Terakhir diperbarui: 05 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 5 December). Sistem Mobile Kotak Saran Siswa. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sistem-mobile-kotak-saran-siswa  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sistem Mobile Kotak Saran Siswa - SumberAjar.com

Sistem Mobile Kotak Saran Siswa

Pendahuluan

Di lingkungan sekolah, partisipasi siswa dalam memberikan masukan, kritik, dan aspirasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, fasilitas, dan iklim sekolah secara keseluruhan. Tradisionalnya, masukan tersebut disampaikan melalui kotak saran fisik, selembar kertas dimasukkan ke kotak di area sekolah. Namun cara ini memiliki keterbatasan: siswa mungkin merasa enggan menulis karena takut identitas diketahui, kotak bisa saja jarang dicek, atau tanggapan dari sekolah lambat diperoleh.

Dengan kemajuan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan perangkat mobile di kalangan siswa, muncul alternatif berupa sistem digital, yaitu kotak saran digital/sistem mobile kotak saran siswa. Sistem ini memungkinkan siswa menyampaikan saran, aspirasi, keluhan secara mudah, anonim atau dengan identitas, lewat perangkat mereka kapan saja dan di mana saja.

Melalui artikel ini akan dibahas secara mendalam definisi, tujuan, fitur, serta mekanisme ideal dari sistem mobile kotak saran siswa, agar sekolah bisa merancang sistem yang efektif, transparan, dan menghargai privasi.


Definisi Sistem Mobile Kotak Saran Siswa

Definisi Secara Umum

Kotak saran, dalam pengertian tradisional, adalah wadah untuk menampung kritik, saran, keluhan, atau aspirasi dari anggota suatu komunitas terhadap penyelenggara atau pengelola institusi. โ Biasanya berupa kotak fisik dengan lubang untuk memasukkan kertas saran. Tujuannya untuk memberi kesempatan bagi anggota yang mungkin merasa ragu, secara langsung, menyampaikan pendapat atau keluhan mereka. [Lihat sumber Disini - ejournal.stmik-tm.ac.id]

Sementara itu, sistem mobile kotak saran siswa adalah versi digital dari kotak saran tradisional, suatu aplikasi (bisa web atau mobile) yang memungkinkan siswa mengirimkan saran, keluhan, aspirasi atau masukan lainnya secara elektronik. Sistem ini bisa diakses melalui smartphone atau perangkat lain, kapan saja.

Dengan sistem digital, siswa tidak lagi terbatas oleh waktu atau lokasi, dan pengelolaan saran menjadi lebih mudah, tertata, serta memungkinkan respons cepat dari pihak sekolah. [Lihat sumber Disini - ejournal.stmik-tm.ac.id]

Definisi dalam KBBI

Menurut definisi umum “kotak saran” dalam arti tradisional, wadah untuk menerima saran, kritik, pendapat, atau masukan dari orang banyak, maka sistem mobile kotak saran siswa bisa dianggap sebagai perluasan konsep tersebut ke ranah digital.

(Karena definisi “kotak saran digital” secara resmi mungkin belum tercantum di KBBI, pengertian ini lebih tepat dipahami sebagai adaptasi dari definisi tradisional, dengan menambahkan unsur “digital/online”.)

Definisi Menurut Para Ahli

  1. Dalam penelitian STMIK Tidore Mandiri, sistem informasi kotak saran didefinisikan sebagai suatu sistem yang memanfaatkan teknologi informasi untuk menampung aspirasi, pengaduan, keluhan, kritik, atau saran, dari mahasiswa tanpa harus melalui cara konvensional kotak fisik. Sistem tersebut memungkinkan penyampaian aspirasi dengan lebih fleksibel terkait waktu dan tempat. [Lihat sumber Disini - ejournal.stmik-tm.ac.id]
  2. Menurut penelitian “Pengembangan Aplikasi Pengaduan Siswa Berbasis Web” pada SMKN 1 Kragilan, layanan pengaduan siswa berbasis web (digital) memungkinkan siswa menyampaikan aspirasi tanpa harus menulis di kertas atau datang langsung ke guru/tata usaha, sehingga meningkatkan efektivitas layanan pengaduan dan aspirasi di lingkungan sekolah. [Lihat sumber Disini - conference.ut.ac.id]
  3. Dalam literatur general tentang “digital suggestion box” dalam konteks organisasi modern, digital suggestion box didefinisikan sebagai platform daring di mana anggota organisasi dapat menyampaikan ide, saran, atau kritik, dan sistem memungkinkan kolaborasi, transparansi, serta pengelolaan ide secara sistematis dibanding metode fisik. [Lihat sumber Disini - imagina.com]
  4. Lebih jauh, dalam pengalaman implementasi sistem digital suggestion box pada perusahaan besar (sebagai analogi), sistem tersebut dirancang untuk menjadikan partisipasi lebih inklusif, menurunkan hambatan bagi individu untuk memberikan masukan, dan memungkinkan pemrosesan ide dari level terbawah organisasi, mendukung “suara kolektif” dan perbaikan berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - sintef.no]

Dari definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem mobile kotak saran siswa adalah adaptasi modern dari kotak saran tradisional, memakai teknologi informasi untuk memfasilitasi partisipasi siswa dalam memberi aspirasi, dengan kelebihan fleksibilitas, keteraturan, dan transparansi.


Tujuan dan Fungsi Kotak Saran Digital

Sistem mobile kotak saran siswa memiliki beberapa tujuan dan fungsi utama dalam lingkungan sekolah:

  • Menampung aspirasi, kritik, saran, dan keluhan siswa secara mudah dan aman, siswa bisa mengungkapkan pendapat tanpa takut identitas terdeteksi, dan tanpa harus bertatap muka langsung. Hal ini membuka ruang bagi siswa yang pemalu atau khawatir. [Lihat sumber Disini - sman12sby.sch.id]
  • Meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas sekolah, masukan dari siswa bisa menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam aspek pelayanan, sarana/prasarana, proses belajar, atau kebijakan. [Lihat sumber Disini - sman12sby.sch.id]
  • Mempercepat dan mempermudah proses pengaduan serta tindak lanjut, dibanding kotak saran fisik yang memerlukan waktu pengumpulan, sortir, pencatatan manual; sistem digital memungkinkan akses kapan saja dan manajemen masukan lebih cepat. [Lihat sumber Disini - ejournal.stmik-tm.ac.id]
  • Mendorong transparansi dan akuntabilitas, dengan sistem digital, proses peninjauan, respons, dan implementasi aspirasi bisa lebih transparan; siswa bisa melihat status aspirasi mereka (misalnya diterima, ditolak, diproses). Hal ini membantu membangun kepercayaan siswa terhadap institusi. [Lihat sumber Disini - sintef.no]
  • Memfasilitasi partisipasi dan kolaborasi aktif, sistem digital memungkinkan banyak siswa berpartisipasi kapan saja, dan bahkan memungkinkan fitur seperti komentar, voting, atau tanggapan terhadap ide/masukan, sehingga menciptakan budaya dialog dan perbaikan bersama. [Lihat sumber Disini - imagina.com]
  • Mengarsipkan data masukan sebagai basis evaluasi dan perencanaan, masukan yang masuk bisa disimpan, diklasifikasi, dan dianalisis kemudian menjadi referensi sekolah dalam evaluasi program, kebijakan, sarana, dan perbaikan yang berkelanjutan. [Lihat sumber Disini - sintef.no]

Fitur Pengiriman Saran dan Aspirasi

Sistem mobile kotak saran siswa idealnya dilengkapi beberapa fitur penting agar efektif dan user-friendly:

  • Formulir pengiriman saran/aspirasi, siswa dapat mengisi form dengan kolom subjek, deskripsi saran/keluhan, pilihan kategori, dan, jika diinginkan, lowongan identitas (anonim atau dengan identitas).
  • Lampiran bukti (opsional), siswa bisa melampirkan bukti berupa gambar atau dokumen (misalnya foto fasilitas rusak, screenshot, atau file lain) untuk memperjelas aspirasi/keluhan. Hal ini mirip dengan implementasi pada sistem pengaduan siswa berbasis web di SMKN 1 Kragilan. [Lihat sumber Disini - conference.ut.ac.id]
  • Submit via perangkat mobile/web, 24/7, karena berbasis digital, siswa dapat mengirim masukan kapan saja dan dari mana saja, tanpa harus berada di sekolah. Ini meningkatkan aksesibilitas. [Lihat sumber Disini - imagina.com]
  • Dashboard siswa untuk tracking status saran, agar siswa bisa melihat apakah saran sudah diterima, ditanggapi, atau sedang diproses. Ini penting untuk transparansi dan membangun kepercayaan bahwa saran mereka tidak “hilang begitu saja.” (fitur ini sering ada di sistem digital suggestion box) [Lihat sumber Disini - blog.kainexus.com]
  • Sistem klasifikasi dan pengkategorian saran, siswa bisa memilih kategori (misalnya fasilitas, lingkungan, kebijakan, akademik, sosial) saat mengirim saran, sehingga memudahkan sekolah dalam memilah dan menindaklanjuti.
  • Notifikasi / pemberitahuan, siswa dan/atau admin menerima notifikasi ketika status saran berubah, ada tanggapan, atau saran sudah ditindaklanjuti. Fitur notifikasi penting agar komunikasi dua arah lebih jelas dan responsif, ini juga merupakan bagian dari kelebihan sistem digital dibanding cara konvensional. [Lihat sumber Disini - blog.kainexus.com]
  • Panel admin (dan/atau petugas sekolah), petugas sekolah dapat menerima, meninjau, mengklasifikasi, memberikan respons, dan mencatat tindak lanjut atas setiap saran. Sebuah sistem back-end memudahkan pengelolaan aspirasi secara sistematis. [Lihat sumber Disini - conference.ut.ac.id]

Kategori dan Klasifikasi Saran

Penting bagi sebuah sistem mobile kotak saran siswa untuk menyediakan kategori agar penyampaian dan penanganan aspirasi lebih terstruktur. Berikut beberapa kategori umum yang bisa disediakan:

  • Fasilitas & Infrastruktur, misalnya ruang kelas, WC, laboratorium, perpustakaan, kebersihan, keamanan.
  • Pelayanan Akademik & Pembelajaran, seperti soal jadwal pelajaran, metode pengajaran, fasilitas laboratorium, perpustakaan, sarana belajar, konsultasi akademik.
  • Kebijakan Sekolah, peraturan sekolah, tata tertib, prosedur administratif, sistem penilaian, disiplin.
  • Lingkungan Sosial & Kesejahteraan Siswa, terkait teman sebaya, bullying, kesehatan mental, kegiatan ekstrakurikuler, sarana pendukung sosial.
  • Kritik & Usulan Umum, misalnya masukan tentang kebersihan, komunikasi sekolah, kegiatan siswa, atau ide-ide inovatif.
  • Keluhan & Pengaduan, keluhan tentang ketidaknyamanan, pelanggaran, ketidakadilan, diskriminasi, fasilitas rusak, atau layanan yang tidak memadai.

Dengan adanya klasifikasi, pihak sekolah bisa lebih mudah meninjau dan membagi tugas penanganan sesuai bidang, misalnya keluhan kebersihan ditangani bagian sarana prasarana, sementara keluhan akademik ditangani guru / kurikulum.


Mekanisme Review dan Tindak Lanjut

Agar sistem mobile kotak saran siswa efektif dan terpercaya, diperlukan mekanisme review dan tindak lanjut yang jelas. Berikut usulan alur ideal:

  1. Penerimaan & Pencatatan, Siswa submit saran → sistem secara otomatis menyimpan data ke database, memberikan nomor referensi / ID pengaduan.
  2. Klasifikasi & Penugasan, Admin/petugas sekolah melihat saran masuk → mengklasifikasikan berdasarkan kategori → menugaskan ke pihak terkait (misalnya guru, bagian kebersihan, kurikulum, tata usaha, dsb).
  3. Evaluasi & Validasi, Petugas terkait meninjau saran / keluhan; jika perlu meminta informasi tambahan dari siswa (melalui sistem). Bila valid: ditindaklanjuti. Bila tidak sesuai: bisa dikategorikan “tidak valid” / “masukan tidak relevan”.
  4. Tindak Lanjut & Respons, Setelah evaluasi, pihak sekolah mengambil tindakan (perbaikan fasilitas, revisi kebijakan, klarifikasi, atau tindakan lain). Lalu memberikan tanggapan/respon melalui sistem kepada siswa.
  5. Pemberitahuan & Pelaporan, Sistem mengirim notifikasi ke siswa tentang status saran: diterima, diproses, ditindaklanjuti, atau ditolak. Juga memungkinkan pembuatan laporan berkala (misalnya bulanan/kuartal) untuk pihak sekolah, agar bisa dievaluasi secara menyeluruh.
  6. Arsip & Analisis, Semua data keluhan/saran disimpan dalam database, memudahkan sekolah membuat analisis: misalnya jumlah keluhan per kategori, waktu penyelesaian, tren masalah, frekuensi, dsb. Ini penting untuk evaluasi jangka panjang dan perencanaan perbaikan.

Mekanisme seperti ini sudah diaplikasikan dalam sistem pengaduan siswa berbasis web, misalnya penelitian di SMKN 1 Kragilan menunjukkan sistem memungkinkan siswa membuat pengaduan, siswa melihat respon, admin membuat laporan, dan seluruh alur tercatat secara sistematis. [Lihat sumber Disini - conference.ut.ac.id]


Notifikasi Status Saran

Notifikasi menjadi fitur krusial dalam sistem mobile kotak saran siswa agar siswa merasa aspirasi mereka mendapat perhatian serius. Berikut beberapa aspek notifikasi:

  • Konfirmasi penerimaan, setelah siswa submit saran, sistem memberikan notifikasi (misal lewat SMS / email / in-app) bahwa saran telah diterima dan tercatat, dengan nomor referensi.
  • Status progres, notifikasi ketika saran diklasifikasikan, ditugaskan, sedang diproses, atau telah selesai ditindaklanjuti. Ini memberi transparansi dan kepastian kepada siswa.
  • Hasil tindak lanjut / respon, ketika sekolah memberikan tanggapan atau langkah perbaikan sebagai hasil saran, siswa diberi tahu agar merasa suaranya dihargai dan diperhatikan.
  • Pengingat & update, bila saran membutuhkan tindak lanjut lebih lanjut, atau butuh klarifikasi, sistem bisa mengirim pengingat ke siswa/petugas terkait.
  • Laporan kolektif periodic, bagi pihak sekolah/pengelola, bisa diberikan ringkasan berkala tentang status saran, tren, kategori terbanyak, membantu evaluasi dan pengambilan keputusan.

Kehadiran notifikasi dan transparansi status sangat membantu meningkatkan kepercayaan siswa terhadap sistem, serta meningkatkan partisipasi berkelanjutan, hal yang menurut literatur adalah salah satu keunggulan “kotak saran digital/virtual” dibanding metode fisik. [Lihat sumber Disini - blog.kainexus.com]


Privasi Identitas Pengirim

Salah satu kelebihan utama sistem mobile kotak saran siswa adalah kemampuan menjaga privasi identitas pengirim, aspek krusial agar siswa merasa aman dan berani menyampaikan aspirasi dengan jujur. Berikut cara menjaga privasi dalam implementasi sistem:

  • Sistem memberikan opsi pengiriman anonim, siswa tidak wajib menuliskan nama, cukup ID/username anonim atau bahkan tanpa identitas.
  • Data pengirim dienkripsi atau disimpan terpisah secara aman di database, sehingga hanya petugas tertentu yang dapat mengakses identitas jika diperlukan (misalnya untuk klarifikasi).
  • Kebijakan privasi dan kerahasiaan data diterapkan, pihak sekolah menjamin bahwa identitas siswa tidak disalahgunakan atau disebarluaskan tanpa persetujuan.
  • Transparansi kepada siswa, sistem menyediakan informasi bahwa identitas akan dirahasiakan, dan hanya digunakan sesuai kebutuhan penanganan saran/pengaduan.
  • Registrasi minimal, jika tidak diperlukan identitas, sistem bisa dibangun agar siswa tidak perlu login / registrasi; cukup mengisi form anonim. Hal ini menurunkan hambatan bagi siswa yang takut identitasnya diketahui.

Dengan menjaga privasi, sistem memfasilitasi keterbukaan siswa, terutama bagi mereka yang khawatir dampak negatif bila mengkritik secara langsung, sehingga potensi mengungkapkan aspirasi menjadi lebih besar.


Dashboard Admin untuk Analisis Masukan

Sistem mobile kotak saran siswa idealnya dilengkapi dashboard untuk admin/pengelola sekolah agar manajemen masukan lebih sistematis dan strategis. Fitur utama dashboard bisa meliputi:

  • Tampilan daftar saran masuk, dengan informasi seperti tanggal masuk, kategori, status (baru/proses/selesai), dan prioritas.
  • Filter dan pencarian, admin bisa memfilter berdasarkan kategori, status, rentang tanggal, prioritas, dan kata kunci, memudahkan peninjauan saran.
  • Statistik & laporan, grafik atau ringkasan: jumlah saran per kategori, waktu rata-rata penanganan, tren keluhan, jumlah saran selesai vs belum, dsb. Ini membantu sekolah dalam evaluasi kualitas layanan atau fasilitas.
  • Manajemen tanggapan & tindak lanjut, admin bisa menugaskan saran ke petugas, memberi catatan, mencatat tindakan yang diambil, dan menandai selesai. Juga bisa mencatat bukti pelaksanaan (misalnya foto perbaikan fasilitas).
  • Notifikasi internal, ketika ada saran masuk, admin/petugas mendapatkan notifikasi agar segera ditindaklanjuti.
  • Arsip data & dokumentasi, seluruh saran, respon, tindak lanjut, dan status disimpan dalam database, memudahkan audit, evaluasi, dan transparansi jangka panjang.
  • Ekspor laporan, memungkinkan export ke PDF / Excel / CSV untuk dokumentasi atau presentasi manajemen.

Dalam penelitian di STMIK Tidore Mandiri, implementasi sistem informasi kotak saran berbasis web menggunakan metode waterfall menunjukkan sistem dapat membantu institusi dalam menampung aspirasi dan memprosesnya sesuai unit kerja, memudahkan pengguna dalam penyampaian aspirasi, serta mempermudah petugas dalam pengelolaan aspirasi. [Lihat sumber Disini - ejournal.stmik-tm.ac.id]


Tantangan dan Pertimbangan dalam Implementasi

Meskipun sistem mobile kotak saran siswa punya banyak kelebihan, ada beberapa tantangan dan hal yang perlu diperhatikan:

  • Keterlibatan dan literasi digital siswa, tidak semua siswa mungkin terbiasa atau nyaman menggunakan aplikasi digital untuk menyampaikan aspirasi. Diperlukan sosialisasi dan edukasi agar sistem benar-benar digunakan.
  • Privasi dan keamanan data, data anonim maupun identitas harus dikelola dengan aman untuk mencegah penyalahgunaan. Sekolah perlu kebijakan privasi dan kontrol akses.
  • Komitmen pihak sekolah, jika sekolah tidak menindaklanjuti aspirasi atau respons lambat, siswa bisa kehilangan kepercayaan dan berhenti menggunakan sistem. Keterbukaan dan konsistensi sangat penting.
  • Manajemen beban pengaduan, jika banyak aspirasi masuk, petugas harus siap memilah, memprioritaskan, dan menangani dengan sumber daya memadai.
  • Transparansi dalam tindak lanjut, penting agar siswa bisa melihat bahwa saran mereka benar-benar ditindaklanjuti, sehingga sistem tidak dianggap sebagai “kotak saran mati.”

Kesimpulan

Sistem mobile kotak saran siswa merupakan inovasi penting dalam upaya meningkatkan partisipasi siswa, transparansi, dan kualitas layanan di lingkungan sekolah. Dengan mengadaptasi kotak saran tradisional ke platform digital, sekolah dapat memberikan ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran, kapan saja dan dari mana saja, sambil memudahkan pengelolaan, tindak lanjut, dan analisis masukan secara sistematis.

Fitur seperti formulir pengajuan, lampiran bukti, notifikasi status, panel admin, klasifikasi kategori, serta dashboard analisis menjadi aspek krusial agar sistem berjalan efektif dan dipercaya. Namun implementasi sistem harus dibarengi dengan komitmen sekolah terhadap tindak lanjut, serta perhatian pada privasi dan keamanan data.

Dengan demikian, sistem mobile kotak saran siswa bukan sekadar alat administratif, tetapi dapat menjadi media partisipatif yang memperkuat budaya demokrasi, keterbukaan, dan perbaikan berkelanjutan di sekolah.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Sistem Mobile Kotak Saran Siswa adalah platform digital yang memungkinkan siswa menyampaikan saran, kritik, dan aspirasi secara mudah melalui perangkat mobile. Sistem ini mendukung pengiriman anonim, pelacakan status, keamanan data, serta pengelolaan masukan secara terstruktur oleh pihak sekolah.

Tujuan utama kotak saran digital adalah memberikan ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan pendapat, mempercepat proses pengaduan, meningkatkan transparansi, serta membantu sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan layanan secara berkelanjutan.

Fitur penting dalam sistem kotak saran digital meliputi formulir pengiriman saran, opsi anonim, lampiran bukti, kategori saran, notifikasi status, dashboard admin, dan arsip serta analisis data masukan.

Saran yang masuk dicatat secara otomatis, dikategorikan, ditugaskan ke pihak terkait, dievaluasi, kemudian ditindaklanjuti oleh sekolah. Siswa menerima notifikasi mengenai perkembangan dan hasil final dari penanganan saran tersebut.

Ya, sistem menyediakan opsi anonim dan menerapkan kebijakan privasi ketat. Identitas pengirim dapat disembunyikan atau hanya bisa diakses oleh petugas tertentu bila diperlukan untuk klarifikasi.

โฌ‡
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Informasi Berbasis Mobile dalam Pendidikan: Tren, Fungsi, dan Tantangannya Sistem Informasi Berbasis Mobile dalam Pendidikan: Tren, Fungsi, dan Tantangannya Aplikasi Mobile untuk Pengumpulan Data Lapangan Aplikasi Mobile untuk Pengumpulan Data Lapangan Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile untuk Jadwal Kuliah dan Reminder Aplikasi Mobile untuk Jadwal Kuliah dan Reminder Aplikasi Mobile Kontrol Pembelajaran Aplikasi Mobile Kontrol Pembelajaran Sistem Mobile Rumah Belajar Sistem Mobile Rumah Belajar Sistem Web Analisis Kehadiran Sistem Web Analisis Kehadiran Sistem Mobile Tutor Online Sistem Mobile Tutor Online Pengembangan Sistem Mobile Cross-Platform Pengembangan Sistem Mobile Cross-Platform Aplikasi Mobile Catatan Akademik Aplikasi Mobile Catatan Akademik Sistem Mobile Pemetaan Lokasi Bencana Sistem Mobile Pemetaan Lokasi Bencana Sistem Mobile Absensi Berbasis GPS Sistem Mobile Absensi Berbasis GPS Sistem Mobile Pengaduan Keluhan Publik Sistem Mobile Pengaduan Keluhan Publik Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat Sistem Mobile Survey & Kuesioner Sistem Mobile Survey & Kuesioner Sistem Web Rekomendasi Karir Siswa Sistem Web Rekomendasi Karir Siswa Sistem Mobile To-Do List Akademik Sistem Mobile To-Do List Akademik Sistem Informasi Portfolio Siswa Sistem Informasi Portfolio Siswa Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran Gaya Belajar: Jenis-jenis, Ciri, dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa Sistem Informasi Laporan Kesehatan Siswa
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaruโ€ฆ