Terakhir diperbarui: 02 December 2025

Citation (APA Style):
Davacom. (2025, 2 December). Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat. SumberAjar. Retrieved 14 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/sistem-informasi-pengaduan-masyarakat  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat - SumberAjar.com

Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat

Pendahuluan

Perkembangan pesat teknologi informasi pada era digital telah mengubah banyak aspek dalam penyelenggaraan layanan publik, termasuk mekanisme penyampaian aspirasi dan pengaduan masyarakat. Sistem manual, seperti kotak saran, kunjungan langsung, atau pengaduan melalui surat, seringkali menghadapi sejumlah kendala signifikan: laporan bisa tercecer, tindak lanjut lambat, tidak ada pelacakan status aduan, serta kurangnya transparansi. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]

Dalam konteks tersebut, penerapan sistem berbasis web atau digital untuk pengaduan masyarakat menjadi solusi strategis. Sistem ini memungkinkan warga menyampaikan pengaduan lebih mudah, real-time, dan menerima respons maupun tindak lanjut dari instansi terkait secara transparan. Berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa sistem semacam ini dapat meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]

Artikel ini bertujuan menguraikan pengertian, kerangka teori, serta komponen utama dari Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat, sekaligus meninjau manfaat dan tantangan penerapan sistem tersebut.


Definisi Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat

Definisi Secara Umum

Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat (SIPM) secara umum dapat diartikan sebagai suatu mekanisme, memanfaatkan teknologi informasi, yang memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, atau pengaduan terhadap penyelenggaraan layanan publik, kebijakan, pelayanan administratif, atau kondisi lingkungan, kepada instansi yang berwenang. Melalui sistem ini, proses pelaporan, penanganan, pemantauan dan tindak lanjut aduan bisa dilakukan secara lebih sistematis, terstruktur, dan efisien. Hal ini berbeda dengan mekanisme tradisional yang bersifat manual dan seringkali tidak terdokumentasi dengan baik.

Definisi dalam KBBI

Istilah “pengaduan” dalam KBBI diartikan sebagai “aduan; pemberitahuan tentang kesalahan, keluhan, atau ketidakberesan kepada pihak yang berwenang” (contoh definisi ini sesuai entri “aduan/pengaduan” di KBBI). Sementara “sistem informasi” merujuk pada kumpulan prosedur, perangkat lunak, perangkat keras, dan sumber daya manusia serta data, yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, dan mendistribusikan informasi. Dengan demikian, jika digabung: Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat berarti suatu sistem, baik teknologi maupun organisasi, untuk menerima dan mengelola pengaduan masyarakat secara terstruktur melalui media informasi.

Definisi menurut Para Ahli

Beberapa definisi menurut para peneliti dan praktisi sistem menunjukkan bahwa SIPM memiliki elemen penting sebagai berikut:

  • Menurut Y. Firmansyah dkk., penggunaan sistem pengaduan berbasis informasi diperlukan karena sistem manual, seperti kotak saran tradisional, sering menyebabkan keterlambatan penanganan dan ketidakjelasan status aduan. Dengan sistem informasi, aduan dapat dicatat secara digital, diproses lebih cepat, dan mudah dipantau. [Lihat sumber Disini - media.neliti.com]
  • Menurut D. Rahmawati & Arif Setiawan (2025) dalam studi “Simas” di Balai Desa Pedawang, SIPM adalah sebuah platform berbasis website yang memungkinkan warga menyampaikan laporan secara online tanpa hadir fisik, serta memungkinkan perangkat desa mengelola dan memantau status pengaduan secara real-time, meningkatkan efisiensi dan transparansi. [Lihat sumber Disini - jurnal.bimaberilmu.com]
  • Menurut I. Juarsyah dkk. (2021), SIPM bisa dibuat dalam bentuk aplikasi berbasis Android maupun web, dengan tujuan mempermudah masyarakat dalam menyampaikan keluhan kepada OPD, dan memberi kemudahan bagi instansi dalam mengontrol aspirasi secara langsung. [Lihat sumber Disini - ejournal.unama.ac.id]
  • Menurut A. Rifki dan rekan-rekan (2024), sistem informasi pengaduan yang dirancang dengan metode pengembangan perangkat lunak sistematis mampu menangani pengaduan masyarakat secara efektif dan efisien, pengguna dapat mengajukan pengaduan, melihat respon petugas, dan melacak perkembangan aduan lewat sistem web. [Lihat sumber Disini - journal.cattleyadf.org]

Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa SIPM bukan sekadar kotak saran digital, melainkan sebuah sistem komprehensif: menggabungkan teknologi informasi, proses administratif, dan mekanisme transparansi serta akuntabilitas dalam pelayanan publik.


Komponen dan Cakupan Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat

Dalam implementasinya, SIPM umumnya mencakup komponen, dan cakupan, sebagai berikut:

Antarmuka Pelapor (Masyarakat / Warga)

Antarmuka Admin / Petugas Instansi / OPD

Infrastruktur dan Teknologi Pendukung

  • Basis data (database) untuk menyimpan aduan, status, respon, data pelapor. Banyak implementasi menggunakan bahasa pemrograman web (PHP/MySQL) atau framework modern. [Lihat sumber Disini - repository.bsi.ac.id]
  • Mekanisme akses berbasis web/mobile – agar masyarakat bisa menggunakan sistem via komputer atau ponsel, memperbesar jangkauan. [Lihat sumber Disini - ojs.unimal.ac.id]
  • Mekanisme keamanan dan privasi data – terutama bila aduan menyangkut data sensitif; meskipun tidak semua penelitian merinci hal ini, aspek ini menjadi penting dalam implementasi nyata.

Cakupan Pengaduan

Sistem dapat digunakan untuk berbagai jenis pengaduan: pelayanan publik, administrasi pemerintahan desa/kelurahan/kecamatan, layanan teknis, lingkungan, sarana prasarana publik, atau kesalahan layanan. Banyak studi kasus di desa, kelurahan, pemerintahan kota, maupun instansi publik. [Lihat sumber Disini - journal.stmikjayakarta.ac.id]


Manfaat dan Keunggulan Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat

Penerapan SIPM membawa sejumlah manfaat nyata, baik bagi masyarakat maupun pemerintah/instansi penyelenggara layanan publik.

  • Efisiensi waktu & administrasi: Dengan sistem online, proses pelaporan dan penanganan aduan menjadi lebih cepat, tanpa perlu kehadiran fisik. Hal ini mengurangi beban administrasi manual, serta meminimalisir aduan yang hilang atau terlupakan. [Lihat sumber Disini - jurnal.bimaberilmu.com]
  • Transparansi dan akuntabilitas: Pelapor dapat memantau status aduan, dan instansi dapat mendokumentasikan tindak lanjut secara digital, membuat proses menjadi lebih jelas dan bisa diaudit. [Lihat sumber Disini - ojs.unud.ac.id]
  • Pemberdayaan masyarakat: Masyarakat mendapatkan saluran resmi untuk menyampaikan aspirasi atau keluhan, sehingga memfasilitasi partisipasi publik dalam evaluasi pelayanan publik. [Lihat sumber Disini - jurnal.unidha.ac.id]
  • Data dan analisis keluhan: Karena aduan tersimpan secara digital, instansi bisa melakukan rekapitulasi, analisis tren masalah, dan evaluasi kinerja pelayanan secara lebih sistematis. [Lihat sumber Disini - jurnal.bimaberilmu.com]
  • Aksesibilitas yang lebih luas: Dengan sistem berbasis web/mobile, masyarakat dari berbagai kalangan dan lokasi bisa mengakses layanan aduan tanpa batasan ruang dan waktu. [Lihat sumber Disini - ojs.unimal.ac.id]

Tantangan dan Kendala dalam Implementasi

Meskipun banyak keuntungan, penerapan SIPM juga tidak lepas dari tantangan dan kendala, terutama dalam konteks pemerintahan lokal dan wilayah pedesaan. Beberapa di antaranya:

  • Literasi dan akses teknologi masyarakat: Tidak semua warga memiliki akses internet atau kemampuan menggunakan aplikasi digital, sehingga sistem bisa kurang inklusif jika tidak disertai sosialisasi. Studi di Desa Bakalerek menunjukkan bahwa kombinasi media online dan fisik (misalnya papan informasi) bisa membantu, tapi butuh edukasi langsung ke warga. [Lihat sumber Disini - jurnal.unpad.ac.id]
  • Komitmen dan responsifitas instansi: Keberhasilan sistem tidak hanya bergantung pada teknologi, tapi juga pada komitmen petugas: bila petugas lambat merespon, integritas sistem bisa menurun dan warga kecewa. [Lihat sumber Disini - ejournal.uika-bogor.ac.id]
  • Pengelolaan data & keamanan: Data pengaduan bisa mengandung informasi sensitif, jika sistem tidak dirancang dengan baik, risiko kehilangan, penyalahgunaan, atau kebocoran data bisa muncul. Tidak semua penelitian membahas aspek ini secara detil.
  • Kendala perubahan budaya institusional: Di banyak instansi tradisional, mekanisme manual sudah akrab, perubahan ke sistem digital bisa menemui resistensi, baik dari petugas maupun warga.
  • Keterbatasan anggaran & sumber daya: Pengembangan dan pemeliharaan sistem membutuhkan sumber daya, server, pengembang, pelatihan, yang mungkin menjadi beban bagi pemerintah desa/kelurahan kecil.

Kerangka Perancangan & Implementasi Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat

Berdasarkan literatur dan studi kasus di Indonesia, tahap-tahap umum dalam perancangan dan implementasi SIPM adalah sebagai berikut:

  1. Analisis kebutuhan dan konteks, observasi, wawancara dengan masyarakat dan petugas, identifikasi jenis aduan, alur pelaporan, respon, dan kebutuhan rekapan. [Lihat sumber Disini - ojs.bsi.ac.id]
  2. Perancangan sistem (desain), pembuatan diagram seperti Use Case, Activity, Sequence, serta desain antarmuka (frontend dan backend). [Lihat sumber Disini - repository.bsi.ac.id]
  3. Implementasi, pengkodean sistem menggunakan bahasa pemrograman (misalnya PHP, MySQL, Laravel) dan pengujian fungsionalitas (misalnya Black Box). [Lihat sumber Disini - journal.cattleyadf.org]
  4. Peluncuran & sosialisasi kepada masyarakat, agar warga mengetahui sistem, cara pakainya, manfaatnya, serta mendapat kepercayaan untuk menggunakan. Banyak sistem gagal jika tidak diiringi komunikasi publik.
  5. Pemeliharaan & evaluasi berkala, monitoring penggunaan, respons petugas, tindak lanjut aduan, serta evaluasi untuk perbaikan sistem dan proses.

Tahapan ini muncul berulangkali dalam studi-studi pengembangan SIPM di desa, kelurahan, maupun pemerintahan kota. [Lihat sumber Disini - ejournal.unama.ac.id]


Contoh Implementasi & Studi Kasus di Indonesia

  • Di desa Pedawang (Kudus), SIMAS, Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat berbasis website, dikembangkan untuk mengatasi kelemahan sistem manual; hasilnya menunjukkan efisiensi dalam pencatatan, pemantauan, cepatnya tindak lanjut, dan transparansi pelaporan. [Lihat sumber Disini - jurnal.bimaberilmu.com]
  • Di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Lhokseumawe, sebuah aplikasi web SIPM diterapkan dan dilaporkan berhasil meningkatkan respons dan efisiensi penanganan pengaduan publik. [Lihat sumber Disini - ojs.unimal.ac.id]
  • Di beberapa desa seperti Desa Wonokerso dan Desa Gapurosukolilo, sistem berbasis web menggantikan mekanisme lama (kotak saran/musyawarah), sehingga masyarakat bisa melaporkan aspirasi secara daring dan petugas dapat memproses serta melacak aduan dengan lebih mudah. [Lihat sumber Disini - journal.unpas.ac.id]
  • Ada juga studi menggunakan pendekatan berbasis mobile (bukan hanya web), menunjukkan bahwa fleksibilitas platform dapat membantu menjangkau masyarakat yang lebih luas dan meningkatkan partisipasi dalam pelaporan aduan. [Lihat sumber Disini - ojs.bsi.ac.id]

Rekomendasi Desain & Praktik Baik untuk Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat

Berdasarkan analisis literatur dan praktik di lapangan, berikut beberapa rekomendasi ketika merancang atau mengimplementasikan SIPM:

  • Pastikan antarmuka user-friendly untuk masyarakat, sederhana, responsif (web/mobile), mudah diisi, dan bisa dipakai oleh berbagai kalangan (termasuk non-teknis).
  • Sediakan kanal alternatif atau kombinasi (misalnya web + SMS/WhatsApp + papan informasi) untuk menjangkau warga dengan keterbatasan akses internet atau literasi digital.
  • Pastikan instansi memiliki komitmen dalam merespons aduan, dari petugas hingga manajemen, agar kepercayaan publik terjaga.
  • Bangun sistem backend yang memadai: basis data, mekanisme tracking, log aksi, dan keamanan data agar aduan dapat dikelola, dipantau, dan diarsipkan dengan baik.
  • Sosialisasikan keberadaan sistem ke masyarakat, edukasi, panduan penggunaan, dan manfaat agar partisipasi warga tinggi.
  • Monitor dan evaluasi secara berkala: jumlah pengaduan, waktu tanggapan, penyelesaian, serta feedback pengguna untuk terus memperbaiki sistem.

Kesimpulan

Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat (SIPM) adalah sebuah inovasi penting dalam modernisasi pelayanan publik: dari mekanisme pengaduan manual yang lambat, tidak transparan, dan rentan kehilangan data, ke sistem digital yang efisien, transparan, dan terstruktur.

Dengan memanfaatkan teknologi informasi, antarmuka web atau mobile, basis data, serta desain sistem yang baik, SIPM memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi atau keluhan dengan mudah, sekaligus memudahkan instansi dalam menindaklanjuti aduan secara profesional. Berbagai studi di Indonesia pada periode 2021–2025 telah menunjukkan bahwa implementasi SIPM dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan kepuasan publik terhadap layanan.

Namun, keberhasilan sistem sangat bergantung pada faktor non-teknis: literasi dan akses masyarakat, komitmen instansi, dan keberlanjutan operasional serta pemeliharaan sistem. Oleh karena itu, perencanaan yang matang, sosialisasi intensif, serta evaluasi rutin menjadi kunci agar SIPM benar-benar bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dengan demikian, bagi pemerintah desa/kelurahan, instansi pemerintahan, atau lembaga publik lainnya yang ingin meningkatkan interaksi dengan masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan, implementasi SIPM sangat direkomendasikan sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik.

 

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat adalah platform digital yang digunakan untuk menerima, mencatat, memproses, dan menindaklanjuti keluhan atau aspirasi masyarakat melalui media berbasis web atau mobile secara lebih cepat, transparan, dan terstruktur.

Manfaatnya meliputi peningkatan efisiensi penanganan keluhan, transparansi status aduan, dokumentasi yang lebih rapi, peningkatan akuntabilitas pelayanan publik, serta mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan tanpa harus hadir secara fisik.

Sistem ini digunakan oleh masyarakat sebagai pelapor, dan oleh instansi pemerintah, perangkat desa, kelurahan, atau organisasi publik sebagai pengelola laporan serta penindak lanjut aduan.

Fitur utamanya mencakup formulir pengaduan online, pelacakan status laporan, notifikasi tindak lanjut, dashboard admin untuk memproses laporan, rekapitulasi data, serta penyimpanan arsip digital untuk evaluasi kinerja layanan publik.

Sistem digital diperlukan agar proses penanganan keluhan menjadi lebih cepat, efisien, terdokumentasi dengan baik, dapat dilacak statusnya, dan lebih mudah diakses oleh masyarakat kapan saja dan di mana saja.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Sistem Mobile Pengaduan Keluhan Publik Sistem Mobile Pengaduan Keluhan Publik Sistem Mobile Kotak Saran Siswa Sistem Mobile Kotak Saran Siswa Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Web Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Web Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Konsep, evaluasi, dan peningkatan Integrasi Sistem & Teknologi Pendukung Integrasi Sistem & Teknologi Pendukung Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan Publik: Konsep dan Penilaian Etika Pelayanan Kesehatan Etika Pelayanan Kesehatan Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Kepercayaan terhadap Sistem Kesehatan: Konsep, Legitimasi Layanan, dan Kepatuhan Pengertian Sistem Informasi : Komponen, Jenis, Proses, dan Fungsinya dalam Organisasi Pengertian Sistem Informasi : Komponen, Jenis, Proses, dan Fungsinya dalam Organisasi Siklus Pengembangan Sistem Informasi: Tahapan, Metode, dan Contohnya Siklus Pengembangan Sistem Informasi: Tahapan, Metode, dan Contohnya Pemberdayaan Masyarakat: Konsep, Tujuan, dan Strategi Pemberdayaan Masyarakat: Konsep, Tujuan, dan Strategi Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Manajemen Proyek & Dokumentasi Sistem Sistem Informasi Produksi: Pengertian dan Penerapannya Sistem Informasi Produksi: Pengertian dan Penerapannya Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Sistem: Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Sistem Informasi Akademik: Konsep dan Contoh Pemodelan & Diagram Sistem Pemodelan & Diagram Sistem Sistem Informasi Pemesanan Tiket Online Sistem Informasi Pemesanan Tiket Online Partisipasi Masyarakat dalam Program Kesehatan Partisipasi Masyarakat dalam Program Kesehatan Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Kepuasan User Sistem Informasi: Konsep, Tingkat Kepuasan, dan Penerimaan Sistem Sistem Informasi Penduduk: Modul dan Contoh Penerapan Sistem Informasi Penduduk: Modul dan Contoh Penerapan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…