Terakhir diperbarui: 15 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 15 February). Machine Learning: konsep, jenis pembelajaran, dan penerapan model. SumberAjar. Retrieved 16 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/machine-learning-konsep-jenis-pembelajaran-dan-penerapan-model  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Machine Learning: konsep, jenis pembelajaran, dan penerapan model - SumberAjar.com

Machine Learning: Konsep, Jenis Pembelajaran, dan Penerapan Model

Pendahuluan

Machine Learning atau pembelajaran mesin adalah salah satu teknologi kunci yang mengubah cara kita berinteraksi dengan data dan sistem digital. Bayangkan jika sebuah mesin mampu mengenali pola dari jutaan data, memprediksi tren masa depan, atau membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit secara akurat tanpa program eksplisit, itu semua bukan sekadar imajinasi, tetapi realitas yang sudah terjadi dan terus berkembang pesat. Perkembangan Machine Learning sangat berkaitan dengan kebutuhan akan otomatisasi, pemrosesan data besar, serta pengambilan keputusan yang cepat dan efisien di era digital ini. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Machine Learning tidak hanya menjadi bagian dari penelitian ilmiah, tetapi juga diimplementasikan secara nyata dalam berbagai industri seperti kesehatan, keuangan, transportasi, hingga e-commerce. Karena itu, pemahaman yang mendalam tentang konsep, jenis pembelajaran, tahapan pengembangan model, serta tantangan penerapannya menjadi sangat penting, baik untuk akademisi maupun praktisi teknologi. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])


Definisi Machine Learning

Definisi Machine Learning Secara Umum

Machine Learning (ML), atau pembelajaran mesin, adalah cabang dari kecerdasan buatan yang memungkinkan sistem komputer untuk “belajar” dari data dan meningkatkan performanya tanpa diprogram secara eksplisit untuk setiap skenario. ML dirancang untuk mengenali pola dari sekumpulan data dan membuat prediksi atau keputusan berdasarkan pola tersebut. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Pada dasarnya, dalam pendekatan tradisional, programmer memberikan instruksi tersurat kepada mesin. Namun dengan ML, komputer belajar dari contoh data untuk menghasilkan model yang mampu menggeneralisasi ke data baru. Ini memungkinkan sistem menjadi lebih adaptif dan efektif dalam menangani kompleksitas data dunia nyata dibandingkan dengan teknik rule-based klasik. ([Lihat sumber Disini - binus.ac.id])

Definisi Machine Learning dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi istilah “Machine Learning” secara umum diterjemahkan sebagai “pembelajaran mesin”, yaitu sebuah metode dalam ilmu komputer yang membuat perangkat lunak atau sistem mampu belajar dari pengalaman (data) tanpa diprogram secara langsung untuk setiap tugas spesifik. Meskipun KBBI tidak merinci aspek teknis, istilah ini diterima sebagai bagian dari pemahaman teknologi modern dalam pengolahan data. (Catatan: link resmi KBBI Machine Learning dapat dicari langsung di situs kbbi.web.id dengan kata kunci “Machine Learning”.)

Definisi Machine Learning Menurut Para Ahli

  1. Tom M. Mitchell, seorang pakar di bidang kecerdasan buatan, mendefinisikan Machine Learning sebagai sistem yang dikatakan “belajar” dari pengalaman E untuk meningkatkan performanya dalam suatu tugas T berdasarkan ukuran kinerja P. Ini berarti sistem makin cerdas ketika makin banyak mendapatkan data pengalaman. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  2. Arthur Samuel, pelopor awal dalam pengembangan ML, menjelaskan machine learning sebagai bidang studi yang memberikan kemampuan kepada komputer untuk belajar tanpa perlu diprogram secara eksplisit pada semua situasi. ([Lihat sumber Disini - ischool.syracuse.edu])

  3. Menurut banyak literatur akademik, ML juga dipahami sebagai disiplin ilmu yang menggunakan algoritma statistik untuk melakukan deteksi pola otomatis dalam dataset sehingga dapat digunakan untuk prediksi atau klasifikasi pada data baru. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Definisi modern juga menekankan bahwa Machine Learning adalah subbidang dari Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan program melakukan tugas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia, seperti pengenalan citra atau teks serta prediksi tren. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Karakteristik Machine Learning

Machine Learning memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari pendekatan tradisional dalam pengembangan sistem komputer:

  1. Belajar dari Data: ML memanfaatkan data sebagai sumber utama untuk belajar sehingga sistem mampu menemukan pola tanpa perlu aturan eksplisit dari manusia. ([Lihat sumber Disini - terapan-ti.vokasi.unesa.ac.id])

  2. Adaptif dan Meningkatkan Performa: Semakin banyak data yang dimiliki, model machine learning umumnya dapat menyesuaikan diri dan meningkatkan akurasi prediksinya terhadap data baru. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Generalizasi: ML berupaya menghasilkan model yang tidak hanya baik pada data pelatihan tetapi juga mampu bekerja optimal pada data atau situasi yang belum pernah dilihat sebelumnya. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Analisis Pola Kompleks: ML dapat mengenali pola yang sangat kompleks dan tersembunyi dalam dataset besar, sesuatu yang sulit atau tidak mungkin dicapai dengan algoritma rule-based sederhana. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])

  5. Beragam Teknik dan Algoritma: ML tidak hanya sebuah metode tunggal, melainkan kumpulan banyak algoritma dan teknik yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masalah yang dihadapi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Jenis-Jenis Pembelajaran dalam Machine Learning

Machine Learning memiliki beberapa jenis pembelajaran yang masing-masing memiliki karakteristik dan kegunaan berbeda:

  1. Supervised Learning (Pembelajaran Terawasi)
    Pembelajaran ini melibatkan dataset berlabel, yakni data yang sudah dilengkapi dengan jawaban atau target yang benar. Model dilatih untuk memetakan input ke target yang benar sehingga bisa memprediksi label pada data baru. Contoh algoritma supervised learning adalah regresi linier, decision tree, dan random forest. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  2. Unsupervised Learning (Pembelajaran Tak Terawasi)
    Dalam pendekatan ini, dataset tidak berlabel. Tujuan dari unsupervised learning adalah menemukan struktur tersembunyi dalam data seperti klaster atau asosiasi. Contoh umum adalah K-means clustering dan analisis komponen utama (PCA). ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  3. Reinforcement Learning (Pembelajaran melalui Penguatan)
    Model belajar melalui trial-and-error dengan menerima umpan balik berupa reward atau punish ketika melakukan aksi. Ini sering digunakan dalam sistem kontrol atau game AI. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  4. Semi-supervised dan Self-supervised Learning
    Semua teknik ini berada di antara supervised dan unsupervised, memanfaatkan kumpulan data kecil yang berlabel dengan jumlah data tak berlabel yang besar untuk meningkatkan pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - ibm.com])


Tahapan Pengembangan Model Machine Learning

Tahapan dalam mengembangkan model ML umumnya meliputi:

  1. Pengumpulan Data
    Kumpulkan data yang representatif dan relevan sesuai dengan masalah yang ingin diselesaikan. Data bisa berasal dari sensor, transaksi, survei, atau repositori publik. ([Lihat sumber Disini - terapan-ti.vokasi.unesa.ac.id])

  2. Praproses Data
    Data sering kali perlu dibersihkan dari nilai hilang, normalisasi atau transformasi fitur agar algoritma dapat bekerja secara efektif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Pemilihan Algoritma dan Model
    Pilih teknik pembelajaran yang cocok dengan jenis data dan tujuan yang diinginkan. Misalnya klasifikasi untuk prediksi kategori atau regresi untuk prediksi nilai kontinu. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Pelatihan Model
    Proses ini melibatkan pemberian data pelatihan ke algoritma untuk ‘belajar’. Model berusaha meminimalkan kesalahan prediksi melalui fungsi loss dan optimisasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  5. Evaluasi Model
    Uji model dengan data yang belum pernah dilihat sebelumnya untuk mengevaluasi akurasi, presisi, recall, dan metrik performa lainnya. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  6. Deployment
    Setelah model memiliki performa yang memadai, model dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi nyata untuk digunakan secara langsung oleh pengguna atau sistem otomatis. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Penerapan Machine Learning dalam Berbagai Bidang

Machine Learning diterapkan dalam beragam bidang nyata di masyarakat, termasuk:

  1. Kesehatan
    Model ML dapat membantu diagnosis penyakit, prediksi risiko kesehatan, dan analisis medical imaging seperti CT Scan atau MRI. ([Lihat sumber Disini - ojs.unikom.ac.id])

  2. Keuangan
    Digunakan dalam deteksi fraud transaksi, pemodelan risiko kredit, dan prediksi pasar investasi. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])

  3. Transportasi dan Smart City
    Dari kendaraan otonom hingga optimasi rute transportasi, ML membantu menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan aman. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])

  4. Sistem Rekomendasi
    Platform seperti e-commerce, media streaming, dan aplikasi berita mengandalkan ML untuk memberikan rekomendasi yang personal berdasarkan perilaku pengguna. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])

  5. Pendidikan
    ML juga digunakan untuk analisis performa belajar, prediksi kebutuhan materi, hingga pemberian pengalaman belajar adaptif. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Tantangan Implementasi Machine Learning

Walaupun memiliki potensi besar, implementasi ML sering menghadapi tantangan seperti:

  1. Kualitas dan Ketersediaan Data
    Data yang buruk, tidak lengkap atau bias dapat menghasilkan model yang tidak akurat atau unfair. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  2. Overfitting dan Underfitting
    Model dapat belajar terlalu spesifik pada data pelatihan (overfit) atau terlalu umum sehingga gagal menangkap pola (underfit). ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Interpretabilitas Model
    Beberapa model ML terutama deep learning sulit dijelaskan secara intuitif sehingga menimbulkan isu transparansi dalam keputusan yang dibuat. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Kebutuhan Sumber Daya Komputasi
    Pelatihan model kompleks sering membutuhkan komputasi tinggi dan perangkat keras canggih seperti GPU/TPU yang tidak murah. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  5. Etika dan Privasi Data
    Penggunaan data pribadi dalam pelatihan ML dapat menimbulkan risiko pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data tanpa regulasi yang kuat. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Kesimpulan

Machine Learning adalah cabang dari kecerdasan buatan yang memungkinkan komputer untuk belajar dari data dan membuat prediksi tanpa diprogram secara eksplisit. Dengan karakteristik adaptif, kemampuan mengenali pola kompleks, serta berbagai jenis pembelajaran seperti supervised, unsupervised, dan reinforcement, ML memiliki peran penting dalam dunia modern. Tahapan pengembangan model dari pengumpulan data hingga deployment menuntut proses yang sistematis sehingga menghasilkan model yang andal dan berguna di berbagai bidang seperti kesehatan, keuangan, transportasi, pendidikan, dan lain-lain. Meskipun menghadapi tantangan seperti kualitas data, interpretabilitas model, serta isu etika dan komputasi, pemahaman yang baik terhadap konsep dan teknik Machine Learning membuka peluang besar bagi inovasi teknologi masa depan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Machine Learning adalah cabang dari kecerdasan buatan yang memungkinkan sistem komputer belajar dari data dan meningkatkan kinerjanya secara otomatis tanpa harus diprogram secara eksplisit untuk setiap tugas.

Karakteristik utama Machine Learning meliputi kemampuan belajar dari data, adaptif terhadap perubahan, mampu melakukan generalisasi pada data baru, serta sanggup mengenali pola kompleks dalam jumlah data yang besar.

Jenis pembelajaran dalam Machine Learning meliputi supervised learning, unsupervised learning, reinforcement learning, serta pengembangan modern seperti semi-supervised dan self-supervised learning.

Tahapan pengembangan model Machine Learning meliputi pengumpulan data, praproses data, pemilihan algoritma, pelatihan model, evaluasi performa, dan deployment ke dalam sistem nyata.

Machine Learning diterapkan dalam berbagai bidang seperti kesehatan, keuangan, transportasi, sistem rekomendasi, pendidikan, industri, dan pengembangan smart city.

Tantangan utama dalam implementasi Machine Learning meliputi kualitas dan bias data, overfitting dan underfitting model, kebutuhan sumber daya komputasi tinggi, kurangnya interpretabilitas model, serta isu etika dan privasi data.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Machine Learning untuk Analisis Data Akademik Machine Learning untuk Analisis Data Akademik Sistem Berbasis Machine Learning Sistem Berbasis Machine Learning Sistem Informasi Berbasis Mobile dalam Pendidikan: Tren, Fungsi, dan Tantangannya Sistem Informasi Berbasis Mobile dalam Pendidikan: Tren, Fungsi, dan Tantangannya Web-Based Learning: Konsep dan Implementasi Web-Based Learning: Konsep dan Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa Metode Pembelajaran Inovatif: konsep, jenis, dan dampaknya pada siswa SPK Deteksi Kecurangan Transaksi SPK Deteksi Kecurangan Transaksi Organizational Learning: Konsep, Pembelajaran Organisasi, dan Inovasi Organizational Learning: Konsep, Pembelajaran Organisasi, dan Inovasi Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: konsep, implementasi, dan penilaian Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: konsep, implementasi, dan penilaian Inovasi Pembelajaran Abad 21 Inovasi Pembelajaran Abad 21 SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif SPK Penentuan Metode Pembelajaran Efektif Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Penelitian Prediktif: Pengertian dan Aplikasinya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): konsep, struktur, dan fungsi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): konsep, struktur, dan fungsi Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Metode Pembelajaran Berpusat pada Siswa: konsep, pendekatan, dan implikasi Metode Pembelajaran Berpusat pada Siswa: konsep, pendekatan, dan implikasi Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Metode Pembelajaran Aktif: konsep, prinsip, dan penerapannya di SD Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan Self-Regulated Learning: Konsep dan Tahapan Strategi Pembelajaran Aktif: Jenis dan Contoh Strategi Pembelajaran Aktif: Jenis dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…