Terakhir diperbarui: 15 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 15 February). Predictive Analytics: konsep, pemodelan prediksi, dan dukungan keputusan. SumberAjar. Retrieved 24 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/predictive-analytics-konsep-pemodelan-prediksi-dan-dukungan-keputusan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Predictive Analytics: konsep, pemodelan prediksi, dan dukungan keputusan - SumberAjar.com

Predictive Analytics: konsep, pemodelan prediksi, dan dukungan keputusan

Pendahuluan

Dalam era digital yang semakin kompleks, organisasi modern dituntut tidak hanya mengumpulkan data dalam jumlah besar, tetapi juga mampu memanfaatkan data tersebut untuk menghadapi ketidakpastian masa depan dengan lebih efektif. Predictive analytics atau analisis prediktif telah muncul sebagai alat penting dalam upaya memahami tren, memperkirakan hasil, dan memandu keputusan strategis di berbagai sektor termasuk bisnis, kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan. Analisis prediktif memberikan kemampuan kepada organisasi untuk beralih dari pola kerja reaktif menjadi proaktif dengan menggunakan pola data historis dan teknik pemodelan untuk meramal kejadian yang mungkin terjadi selanjutnya serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan terukur. Dalam konteks ini, artikel ini menguraikan secara mendalam konsep, teknik, proses pengembangan model, serta manfaat penerapan predictive analytics dalam pengambilan keputusan organisasi modern.([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Definisi Predictive Analytics

Definisi Predictive Analytics Secara Umum

Predictive Analytics atau analisis prediktif adalah cabang analisis data tingkat lanjut yang menggunakan data historis, algoritma statistik, machine learning, dan teknik pemodelan untuk memprediksi kejadian atau tren di masa depan. Konsep ini berbeda dari analisis deskriptif yang hanya menggambarkan apa yang telah terjadi dan analisis diagnostik yang mengidentifikasi penyebab suatu kejadian; predictive analytics ditujukan untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang kemungkinan besar akan terjadi berdasarkan pola dan hubungan dalam data masa lalu dan masa kini. Dalam praktiknya, predictive analytics menggabungkan sejumlah teknik statistik, data mining, dan pembelajaran mesin untuk menciptakan model prediktif yang dapat menghasilkan prediksi yang dapat ditindaklanjuti oleh organisasi atau pemangku kepentingan.([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Definisi Predictive Analytics dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna kata “prediksi” sendiri didefinisikan sebagai “ramalan; prakiraan”, yaitu prakiraan atau dugaan tentang sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Arti prediksi dalam konteks predictive analytics menjadi dasar pemaknaan bahwa predictive analytics adalah serangkaian proses atau teknik untuk menghasilkan prakiraan berdasarkan data dan pola yang teridentifikasi dari peristiwa sebelumnya. Dengan demikian, predictive analytics dapat dipahami sebagai rangkaian pendekatan analitis yang mengubah data historis menjadi wawasan prakiraan masa depan guna mendukung keputusan strategis.([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Predictive Analytics Menurut Para Ahli

Menurut definisi yang lebih akademik dan ahli di bidang ilmu data dan analisis, predictive analytics dipandang sebagai proses analisis data yang memanfaatkan teknik statistik dan algoritma machine learning untuk memperkirakan tren, kejadian, atau perilaku di masa depan berdasarkan data historis dan saat ini. Dalam publikasi ilmiah, pengertian ini seringkali disertai penekanan pada penggunaan algoritma statistik dan data mining untuk mengungkap dan memodelkan hubungan antar variabel yang dapat digunakan untuk prediksi. Teknik ini tidak sekadar memprediksi peristiwa masa depan, tetapi juga membantu organisasi untuk mengambil keputusan yang lebih akurat berdasarkan hasil estimasi tersebut.([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Tujuan Predictive Analytics

Salah satu tujuan utama predictive analytics adalah menjembatani kesenjangan antara data yang dikumpulkan dan keputusan strategis yang perlu dibuat berdasarkan data itu. Predictive analytics membantu organisasi untuk mengidentifikasi risiko dan peluang sebelum kejadian tersebut benar-benar terjadi, sehingga langkah strategis dapat dirancang dengan proporsional. Dengan prediksi hasil dari suatu tren, organisasi dapat merancang keputusan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan eksternal. Selain itu, predictive analytics juga mendorong pengembangan strategi bisnis yang lebih proaktif, optimalisasi sumber daya, dan peningkatan efisiensi operasional dengan memanfaatkan data sebagai basis utama dalam proses pengambilan keputusan. Dengan kemampuan prediktif, organisasi juga mampu merencanakan strategi kontinjensi dan meminimalkan risiko yang tidak diinginkan melalui prediksi yang didukung model dan algoritma canggih.([Lihat sumber Disini - bds.telkomuniversity.ac.id])


Teknik dan Model Predictive Analytics

Predictive analytics tidak berdiri sendiri sebagai satu teknik tunggal, tetapi merupakan kombinasi dari berbagai pendekatan statistik, machine learning, dan data mining. Beberapa teknik inti yang umum digunakan dalam predictive analytics meliputi regresi statistik, model klasifikasi, pohon keputusan, ensemble learning, dan algoritma machine learning lainnya yang mampu mengenali pola kompleks dalam data. Teknik regresi, misalnya, dapat digunakan untuk memperkirakan hubungan numerik antara variabel, sedangkan model klasifikasi dan pohon keputusan membantu dalam menentukan prediksi kategori tertentu berdasarkan atribut input. Selain itu, teknik machine learning seperti Random Forest atau XGBoost semakin populer karena kemampuannya dalam menangani data besar dan pola non-linear yang kompleks untuk meningkatkan akurasi prediksi. Beragam metode ini memungkinkan predictive analytics untuk diterapkan secara fleksibel pada berbagai konteks analitis sesuai tipe data dan tujuan prediksi.([Lihat sumber Disini - jaaionline.org])


Proses Pengembangan Model Prediksi

Pengembangan model prediksi dalam predictive analytics melibatkan serangkaian tahapan yang sistematis. Tahapan pertama dimulai dari pengumpulan data yang relevan, baik dari sumber internal maupun eksternal organisasi. Selanjutnya, data perlu dipersiapkan, dibersihkan, dan ditransformasikan agar siap digunakan dalam analisis, termasuk menghapus duplikasi dan menangani nilai yang hilang atau tidak konsisten. Setelah data siap, barulah proses pemodelan dilakukan dengan memilih teknik analitik yang sesuai dan melatih model menggunakan data historis untuk mempelajari pola yang ada. Proses ini melibatkan validasi model untuk memastikan akurasi prediksi dengan data yang belum pernah digunakan dalam pelatihan model. Terakhir, model yang sudah tervalidasi dapat digunakan untuk melakukan prediksi pada data baru, serta hasilnya dapat diintegrasikan ke dalam proses pengambilan keputusan organisasi.([Lihat sumber Disini - bds.telkomuniversity.ac.id])


Penerapan Predictive Analytics dalam Pengambilan Keputusan

Predictive analytics memiliki aplikasi yang luas di berbagai sektor karena kemampuannya dalam memberikan ramalan yang dapat meningkatkan kualitas keputusan. Dalam dunia bisnis, predictive analytics digunakan untuk memperkirakan perilaku pelanggan, mengoptimalkan strategi pemasaran, merencanakan stok produk berdasarkan permintaan masa depan, hingga mendeteksi potensi penipuan dalam transaksi finansial. Sementara dalam sektor kesehatan, predictive analytics digunakan untuk menilai risiko kesehatan pasien berdasarkan data rekam medis serta menentukan langkah intervensi yang optimal. Di sektor pendidikan, teknik ini juga digunakan untuk memprediksi faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian akademik siswa sehingga strategi pembelajaran dapat dirancang secara lebih efektif. Semua aplikasi ini menunjukkan bahwa predictive analytics memainkan peran yang signifikan dalam mendukung keputusan organisasi dengan dasar wawasan yang terprediksi melalui model data.([Lihat sumber Disini - journal.iaincurup.ac.id])


Manfaat Predictive Analytics bagi Organisasi

Penerapan predictive analytics memberikan sejumlah manfaat strategis bagi organisasi. Pertama, kemampuan untuk memprediksi tren masa depan membantu organisasi menjadi lebih proaktif sehingga dapat mengantisipasi risiko dan peluang dengan lebih cepat. Kedua, organisasi dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan merancang strategi operasional yang lebih efisien berdasarkan perkiraan hasil analitis. Ketiga, predictive analytics dapat meningkatkan efektivitas keputusan dengan dasar bukti empiris yang akurat daripada hanya bergantung pada intuisi. Keempat, kemampuan prediktif ini juga membantu organisasi dalam memperbaiki pengalaman pelanggan, misalnya melalui rekomendasi cerdas atau layanan yang dipersonalisasi berdasarkan pola perilaku pelanggan sebelumnya. Dengan demikian, predictive analytics tidak hanya meningkatkan ketepatan keputusan tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif strategis bagi organisasi di lingkungan yang penuh tantangan dan perubahan cepat.([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Kesimpulan

Predictive analytics adalah pendekatan analitis lanjutan yang memanfaatkan data historis, teknik statistik, algoritma machine learning, dan pemodelan prediktif untuk meramalkan kejadian masa depan dan mendukung pengambilan keputusan strategis organisasi. Secara umum, predictive analytics memiliki tujuan utama untuk menjadikan data sebagai dasar keputusan yang akurat, bukan sekadar informasi historis belaka. Proses pengembangan model prediksi melalui tahapan analisis yang sistematis memungkinkan prediksi yang lebih andal dan berdampak pada strategi organisasi. Teknik-teknik seperti regresi, model klasifikasi, dan machine learning menjadi kunci dalam mengidentifikasi pola yang kompleks dalam data. Penerapan predictive analytics juga memberikan manfaat nyata bagi organisasi dalam memperbaiki efisiensi operasional, mengelola risiko, serta meningkatkan pengalaman pelanggan. Dengan semua manfaat tersebut, predictive analytics telah menjadi komponen penting dalam strategi pengambilan keputusan di berbagai sektor industri dan menjadi landasan bagi organisasi untuk menjadi lebih adaptif dan kompetitif di masa depan.([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Predictive Analytics adalah teknik analisis data yang menggunakan data historis, metode statistik, dan algoritma machine learning untuk memprediksi kejadian atau tren di masa depan serta membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Tujuan utama Predictive Analytics adalah membantu organisasi mengantisipasi risiko, mengidentifikasi peluang, dan mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data melalui prediksi yang terukur dan sistematis.

Predictive Analytics menggunakan berbagai teknik seperti regresi statistik, klasifikasi, pohon keputusan, data mining, serta algoritma machine learning seperti Random Forest dan model ensemble lainnya.

Proses pengembangan model prediksi meliputi pengumpulan data, pembersihan dan persiapan data, pemodelan menggunakan teknik analitik yang sesuai, validasi model, serta penerapan model untuk menghasilkan prediksi yang mendukung keputusan.

Manfaat Predictive Analytics antara lain meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, mengoptimalkan sumber daya, meminimalkan risiko, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi.

Predictive Analytics berfokus pada peramalan kejadian di masa depan, berbeda dengan analisis deskriptif yang menjelaskan apa yang telah terjadi dan analisis diagnostik yang menelusuri penyebab suatu peristiwa.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Pemodelan & Diagram Sistem Pemodelan & Diagram Sistem Big Data Analytics: konsep, karakteristik data besar, dan tantangan pengolahan Big Data Analytics: konsep, karakteristik data besar, dan tantangan pengolahan Analitik Data: konsep, jenis analisis, dan pemanfaatannya Analitik Data: konsep, jenis analisis, dan pemanfaatannya UML: Jenis Diagram dan Fungsinya UML: Jenis Diagram dan Fungsinya Teknik Validasi Model Penelitian Teknik Validasi Model Penelitian Fisika Teoretis: Konsep Model Matematis dan Prediksi Fenomena Fisika Teoretis: Konsep Model Matematis dan Prediksi Fenomena Analisis Residual: Pengertian dan Interpretasi Analisis Residual: Pengertian dan Interpretasi Modeling Sistem dengan BPMN Modeling Sistem dengan BPMN Data Mining: konsep, teknik penambangan, dan penemuan pola Data Mining: konsep, teknik penambangan, dan penemuan pola Machine Learning untuk Analisis Data Akademik Machine Learning untuk Analisis Data Akademik Analisis Time Series: Langkah dan Contohnya Analisis Time Series: Langkah dan Contohnya Analisis Kebijakan Publik Berbasis Data Analisis Kebijakan Publik Berbasis Data Ekstrapolasi: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya dalam Penelitian beserta sumber [PDF] Ekstrapolasi: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya dalam Penelitian beserta sumber [PDF] Machine Learning Terapan: konsep, model utama, dan penggunaan praktis Machine Learning Terapan: konsep, model utama, dan penggunaan praktis Financial Distress: Konsep dan Prediksi Kebangkrutan Financial Distress: Konsep dan Prediksi Kebangkrutan Metode Elemen Hingga: Konsep, Pemodelan Numerik, dan Analisis Struktur Metode Elemen Hingga: Konsep, Pemodelan Numerik, dan Analisis Struktur SPK Deteksi Kecurangan Transaksi SPK Deteksi Kecurangan Transaksi Machine Learning: konsep, jenis pembelajaran, dan penerapan model Machine Learning: konsep, jenis pembelajaran, dan penerapan model Use Case Diagram: Fungsi dan Contoh Use Case Diagram: Fungsi dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…