Terakhir diperbarui: 04 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 4 January). Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan. SumberAjar. Retrieved 12 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/selfregulated-learning-konsep-dan-tahapan 

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan - SumberAjar.com

Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan

Pendahuluan

Self-Regulated Learning (SRL) adalah konsep yang semakin penting dalam dunia pendidikan modern karena memberi tanggung jawab penuh kepada peserta didik untuk mengatur proses belajarnya sendiri dengan tujuan mencapai hasil yang optimal. SRL mencerminkan kemampuan pembelajar untuk merencanakan, memantau, mengevaluasi, dan menyesuaikan strategi belajar mereka secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada bimbingan instruktur. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kecakapan kognitif tetapi juga mempromosikan motivasi, perilaku adaptif, dan strategi belajar yang efektif sehingga hasil belajar dapat meningkat signifikan dalam berbagai konteks kurikulum saat ini, termasuk Kurikulum Merdeka di Indonesia yang menekankan kemandirian pembelajar sebagai salah satu profil pelajar Pancasila. [Lihat sumber Disini - jurnal.itscience.org]


Definisi Self-Regulated Learning

Definisi Self-Regulated Learning Secara Umum

Dalam konteks umum, Self-Regulated Learning adalah proses belajar yang dilakukan secara aktif dan sadar oleh individu untuk mencapai tujuan belajarnya. Pembelajar yang menggunakan SRL mengambil peran aktif dalam menentukan tujuan, merencanakan pendekatan belajar, menggunakan strategi yang sesuai, memantau kemajuan mereka, serta mengevaluasi hasil untuk memperbaiki proses selanjutnya. Hal ini mencakup regulasi kognitif, motivasional, dan perilaku yang terintegrasi dalam seluruh siklus pembelajaran. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

Definisi Self-Regulated Learning dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), self-regulated learning atau pembelajaran yang diatur sendiri dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam mengelola proses belajarnya sendiri secara mandiri, termasuk dalam hal merencanakan kegiatan belajar, memanfaatkan sumber daya, serta menilai hasil belajar demi pencapaian target pembelajaran. Definisi ini secara implisit mencerminkan keterlibatan aktif peserta didik dalam keseluruhan proses belajar yang tidak hanya bergantung pada arahan guru saja tetapi juga inisiatif pribadi. (Sumber: KBBI daring [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])

Definisi Self-Regulated Learning Menurut Para Ahli

  1. Barry J. Zimmerman (2000) menyatakan bahwa Self-Regulated Learning adalah proses aktif dan konstruktif di mana siswa menetapkan tujuan belajar, kemudian mengatur dan memantau tindakan kognitif, motivasional, dan perilaku mereka untuk mencapai tujuan tersebut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  2. Pintrich & Zusho (2002) menjelaskan SRL sebagai serangkaian proses yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan peserta didik secara sadar dan sistematis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Schraw et al. (2005) menunjukkan bahwa SRL menggambarkan kondisi di mana kognisi dan motivasi terlibat secara intens saat menghadapi aktivitas belajar di masa mendatang. [Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id]

  4. Winne & Hadwin (1998) menekankan bahwa SRL melibatkan strategi sadar yang digunakan pembelajar untuk mengontrol proses internal dan eksternal demi mencapai tujuan akademik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Komponen Self-Regulated Learning

Komponen utama SRL dapat dikelompokkan menjadi beberapa aspek penting berikut:

  1. Aspek Metakognitif

    Komponen ini terkait dengan kemampuan individu untuk merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses berpikir mereka sendiri selama belajar. Melalui metakognisi, peserta didik dapat melakukan refleksi diri terhadap pilihan strategi, menetapkan tujuan instruksional, serta menyesuaikan pendekatan ketika menghadapi kesulitan. [Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id]

  2. Aspek Motivasi

    Motivasi merupakan pendorong internal yang membuat individu aktif terlibat dalam proses pembelajaran, mempertahankan fokus tujuan, serta bangkit ketika menghadapi tantangan. Motivasi berkontribusi besar terhadap ketekunan dan intensitas usaha belajar dalam SRL. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]

  3. Aspek Perilaku

    Ini mencakup strategi dan tindakan yang dilakukan oleh pembelajar untuk mencapai tujuan, seperti pemilihan sumber belajar, manajemen waktu, serta kemampuan merespons feedback dari hasil evaluasi belajar. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]

  4. Aspek Emosi/Afektif

    Emosi juga turut menentukan keberhasilan SRL karena mencakup kontrol perasaan terhadap proses belajar seperti kecemasan, rasa percaya diri, dan respon terhadap kesalahan yang terjadi selama pembelajaran. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]


Tahapan Self-Regulated Learning

SRL sering dijelaskan melalui model fase berulang yang mencerminkan siklus pembelajaran yang sadar dan reflektif:

  1. Fase Forethought (Perencanaan)

    Pada tahap ini, pembelajar menetapkan tujuan pembelajaran, mengidentifikasi tugas, serta merencanakan strategi yang akan digunakan. Perencanaan yang matang membantu pembelajar memetakan langkah demi langkah aktivitas yang dibutuhkan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  2. Fase Performance (Pelaksanaan & Monitoring)

    Setelah merencanakan, tahap berikutnya adalah mengimplementasikan strategi belajar, sambil memantau kemajuan dan efektivitas strategi yang digunakan. Monitoring diri ini membantu pembelajar melihat sejauh mana mereka berada sesuai dengan target yang ditetapkan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]

  3. Fase Self-Reflection (Refleksi)

    Pada fase ini, pembelajar mengevaluasi hasil dan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Refleksi membantu pembelajar memahami kekuatan dan kelemahan strategi mereka untuk perbaikan di siklus berikutnya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]


Strategi dalam Self-Regulated Learning

Strategi SRL adalah teknik atau pendekatan spesifik yang digunakan pembelajar untuk mengoptimalkan proses belajar mereka. Strategi ini meliputi:


Faktor yang Mempengaruhi Self-Regulated Learning

Beberapa faktor penting yang berkontribusi pada kemampuan SRL seseorang adalah:

  1. Faktor Personal

    Termasuk kepribadian, keyakinan terhadap kemampuan diri (self-efficacy), dan tujuan individu. Faktor ini sangat kuat mempengaruhi seberapa efektif pembelajar dapat merencanakan dan mengeksekusi strategi belajar mereka. [Lihat sumber Disini - journals.ums.ac.id]

  2. Faktor Lingkungan

    Dukungan institusi, hubungan antara guru dan siswa, serta ketersediaan sumber belajar menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kualitas SRL. [Lihat sumber Disini - mmpt.pasca.ugm.ac.id]

  3. Faktor Emosional

    Kecemasan, motivasi, dan tingkat stress dapat memengaruhi fokus dan keterlibatan pembelajar dalam proses SRL. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]

  4. Teknologi dan Media Pembelajaran

    Pemanfaatan teknologi pendidikan yang tepat dapat memfasilitasi pemantauan kegiatan belajar dan memberikan feedback real-time yang membantu pembelajar meningkatkan keterampilan SRL mereka. [Lihat sumber Disini - jurnal.itscience.org]


Self-Regulated Learning dan Hasil Belajar

Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan keterampilan SRL berhubungan positif dengan peningkatan hasil belajar. Pembelajar yang dapat mengatur strategi belajar mereka secara efektif, memantau proses, serta merefleksikan hasil cenderung mencapai prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan dengan yang kurang mengembangkan keterampilan tersebut. SRL memungkinkan pembelajar merespons umpan balik, menyesuaikan strategi, serta menetapkan tujuan baru secara adaptif demi hasil yang lebih optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.itscience.org]


Kesimpulan

Self-Regulated Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan peran aktif peserta didik dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi proses pembelajaran mereka sendiri. Konsep ini melibatkan komponen metakognitif, motivasional, perilaku, dan emosional yang sinergis untuk membantu pembelajar mencapai tujuan akademik secara mandiri. Tahapan SRL meliputi forethought (perencanaan), performance (pelaksanaan dan monitoring), serta self-reflection (refleksi). Strategi yang efektif dan faktor pendukung seperti lingkungan belajar, dukungan instruktur, serta motivasi internal sangat menentukan seberapa baik SRL dapat diterapkan dan berdampak pada peningkatan hasil belajar. Model dan implementasi SRL menjadi penting dalam konteks pendidikan modern yang menekankan kemandirian dan regulasi diri sebagai kunci keberhasilan pembelajaran.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Self-Regulated Learning adalah kemampuan peserta didik untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, mulai dari menetapkan tujuan, merencanakan strategi, memantau kemajuan belajar, hingga mengevaluasi hasil belajar untuk mencapai tujuan akademik secara optimal.

Tahapan Self-Regulated Learning meliputi fase perencanaan (forethought), fase pelaksanaan dan pemantauan (performance), serta fase refleksi diri (self-reflection) yang berlangsung secara siklik dan berkelanjutan.

Self-Regulated Learning penting karena membantu peserta didik menjadi pembelajar mandiri, meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, serta berdampak positif terhadap hasil belajar dan prestasi akademik.

Komponen utama Self-Regulated Learning meliputi aspek metakognitif, motivasi, perilaku belajar, serta pengelolaan emosi yang saling berkaitan dalam mendukung keberhasilan proses belajar.

Self-Regulated Learning memiliki hubungan positif dengan hasil belajar karena peserta didik yang mampu mengatur proses belajarnya cenderung lebih efektif, konsisten, dan adaptif dalam mencapai tujuan akademik.

Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Self-Compassion: Konsep dan Manfaatnya Self-Regulation: Tahapan dan Contoh Self-Esteem: Faktor yang Mempengaruhi dan Pengukurannya Self-Care Pasien: Konsep dan Faktor yang Mempengaruhi Self-Efficacy: Definisi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Hubungan Self-Efficacy dengan Kinerja Akademik Sistem Informasi Berbasis Mobile dalam Pendidikan: Tren, Fungsi, dan Tantangannya Self-Care Pasien: Peran, Faktor Pendukung, dan Implikasi Keperawatan Self-Concept: Definisi, Ciri, dan Dampaknya Self-Care Behavior: Konsep dan Kemandirian Self Care Management Pasien Self-Efficacy Ibu Menyusui: Konsep, Peran Motivasi, dan Hasil Laktasi Self-Acceptance: Konsep dan Kesehatan Mental Self-Control: Konsep dan Relevansi Sistem Berbasis Machine Learning Web-Based Learning: Konsep dan Implementasi Self-Efficacy Kesehatan: Konsep, Determinan Psikososial, dan Pengaruh Perilaku Self-Care Ibu Hamil dalam Menjaga Kesehatan Mental Machine Learning untuk Analisis Data Akademik Manajemen Pelaksanaan Perawatan Mandiri
Artikel Terbaru
Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah: Konsep dan Legitimasi Kebijakan Publik: Konsep dan Dampak Sosial Advokasi Sosial: Konsep dan Perubahan Kebijakan Good Governance: Konsep dan Akuntabilitas Sosial Civil Society: Konsep dan Peran Sosial Demokrasi Sosial: Konsep dan Partisipasi Warga Identitas Kolektif: Konsep dan Pembentukan Kelompok Dinamika Kelompok Sosial: Konsep dan Interaksi Internal Inklusi Sosial: Konsep dan Keadilan Sosial Eksklusi Sosial: Konsep dan Marginalisasi Minoritas Sosial: Konsep dan Relasi Kekuasaan Mayoritas Sosial: Konsep dan Dominasi Sosial Polarisasi Sosial: Konsep dan Konflik Kepentingan Interaksi Antarbudaya: Konsep dan Tantangan Sosial Relasi Sosial Virtual: Konsep dan Perubahan Makna