
SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru
Pendahuluan
Memilih lokasi usaha yang tepat merupakan salah satu langkah krusial dalam proses pendirian bisnis. Lokasi yang strategis dapat mempengaruhi segi biaya, aksesibilitas, potensi pelanggan, kemudahan operasional, serta daya saing usaha dalam jangka panjang. Namun, proses penentuan lokasi seringkali bersifat subjektif dan sulit jika hanya mengandalkan intuisi. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pendekatan sistematis dan objektif untuk membantu pengambilan keputusan. Pada konteks ini, Sistem Pendukung Keputusan (SPK) hadir sebagai alat bantu yang memungkinkan analisis dari berbagai alternatif lokasi berdasarkan kriteria tertentu secara terstruktur dan transparan.
SPK untuk penentuan lokasi usaha tidak hanya bermanfaat bagi pengusaha baru, tapi juga pelaku usaha yang ingin melakukan ekspansi atau membuka cabang. Dengan dukungan SPK, keputusan lokasi usaha dapat dipertimbangkan dengan matang, mengurangi risiko kerugian, dan mendukung keberlanjutan usaha.
Definisi SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru
Definisi secara umum
SPK adalah sistem berbasis komputer interaktif yang membantu pengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah semi-terstruktur atau kompleks dengan memanfaatkan data dan model pengambilan keputusan. Dalam konteks penentuan lokasi usaha, SPK menyediakan alat analisis untuk mengevaluasi berbagai alternatif lokasi berdasarkan kriteria relevan (misalnya biaya, akses, potensi pasar), lalu memberikan rekomendasi lokasi terbaik berdasarkan perhitungan objektif. SPK membantu mengurangi subjektivitas dan ketergantungan pada intuisi semata.
Definisi menurut KBBI
Menurut entri umum dalam kamus bahasa Indonesia, “lokasi” berarti tempat atau kedudukan, sedangkan “usaha” berarti aktivitas bisnis atau komersial. Dengan demikian, “lokasi usaha” dapat diartikan sebagai tempat atau area di mana sebuah aktivitas bisnis beroperasi. Maka “penentuan lokasi usaha” adalah proses memilih tempat atau area yang tepat untuk menjalankan usaha. Dalam konteks SPK, “SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru” berarti sistem bantuan keputusan untuk menentukan tempat/kedudukan usaha baru secara optimal.
Definisi menurut para ahli
Berikut beberapa definisi dari literatur:
- SPK didefinisikan sebagai sistem berbasis komputer interaktif yang membantu pengambil keputusan menggunakan data dan model untuk menyelesaikan masalah multi-kriteria dan memfasilitasi proses pengambilan keputusan. [Lihat sumber Disini - journal.arteii.or.id]
- Dalam konteks lokasi usaha, SPK diartikan sebagai alat bantu untuk mengevaluasi alternatif lokasi berdasarkan sejumlah kriteria (misalnya biaya sewa, aksesibilitas, potensi pelanggan, persaingan, fasilitas umum, dsb.) sehingga usaha dapat memilih lokasi paling layak. [Lihat sumber Disini - jurnal.ilmubersama.com]
- Beberapa penelitian menyebut bahwa SPK tidak mengambil alih keputusan final, melainkan menyediakan informasi dan rekomendasi berdasarkan analisis data untuk membantu pengambil keputusan, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. [Lihat sumber Disini - journal.arteii.or.id]
- SPK memungkinkan pemrosesan alternatif dan kriteria banyak (multi-atribut, multi-alternatif), sehingga cocok untuk permasalahan penentuan lokasi usaha baru yang kompleks dan memiliki banyak variabel penentu. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Metode-metode dalam SPK untuk Penentuan Lokasi Usaha
Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Salah satu metode paling umum dipakai dalam SPK untuk lokasi usaha, Simple Additive Weighting (SAW). Konsep dasar SAW adalah menghitung penjumlahan bobot dari rating kinerja tiap alternatif pada semua atribut. Setiap kriteria diberikan bobot berdasarkan tingkat kepentingannya, kemudian setiap alternatif lokasi dievaluasi, lalu dijumlahkan bobot-ratingnya untuk mendapatkan skor akhir. Alternatif dengan skor tertinggi dianggap paling layak. [Lihat sumber Disini - jurnal.uns.ac.id]
Dalam penelitian terhadap bisnis food & beverage, penerapan SAW berhasil membantu menentukan lokasi strategis dari beberapa alternatif, berdasarkan kriteria seperti biaya sewa, akses, potensi pelanggan, fasilitas, dan lainnya. [Lihat sumber Disini - journal.upgris.ac.id]
Metode SAW relatif mudah diimplementasikan dan transparan, ideal untuk pengusaha kecil menengah (UMKM) dan usaha baru yang tidak memerlukan sistem terlalu kompleks. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
Alternatif lain yang banyak digunakan, Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP membantu menentukan bobot prioritas antar kriteria melalui perbandingan berpasangan, serta menangani hierarki kriteria dan sub-kriteria. Dalam penentuan lokasi usaha, AHP membantu memetakan faktor mana yang paling penting misalnya biaya sewa, aksesibilitas, demografi, persaingan, fasilitas, dan lain-lain. [Lihat sumber Disini - corisindo.utb-univ.ac.id]
Dalam sebuah penelitian terbaru (2025), AHP digunakan dalam SPK untuk mengoptimalkan pemilihan lokasi usaha, dan terbukti membantu pengambilan keputusan strategis secara sistematis. [Lihat sumber Disini - journal.fkpt.org]
Metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique)
Metode SMART juga populer di kalangan penelitian SPK untuk lokasi usaha. SMART memungkinkan evaluasi alternatif berdasarkan banyak kriteria dengan pembobotan fleksibel dan tanpa saling tergantung antar alternatif. Dalam riset di Kota Kupang 2025, SPK-SMART dipakai untuk menentukan lokasi bisnis optimal, dengan kriteria seperti biaya sewa, aksesibilitas transportasi, tingkat persaingan, potensi pelanggan, dan lain-lain. Hasil menunjukkan bahwa lokasi dengan kombinasi aksesibilitas dan potensi pelanggan terbaik, meskipun biaya sewa relatif tinggi, sering muncul sebagai rekomendasi utama. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Metode TOPSIS, MAUT, dan Metode Lain
Selain SAW, AHP, dan SMART, ada juga penelitian yang menggunakan metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) untuk membantu penentuan lokasi usaha. TOPSIS membantu memilih alternatif terbaik berdasarkan kedekatan dengan solusi ideal positif dan paling jauh dari solusi ideal negatif. Dalam penelitian pemilihan lokasi konter dan servis handphone, metode ini dipakai untuk membandingkan berbagai alternatif lokasi secara sistematis. [Lihat sumber Disini - ejurnal.swadharma.ac.id]
Metode MAUT (Multi-Attribute Utility Theory) juga digunakan dalam beberapa kasus, terutama ketika kriteria sangat banyak dan kompleks, sehingga dibutuhkan model utilitas untuk mengevaluasi. Misalnya, dalam penelitian coffee shop, SPK-MAUT terbukti memberikan rekomendasi lokasi yang lebih akurat daripada pendekatan konvensional. [Lihat sumber Disini - jurnal.kolibi.org]
Terkadang, SPK dikombinasikan dengan metode analisis lain seperti SWOT Analysis untuk memasukkan faktor eksternal seperti lingkungan, persaingan, peluang pasar, infrastruktur, sehingga keputusan lokasi tidak hanya berdasarkan data kuantitatif, tetapi juga aspek strategis secara kualitatif. [Lihat sumber Disini - ejournal.ibbi.ac.id]
Kriteria Penting dalam Penentuan Lokasi Usaha Baru
Dalam berbagai penelitian yang menggunakan SPK, sejumlah kriteria konsisten muncul sebagai penentu utama dalam memilih lokasi usaha:
- Biaya sewa / harga lokasi. Biaya ini sering mendapat bobot tertinggi karena langsung mempengaruhi investasi awal dan biaya operasional. [Lihat sumber Disini - academia.edu]
- Aksesibilitas & transportasi, kemudahan akses konsumen, dekat dengan jalan utama, baik transportasi umum. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Potensi pasar / demografi / kepadatan penduduk, area dengan banyak target pelanggan, profil konsumen sesuai jenis usaha. [Lihat sumber Disini - academia.edu]
- Kompetisi / persaingan, keberadaan usaha sejenis di sekitar, yang bisa mempengaruhi peluang atau persaingan pasar. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Fasilitas umum dan pendukung: fasilitas infrastruktur (air, listrik, jalan, parkir), keamanan, izin usaha, fasilitas publik di sekitar. [Lihat sumber Disini - academia.edu]
- Tingkat keramaian / lalu lintas / visibilitas lokasi, penting terutama untuk usaha yang mengandalkan walk-in / pelanggan spontan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Kombinasi dari kriteria-kriteria ini, bersama bobot dan metode SPK yang tepat, akan menentukan rekomendasi lokasi paling sesuai untuk usaha baru.
Implementasi SPK: Proses & Tahapan
Secara umum, implementasi SPK untuk penentuan lokasi usaha baru mengikuti tahapan berikut:
- Identifikasi alternatif lokasi, kumpulkan sejumlah lokasi potensial sebagai kandidat.
- Penentuan kriteria dan bobot, pilih kriteria relevan, beri bobot sesuai prioritas pentingnya kriteria.
- Pengumpulan data untuk setiap lokasi terhadap tiap kriteria, bisa melalui survei, observasi, data demografi, data sewa, dsb.
- Normalisasi data / standardisasi (jika metode memerlukan), lalu evaluasi alternatif berdasarkan bobot dan rating.
- Perhitungan dan perankingan alternatif, hasil berupa skor, peringkat, atau rekomendasi lokasi terbaik.
- Analisis hasil & verifikasi, pengambil keputusan mempertimbangkan rekomendasi bersama faktor eksternal dan pengalaman nyata sebelum memutuskan.
Dalam penerapan nyata, SPK tidak menggantikan keputusan manusia, tapi membantu memberikan dasar objektif dan data-driven, sehingga keputusan lebih terinformasi dan risiko bisa diminimalkan. [Lihat sumber Disini - journal.arteii.or.id]
Keunggulan dan Keterbatasan SPK dalam Penentuan Lokasi Usaha
Keunggulan
- Memberikan pendekatan objektif dan sistematis dalam pemilihan lokasi, mengurangi subjektivitas dan intuisi semata.
- Mampu menangani banyak alternatif dan banyak kriteria sekaligus, fleksibel untuk berbagai jenis usaha (ritel, jasa, produksi, restoran, dll.).
- Proses perankingan dan rekomendasi cepat setelah data tersedia, efisien dibanding survei manual atau insting belaka.
- Dapat membantu pelaku usaha baru ataupun UMKM dengan sumber daya terbatas untuk mengambil keputusan dengan dasar analitis.
Keterbatasan / Hal yang Perlu Diperhatikan
- Hasil akhir SPK hanya rekomendasi, keputusan final tetap di tangan manusia. Faktor-faktor non-kuantitatif atau dinamis (misalnya tren konsumen, perubahan regulasi, lingkungan sosial) sulit diakomodasi secara sempurna.
- Kualitas rekomendasi sangat tergantung pada akurasi data input, penentuan kriteria, dan bobot, data yang kurang valid bisa menghasilkan rekomendasi yang menyesatkan.
- Metode dan model SPK beragam, harus dipilih metode dan parameter yang cocok dengan konteks usaha, karena tiap metode punya kelebihan dan kelemahan.
- SPK memerlukan upaya pengumpulan data yang kadang cukup besar, terutama jika alternatif lokasi banyak atau kriteria kompleks.
Contoh Kasus & Studi Terbaru
- Di tahun 2025, penelitian di Kota Kupang mengembangkan SPK berbasis metode SMART untuk menentukan lokasi usaha baru. Hasil menunjukkan bahwa lokasi terbaik tidak selalu lokasi dengan biaya sewa terendah, melainkan lokasi dengan kombinasi potensi pelanggan dan aksesibilitas yang tinggi. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
- Penelitian pada 2025 juga menunjukkan bahwa metode AHP dalam SPK mampu membantu optimasi pemilihan lokasi usaha secara lebih strategis, terutama dalam usaha yang mempertimbangkan banyak kriteria sekaligus (biaya, akses, demografi, fasilitas, dan lain-lain). [Lihat sumber Disini - journal.fkpt.org]
- Untuk usaha kecil menengah (UMKM) atau ritel sederhana, SPK dengan metode SAW tetap relevan karena implementasinya mudah dan hasilnya cukup membantu dalam pengambilan keputusan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Kesimpulan
Penentuan lokasi usaha baru adalah keputusan strategis yang sangat menentukan keberhasilan usaha dalam jangka panjang. Dengan dukungan SPK, proses pengambilan keputusan ini bisa dilakukan secara lebih sistematis, objektif, dan berdasarkan data, bukan hanya intuisi semata.
SPK menawarkan berbagai metode (SAW, AHP, SMART, TOPSIS, MAUT, dsb.) yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kompleksitas usaha. Kombinasi kriteria seperti biaya, aksesibilitas, potensi pasar, fasilitas, dan persaingan menjadi dasar perankingan alternatif lokasi usaha.
Namun, meskipun SPK sangat membantu, sistem ini tidak bersifat absolut, keputusan akhir tetap memerlukan pertimbangan manusia, terutama untuk aspek non-kuantitatif dan dinamika pasar. Oleh karena itu, penggunaan SPK sebaiknya dikombinasikan dengan analisis lapangan dan pertimbangan strategis tambahan.
Dengan demikian, bagi calon pengusaha atau UMKM, SPK adalah alat bantu yang sangat baik untuk memperkuat dasar keputusan dalam memilih lokasi usaha baru, sehingga potensi keberhasilan bisa meningkat dan risiko bisa diminimalkan.