
Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan
Pendahuluan
Self-Regulated Learning (SRL) adalah konsep yang semakin penting dalam dunia pendidikan modern karena memberi tanggung jawab penuh kepada peserta didik untuk mengatur proses belajarnya sendiri dengan tujuan mencapai hasil yang optimal. SRL mencerminkan kemampuan pembelajar untuk merencanakan, memantau, mengevaluasi, dan menyesuaikan strategi belajar mereka secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada bimbingan instruktur. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kecakapan kognitif tetapi juga mempromosikan motivasi, perilaku adaptif, dan strategi belajar yang efektif sehingga hasil belajar dapat meningkat signifikan dalam berbagai konteks kurikulum saat ini, termasuk Kurikulum Merdeka di Indonesia yang menekankan kemandirian pembelajar sebagai salah satu profil pelajar Pancasila. [Lihat sumber Disini - jurnal.itscience.org]
Definisi Self-Regulated Learning
Definisi Self-Regulated Learning Secara Umum
Dalam konteks umum, Self-Regulated Learning adalah proses belajar yang dilakukan secara aktif dan sadar oleh individu untuk mencapai tujuan belajarnya. Pembelajar yang menggunakan SRL mengambil peran aktif dalam menentukan tujuan, merencanakan pendekatan belajar, menggunakan strategi yang sesuai, memantau kemajuan mereka, serta mengevaluasi hasil untuk memperbaiki proses selanjutnya. Hal ini mencakup regulasi kognitif, motivasional, dan perilaku yang terintegrasi dalam seluruh siklus pembelajaran. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Definisi Self-Regulated Learning dalam KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), self-regulated learning atau pembelajaran yang diatur sendiri dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam mengelola proses belajarnya sendiri secara mandiri, termasuk dalam hal merencanakan kegiatan belajar, memanfaatkan sumber daya, serta menilai hasil belajar demi pencapaian target pembelajaran. Definisi ini secara implisit mencerminkan keterlibatan aktif peserta didik dalam keseluruhan proses belajar yang tidak hanya bergantung pada arahan guru saja tetapi juga inisiatif pribadi. (Sumber: KBBI daring [Lihat sumber Disini - kbbi.kemdikbud.go.id])
Definisi Self-Regulated Learning Menurut Para Ahli
Barry J. Zimmerman (2000) menyatakan bahwa Self-Regulated Learning adalah proses aktif dan konstruktif di mana siswa menetapkan tujuan belajar, kemudian mengatur dan memantau tindakan kognitif, motivasional, dan perilaku mereka untuk mencapai tujuan tersebut. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Pintrich & Zusho (2002) menjelaskan SRL sebagai serangkaian proses yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan peserta didik secara sadar dan sistematis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Schraw et al. (2005) menunjukkan bahwa SRL menggambarkan kondisi di mana kognisi dan motivasi terlibat secara intens saat menghadapi aktivitas belajar di masa mendatang. [Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id]
Winne & Hadwin (1998) menekankan bahwa SRL melibatkan strategi sadar yang digunakan pembelajar untuk mengontrol proses internal dan eksternal demi mencapai tujuan akademik. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Komponen Self-Regulated Learning
Komponen utama SRL dapat dikelompokkan menjadi beberapa aspek penting berikut:
Aspek Metakognitif
Komponen ini terkait dengan kemampuan individu untuk merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses berpikir mereka sendiri selama belajar. Melalui metakognisi, peserta didik dapat melakukan refleksi diri terhadap pilihan strategi, menetapkan tujuan instruksional, serta menyesuaikan pendekatan ketika menghadapi kesulitan. [Lihat sumber Disini - ejournal.umm.ac.id]
Aspek Motivasi
Motivasi merupakan pendorong internal yang membuat individu aktif terlibat dalam proses pembelajaran, mempertahankan fokus tujuan, serta bangkit ketika menghadapi tantangan. Motivasi berkontribusi besar terhadap ketekunan dan intensitas usaha belajar dalam SRL. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Aspek Perilaku
Ini mencakup strategi dan tindakan yang dilakukan oleh pembelajar untuk mencapai tujuan, seperti pemilihan sumber belajar, manajemen waktu, serta kemampuan merespons feedback dari hasil evaluasi belajar. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Aspek Emosi/Afektif
Emosi juga turut menentukan keberhasilan SRL karena mencakup kontrol perasaan terhadap proses belajar seperti kecemasan, rasa percaya diri, dan respon terhadap kesalahan yang terjadi selama pembelajaran. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Tahapan Self-Regulated Learning
SRL sering dijelaskan melalui model fase berulang yang mencerminkan siklus pembelajaran yang sadar dan reflektif:
Fase Forethought (Perencanaan)
Pada tahap ini, pembelajar menetapkan tujuan pembelajaran, mengidentifikasi tugas, serta merencanakan strategi yang akan digunakan. Perencanaan yang matang membantu pembelajar memetakan langkah demi langkah aktivitas yang dibutuhkan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Fase Performance (Pelaksanaan & Monitoring)
Setelah merencanakan, tahap berikutnya adalah mengimplementasikan strategi belajar, sambil memantau kemajuan dan efektivitas strategi yang digunakan. Monitoring diri ini membantu pembelajar melihat sejauh mana mereka berada sesuai dengan target yang ditetapkan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Fase Self-Reflection (Refleksi)
Pada fase ini, pembelajar mengevaluasi hasil dan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Refleksi membantu pembelajar memahami kekuatan dan kelemahan strategi mereka untuk perbaikan di siklus berikutnya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Strategi dalam Self-Regulated Learning
Strategi SRL adalah teknik atau pendekatan spesifik yang digunakan pembelajar untuk mengoptimalkan proses belajar mereka. Strategi ini meliputi:
Strategi Kognitif: Misalnya ringkasan materi, elaborasi, dan pengorganisasian informasi yang membantu memahami konsep yang dipelajari lebih mendalam. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Strategi Metakognitif: Meliputi perencanaan dan pengaturan strategi belajar sebelum memulai aktivitas, pemantauan proses selama belajar, serta evaluasi sesudah belajar. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Strategi Motivasi: Misalnya menetapkan tujuan realistis, menjaga fokus, serta menetapkan ganjaran internal saat mencapai target belajar tertentu. [Lihat sumber Disini - ebsco.com]
Strategi Perilaku: Mengatur lingkungan belajar yang kondusif, memanfaatkan sumber daya eksternal, serta menerapkan manajemen waktu yang efektif. [Lihat sumber Disini - sciencedirect.com]
Faktor yang Mempengaruhi Self-Regulated Learning
Beberapa faktor penting yang berkontribusi pada kemampuan SRL seseorang adalah:
Faktor Personal
Termasuk kepribadian, keyakinan terhadap kemampuan diri (self-efficacy), dan tujuan individu. Faktor ini sangat kuat mempengaruhi seberapa efektif pembelajar dapat merencanakan dan mengeksekusi strategi belajar mereka. [Lihat sumber Disini - journals.ums.ac.id]
Faktor Lingkungan
Dukungan institusi, hubungan antara guru dan siswa, serta ketersediaan sumber belajar menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kualitas SRL. [Lihat sumber Disini - mmpt.pasca.ugm.ac.id]
Faktor Emosional
Kecemasan, motivasi, dan tingkat stress dapat memengaruhi fokus dan keterlibatan pembelajar dalam proses SRL. [Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov]
Teknologi dan Media Pembelajaran
Pemanfaatan teknologi pendidikan yang tepat dapat memfasilitasi pemantauan kegiatan belajar dan memberikan feedback real-time yang membantu pembelajar meningkatkan keterampilan SRL mereka. [Lihat sumber Disini - jurnal.itscience.org]
Self-Regulated Learning dan Hasil Belajar
Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan keterampilan SRL berhubungan positif dengan peningkatan hasil belajar. Pembelajar yang dapat mengatur strategi belajar mereka secara efektif, memantau proses, serta merefleksikan hasil cenderung mencapai prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan dengan yang kurang mengembangkan keterampilan tersebut. SRL memungkinkan pembelajar merespons umpan balik, menyesuaikan strategi, serta menetapkan tujuan baru secara adaptif demi hasil yang lebih optimal. [Lihat sumber Disini - jurnal.itscience.org]
Kesimpulan
Self-Regulated Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan peran aktif peserta didik dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi proses pembelajaran mereka sendiri. Konsep ini melibatkan komponen metakognitif, motivasional, perilaku, dan emosional yang sinergis untuk membantu pembelajar mencapai tujuan akademik secara mandiri. Tahapan SRL meliputi forethought (perencanaan), performance (pelaksanaan dan monitoring), serta self-reflection (refleksi). Strategi yang efektif dan faktor pendukung seperti lingkungan belajar, dukungan instruktur, serta motivasi internal sangat menentukan seberapa baik SRL dapat diterapkan dan berdampak pada peningkatan hasil belajar. Model dan implementasi SRL menjadi penting dalam konteks pendidikan modern yang menekankan kemandirian dan regulasi diri sebagai kunci keberhasilan pembelajaran.