Terakhir diperbarui: 11 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 11 February). Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi. SumberAjar. Retrieved 11 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/media-pembelajaran-berbasis-teknologi-konsep-inovasi-dan-implementasi  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi - SumberAjar.com

Media Pembelajaran Berbasis Teknologi: konsep, inovasi, dan implementasi

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Pergeseran paradigma pendidikan dari model tradisional ke pembelajaran digital memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien, interaktif, dan relevan dengan tuntutan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Integrasi teknologi dalam pembelajaran tidak hanya sekadar menggunakan perangkat digital, tetapi juga melibatkan transformasi strategi pedagogis dan metode penyampaian materi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Media pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu elemen utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di semua jenjang, termasuk pendidikan dasar.

Dalam implementasinya, media pembelajaran berbasis teknologi mencakup berbagai bentuk perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan untuk menyampaikan pesan belajar kepada siswa secara digital. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, menarik minat belajar siswa, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan siswa, serta daya serap terhadap materi pembelajaran karena penyajian materi yang lebih menarik dan interaktif dibandingkan metode konvensional. ([Lihat sumber Disini - digitalpress.gaes-edu.com])

Perpaduan antara konten edukatif dengan teknologi modern seperti multimedia, learning management system, augmented reality, atau perangkat mobile learning membantu memperluas jangkauan dan fleksibilitas pembelajaran. Terlebih dalam konteks pendidikan dasar, media berbasis teknologi dapat membantu peserta didik memahami konsep abstrak secara konkret melalui visualisasi dan simulasi interaktif. Artikel ini mengulas secara komprehensif definisi media pembelajaran berbasis teknologi, karakteristiknya, inovasi yang berkembang, serta implementasinya di Sekolah Dasar dan peran guru dalam pemanfaatannya.


Definisi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi

Definisi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Secara Umum

Media pembelajaran berbasis teknologi pada hakikatnya merupakan segala bentuk sumber belajar yang menggunakan perangkat teknologi untuk menyampaikan materi dan mendukung proses pembelajaran. Secara umum, media pembelajaran adalah alat bantu yang memvisualisasikan fakta, konsep, prinsip, atau prosedur sehingga pembelajaran menjadi lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa. Media ini memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup dan dapat membantu memotivasi serta meningkatkan daya serap dan daya ingat siswa secara signifikan. Dalam konteks teknologi, media ini mencakup perangkat lunak dan perangkat keras seperti program multimedia interaktif, video pembelajaran, simulasi digital, dan aplikasi pembelajaran berbasis web atau mobile. ([Lihat sumber Disini - journal.uniga.ac.id])

Seiring dengan kemajuan teknologi digital, media pembelajaran tidak lagi terbatas pada media cetak atau visual statis. Media digital menawarkan pengalaman belajar yang dinamis melalui interaktifitas dua arah antara materi dan peserta didik. Media tersebut tidak hanya sekedar menampilkan informasi, tetapi juga memberikan feedback secara real time kepada siswa, memungkinkan pembelajaran personalisasi sesuai kemampuan belajar masing-masing peserta didik, serta memfasilitasi kolaborasi dalam lingkungan digital. ([Lihat sumber Disini - obsesi.or.id])

Dengan demikian, secara umum media pembelajaran berbasis teknologi dapat dipahami sebagai seluruh bentuk alat bantu pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menyampaikan materi pelajaran secara lebih interaktif, menarik, dan kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik di era digital.

Definisi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi dalam KBBI

Menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai perantara dalam kegiatan komunikasi antara pemberi pesan dan penerima pesan. Sementara teknologi diartikan sebagai penerapan pengetahuan ilmiah untuk tujuan praktis dalam kehidupan manusia. Dari definisi ini, media pembelajaran berbasis teknologi dapat dirumuskan sebagai “perantara atau alat bantu pembelajaran yang menggunakan perangkat dan sistem teknologi untuk menyampaikan pesan atau materi edukatif kepada peserta didik”.

Merujuk pada perpaduan kedua istilah tersebut, media pembelajaran berbasis teknologi juga berarti perantara komunikasi dalam proses belajar yang didukung oleh teknologi digital, perangkat lunak, atau sistem elektronik yang memungkinkan transfer pengetahuan secara efektif, real time, dan kontekstual sesuai kebutuhan pembelajaran abad ke-21. KBBI sendiri menegaskan bahwa media merupakan sarana yang memudahkan proses belajar mengajar, sementara teknologi adalah alat atau sistem yang diperoleh melalui aplikasi sains untuk kebutuhan manusia. Ketika kedua konsep ini digabungkan, media pembelajaran berbasis teknologi menjadi alat bantu yang dirancang untuk memaksimalkan proses transfer ilmu pengetahuan melalui transformasi digital.

Definisi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Menurut Para Ahli

Para ahli pendidikan dan teknologi telah memberikan berbagai definisi yang menegaskan pentingnya media pembelajaran berbasis teknologi dalam pendidikan modern:

  1. Menurut Arsyad, media pembelajaran merupakan alat yang memperagakan fakta, konsep, prinsip atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata dan mudah dipahami oleh peserta didik, serta dapat meningkatkan interaksi belajar. Ketika media ini didukung oleh teknologi digital, efektivitasnya menjadi lebih tinggi karena bisa menangkap perhatian siswa sekaligus menyediakan akses belajar kontekstual. ([Lihat sumber Disini - digitalpress.gaes-edu.com])

  2. Penelitian lainnya menyatakan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi adalah sarana pembelajaran yang memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk membantu dan memfasilitasi proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Dalam hal ini TIK berperan sebagai penghubung antara konten materi dan peserta didik. ([Lihat sumber Disini - journal.mediapublikasi.id])

  3. Studi dalam konteks era Society 5.0 menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi juga mencakup jenis media yang adaptif, personal, dan terintegrasi dengan perangkat modern seperti IoT, AI, serta big data, sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang fleksibel dan kontekstual bagi siswa. ([Lihat sumber Disini - obsesi.or.id])

  4. Peneliti lain menekankan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi bukan sekadar alat, tetapi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang mempengaruhi strategi pedagogi, metode instruksional, dan interaksi dalam pembelajaran modern. Ini mencakup penggunaan LMS (Learning Management System), multimedia interaktif, dan platform digital dalam mengatur konten pembelajaran. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Dari berbagai pendapat tersebut, media pembelajaran berbasis teknologi dapat disimpulkan sebagai alat bantu pembelajaran yang didukung oleh teknologi digital, dirancang untuk meningkatkan efektivitas, keterlibatan, dan kualitas proses belajar mengajar.


Karakteristik Media Pembelajaran Berbasis Teknologi

Media pembelajaran berbasis teknologi memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari media pembelajaran tradisional. Karakteristik ini muncul karena integrasi teknologi yang mempengaruhi cara materi disampaikan, diakses, dan dipahami oleh peserta didik.

Pertama, media pembelajaran berbasis teknologi bersifat interaktif. Interaktivitas ini terjadi ketika perangkat atau aplikasi pembelajaran memungkinkan peserta didik berinteraksi secara langsung dengan konten, memberikan respon, dan menerima feedback real time. Contohnya adalah penggunaan modul pembelajaran digital yang dilengkapi kuis interaktif, simulasi, dan latihan yang menyesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing siswa. Interaktivitas seperti ini terbukti secara signifikan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Kedua, media pembelajaran berbasis teknologi bersifat fleksibel dan adaptif. Fleksibilitas muncul karena materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui perangkat digital seperti komputer, tablet, maupun smartphone. Hal ini berbeda dengan media tradisional yang hanya efektif jika digunakan dalam ruang kelas dengan kontrol langsung dari guru. Dengan teknologi, siswa dapat mempelajari materi sesuai ritme belajar mereka sendiri serta mengulang materi yang dianggap sulit tanpa batasan waktu. ([Lihat sumber Disini - obsesi.or.id])

Ketiga, media ini memiliki kemampuan untuk menggabungkan berbagai bentuk konten multimedia seperti teks, audio, video, animasi, dan grafis secara terpadu. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran terbukti dapat membantu penyampaian informasi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami karena melibatkan berbagai indera siswa secara bersamaan. Integrasi multimedia juga membantu memperkaya pengalaman belajar, terutama pada materi yang bersifat abstrak atau sulit dijelaskan hanya dengan teks saja. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Keempat, media pembelajaran berbasis teknologi bersifat personalisasi. Teknologi modern memungkinkan penyajian materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan preferensi masing-masing siswa. Personalization ini dapat meningkatkan efektivitas belajar karena siswa dapat belajar sesuai jalur pembelajaran yang paling cocok bagi mereka tanpa merasa tertekan.

Kelima, karakteristik lain yang penting adalah keterhubungan atau connectivity, yaitu kemampuan media untuk terintegrasi dengan platform pembelajaran yang lebih luas seperti LMS, portal edukasi, atau jaringan pembelajaran sosial. Koneksi semacam ini memungkinkan pembelajaran kolaboratif antar siswa dan interaksi antara siswa dengan guru atau tutor secara digital.


Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi

Inovasi dalam media pembelajaran berbasis teknologi terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu komputer, kecerdasan buatan, augmented reality, dan big data. Pendidikan abad ke-21 tidak lagi mengenal batasan ruang dan waktu dalam pembelajaran, sehingga inovasi diperlukan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, efektif, dan relevan.

Salah satu bentuk inovasi media pembelajaran adalah penggunaan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dalam penyampaian materi. Teknologi ini memungkinkan siswa merasakan pembelajaran secara imersif sehingga mereka dapat berinteraksi langsung dengan objek pembelajaran dalam lingkungan simulasi digital. Misalnya, siswa dapat belajar konsep sains melalui simulasi laboratorium virtual atau eksplorasi anatomi tubuh manusia melalui AR. Integrasi AR dan VR terbukti dapat meningkatkan daya tarik belajar serta memperdalam pemahaman peserta didik terhadap materi kompleks melalui visualisasi yang lebih konkret.

Selain itu, kecerdasan buatan (AI) menjadi modal besar dalam inovasi media pembelajaran. AI dapat digunakan untuk menciptakan sistem pembelajaran adaptif yang secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan materi berdasarkan kemampuan siswa. Sistem ini mampu memberikan feedback personal, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan belajar, serta menyajikan latihan yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Pendekatan ini dikenal sebagai personalized learning dan telah menjadi fokus utama dalam penelitian pendidikan modern karena kontribusinya meningkatkan efektivitas belajar secara signifikan.

Inovasi lain yang berkembang adalah gamifikasi, yaitu penerapan elemen permainan dalam konteks pembelajaran. Gamifikasi membantu meningkatkan motivasi belajar karena siswa merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas pembelajaran layaknya menyelesaikan misi dalam sebuah game. Penggunaan leaderboard, badge, reward, dan sistem poin dalam media digital dapat menciptakan lingkungan belajar yang kompetitif namun menyenangkan.

Selain itu, penggunaan Learning Management System (LMS) yang terintegrasi dengan fitur kolaborasi, diskusi, dan penilaian otomatis juga menjadi inovasi penting dalam media pembelajaran berbasis teknologi. LMS tidak hanya menjadi tempat penyimpanan konten pembelajaran digital, tetapi juga menjadi platform terintegrasi untuk mengelola kegiatan belajar mengajar secara keseluruhan secara real time.

Inovasi lainnya termasuk penerapan analitik pembelajaran yang memanfaatkan big data untuk memantau progress siswa, menganalisis pola belajar, dan memberikan rekomendasi strategi pengajaran terbaik bagi guru. Semua inovasi ini tidak hanya memberikan kemudahan akses materi, tetapi juga membantu menciptakan model pembelajaran yang lebih adaptif, efisien, dan terukur.


Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi di Sekolah Dasar

Implementasi media pembelajaran berbasis teknologi di Sekolah Dasar (SD) telah menjadi strategi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar yang relevan dengan tuntutan global. Berbagai studi menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran digital dalam konteks SD mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, dan hasil belajar secara signifikan. ([Lihat sumber Disini - digitalpress.gaes-edu.com])

Salah satu bentuk implementasi yang paling umum adalah penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi atau program digital yang dirancang khusus untuk siswa SD. Media ini mencakup konten pembelajaran berupa modul interaktif, animasi edukatif, kuis interaktif, serta permainan edukatif yang menyesuaikan dengan kurikulum pendidikan nasional. Penerapan media ini telah terbukti efektif dalam membantu siswa memahami materi pembelajaran yang sifatnya abstrak seperti matematika dasar, IPA, maupun bahasa Indonesia. ([Lihat sumber Disini - educare.uinkhas.ac.id])

Implementasi juga dilakukan melalui platform pembelajaran online yang mendukung kegiatan belajar sinkron maupun asinkron. Guru dapat mengunggah materi, tugas, dan kuis melalui platform tertentu, sementara siswa dapat mengakses materi tersebut baik di dalam kelas maupun di rumah. Metode ini membantu menciptakan proses pembelajaran yang lebih fleksibel dan memungkinkan siswa untuk belajar sesuai ritme masing-masing.

Selain itu, dalam praktiknya, guru SD juga menggunakan video pembelajaran digital sebagai media penyampaian materi. Video video yang berkualitas dan interaktif terbukti dapat menarik perhatian siswa siswa dasar karena visual dan audio yang disajikan dapat menjelaskan konsep dengan cara yang lebih mudah dipahami. Guru juga dapat menggabungkan video pembelajaran dengan diskusi tanya jawab untuk meningkatkan interaksi belajar.

Implementasi media pembelajaran berbasis teknologi juga mencakup penggunaan alat peraga digital seperti tablet interaktif atau smart TV yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan materi pelajaran secara visual dan kinestetik. Perangkat ini membantu memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata, contohnya dalam pembelajaran IPA di mana siswa dapat melihat simulasi proses ilmiah secara langsung di layar digital.

Namun, meskipun potensi besar media pembelajaran berbasis teknologi telah diakui, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur sekolah, kompetensi guru dalam menggunakan teknologi, serta dukungan kebijakan pendidikan yang memadai. Tantangan seperti keterbatasan perangkat teknologi, koneksi internet yang tidak stabil, dan rendahnya keterampilan digital guru masih menjadi kendala utama di banyak SD, terutama di daerah terpencil.

Upaya untuk mengatasi tantangan tersebut termasuk pelatihan teknologi bagi guru, penyediaan perangkat digital yang memadai, serta integrasi media pembelajaran berbasis teknologi sebagai bagian dari strategi kurikulum nasional yang berkelanjutan.


Peran Guru dalam Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran

Peran guru dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi tidak dapat dipisahkan dari efektivitas penggunaan teknologi tersebut dalam proses belajar mengajar. Guru tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi fasilitator, moderator, desainer pembelajaran digital, dan evaluator terhadap efektivitas media yang digunakan.

Sebagai fasilitator, guru bertanggung jawab untuk memilih media pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, dan konten materi. Guru harus mampu menentukan jenis media teknologi yang paling relevan untuk materi tertentu, apakah itu video pembelajaran, LMS, aplikasi kuis interaktif, atau alat peraga digital lainnya.

Selain itu, guru juga berperan sebagai moderator dalam proses pembelajaran berbasis teknologi. Ini berarti bahwa guru harus mampu mengarahkan interaksi belajar yang terjadi di lingkungan digital, memastikan siswa fokus, serta membantu siswa yang mengalami kendala dalam mengakses atau memahami materi melalui teknologi.

Guru juga memiliki peran penting sebagai desainer pembelajaran digital, yakni merancang kegiatan belajar yang efektif di lingkungan digital. Desain pembelajaran ini mencakup penempatan konten pembelajaran dalam platform digital, integrasi media multimedia, penentuan tahapan evaluasi digital, serta penjadwalan kegiatan sinkron dan asinkron.

Peran guru sebagai evaluator juga krusial untuk mengukur efektivitas media pembelajaran berbasis teknologi. Guru perlu mengevaluasi apakah media yang digunakan benar-benar membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran atau justru menimbulkan distraksi. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui penilaian hasil belajar, observasi keterlibatan siswa, serta umpan balik dari siswa itu sendiri.

Sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran digital, guru juga perlu meningkatkan kompetensi digitalnya melalui pelatihan teknologi pendidikan secara berkelanjutan. Kompetensi ini mencakup kemampuan teknis dalam menggunakan alat digital, pemahaman pedagogi digital, serta kemampuan menciptakan konten pembelajaran yang menarik dan relevan.


Dampak Media Berbasis Teknologi terhadap Proses Belajar

Integrasi media pembelajaran berbasis teknologi dalam pendidikan memiliki dampak yang sangat besar terhadap proses belajar siswa. Dampak ini tidak hanya terlihat dari aspek akademik saja, tetapi juga mencakup motivasi belajar, keterlibatan siswa, kolaborasi, dan keterampilan abad ke-21.

Salah satu dampak utama teknologi dalam pembelajaran adalah peningkatan motivasi belajar siswa. Media digital yang bersifat interaktif, multimedia, dan fleksibel mampu menarik minat siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Hal ini berbeda dengan pembelajaran tradisional yang cenderung pasif dan monoton. Media digital memberikan pengalaman yang lebih hidup, sehingga siswa merasa lebih termotivasi untuk mengeksplorasi materi pelajaran secara mandiri maupun kolaboratif. ([Lihat sumber Disini - gudangjurnal.com])

Selain itu, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi meningkatkan keterlibatan siswa (student engagement) dalam proses belajar. Interaksi langsung siswa dengan konten digital, seperti simulasi, kuis interaktif, atau permainan edukatif, membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Keterlibatan semacam ini sangat penting karena keterlibatan belajar yang tinggi terkait erat dengan pencapaian hasil belajar yang lebih baik.

Media teknologi juga berdampak pada pengembangan keterampilan abad 21 siswa, seperti keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta literasi digital. Ketika siswa diajak berinteraksi dengan teknologi dalam konteks pembelajaran, mereka tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga belajar menerapkan logika, berkomunikasi secara digital, serta bekerja sama dalam aktivitas berbasis teknologi.

Dampak positif lainnya adalah kemampuan media teknologi untuk mendukung pembelajaran personalisasi. Teknologi memungkinkan penyajian materi yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar masing-masing siswa, sehingga siswa yang memerlukan pengulangan materi tertentu dapat belajar tanpa merasa tertekan mengikuti ritme kelas secara keseluruhan.

Namun, di sisi lain, terdapat juga potensi dampak negatif jika media pembelajaran tidak digunakan secara tepat. Penggunaan teknologi yang berlebihan tanpa arah yang jelas dapat menyebabkan distraksi, menurunkan fokus belajar siswa, serta mengurangi interaksi sosial secara langsung di kelas. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menyeimbangkan penggunaan media teknologi dengan pendekatan pedagogi yang tepat sehingga dampak positifnya dapat dimaksimalkan tanpa mengabaikan aspek sosial dan emosional siswa.


Kesimpulan

Secara keseluruhan, media pembelajaran berbasis teknologi merupakan salah satu elemen penting dalam sistem pendidikan modern yang mampu meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran. Definisi media pembelajaran berbasis teknologi mencakup penggunaan perangkat digital sebagai sarana penyampaian materi pembelajaran yang bersifat interaktif, adaptif, dan kontekstual. Karakteristik media ini meliputi interaktivitas, fleksibilitas, multimedia, personalisasi, dan konektivitas yang memberikan pengalaman belajar lebih kaya bagi siswa.

Inovasi dalam media pembelajaran berbasis teknologi terus berkembang seiring kemajuan teknologi seperti AR, AI, gamifikasi, LMS, dan analitik pembelajaran yang memberikan peluang baru dalam pembelajaran digital. Implementasi media pembelajaran berbasis teknologi di Sekolah Dasar menunjukkan dampak signifikan terhadap motivasi, keterlibatan belajar siswa, serta hasil belajar akademik. Peran guru sangat penting sebagai fasilitator, moderator, desainer, dan evaluator dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Dampak positif dari penggunaan media teknologi dalam pembelajaran sangat jelas, termasuk peningkatan motivasi siswa, keterlibatan belajar, keterampilan abad ke-21, dan dukungan pembelajaran yang personal. Namun demikian, tantangan seperti kesiapan infrastruktur, kompetensi guru, serta kebijakan pendidikan yang mendukung juga perlu diperhatikan agar implementasi media pembelajaran berbasis teknologi dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Media pembelajaran berbasis teknologi adalah sarana atau alat pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital seperti komputer, internet, aplikasi, multimedia, dan perangkat elektronik lainnya untuk menyampaikan materi pembelajaran secara interaktif, efektif, dan menarik bagi peserta didik.

Karakteristik media pembelajaran berbasis teknologi meliputi interaktivitas, fleksibilitas akses, integrasi multimedia, personalisasi pembelajaran, serta konektivitas yang memungkinkan pembelajaran kolaboratif dan berbasis digital.

Media pembelajaran berbasis teknologi penting karena mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, efektivitas penyampaian materi, serta mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital, berpikir kritis, dan kreativitas.

Implementasi media pembelajaran berbasis teknologi di Sekolah Dasar dilakukan melalui penggunaan media interaktif, video pembelajaran digital, aplikasi edukatif, platform pembelajaran online, serta alat peraga digital yang disesuaikan dengan karakteristik siswa usia dasar.

Peran guru dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi meliputi sebagai fasilitator, desainer pembelajaran digital, moderator aktivitas belajar, serta evaluator efektivitas penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran.

Media pembelajaran berbasis teknologi berdampak positif terhadap proses belajar siswa, seperti meningkatkan motivasi, keterlibatan belajar, pemahaman materi, serta membantu pengembangan keterampilan berpikir kritis dan literasi digital.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Inovasi: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Inovasi: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Inovasi: Konsep, Pentingnya, dan Prosesnya (Lengkap + Sumber) Inovasi: Konsep, Pentingnya, dan Prosesnya (Lengkap + Sumber) Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Inovasi Berkelanjutan: Konsep, Keberlanjutan Inovasi, dan Daya Saing Inovasi Berkelanjutan: Konsep, Keberlanjutan Inovasi, dan Daya Saing Inovasi Organisasi: Konsep, Budaya Inovasi, dan Daya Saing Inovasi Organisasi: Konsep, Budaya Inovasi, dan Daya Saing Inovasi Digital Bisnis: Konsep, Teknologi Digital, dan Nilai Bisnis Inovasi Digital Bisnis: Konsep, Teknologi Digital, dan Nilai Bisnis Inovasi Produk: Konsep, Pengembangan Produk, dan Keunggulan Pasar Inovasi Produk: Konsep, Pengembangan Produk, dan Keunggulan Pasar Inovasi Pembelajaran Abad 21 Inovasi Pembelajaran Abad 21 Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Pengaruh Teknologi terhadap Motivasi Belajar Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Media Pembelajaran Digital: Fungsi dan Contohnya Inovasi Model Bisnis: Konsep, Perubahan Model, dan Pertumbuhan Inovasi Model Bisnis: Konsep, Perubahan Model, dan Pertumbuhan Inovasi Kurikulum dalam Pendidikan Modern Inovasi Kurikulum dalam Pendidikan Modern Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Media Pembelajaran Interaktif: konsep, desain, dan efektivitas belajar Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Pemanfaatan Media Pembelajaran di Kelas: konsep, strategi, dan hasil belajar Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya Media Pembelajaran Kreatif SD: konsep, pengembangan, dan dampaknya Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Media Pembelajaran Sekolah Dasar: konsep, fungsi, dan perannya Penggunaan Media Interaktif dalam Pembelajaran Penggunaan Media Interaktif dalam Pembelajaran Media Pembelajaran Digital: konsep, karakteristik, dan tantangannya Media Pembelajaran Digital: konsep, karakteristik, dan tantangannya Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Persepsi Siswa terhadap Proses Pembelajaran Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi Pemilihan Metode Pembelajaran SD: konsep, pertimbangan, dan kesesuaian materi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…