
Sistem Berbasis Rest API: Implementasi dan Contoh
Pendahuluan
Di era perkembangan teknologi informasi sekarang, banyak aplikasi dan sistem informasi dibangun sebagai sistem terdistribusi, artinya, bagian frontend, backend, layanan mikro (microservices), atau antar aplikasi dapat saling berkomunikasi melalui antarmuka yang terstandarisasi. Salah satu pendekatan yang paling populer dan banyak digunakan untuk mengimplementasikan komunikasi semacam ini adalah arsitektur REST (Representational State Transfer) dan antarmuka REST API.
REST API memungkinkan aplikasi yang berbeda, baik web, mobile, atau layanan backend, untuk saling bertukar data dan berinteraksi secara efisien melalui protokol HTTP. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengertian, prinsip, struktur, implementasi, keamanan, dan contoh penggunaan REST API dalam sistem informasi.
Definisi REST API
Definisi REST API Secara Umum
REST API adalah antarmuka pemrograman aplikasi (API) yang dirancang berdasarkan gaya arsitektur REST. REST API memungkinkan klien (client) untuk mengakses dan memanipulasi “sumber daya” (resources) yang berada di server melalui protokol HTTP, misalnya untuk mengambil data, membuat data baru, memperbarui data, maupun menghapus data. [Lihat sumber Disini - ibm.com]
Dalam implementasinya, REST API banyak dipilih karena sifatnya yang ringan (lightweight), fleksibel, dan mudah diintegrasikan dengan berbagai jenis aplikasi. [Lihat sumber Disini - ibm.com]
Definisi REST API menurut KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “REST API” mungkin tidak muncul secara eksplisit karena REST API adalah istilah teknis dalam bahasa Inggris. Namun, secara arti kata: “antarmuka program aplikasi” (API) bisa diartikan sebagai “antarmuka pemrograman aplikasi”, suatu mekanisme yang memungkinkan dua sistem/software berbeda untuk saling berkomunikasi. Dengan demikian, REST API bisa dipahami sebagai “antarmuka pemrograman aplikasi berdasarkan gaya representational state transfer.”
Kalau Anda ingin definisi formal dari KBBI, Anda bisa mencari kata “antarmuka” dan “program aplikasi (API)” di KBBI daring.
Definisi REST API menurut Para Ahli
Berikut beberapa definisi REST API/REST dari para ahli atau literatur akademis/teknis:
-
Menurut artikel dari penyedia layanan cloud, “RESTful API adalah antarmuka yang memungkinkan dua sistem komputer untuk bertukar informasi melalui internet dengan cara yang aman dan terstruktur.” [Lihat sumber Disini - aws.amazon.com]
-
Dalam dokumen arsitektur perangkat lunak, REST dijelaskan sebagai gaya arsitektur untuk sistem terdistribusi di web, yang menekankan pada identifikasi sumber daya secara unik (melalui URL), dan memungkinkan transfer representasi dari sumber daya tersebut, sebagai dasar desain RESTful API. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Dalam penelitian implementasi sistem informasi berbasis REST API, misalnya modul manajemen user menggunakan ReactJS dan NodeJS, REST API disebut sebagai jembatan komunikasi yang memudahkan pertukaran data antar bagian sistem, serta meningkatkan fleksibilitas pengembangan. [Lihat sumber Disini - journal.uii.ac.id]
-
Dalam studi rekayasa ulang sistem monolitik ke arsitektur microservices, REST API digunakan untuk menghubungkan layanan mikro (microservices) sehingga sistem menjadi lebih modular dan mudah dikembangkan. [Lihat sumber Disini - ejournal.upbatam.ac.id]
Dari definisi-definisi di atas, bisa disimpulkan bahwa REST API adalah pendekatan/arsitektur dan implementasi API yang memungkinkan interoperabilitas antara sistem secara efisien, terstruktur, dan fleksibel.
Prinsip-Prinsip REST (Stateless, Resource-Based, dan Lainnya)
Desain REST API tidak sembarangan, ada sejumlah prinsip (constraints) dari arsitektur REST yang harus diikuti agar API disebut “RESTful”. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Berikut prinsip-prinsip utama:
-
Client, Server: Pemisahan antara klien dan server. Klien bertugas meminta data, sementara server bertugas menyimpan dan menyediakan data. Ini memungkinkan tiap bagian berkembang secara independen. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Stateless (Tanpa Status): Setiap permintaan (request) dari klien ke server harus memuat seluruh informasi yang diperlukan agar server bisa memprosesnya. Server tidak menyimpan state atau konteks sesi klien antara permintaan. [Lihat sumber Disini - geeksforgeeks.org]
-
Layered System (Sistem Berlapis): Sistem bisa terdiri dari beberapa lapisan (layer), misalnya klien, gateway, server, database, dan klien tidak perlu tahu lapisan mana yang menangani permintaan. Ini mendukung skalabilitas dan abstraksi. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Uniform Interface (Antarmuka Seragam): Semua interaksi dengan sumber daya melalui antarmuka yang konsisten, sumber daya diidentifikasi via URI, manipulasi resource melalui representasi data, pesan bersifat self-descriptive, dsb. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
-
Representasi Sumber Daya (Representation): Ketika klien meminta resource, server mengirim representasinya, bisa dalam format JSON, XML, HTML, dll. Representasi ini menggambarkan “state” dari resource. [Lihat sumber Disini - ibm.com]
-
(Opsional) Code on Demand: Server bisa mengirim logika (script) ke klien untuk dieksekusi, meskipun ini jarang dipakai. [Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org]
Karena mengikuti prinsip-prinsip ini, REST API bisa menghasilkan layanan yang ringan, konsisten, mudah dipahami, dan skalabel. [Lihat sumber Disini - ibm.com]
Struktur Endpoint dan HTTP Method
Dalam REST API, endpoint (URL) dan metode HTTP (HTTP method) memainkan peran penting, karena melalui kombinasi keduanya, kita mengatur operasi terhadap resource (CRUD: Create, Read, Update, Delete).
Struktur Endpoint
-
Sumber daya (resource) direpresentasikan sebagai URL/URI. Misalnya /users, /orders/123, /products/45.
-
Hindari penggunaan kata kerja (verbs) dalam URL, gunakan kata benda (nouns), karena aksi ditentukan melalui HTTP method, bukan di URL. Misalnya:
/usersbukan/getUsers. [Lihat sumber Disini - status-code.medium.com] -
Gunakan plural untuk koleksi resource, contohnya
/usersdibanding/user. [Lihat sumber Disini - status-code.medium.com]
HTTP Method / Verbs
HTTP method yang biasa digunakan dalam REST API dan fungsinya:
| HTTP Method | Operasi Umum terhadap Resource |
|---|---|
| GET | Mengambil data / membaca resource (Read) |
| POST | Membuat resource baru (Create) |
| PUT | Memperbarui resource secara keseluruhan / mengganti resource (Update) |
| PATCH | Memperbarui resource secara parsial (Update sebagian) |
| DELETE | Menghapus resource (Delete) |
Metode-metode ini memungkinkan API untuk melakukan operasi CRUD dengan cara yang terstruktur dan konsisten. [Lihat sumber Disini - techtarget.com]
Selain itu, praktik terbaik juga menyarankan agar API mengembalikan status HTTP yang sesuai, misalnya 200 OK saat GET berhasil, 201 Created saat POST berhasil membuat resource baru, dsb. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]
Format Data API (JSON, XML, dll.)
Saat server merespons permintaan dari klien, data “representasi” dari resource bisa dikirim dalam berbagai format. Format yang paling umum digunakan di REST API modern:
-
JSON (JavaScript Object Notation), populer karena ringan, mudah dibaca manusia maupun mesin, dan didukung luas oleh berbagai bahasa pemrograman. [Lihat sumber Disini - ibm.com]
-
XML, masih kadang digunakan, terutama bila dibutuhkan interoperabilitas dengan sistem lama atau ketika format XML diperlukan. [Lihat sumber Disini - journal.uii.ac.id]
-
Format lain (opsional) tergantung kebutuhan: HTML, plain text, atau format khusus. [Lihat sumber Disini - ibm.com]
Pemilihan format data disesuaikan dengan kebutuhan, JSON biasanya jadi default karena kesederhanaannya dan kompatibilitas tinggi antar platform.
Implementasi REST API dalam Sistem Informasi
REST API banyak diimplementasikan dalam pengembangan sistem informasi modern, baik sistem internal perusahaan, layanan publik, maupun aplikasi berbasis web/mobile. Berikut beberapa aspek implementasinya:
-
Dalam arsitektur monolitik yang hendak bertransformasi ke arsitektur mikroservis (microservices), REST API sering menjadi tulang punggung komunikasi antar layanan mikro. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]
-
Contoh nyata: dalam penelitian “PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI RESTful API PADA SIM Dosen”, layanan manajemen data dosen dibangun menggunakan REST API, dengan backend Java dan database MySQL; pengujian menggunakan HTTP method (GET, POST, PUT, DELETE) menunjukkan bahwa API bekerja sesuai fungsi. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]
-
Implementasi dengan tumpukan teknologi modern: misalnya backend dengan NodeJS, Python, atau bahasa lainnya, dengan REST API sebagai penghubung ke frontend web atau mobile. [Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id]
-
Keuntungan: modularitas, fleksibilitas, kemudahan integrasi antar sistem, serta skalabilitas ketika aplikasi berkembang atau dibagi ke layanan berbeda. [Lihat sumber Disini - journal.uii.ac.id]
Keamanan REST API
Keamanan menjadi aspek penting ketika menggunakan REST API, terutama jika API digunakan untuk sistem informasi yang menangani data sensitif atau bersifat pribadi. Berikut beberapa praktik keamanan yang umum diterapkan:
-
Gunakan protokol HTTPS untuk memastikan data terenkripsi saat ditransfer antara klien dan server. [Lihat sumber Disini - ibm.com]
-
Implementasikan otentikasi dan otorisasi, misalnya dengan token (JWT), OAuth, API keys, untuk memastikan hanya klien yang berwenang dapat mengakses atau memodifikasi resource. [Lihat sumber Disini - ibm.com]
-
Validasi input data pada server untuk mencegah injeksi, data tidak valid, atau eksploitasi lainnya, serta sanitasi parameter permintaan. Praktik semacam ini penting agar API tetap aman dan stabil. [Lihat sumber Disini - status-code.medium.com]
-
Gunakan status HTTP dan respons error yang tepat, misalnya 401 Unauthorized, 403 Forbidden, 400 Bad Request, untuk memberi tahu klien mengapa permintaan ditolak, tanpa mengekspos detail sensitif. [Lihat sumber Disini - status-code.medium.com]
-
Dokumentasikan API secara jelas (titik akhir / endpoints, metode, parameter, format data, kode status) sehingga klien memahami cara menggunakan API dengan benar. [Lihat sumber Disini - status-code.medium.com]
Contoh Penggunaan REST API
Untuk memperjelas bagaimana REST API dipakai dalam dunia nyata, berikut contoh penerapan:
-
Sistem informasi akademik: misalnya modul data dosen pada sistem manajemen pendidikan, CRUD data dosen menggunakan REST API, backend Java + MySQL, klien bisa web frontend atau aplikasi mobile. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]
-
Aplikasi berbasis microservices: misalnya aplikasi pertanian berbasis mobile (manajemen hasil panen, inventaris, deteksi penyakit), di mana backend menggunakan REST API dengan NodeJS dan Python di cloud. [Lihat sumber Disini - journal.eng.unila.ac.id]
-
Modul manajemen user: menggunakan REST API sebagai jembatan antara frontend (misalnya ReactJS) dan backend (NodeJS), untuk proses autentikasi, pengambilan data pengguna, update profil, dsb, hasilnya modul bisa dikembangkan lebih modular dan efisien. [Lihat sumber Disini - journal.uii.ac.id]
-
Integrasi layanan pihak ketiga: misalnya layanan pembayaran online, banyak provider menggunakan REST API agar sistem e-commerce, aplikasi mobile, atau backend perusahaan bisa berkomunikasi dengan sistem pembayaran eksternal. [Lihat sumber Disini - midtrans.com]
Tantangan dan Best Practices dalam REST API
Selain manfaat, penerapan REST API juga memiliki beberapa tantangan. Berdasarkan penelitian dari praktisi di industri:
-
Dalam studi oleh ahli API, dari 82 aturan desain REST API, hanya sebagian yang dianggap “sangat penting” oleh praktisi, terutama aturan sampai tingkat kematangan “level 2” dalam Richardson Maturity Model. Tingkat kematangan lebih tinggi (level 3, yang melibatkan hypermedia links / HATEOAS) dianggap kurang kritikal dalam banyak implementasi nyata. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
-
Kadang terjadi mismatch antara teori REST (ideal) dan implementasi praktis, misalnya API yang disebut “RESTful” tapi tidak sepenuhnya mengikuti semua prinsip REST seperti stateless, atau uniform interface. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
-
Untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan API: penting menerapkan dokumentasi jelas, versi API (versioning), error handling konsisten, validasi input/output, otentikasi & otorisasi, serta desain URL dan resource yang baik agar API mudah dipahami dan digunakan oleh pengembang lain. [Lihat sumber Disini - strapi.io]
Kesimpulan
REST API, sebagai implementasi arsitektur REST, telah menjadi tulang punggung komunikasi antar sistem modern di dunia web dan aplikasi. Dengan mengikuti prinsip seperti statelessness, uniform interface, identifikasi resource via URL, dan penggunaan HTTP method standar, REST API memungkinkan pertukaran data dan interaksi antar aplikasi menjadi efisien, fleksibel, dan skalabel.
Penerapan REST API dalam sistem informasi, baik sistem akademik, aplikasi mobile, layanan mikro, maupun integrasi layanan eksternal, menunjukkan bahwa arsitektur ini cocok untuk berbagai kebutuhan. Namun untuk mendapatkan manfaat maksimal, perlu desain API yang baik, penerapan keamanan, validasi, dokumentasi, serta penerapan best practices.
Meski demikian, pada implementasi nyata sering ditemui kompromi antara teori (REST ideal) dan praktik, misalnya dalam hal kematangan REST, desain resource, atau penggunaan hypermedia. Karena itu, sebagai pengembang atau perancang sistem, penting memahami prinsip dasar REST, dan secara sadar memilih trade-off sesuai kebutuhan.