Terakhir diperbarui: 06 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 6 December). Sistem Berbasis Machine Learning. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sistem-berbasis-machine-learning  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sistem Berbasis Machine Learning - SumberAjar.com

Sistem Berbasis Machine Learning

Pendahuluan

Perkembangan teknologi di era digital semakin pesat, terutama di ranah kecerdasan buatan. Salah satu pilar utama yang memungkinkan sistem komputer melakukan tugas kompleks secara otomatis adalah Machine Learning (ML). Dengan ML, komputer tidak hanya menjalankan perintah statis, melainkan “belajar” dari data, mengenali pola, dan membuat prediksi. Artikel ini membahas secara mendalam pengertian ML, perbedaannya dengan konsep terkait seperti Artificial Intelligence (AI) dan Deep Learning (DL), jenis algoritma, tahapan membangun model, evaluasi, contoh implementasi nyata, serta tantangan dalam pengembangan sistem ML.


Definisi Machine Learning

Definisi Machine Learning Secara Umum

Machine Learning dapat dipahami sebagai pendekatan dalam ilmu komputer dan statistika yang memungkinkan komputer untuk belajar dari data, mengenali pola, dan kemudian membuat keputusan atau prediksi tanpa instruksi eksplisit dari manusia. [Lihat sumber Disini - ibm.com]
Dengan ML, sistem dapat “menggeneralisasi” performa dari dataset latihan ke situasi baru sehingga dapat digunakan dalam aplikasi nyata di luar data awal. [Lihat sumber Disini - ibm.com]

Definisi Machine Learning dalam KBBI

Menurut “kamus besar” bahasa Indonesia, definisi spesifik “machine learning” memang tidak tercantum secara literal dalam KBBI sebagai istilah tunggal (karena ini istilah teknis asing). Oleh karena itu, rujukan definisi ML lebih banyak diambil dari literatur ilmiah dan teknis.

Definisi Machine Learning Menurut Para Ahli

  • Menurut sumber dari industri teknologi besar: ML adalah subset dari AI yang berfokus pada algoritma yang mampu “belajar” pola data pelatihan, kemudian membuat inferensi terhadap data baru tanpa instruksi keras secara manual. [Lihat sumber Disini - ibm.com]

  • Dalam literatur ilmiah, ML didefinisikan sebagai studi algoritma statistik yang digunakan untuk membuat model dari sample data agar dapat melakukan prediksi atau keputusan. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  • Di artikel tinjauan terbaru, ML dijelaskan sebagai subbidang AI yang memungkinkan komputer melakukan dan meningkatkan tugasnya tanpa pemrograman eksplisit, menggunakan kombinasi algoritma dan tools statistik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  • Dalam konteks pendidikan dan penelitian di Indonesia, ML disebut sebagai sistem yang dapat membuat keputusan sendiri tanpa perlu diprogram ulang berulang kali oleh manusia. [Lihat sumber Disini - journal.mediapublikasi.id]


Perbedaan AI, ML, dan Deep Learning

Sebelum mendalami ML, penting memahami perbedaan dan hubungan antara AI, ML, dan Deep Learning:

  • AI adalah konsep luas, upaya menciptakan mesin yang memiliki kemampuan menyerupai kecerdasan manusia, termasuk penalaran, pengambilan keputusan, dan pembelajaran. [Lihat sumber Disini - aws.amazon.com]

  • ML adalah bagian dari AI, ML menggunakan algoritma dan model statistik untuk memungkinkan sistem “belajar dari data” dan menggeneralisasi ke data baru tanpa di-kode secara eksplisit. [Lihat sumber Disini - ibm.com]

  • Deep Learning adalah subset dari ML yang menggunakan arsitektur jaringan saraf tiruan (neural networks) dengan banyak lapisan, cocok untuk mengolah data kompleks dan besar seperti gambar, suara, teks. [Lihat sumber Disini - cloud.google.com]

Dengan struktur tersebut, hubungan bisa digambarkan sebagai hirarki: AI → ML → DL. Namun tidak semua AI menggunakan ML, dan tidak semua ML menggunakan Deep Learning. [Lihat sumber Disini - aws.amazon.com]


Jenis Algoritma Machine Learning

Sistem ML bisa menggunakan berbagai jenis algoritma, tergantung pada jenis data dan tujuan. Berikut jenis-jenis utamanya:

  • Supervised Learning, algoritma dilatih menggunakan data berlabel (input dan output diketahui). Model belajar memetakan input ke output, sehingga bisa digunakan untuk klasifikasi atau regresi ketika menerima data baru. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]

  • Unsupervised Learning, algoritma mencoba menemukan pola atau struktur tersembunyi dalam data tanpa label, misalnya clustering atau dimensionality reduction. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  • Reinforcement Learning, algoritma belajar membuat keputusan dengan mencoba berbagai tindakan dan menerima “reward” atau “hukuman” untuk tindakan-tindakannya, dengan tujuan memaksimalkan reward. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  • (Menurut literatur terbaru) sebagian besar algoritma ML modern bisa dikategorikan ke dalam supervised, unsupervised, semi-supervised, dan reinforcement learning. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Tahapan Pembuatan Model Machine Learning

Dalam pengembangan sistem berbasis ML, ada beberapa tahapan umum yang biasanya dilalui:

  1. Pengumpulan Data, mengumpulkan dataset relevan yang akan digunakan sebagai data pelatihan dan pengujian. Data bisa berstruktur maupun tidak.

  2. Pra-proses Data (Data preprocessing), bersih data, transformasi, normalisasi, encoding fitur, handling missing values, dsb.

  3. Pemilihan Algoritma, menentukan algoritma ML sesuai jenis masalah (klasifikasi, regresi, clustering, dsb).

  4. Pelatihan Model (Training), menggunakan dataset pelatihan untuk “mengajar” model agar dapat mempelajari pola.

  5. Evaluasi Model, mengukur performa model menggunakan metrik tertentu (accuracy, precision, recall, dsb).

  6. Tuning & Validasi, optimasi hyperparameter, cross-validation agar model tidak overfitting/underfitting.

  7. Deployment & Inference, setelah model terbukti baik, dideploy ke lingkungan produksi agar bisa digunakan pada data nyata.

  8. Pemeliharaan & Update Model, update model dengan data baru, monitoring performa, retraining bila perlu.


Evaluasi Model (Accuracy, Precision, Recall, dll.)

Agar model ML dapat dipercaya, perlu dievaluasi dengan metrik yang sesuai. Beberapa metrik umum:

  • Accuracy, persentase prediksi benar dari keseluruhan data. Baik jika data relatif seimbang.

  • Precision, dari semua prediksi positif, berapa proporsi yang benar-benar positif (berguna untuk kasus di mana false positive harus dihindari).

  • Recall (Sensitivity), dari semua kejadian positif sebenarnya, berapa proporsi yang berhasil dideteksi model (berguna jika false negative mahal).

  • Tergantung kebutuhan, bisa juga menggunakan metrik lain seperti F1-score (kombinasi precision & recall), AUC-ROC, dsb.

Pemilihan metrik bergantung pada jenis masalah dan konsekuensi kesalahan (false positive vs false negative).


Contoh Implementasi Machine Learning

Beberapa contoh penerapan ML di dunia nyata, sebagaimana ditemukan di literatur dan praktik:

  • Di bidang pendidikan dan ilmu eksakta, ML/AI digunakan untuk membantu proses pembelajaran, analisis data siswa, prediksi hasil belajar, hingga otomatisasi materi pembelajaran. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  • Di pengolahan citra dan visi komputer, ML dan Deep Learning digunakan untuk deteksi objek, klasifikasi gambar, segmentasi, misalnya dalam sistem pengenalan wajah, deteksi objek, analisis citra medis, dsb. [Lihat sumber Disini - digilib.unimed.ac.id]

  • Di berbagai domain industri, ML diterapkan untuk prediksi, klasifikasi, optimasi, automatisasi, mulai dari kesehatan, finansial, manufaktur, perdagangan, hingga smart systems. [Lihat sumber Disini - mdpi.com]


Tantangan dalam Pengembangan Sistem ML

Meskipun ML menawarkan banyak potensi, ada sejumlah tantangan yang sering ditemui:

  • Ketersediaan dan kualitas data, data harus cukup banyak, representatif, bersih, dan relevan. Jika data buruk atau bias, hasil model bisa salah atau tidak adil.

  • Overfitting / Generalisasi buruk, model bisa “terlalu cocok” dengan data pelatihan sehingga performa buruk di data nyata. Diperlukan teknik validasi dan regularisasi.

  • Kebutuhan sumber daya komputasi, khususnya untuk algoritma canggih atau deep learning, dibutuhkan hardware kuat dan waktu training besar.

  • Interpretabilitas dan transparansi, beberapa model (terutama deep learning) bersifat “black box”, sulit dijelaskan bagaimana mereka membuat keputusan. Ini menjadi penting terutama di domain kritikal seperti kesehatan, keuangan, hukum.

  • Pemeliharaan dan pembaruan model, lingkungan dan data nyata bisa berubah seiring waktu; perlu monitoring, retraining, dan manajemen model secara berkelanjutan (mlops/operasionalisasi).

  • Etika, privasi, dan bias, penggunaan ML bisa menimbulkan isu privasi data, diskriminasi, dan hasil yang tidak adil jika data tidak representatif atau algoritma tidak dirancang dengan seksama.


Kesimpulan

Machine Learning adalah fondasi penting bagi sistem cerdas modern, memungkinkan komputer “belajar dari data”, membuat prediksi dan keputusan secara otomatis, tanpa pemrograman eksplisit. ML berbeda dengan AI dan Deep Learning, meskipun berhubungan erat; ML adalah bagian dari AI, dan Deep Learning adalah cabang khusus dari ML. Berbagai algoritma dan teknik memungkinkan ML menangani masalah berbeda, mulai dari klasifikasi, regresi, clustering, hingga reinforcement learning. Namun agar sistem ML berhasil, dibutuhkan data berkualitas, evaluasi yang tepat, serta perhatian terhadap tantangan teknis, etika, dan operasional. Dengan pemahaman yang baik dan penerapan hati-hati, ML dapat memberikan solusi efektif di berbagai domain, dari pendidikan hingga industri.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Machine Learning adalah cabang dari kecerdasan buatan yang memungkinkan komputer belajar dari data, mengenali pola, dan membuat prediksi atau keputusan tanpa harus diprogram secara eksplisit.

AI adalah konsep luas tentang bagaimana mesin dapat meniru kecerdasan manusia. Machine Learning adalah bagian dari AI yang berfokus pada kemampuan mesin belajar dari data. Deep Learning adalah bagian dari Machine Learning yang menggunakan neural network berlapis untuk memproses data yang lebih kompleks.

Jenis utama algoritma Machine Learning meliputi Supervised Learning, Unsupervised Learning, dan Reinforcement Learning. Masing-masing digunakan sesuai kebutuhan dan karakteristik data.

Tahapan pembuatan model Machine Learning mencakup pengumpulan data, pra-proses data, pemilihan algoritma, pelatihan model, evaluasi, tuning, deployment, serta pemeliharaan model secara berkelanjutan.

Beberapa metrik evaluasi yang sering digunakan antara lain accuracy, precision, recall, F1-score, dan AUC-ROC. Pemilihan metrik bergantung pada masalah dan kebutuhan analisis.

Machine Learning diterapkan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, analisis citra, sistem rekomendasi, kesehatan, industri, dan otomatisasi proses bisnis.

Tantangan utama meliputi kualitas data, risiko overfitting, kebutuhan komputasi tinggi, interpretabilitas model, keamanan dan privasi data, serta isu etika dalam pengambilan keputusan berbasis algoritma.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Machine Learning untuk Analisis Data Akademik Machine Learning untuk Analisis Data Akademik Sistem Informasi Berbasis Mobile dalam Pendidikan: Tren, Fungsi, dan Tantangannya Sistem Informasi Berbasis Mobile dalam Pendidikan: Tren, Fungsi, dan Tantangannya Web-Based Learning: Konsep dan Implementasi Web-Based Learning: Konsep dan Implementasi SPK Deteksi Kecurangan Transaksi SPK Deteksi Kecurangan Transaksi Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Artificial Intelligence & Data Systems Artificial Intelligence & Data Systems Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry terhadap Hasil Belajar Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry terhadap Hasil Belajar Aplikasi SPSS, R, dan Python dalam Analisis Statistik Aplikasi SPSS, R, dan Python dalam Analisis Statistik Inovasi Pembelajaran Abad 21 Inovasi Pembelajaran Abad 21 Konsep Dasar Sistem Informasi Berbasis Web dalam Dunia Pendidikan Konsep Dasar Sistem Informasi Berbasis Web dalam Dunia Pendidikan SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Kelayakan Kredit Menggunakan Fuzzy Logic SPK Kelayakan Kredit Menggunakan Fuzzy Logic Sistem Mobile Rumah Belajar Sistem Mobile Rumah Belajar SPK Penentuan Pola Belajar Siswa SPK Penentuan Pola Belajar Siswa Sistem Web Rekomendasi Karir Siswa Sistem Web Rekomendasi Karir Siswa Model Interaksi Pengguna pada Sistem Informasi Pendidikan Model Interaksi Pengguna pada Sistem Informasi Pendidikan Deployment Sistem Berbasis Container (Docker) Deployment Sistem Berbasis Container (Docker) SPK Rekomendasi Tanaman Berdasarkan Cuaca SPK Rekomendasi Tanaman Berdasarkan Cuaca X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains X-Ray Data Analysis: Pengertian dan Aplikasi dalam Riset Sains
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ