran tanah yang berpotensi melumpuhkan infrastruktur. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])


Peran Permeabilitas dalam Rekayasa Geoteknik

Dalam rekayasa geoteknik, permeabilitas tanah menjadi parameter penting bagi desain fondasi, lereng, tanggul, dan struktur tanah lainnya. Tanah yang memiliki permeabilitas sangat rendah bisa menyebabkan tekanan air pori tinggi di bawah struktur, berpotensi menyebabkan kegagalan stabilitas jika tidak direncanakan dengan benar. ([Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id])

Koefisien permeabilitas yang dipahami dengan baik juga membantu insinyur merancang sistem pengendalian air di sekitar struktur bawah tanah, seperti basement bangunan dan terowongan, sehingga risiko rembesan air dan tekanan hidrostatis dapat diminimalkan. ([Lihat sumber Disini - tensarinternational.com])

Pemahaman karakteristik permeabilitas juga penting dalam manajemen long term, seperti perencanaan penggunaan tanah untuk irigasi pertanian, konservasi air, dan pengembangan kawasan industri yang memerlukan manajemen air tanah yang kompleks. ([Lihat sumber Disini - sihojurnal.com])


Kesimpulan

Permeabilitas tanah adalah sifat fundamental yang menggambarkan kemampuan tanah untuk mentransmisikan air melalui ruang porinya. Sifat ini sangat penting dalam memahami proses pergerakan air dalam tanah, desain sistem drainase, serta perencanaan rekayasa geoteknik. Berbagai faktor seperti ukuran butir, struktur pori, derajat kejenuhan, serta parameter fisik tanah mempengaruhi nilai koefisien permeabilitas. Pengujian permeabilitas melalui metode laboratorium dan in situ memberikan data yang diperlukan untuk desain infrastruktur yang aman dan efektif. Memahami konsep permeabilitas tanah secara komprehensif memungkinkan insinyur dan perencana menghadapi tantangan hidrologi dan geoteknik dengan solusi yang lebih baik dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Permeabilitas tanah adalah kemampuan tanah untuk meloloskan atau mengalirkan air melalui pori-porinya. Sifat ini menunjukkan seberapa cepat air dapat bergerak di dalam tanah dan sangat dipengaruhi oleh ukuran butir, struktur pori, serta tingkat kejenuhan tanah.

Permeabilitas tanah penting dalam rekayasa geoteknik karena mempengaruhi stabilitas fondasi, lereng, dan struktur bawah tanah. Tanah dengan permeabilitas rendah dapat menyebabkan tekanan air pori yang tinggi, sedangkan permeabilitas tinggi berpengaruh pada sistem drainase dan pengendalian rembesan air.

Faktor yang mempengaruhi permeabilitas tanah antara lain ukuran dan bentuk butiran tanah, distribusi ukuran pori, struktur tanah, derajat kejenuhan, serta viskositas air yang mengalir melalui tanah tersebut.

Aliran air dalam tanah terjadi karena adanya perbedaan energi atau gradien hidraulik. Air bergerak dari daerah berenergi tinggi ke daerah berenergi rendah melalui pori-pori tanah yang saling terhubung, terutama pada kondisi tanah jenuh.

Tanah berpasir memiliki permeabilitas tinggi karena ukuran porinya besar dan saling terhubung dengan baik, sehingga air mudah mengalir. Sebaliknya, tanah lempung memiliki pori-pori kecil dan kompleks sehingga permeabilitasnya rendah dan aliran air menjadi sangat lambat.

Permeabilitas tanah dapat diuji melalui metode laboratorium seperti uji tinggi tetap (constant head test) untuk tanah berbutir kasar dan uji tinggi jatuh (falling head test) untuk tanah berbutir halus, serta melalui pengujian lapangan seperti uji infiltrasi dan uji pompa.

Permeabilitas tanah menentukan efektivitas sistem drainase. Tanah dengan permeabilitas tinggi memungkinkan air cepat meresap sehingga mengurangi genangan, sedangkan tanah dengan permeabilitas rendah membutuhkan sistem drainase buatan untuk mencegah akumulasi air di permukaan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Beban Gempa: Konsep, Respons Dinamik, dan Pengaruh Seismik Beban Gempa: Konsep, Respons Dinamik, dan Pengaruh Seismik Risiko Gangguan Perfusi Jaringan: Pengertian dan Contoh Kasus Risiko Gangguan Perfusi Jaringan: Pengertian dan Contoh Kasus DFD (Data Flow Diagram): Level 0–2 DFD (Data Flow Diagram): Level 0–2 Supply Chain Management: Konsep, Aliran Rantai Pasok, dan Efisiensi Supply Chain Management: Konsep, Aliran Rantai Pasok, dan Efisiensi Gangguan Perfusi Jaringan: Konsep, Dampak, dan Respons Keperawatan Gangguan Perfusi Jaringan: Konsep, Dampak, dan Respons Keperawatan SPK Rekomendasi Tanaman Berdasarkan Cuaca SPK Rekomendasi Tanaman Berdasarkan Cuaca Sistem Informasi Pemantauan Banjir Sistem Informasi Pemantauan Banjir Hygiene Sanitasi Lingkungan Hygiene Sanitasi Lingkungan Rasionalisme vs Empirisme: Perbandingan dan Relevansinya Rasionalisme vs Empirisme: Perbandingan dan Relevansinya Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Gangguan Mekanis Pernapasan: Konsep dan Intervensi Gangguan Mekanis Pernapasan: Konsep dan Intervensi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…