
Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem
Pendahuluan
Perkembangan pesat teknologi informasi telah membawa organisasi dan institusi pada kebutuhan untuk merancang, mengembangkan, serta menerapkan sistem informasi (SI) yang efektif, efisien, dan andal. Agar pengembangan sistem informasi berhasil, dalam arti memenuhi kebutuhan pengguna, tepat waktu, sesuai anggaran, serta mudah dirawat ke depannya, diperlukan pendekatan manajemen proyek yang solid dan dokumentasi sistem yang komprehensif. Artikel ini membahas konsep dasar manajemen proyek sistem informasi, teknik pengumpulan kebutuhan, penyusunan dokumen spesifikasi dan teknis (termasuk SRS), kerangka evaluasi sistem melalui analisis PIECES Framework, manajemen perubahan dan konfigurasi, peran dokumentasi dalam siklus hidup sistem, serta contoh struktur dokumentasi sistem informasi.
Artikel ini diharapkan menjadi panduan bagi pengembang, analis sistem, manajer proyek TI, maupun mahasiswa yang ingin memahami tahapan penting dalam pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi secara sistematis.
Definisi Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem
Definisi Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem secara umum
Manajemen proyek sistem informasi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan sumber daya untuk menjalankan proyek pengembangan sistem informasi, sehingga tujuan proyek dapat tercapai sesuai ruang lingkup, waktu, dan anggaran yang ditetapkan. Sumber daya yang dikelola meliputi manusia, hardware/software, dana, dan logistik. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Sedangkan “dokumentasi sistem” merujuk pada rangkaian dokumen tertulis yang mendeskripsikan seluruh aspek pengembangan sistem, dari kebutuhan (requirements), desain, arsitektur, konfigurasi, prosedur operasional dan pemeliharaan, hingga catatan perubahan, sehingga sistem dapat dibangun, diimplementasikan, diuji, dioperasikan, dan dipelihara secara konsisten dan transparan. Dokumentasi sistem menjadi “memori kolektif” proyek, referensi bagi pengembang, pengguna, pemeliharaan, serta audit sistem.
Definisi Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem dalam KBBI
Saya tidak menemukan definisi “manajemen proyek sistem informasi” atau “dokumentasi sistem” secara spesifik di situs resmi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dalam lingkup TI, karena istilah ini adalah istilah teknis yang relatif baru dan spesifik ke domain teknologi informasi. Namun, secara umum:
-
“Manajemen proyek” menurut KBBI berarti pengelolaan proyek, yaitu usaha, penataan, dan pengorganisasian dalam mencapai tujuan proyek.
-
“Dokumentasi” berarti kegiatan mendokumentasikan atau hasil pendokumentasian; “sistem” berarti rangkaian unsur yang saling memengaruhi; sehingga “dokumentasi sistem” dapat diartikan sebagai pendokumentasian rangkaian unsur dalam suatu sistem.
Karena istilah “sistem informasi” dan “dokumentasi sistem informasi” belum diatur secara spesifik di KBBI, definisi formal dalam literatur teknis dan akademik lebih relevan.
Definisi menurut Para Ahli
Berikut definisi dari beberapa ahli/penulis terkait manajemen proyek sistem informasi dan dokumentasi sistem:
-
Menurut Agung Wijoyo dkk. dalam jurnal Manajemen Proyek Sistem Informasi (2023), manajemen proyek sistem informasi adalah kegiatan pengelolaan sumber daya proyek (SDM, hardware/software, dana, logistik) untuk menghasilkan sistem yang memenuhi objective proyek: fitur sesuai rancangan, performa sesuai batas, dengan waktu dan biaya sesuai anggaran. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Dalam literatur referensi tentang manajemen proyek sistem informasi terbitan 2025, manajemen proyek SI dijelaskan mencakup fase inisiasi, perencanaan, penjadwalan, pengelolaan biaya dan kualitas, pengadaan sumber daya, pelaksanaan, pengawasan, hingga penutupan proyek. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Menurut artikel penerapan kerangka PIECES Framework dalam evaluasi sistem informasi, dokumentasi sistem perlu mendukung aspek-aspek yang dievaluasi: performa, informasi/data, ekonomi, kontrol & keamanan, efisiensi, dan layanan. Evaluasi menggunakan PIECES secara menyeluruh akan lebih mudah jika dokumentasi sistem dibuat secara baik. [Lihat sumber Disini - sistemasi.ftik.unisi.ac.id]
-
Dalam studi pengembangan sistem informasi manajemen proyek berbasis web (2024), dokumentasi sistem, termasuk spesifikasi, desain, struktur database, modul, prosedur, menjadi dasar dalam pengembangan, pelaksanaan, dan pengendalian proyek. [Lihat sumber Disini - jurnal.dharmawangsa.ac.id]
Konsep Dasar Manajemen Proyek Sistem Informasi
Manajemen proyek sistem informasi (SI) adalah penerapan prinsip manajemen proyek umum, perencanaan, pengendalian, pelaksanaan, dalam konteks proyek pengembangan perangkat lunak/SI. Tujuannya: menghasilkan sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pengguna, dalam tenggat waktu dan anggaran yang ditetapkan, serta dengan kualitas yang baik. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
Aspek utama yang dikendalikan dalam proyek SI antara lain: produk (fitur & performa sistem), waktu (jadwal pengembangan dan implementasi), dan biaya (anggaran proyek). [Lihat sumber Disini - media.neliti.com] Jadi manajemen proyek SI harus memperhatikan tiga aspek keseimbangan (scope, time, cost), dan di banyak kasus juga kualitas, risiko, komunikasi, sumber daya manusia, serta aspek teknis. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Tahapan umum dalam manajemen proyek SI meliputi: inisiasi proyek, perencanaan (scoping, requirement gathering, resource & schedule planning), pelaksanaan/implementasi, pemantauan & pengendalian (progress, kualitas, anggaran, risiko), dan penutupan proyek setelah deliverable dianggap selesai. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Beberapa elemen penting:
-
Peran stakeholder, termasuk manajer proyek, analis sistem, developer, pengguna, pengguna akhir, diperlukan agar kebutuhan dan tujuan proyek bisa selaras. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Pengelolaan sumber daya, manusia, perangkat keras & lunak, dana, logistik. Tanpa manajemen sumber daya yang baik, potensi gagal proyek sangat tinggi. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
-
Manajemen risiko dan mutu, dalam proyek SI harus ada kontrol kualitas, mitigasi risiko, manajemen perubahan agar sistem tetap relevan dan dapat dipertahankan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Dengan demikian, manajemen proyek SI bukan sekadar “ngoding & deploy”, tetapi meliputi keseluruhan aspek, mulai dari inisiasi hingga pemeliharaan pascaproduksi, secara sistematis dan terstruktur.
Teknik Pengumpulan Kebutuhan Proyek
Pengumpulan kebutuhan (requirement gathering) adalah tahapan kunci dalam perencanaan proyek SI, kesalahan di tahap ini bisa membuat sistem gagal memenuhi kebutuhan pengguna atau sulit dikembangkan/pemeliharaan. Beberapa teknik umum:
-
Wawancara (interview) dengan stakeholder, pengguna, user akhir, untuk mendapatkan kebutuhan fungsional maupun non-fungsional.
-
Kuesioner/survey, berguna ketika banyak stakeholder/pengguna, memudahkan mengumpulkan data dalam jumlah besar.
-
Observasi terhadap proses bisnis saat ini, melihat bagaimana pengguna melakukan pekerjaan manual atau dengan sistem lama, untuk memahami flow, pain-points, dan kebutuhan riil.
-
Workshop / Focus group discussion, melibatkan berbagai stakeholder dalam sesi bersama untuk menggali kebutuhan, prioritas fitur, serta ekspektasi sistem.
-
Dokumentasi & analisis sistem saat ini, jika ada sistem lama, membaca dokumentasi, proses, masalah, catatan keluhan, dan kekurangan.
-
Analisis studi kasus / user story / use-case, mendefinisikan skenario penggunaan sistem, bagaimana pengguna berinteraksi, dan apa yang mereka butuhkan dari sistem.
Dalam literatur requirement engineering, proses pengumpulan kebutuhan diikuti dengan proses dokumentasi kebutuhan yang formal, yaitu dokumen spesifikasi kebutuhan (requirement specification), sebagai dasar desain dan pengembangan sistem. [Lihat sumber Disini - arxiv.org]
Teknik pengumpulan kebutuhan harus dilakukan dengan seksama dan kolaboratif, melibatkan pengguna, analis, pemangku kepentingan, agar kebutuhan yang muncul benar-benar representatif, lengkap, dan realistis.
Penyusunan Dokumen SRS dan Dokumentasi Teknis
Apa itu SRS
SRS (Software Requirements Specification) adalah dokumen formal yang mendeskripsikan semua kebutuhan fungsional dan non-fungsional sistem, batasan, asumsi, serta interface dengan sistem lain (jika ada). Dokumen ini menjadi dasar kontrak antara pengguna/klien dan tim pengembang.
Dokumen SRS biasanya mencakup: deskripsi tujuan sistem, lingkup, definisi istilah, kebutuhan fungsional (fitur, alur, use-case), kebutuhan non-fungsional (performansi, keamanan, user interface, reliability), serta batasan dan asumsi.
Dokumentasi Teknis & Dokumentasi Pendukung
Selain SRS, dokumentasi teknis meliputi:
-
Arsitektur sistem & desain, diagram arsitektur, desain modul, alur data, struktur database, interface.
-
Manual pengembang (developer manual), petunjuk implementasi, setup environment, konfigurasi, dependensi, coding standard.
-
Manual pengguna (user manual), panduan pengguna akhir / admin sistem: cara login, menjalankan fungsi, laporan, prosedur, troubleshooting.
-
Dokumentasi pemeliharaan & konfigurasi, catatan versi, log perubahan, konfigurasi sistem, backup & recovery, manual upgrade, prosedur change management.
-
Dokumentasi pengujian (test plan, test cases, hasil uji), mendokumentasikan bahwa sistem telah diuji sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi.
Penyusunan dokumentasi tersebut memastikan bahwa seluruh aspek sistem terdokumentasi, memudahkan pengembangan, pemeliharaan, audit, serta transfer pengetahuan bila terjadi pergantian tim.
Beberapa penelitian dan studi pengembangan sistem berbasis web menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen proyek atau sistem informasi lain yang dibuat tanpa dokumentasi baik cenderung menghadapi kesulitan pemeliharaan, debugging, dan pengembangan fitur baru. [Lihat sumber Disini - jurnal.dharmawangsa.ac.id]
Analisis PIECES dalam Evaluasi Permasalahan Sistem
Apa itu PIECES
PIECES adalah kerangka kerja (framework) yang digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi sistem informasi, baik sistem yang sedang berjalan maupun yang akan dikembangkan. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]
PIECES merupakan akronim dari enam dimensi evaluasi:
-
Performance, performa sistem: kecepatan, respon, throughput, waktu proses. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]
-
Information (and Data), kualitas informasi/data: kemutakhiran, akurasi, relevansi, keefektifan output & input data. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]
-
Economics (Ekonomi), aspek biaya dan manfaat sistem: apakah sistem memberikan efisiensi biaya, penghematan waktu dan sumber daya dibanding sistem lama/manual. [Lihat sumber Disini - jatit.org]
-
Control (dan Security / Kontrol & Keamanan), keamanan sistem, kontrol akses, integritas dan proteksi data, kepatuhan prosedur. [Lihat sumber Disini - cs.toronto.edu]
-
Efficiency (Efisiensi), penggunaan sumber daya sistem dan pengguna secara efisien: kemudahan operasional, pengurangan redundansi, optimalisasi kerja. [Lihat sumber Disini - jatit.org]
-
Service (Layanan / Pelayanan sistem), kualitas layanan sistem terhadap pengguna: kemudahan penggunaan, kepuasan pengguna, dukungan teknis, respon terhadap masalah. [Lihat sumber Disini - jatit.org]
Mengapa PIECES penting
Dengan menggunakan PIECES sebagai checklist evaluasi, tim pengembang atau auditor sistem dapat mengidentifikasi secara sistematis aspek-aspek mana dari sistem yang sudah baik, mana yang perlu perbaikan. Hal ini memungkinkan perbaikan sistem secara terarah, bukan hanya dari sisi fitur, tapi juga performa, data, biaya, keamanan, dan layanan. [Lihat sumber Disini - sistemasi.ftik.unisi.ac.id]
Contoh implementasi: suatu penelitian di 2025 menggunakan PIECES untuk mengevaluasi sistem informasi administrasi inventaris di pemerintahan, hasil evaluasi mengungkap bahwa meskipun secara umum pengguna puas, ada kelemahan pada variabel Performance dan Control & Security. [Lihat sumber Disini - sistemasi.ftik.unisi.ac.id]
Dalam penelitian lain (2024) pada sistem informasi berbasis web untuk technopreneurship, penggunaan PIECES membantu memastikan bahwa sistem memenuhi kebutuhan ekonomi, performa, efisiensi, dan kualitas informasi sesuai harapan pengguna. [Lihat sumber Disini - journal.formosapublisher.org]
Proses analisis dengan PIECES
Umumnya analisis PIECES dilakukan melalui survei / kuesioner kepada pengguna sistem, menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi terhadap tiap dimensi. Data kemudian dievaluasi untuk menentukan aspek mana yang perlu ditingkatkan, dan memberikan rekomendasi perbaikan. [Lihat sumber Disini - sistemasi.ftik.unisi.ac.id]
Pengelolaan Perubahan dan Konfigurasi Sistem
Pengembangan dan penerapan sistem informasi tidak berhenti setelah deployment, seiring waktu, kebutuhan bisa berubah, ada bug, fitur baru, perbaikan keamanan, penyesuaian regulasi, atau peningkatan performa. Karena itu pengelolaan perubahan (change management) dan konfigurasi (configuration management) menjadi bagian penting dari manajemen proyek & dokumentasi sistem. Beberapa praktik utama:
-
Version control & change log, setiap perubahan kode, konfigurasi, database, atau dokumentasi harus dicatat: siapa melakukan, kapan, apa perubahan, dan untuk tujuan apa.
-
Manajemen konfigurasi sistem, mendokumentasikan environment (server, database, library, dependensi), setting, parameter konfigurasi, struktur folder, agar ketika ada migrasi/tim baru, sistem bisa direkonstruksi dengan benar.
-
Prosedur perubahan & penerapan, sebelum perubahan diterapkan ke produksi, harus melalui review, testing, dokumentasi, dan persetujuan stakeholder.
-
Backup & recovery, sistem dan data harus dibackup secara rutin; dokumentasi prosedur recovery penting agar sewaktu-waktu bisa dipulihkan tanpa kehilangan data.
-
Audit & pelacakan, log aktivitas pengguna, perubahan konfigurasi, akses, error, agar sistem tetap aman, akuntabel, dan memudahkan pemeliharaan.
Tanpa manajemen perubahan dan konfigurasi yang baik, sistem rentan mengalami degradasi performa, bug, konflik versi, kesalahan data, atau bahkan hilangnya dokumentasi penting, yang membuat pemeliharaan dan pengembangan lanjutan sulit. Dokumentasi sistem yang lengkap mendukung aktivitas ini dengan menyediakan “source of truth” untuk seluruh aspek sistem.
Peran Dokumentasi dalam Siklus Hidup Sistem
Dokumentasi sistem memainkan peran krusial dalam seluruh fase siklus hidup sistem informasi, dari awal hingga pemeliharaan jangka panjang. Berikut peran-perannya:
-
Dasar perencanaan dan pengembangan, dokumen requirement (SRS), dokumen desain, arsitektur, basis data, modul, interaksi, menjadi panduan bagi developer, stakeholder, tester.
-
Alat komunikasi antar tim & stakeholder, karena melibatkan banyak pihak (analis, developer, tester, pengguna, operasi, manajemen), dokumentasi memfasilitasi pemahaman bersama dan meminimalkan miskomunikasi.
-
Panduan implementasi & deployment, dokumentasi teknis dan konfigurasi memudahkan setup environment, instalasi, integrasi, serta deployment secara konsisten.
-
Panduan penggunaan & pelatihan pengguna, manual pengguna membantu user akhir memahami cara memakai sistem, sehingga adopsi menjadi lebih mudah.
-
Basis pengujian & jaminan kualitas, test plan, test case, log uji terdokumentasi memungkinkan pengujian sistem secara sistematis, serta memudahkan verifikasi bahwa sistem sesuai spesifikasi.
-
Dasar pemeliharaan dan evolusi sistem, dengan dokumentasi desain, konfigurasi, kode, database, dan log perubahan, tim pemeliharaan dapat memahami sistem, memperbaiki bug, menambah fitur, atau melakukan refaktor tanpa “buta”.
-
Audit, keamanan, dan kepatuhan, dokumentasi konfigurasi, kontrol akses, prosedur backup dan recovery mendukung audit, sesuai regulasi, dan menjaga integritas data serta sistem.
-
Transfer pengetahuan & kesinambungan tim, ketika ada pergantian anggota tim atau outsourcing, dokumentasi memungkinkan transfer pengetahuan tanpa kehilangan konteks sistem.
Dengan demikian, dokumentasi bukan sekadar “opsi tambahan”, melainkan fondasi penting agar sistem informasi bisa berumur panjang, mudah dipelihara, dan adaptif terhadap perubahan.
Contoh Struktur Dokumentasi Sistem Informasi
Berikut contoh struktur dokumentasi sistem informasi yang bisa dijadikan template:
-
Pendahuluan
-
Latar belakang proyek
-
Tujuan sistem
-
Lingkup sistem
-
Definisi istilah
-
-
Dokumen Kebutuhan (Requirements Specification / SRS)
-
Kebutuhan fungsional (fitur, alur, use-case / user story)
-
Kebutuhan non-fungsional (performansi, keamanan, validasi, UI, interoperabilitas, skalabilitas)
-
Batasan, asumsi, dependensi, prioritas fitur
-
-
Desain & Arsitektur Sistem
-
Diagram arsitektur (komponen, modul, interface)
-
Struktur basis data (entity / table / relasi)
-
Alur data dan proses
-
Spesifikasi modul / layanan / API
-
-
Dokumentasi Teknis & Konfigurasi
-
Environment setup (server, OS, database, library, dependensi)
-
Konfigurasi sistem / variabel / parameter
-
Pengaturan keamanan, akses, kontrol
-
Instruksi deployment & instalasi
-
-
Manual Operasional & Pengguna
-
Manual pengguna akhir (user manual / admin manual)
-
Panduan instalasi (jika perlu)
-
Panduan penggunaan fungsi / modul
-
-
Dokumentasi Pengujian
-
Rencana pengujian (test plan)
-
Test case / scenario
-
Hasil uji / bug report / log
-
-
Manajemen Perubahan & Versi
-
Change log / version history
-
Kebijakan perubahan / prosedur perubahan
-
Backup & recovery plan
-
Dokumentasi migrasi versi
-
-
Dokumentasi Pemeliharaan & Operasional
-
Panduan pemeliharaan rutin
-
Pemantauan sistem, logging, monitoring
-
Dokumentasi troubleshooting & FAQ
-
-
Lampiran / Referensi
-
Glossary istilah
-
Diagram tambahan / skema
-
Referensi teknis / pustaka
-
Struktur ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek, misalnya, untuk sistem kecil tidak semua bagian diperlukan; sedangkan untuk sistem kompleks (multi-modul, multi-user, mission-critical) dokumentasi harus lebih komprehensif.
Kesimpulan
Manajemen proyek sistem informasi dan dokumentasi sistem merupakan pilar penting dalam pengembangan sistem yang berkualitas, terstruktur, dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Manajemen proyek memastikan bahwa proyek dijalankan sesuai ruang lingkup, waktu, biaya, dan sumber daya, dari inisiasi hingga penutupan, dengan pengelolaan risiko, komunikasi, dan koordinasi yang baik. Teknik pengumpulan kebutuhan yang tepat menjamin bahwa sistem dibuat berdasarkan kebutuhan aktual pengguna dan stakeholder.
Dokumentasi, dari SRS, desain, konfigurasi, manual, hingga dokumentasi pemeliharaan, menjadi memori kolektif proyek, basis pengujian, panduan penggunaan, dan fondasi pemeliharaan serta pengembangan di masa depan.
Penggunaan kerangka evaluasi seperti PIECES memungkinkan tim menilai kekuatan dan kelemahan sistem secara menyeluruh dari berbagai aspek: performa, data, ekonomi, kontrol, efisiensi, dan layanan. Hasil evaluasi ini mendasari perbaikan sistem secara sistematis.
Dengan struktur dokumentasi yang baik dan manajemen proyek yang disiplin, sebuah sistem informasi tidak hanya dapat dikirim (delivery) dengan baik, tetapi juga dapat dipertahankan, dikembangkan, dan diadaptasi seiring waktu, menjadikannya investasi jangka panjang bagi organisasi atau pengguna.