Terakhir diperbarui: 06 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 6 February). Tekanan Air Pori: Konsep, Kondisi Tanah, dan Stabilitas. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/tekanan-air-pori-konsep-kondisi-tanah-dan-stabilitas  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Tekanan Air Pori: Konsep, Kondisi Tanah, dan Stabilitas - SumberAjar.com

Tekanan Air Pori: Konsep, Kondisi Tanah, dan Stabilitas

Pendahuluan

Tekanan air pori merupakan salah satu faktor fundamental dalam mekanika tanah dan geoteknik; ia memainkan peran sentral dalam perilaku tanah di bawah beban, terutama pada kondisi jenuh. Ketika tanah menerima beban dari struktur di atasnya atau karena perubahan muka air tanah, air di pori-pori tanah akan menahan sebagian tegangan, sehingga mempengaruhi tegangan efektif yang diterima oleh butiran tanah. Dampak ini sangat besar terutama untuk stabilitas lereng, pendukung fondasi, dan perilaku konsolidasi jangka panjang tanah lempung atau tanah jenuh. Konsep yang tampak sederhana ini sejatinya mempengaruhi hampir seluruh analisis geoteknik, dari perencanaan pondasi bangunan tinggi hingga evaluasi risiko tanah longsor akibat perubahan tekstur air di dalam tanah akibat hujan deras.


Definisi Tekanan Air Pori

Definisi Tekanan Air Pori Secara Umum

Tekanan air pori atau pore water pressure adalah tekanan yang terjadi pada air yang berada di dalam ruang pori tanah atau celah antar partikel tanah. Sistem pori tanah ini dipenuhi oleh air dan udara; tetapi dalam kondisi jenuh, pori‐pori tersebut penuh air yang menahan tekanan dari luar. Tekanan air ini menanggung sebagian beban yang bekerja pada tanah dan membuat tegangan efektif pada butiran tanah menjadi lebih kecil dibandingkan tegangan total. Konsep ini merupakan prinsip utama dalam mekanika tanah untuk memahami bagaimana tanah menahan beban luar dengan memperhatikan kontribusi air di dalam porinya. ([Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org])

Definisi Tekanan Air Pori dalam KBBI

Menurut pedoman istilah umum dan ranah pendidikan, tekanan air pori adalah tekanan air yang berada dalam celah atau rongga antar butiran tanah. Meskipun istilah ini tidak disebutkan langsung dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai entri utama, istilah teknis seperti “tekanan air pori positif” memiliki padanan baku yang merujuk pada tekanan air pori pada tanah jenuh atau kondisi tertentu. ([Lihat sumber Disini - pasti.kemdikbud.go.id])

Definisi Tekanan Air Pori Menurut Para Ahli

  1. Menurut buku mekanika tanah klasik, tekanan air pori diartikan sebagai tekanan air yang berada pada rongga antar butiran tanah yang mempengaruhi tegangan dalam tanah. Ketika tanah jenuh menghasilkan tekanan ini, ia mengurangi tegangan total yang diterima oleh butiran tanah dan mempengaruhi tegangan efektif. ([Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org])

  2. Dalam literatur geoteknik internasional, tekanan air pori didefinisikan sebagai tekanan air tanah yang ditahan di dalam celah atau rongga antar partikel tanah; terutama di bawah muka air tanah, ia berhubungan dengan distribusi hidrostatik air tanah. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

  3. Para peneliti geoteknik menjelaskan tekanan air pori sebagai variabel penting dalam menentukan kekuatan geser tanah dan kapasitas dukung struktur. Tekanan air pori ini berubah akibat perubahan beban luar, infiltrasi air, atau fenomena konsolidasi tanah. ([Lihat sumber Disini - eprints.unram.ac.id])

  4. Dalam kajian numerik dan lapangan, tekanan air pori juga dipahami sebagai parameter dinamis yang berubah terhadap waktu di bawah beban atau kondisi siklik tertentu, yang mempengaruhi deformasi dan kekuatan tanah secara keseluruhan. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])


Hubungan Tekanan Air Pori dengan Tegangan Efektif

Tegangan efektif merupakan konsep inti yang menunjukkan bagaimana tekanan total pada tanah dibagi antara tekanan di dalam butiran tanah dan tekanan yang ditanggung oleh air di pori. Hubungan ini digambarkan dalam prinsip efektif stress: tegangan efektif sama dengan tegangan total dikurangi tekanan air pori. Ketika tekanan air pori meningkat, tegangan efektif menurun sehingga kemampuan tanah menahan beban dan gesekan antar partikel berkurang. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan tanah dan berpotensi memicu deformasi atau keruntuhan struktur seperti fondasi atau lereng tersusun. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya tekanan air pori selama kejadian beban siklik atau beban luar seperti gempa atau hujan lebat dapat menyebabkan penurunan tegangan efektif secara drastis, yang menjadi salah satu pemicu utama fenomena liquefaction atau tanah kehilangan kekuatan gesernya. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Selain itu, peran tekanan air pori dalam teori konsolidasi menunjukkan bahwa air pori membutuhkan waktu untuk mengalir keluar tanah jenuh di bawah beban, sehingga proses konsolidasi mencerminkan perubahan tegangan efektif dari waktu ke waktu. Proses ini sangat penting dalam desain pondasi dan prediksi deformasi jangka panjang tanah. ([Lihat sumber Disini - ejournal.utp.ac.id])


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Air Pori

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi besar kecilnya tekanan air pori dalam suatu massa tanah. Satu faktor yang paling jelas adalah kondisi kejenuhan tanah. Ketika tanah jenuh penuh dengan air, tekanan air pori cenderung tinggi karena hampir seluruh rongga diisi air yang tidak mudah mengalir keluar bila menerima beban. Di sisi lain, tanah dengan pori lebih besar akan membiarkan air bergerak lebih cepat sehingga tekanan air pori dapat lebih cepat menurun saat terjadi drainase. ([Lihat sumber Disini - id.wikipedia.org])

Perubahan muka air tanah juga menjadi faktor penting. Naiknya muka air tanah akan meningkatkan tekanan air pori pada kedalaman tertentu, sementara turunnya muka air tanah akan menurunkan tekanan pori. Fluktuasi curah hujan intens dan infiltrasi air hujan melalui permukaan tanah akan mempengaruhi distribusi tekanan air pori di zona permukaan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Jenis tanah juga sangat mempengaruhi tekanan air pori. Tanah dengan partikel halus seperti lempung cenderung memiliki permeabilitas rendah sehingga drainase air pori berlangsung lambat, dan tekanan air pori dapat bertahan lebih lama setelah beban diterapkan. Sebaliknya, tanah berbutir kasar seperti pasir memiliki permeabilitas tinggi sehingga air pori mudah mengalir keluar di bawah beban. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])

Faktor lain seperti waktu drainase, pembebanan eksternal (surcharge), dan adanya struktur internal tanah seperti lapisan anisotropik juga mempengaruhi dinamika tekanan air pori. Perubahan tekanan ini sering menjadi fokus utama dalam analisis numerik deformasi tanah di bawah beban jangka panjang atau siklik. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])


Tekanan Air Pori dan Stabilitas Tanah

Stabilitas tanah sangat dipengaruhi oleh tekanan air pori melalui pengaruhnya pada tegangan efektif. Ketika tekanan air pori meningkat, tegangan efektif menurun, yang berarti tanah kurang mampu menahan gaya geser. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan pada lereng atau fondasi. Banyak penelitian geoteknik menunjukkan hubungan ini, terutama dalam konteks lereng jenuh akibat curah hujan tinggi dimana kenaikan tekanan air pori menjadi salah satu pemicu utama penurunan faktor keamanan lereng. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Dalam kondisi tanah jenuh penuh kegiatan drainase yang buruk menyebabkan akumulasi tekanan air pori saat tekanan beban diterapkan. Akibatnya tanah menunjukkan perilaku seperti plastis atau mengalami deformasi berlebihan yang menurunkan nilai faktor keamanan. Pengujian di laboratorium untuk tanah pasir atau campuran tanah pasir-liat menunjukkan bahwa perubahan kecil pada kondisi tekanan pori dapat membawa perubahan besar dalam karakteristik keseluruhan tanah. ([Lihat sumber Disini - cgejournal.com])

Studi lain tentang stabilitas bendungan juga menunjukkan bahwa fluktuasi tekanan air pori akibat naik turunnya elevasi muka air waduk dapat memicu masalah rembesan, piping, atau penurunan stabilitas zona inti bendungan jika tidak diantisipasi dengan benar. ([Lihat sumber Disini - jurnal.polines.ac.id])


Perubahan Tekanan Air Pori akibat Beban

Ketika beban eksternal diterapkan pada tanah, air‐air di dalam ruang pori tanah merasakan tekanan yang meningkat. Pada awalnya, terutama jika tanah tersebut jenuh dan drainase terbatas, air pori menahan sebagian besar beban ini sehingga tekanan air pori meningkat. Seiring waktu, jika kondisi memungkinkan drainase air, tekanan ini akan berangsur turun dan tegangan efektif akan meningkat sejalan dengan berkurangnya tekanan air pori internal. Proses ini merupakan inti dari fenomena konsolidasi yang diamati pada tanah. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])

Tekanan air pori yang meningkat akibat beban secara mendadak, misalnya beban konstruksi atau getaran dinamis (seperti gempa), dapat menyebabkan perubahan tegangan efektif yang mendadak pula. Akibatnya, tanah dapat menunjukkan perilaku seperti liquefaction pada kondisi jenuh penuh di mana tanah bergerak seperti fluida, karena hampir seluruh tegangan diteruskan oleh air pori sehingga kohesi butiran tanah menurun drastis. ([Lihat sumber Disini - mdpi.com])


Peran Tekanan Air Pori dalam Analisis Geoteknik

Dalam analisis geoteknik, tekanan air pori menjadi parameter penting yang harus dimasukkan dalam setiap model kestabilan tanah, analisis konsolidasi, dan desain pondasi. Perhitungan tegangan efektif antar lain dipakai untuk menentukan kapasitas dukung tanah, deformasi jangka panjang, serta untuk memperkirakan kemungkinan kegagalan lereng. Tanpa mempertimbangkan tekanan air pori, hasil analisis dapat memberikan nilai tegangan yang tidak realistis sehingga desain struktur menjadi tidak aman. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Dalam prakteknya, alat ukur seperti piezometer digunakan untuk memantau tekanan air pori di lapangan, terutama di proyek besar yang melibatkan tanah jenuh atau dekat muka air tanah. Data real-time ini sangat penting untuk mengevaluasi respon tanah selama konstruksi atau perubahan kondisi lingkungan. ([Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id])


Kesimpulan

Tekanan air pori adalah tekanan air yang berada di dalam ruang pori tanah yang memainkan peran kritis dalam mekanika tanah dan geoteknik. Konsep ini terkait erat dengan tegangan efektif yang menentukan kemampuan tanah untuk menahan tegangan geser dan deformasi. Faktor-faktor seperti kondisi kejenuhan, jenis tanah, permeabilitas, perubahan muka air tanah, serta beban eksternal sangat mempengaruhi dinamika tekanan air pori. Dalam analisis stabilitas tanah, tekanan air pori digunakan untuk mengevaluasi faktor keamanan dan kemungkinan kegagalan tanah, terutama di lereng jenuh dan bawah beban dinamis. Secara keseluruhan, memahami dan memasukkan tekanan air pori dalam analisis geoteknik adalah syarat mutlak untuk desain yang aman dan akurat dalam berbagai proyek konstruksi dan rekayasa sipil.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Tekanan air pori adalah tekanan yang dihasilkan oleh air yang berada di dalam rongga atau pori-pori tanah. Tekanan ini menahan sebagian beban yang bekerja pada tanah dan berpengaruh langsung terhadap tegangan efektif serta kekuatan tanah.

Tekanan air pori penting karena memengaruhi tegangan efektif tanah. Jika tekanan air pori meningkat, tegangan efektif menurun sehingga kekuatan geser tanah berkurang dan dapat menyebabkan ketidakstabilan lereng, pondasi, atau struktur geoteknik lainnya.

Hubungan tekanan air pori dengan tegangan efektif bersifat berbanding terbalik. Tegangan efektif merupakan selisih antara tegangan total dan tekanan air pori. Semakin besar tekanan air pori, semakin kecil tegangan efektif yang bekerja pada butiran tanah.

Tekanan air pori dipengaruhi oleh kondisi kejenuhan tanah, jenis dan permeabilitas tanah, perubahan muka air tanah, beban eksternal, infiltrasi air hujan, serta waktu dan kondisi drainase.

Tekanan air pori yang meningkat pada lereng akan menurunkan tegangan efektif tanah, sehingga kekuatan geser berkurang. Kondisi ini dapat menurunkan faktor keamanan lereng dan meningkatkan risiko longsor, terutama pada lereng tanah jenuh.

Ketika tanah jenuh diberi beban, tekanan air pori akan meningkat karena air di dalam pori menahan sebagian beban tersebut. Seiring waktu, jika terjadi drainase, tekanan air pori akan berkurang dan tegangan efektif akan meningkat.

Dalam analisis pondasi, tekanan air pori digunakan untuk menentukan tegangan efektif tanah yang memengaruhi kapasitas dukung dan penurunan pondasi. Kesalahan dalam memperhitungkan tekanan air pori dapat menyebabkan desain pondasi yang tidak aman.

Pada tanah jenuh, tekanan air pori berperan dominan dalam menahan beban. Tekanan yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kekuatan tanah, deformasi berlebih, bahkan kegagalan tanah jika tidak diimbangi dengan sistem drainase yang baik.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Konsolidasi Tanah: Konsep, Proses Pemampatan, dan Waktu Konsolidasi Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Kadar Air Tanah: Konsep, Kondisi Tanah, dan Perilaku Mekanis Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah Permeabilitas Tanah: Konsep, Aliran Air, dan Drainase Tanah Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Kuat Geser Tanah: Konsep, Parameter Geser, dan Stabilitas Tanah Karakteristik Tanah: Konsep, Parameter Teknik, dan Klasifikasi Karakteristik Tanah: Konsep, Parameter Teknik, dan Klasifikasi Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Klasifikasi Tanah: Konsep, Sistem Klasifikasi, dan Identifikasi Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Tanah Lunak: Konsep, Karakteristik Tanah, dan Perbaikan Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Kohesi Tanah: Konsep, Kontribusi Geser, dan Karakteristik Tanah Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Daya Dukung Tanah: Konsep, Mekanisme Kegagalan, dan Kapasitas Tanah Likuefaksi: Konsep, Respons Gempa, dan Kerusakan Tanah Likuefaksi: Konsep, Respons Gempa, dan Kerusakan Tanah Tekanan Tanah Lateral: Konsep, Teori Tanah, dan Gaya Lateral Tekanan Tanah Lateral: Konsep, Teori Tanah, dan Gaya Lateral Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Kepadatan Tanah: Konsep, Derajat Pemadatan, dan Daya Dukung Penurunan Pondasi: Konsep, Pengaruh Tanah, dan Respons Struktur Penurunan Pondasi: Konsep, Pengaruh Tanah, dan Respons Struktur Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Penurunan Tanah: Konsep, Jenis Settlement, dan Pengaruh Struktur Perkuatan Tanah: Konsep, Sistem Perkuatan, dan Kestabilan Tanah Perkuatan Tanah: Konsep, Sistem Perkuatan, dan Kestabilan Tanah Stabilisasi Tanah: Konsep, Metode Perbaikan, dan Peningkatan Kekuatan Stabilisasi Tanah: Konsep, Metode Perbaikan, dan Peningkatan Kekuatan Getaran Tanah: Konsep, Propagasi Gelombang, dan Respons Struktur Getaran Tanah: Konsep, Propagasi Gelombang, dan Respons Struktur Longsor: Konsep, Faktor Pemicu, dan Dampak Geoteknik Longsor: Konsep, Faktor Pemicu, dan Dampak Geoteknik Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Sudut Geser Dalam: Konsep, Kestabilan Lereng, dan Kekuatan Tanah Erosi Tanah: Konsep, Degradasi Lahan, dan Pengendalian Erosi Erosi Tanah: Konsep, Degradasi Lahan, dan Pengendalian Erosi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…