Terakhir diperbarui: 23 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 23 January). Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian. SumberAjar. Retrieved 24 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/piutang-usaha-konsep-pengakuan-dan-penilaian  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian - SumberAjar.com

Piutang Usaha: Konsep, Pengakuan, dan Penilaian

Pendahuluan

Piutang usaha merupakan komponen penting dalam sistem keuangan perusahaan karena berkaitan langsung dengan penerimaan kas yang memengaruhi likuiditas dan kelangsungan operasi. Piutang ini timbul ketika perusahaan memberikan barang atau jasa kepada pelanggan dengan syarat pembayaran di kemudian hari, bukan secara tunai. Dengan kata lain, piutang usaha mencerminkan hak perusahaan untuk menerima kas di masa depan sebagai imbalan atas penjualan kredit. Perusahaan yang gagal mengelola piutang usaha dengan baik menghadapi risiko arus kas terganggu, piutang tidak tertagih, serta tekanan pada modal kerja yang dapat berdampak buruk terhadap performa bisnis secara keseluruhan. Penjelasan mendalam tentang piutang usaha, mulai dari definisi hingga dampaknya terhadap arus kas, sangat krusial agar para pembaca, khususnya yang berkecimpung di bidang akuntansi dan manajemen keuangan, dapat memahami isu ini secara komprehensif.


Definisi Piutang Usaha

Definisi Piutang Usaha Secara Umum

Piutang usaha adalah jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pihak lain, biasanya pelanggan, sebagai hasil dari penjualan barang atau pemberian jasa secara kredit. Piutang ini muncul karena perusahaan memberikan jangka waktu tertentu bagi pelanggan untuk melakukan pembayaran setelah transaksi terjadi. Dalam konteks ini, piutang usaha mencerminkan hak perusahaan untuk menerima kas di masa depan dan merupakan salah satu bentuk aktiva lancar pada laporan keuangan perusahaan. ([Lihat sumber Disini - bizhare.id])

Definisi Piutang Usaha dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), piutang adalah tagihan uang perusahaan kepada para pelanggan yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan. Definisi ini menegaskan karakteristik piutang usaha sebagai bagian dari kegiatan operasional normal perusahaan yang dicatat sebagai aset karena memiliki nilai ekonomis yang akan diterima dalam periode tertentu. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Piutang Usaha Menurut Para Ahli

  1. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam PSAK No. 71, piutang usaha diakui sebagai aset keuangan pada saat entitas menjadi pihak dalam kontrak yang memberikan hak untuk menerima kas di masa depan tanpa syarat yang signifikan. Pengukuran awal dilakukan pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang terkait langsung dengan perolehan aset keuangan tersebut. ([Lihat sumber Disini - ojs.polmed.ac.id])

  2. Beberapa literatur akuntansi menjelaskan bahwa piutang usaha adalah piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa dalam kegiatan usaha normal perusahaan dan menjadi elemen penting dalam siklus modal kerja. ([Lihat sumber Disini - jurnal.wym.ac.id])

  3. Studi lain menyatakan bahwa piutang usaha merupakan hak perusahaan untuk menerima pembayaran berdasarkan kesepakatan kredit yang mencerminkan ekspektasi arus kas masuk di masa mendatang. ([Lihat sumber Disini - paper.id])

  4. Para peneliti akuntansi juga menyebut piutang usaha sebagai elemen aset yang selalu berputar dalam perputaran modal kerja, mencerminkan hubungan kredit yang berkelanjutan antara perusahaan dan pelanggan. ([Lihat sumber Disini - jurnal.wym.ac.id])


Jenis-Jenis Piutang Usaha

Piutang usaha dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat timbulnya hak pembayaran serta karakteristik transaksi yang mendasarinya. Secara umum, jenis piutang usaha meliputi:

Piutang Dagang (Trade Receivables)

Piutang dagang adalah jenis piutang yang paling umum dan merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan yang timbul akibat penjualan barang atau jasa secara kredit dalam kegiatan operasional normal. Piutang ini biasanya jatuh tempo dalam jangka pendek, seperti 30 hingga 90 hari setelah penjualan, dan dicatat sebagai aktiva lancar karena diharapkan akan dilunasi dalam periode tersebut. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Piutang Wesel (Notes Receivable)

Piutang wesel adalah piutang yang didukung oleh surat wesel atau promes yang berisi janji tertulis dari pelanggan untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan. Piutang ini sering kali memiliki jangka waktu yang lebih panjang dibandingkan piutang dagang dan sifatnya lebih formal karena terdapat dokumen tertulis yang menjadi bukti hak pembayaran. ([Lihat sumber Disini - jurnal.id])

Piutang Lain-Lain (Other Receivables)

Piutang lain-lain merupakan piutang yang tidak berasal dari kegiatan operasional utama perusahaan, seperti piutang bunga, piutang uang muka kepada karyawan, atau piutang pajak. Jenis piutang ini biasanya dilaporkan secara terpisah dalam neraca karena tidak berkaitan langsung dengan penjualan barang atau jasa utama perusahaan. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])

Jenis-jenis piutang ini membantu perusahaan dalam mengelompokkan tagihan berdasarkan sumbernya, memperjelas proses pengelolaan piutang serta strategi penagihan yang berbeda sesuai karakteristik masing-masing jenis piutang. ([Lihat sumber Disini - accurate.id])


Pengakuan Piutang Usaha dalam Akuntansi

Pengakuan piutang usaha dalam akuntansi mengikuti prinsip akrual, di mana transaksi piutang dicatat pada saat terjadinya penjualan barang atau jasa, bukan saat kas diterima. Hal ini sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku seperti PSAK yang menuntut pencatatan berdasarkan hak perusahaan untuk menerima kas di masa depan. ([Lihat sumber Disini - ojs.polmed.ac.id])

Pencatatan awal piutang usaha dilakukan pada nilai wajar dari jumlah yang diharapkan akan diterima. Pengakuan piutang berkaitan erat dengan pengakuan pendapatan; ketika pendapatan diakui atas penjualan kredit, piutang usaha dicatat sebagai aset. Selanjutnya, perusahaan juga harus mempertimbangkan cadangan kerugian piutang tak tertagih sebagai pengurang nilai piutang berdasarkan estimasi kerugian kredit ekspektasian sesuai dengan PSAK 71. ([Lihat sumber Disini - ojs.polmed.ac.id])

Proses pengakuan ini penting untuk memastikan laporan keuangan mencerminkan posisi keuangan perusahaan yang benar dan memenuhi prinsip kehati-hatian dalam akuntansi. Dengan pencatatan yang tepat, perusahaan dapat mengevaluasi piutang yang mungkin tidak tertagih serta melakukan penyisihan yang diperlukan untuk mencerminkan nilai realistis piutang dalam laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - ojs.polmed.ac.id])


Penilaian dan Pengukuran Piutang Usaha

Penilaian piutang usaha umumnya dilakukan berdasarkan nilai realisasi kas yang diharapkan, yaitu jumlah kas yang diestimasi akan diterima dari piutang tersebut setelah dikurangi estimasi kerugian piutang tak tertagih. Metode ini mempertimbangkan risiko kredit yang berpotensi menyebabkan piutang tidak tertagih secara penuh. ([Lihat sumber Disini - ojs.polmed.ac.id])

Standar akuntansi menuntut pengukuran awal piutang usaha pada nilai wajar pada saat pengakuan serta subsequent measurement berdasarkan nilai amortisasi menggunakan metode suku bunga efektif jika piutang memiliki komponen pendanaan yang signifikan. Namun, jika tidak ada komponen pendanaan penting, piutang diukur hanya pada harga transaksi. ([Lihat sumber Disini - ojs.polmed.ac.id])

Perusahaan juga harus mengukur piutang dengan mempertimbangkan cadangan kerugian kredit ekspektasian, yang mencerminkan estimasi kerugian akibat piutang tidak tertagih. Pengukuran ini penting untuk menunjukkan nilai bersih piutang yang realistis dalam neraca agar mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. ([Lihat sumber Disini - ojs.polmed.ac.id])


Pengendalian Piutang Usaha

Pengendalian piutang usaha adalah serangkaian praktik manajemen yang bertujuan untuk memastikan piutang dibayar tepat waktu dan mengurangi risiko piutang tak tertagih. Kontrol piutang meliputi kebijakan kredit yang selektif, penetapan batas kredit pelanggan, pemantauan umur piutang secara berkala, serta penagihan tepat waktu sebelum jatuh tempo.

Penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal piutang yang efektif sangat penting untuk meminimalkan piutang tidak tertagih dan menjaga arus kas perusahaan tetap stabil. Sistem kontrol seperti pemisahan tugas antara departemen penjualan dan penagihan serta prosedur monitoring yang baik membantu perusahaan mengevaluasi dan mengelola risiko piutang secara lebih efektif. ([Lihat sumber Disini - e-journal.citakonsultindo.or.id])

Selain itu, penggunaan sistem informasi akuntansi yang memadai akan membantu perusahaan dalam memantau saldo piutang, umur piutang, dan tren pembayaran pelanggan sehingga strategi penagihan dapat disesuaikan secara tepat waktu untuk menjaga likuiditas perusahaan. ([Lihat sumber Disini - journal.formosapublisher.org])


Dampak Piutang Usaha terhadap Arus Kas

Piutang usaha berpengaruh langsung terhadap arus kas operasi perusahaan. Ketika piutang dikelola dengan baik dan pembayaran diterima tepat waktu, perusahaan akan memiliki kas yang cukup untuk mendukung operasi sehari-hari, membayar kewajiban, dan berinvestasi dalam pertumbuhan usaha. Sebaliknya, piutang usaha yang besar dan tertunda dapat menyebabkan arus kas tersendat, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dan memenuhi kebutuhan likuiditasnya.

Penelitian empiris menunjukkan bahwa manajemen piutang yang efektif berpengaruh positif terhadap efektivitas arus kas, di mana pengelolaan yang baik meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menjaga arus kas operasi yang sehat. Sebaliknya, piutang yang tidak tertagih atau tertunda lama dapat menekan kas yang tersedia, sehingga perusahaan harus mencari sumber dana alternatif atau bahkan menghadapi kesulitan likuiditas. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])

Oleh karena itu, strategi pengelolaan piutang, seperti pemberian insentif pembayaran lebih cepat kepada pelanggan, penggunaan diskon, serta penagihan yang terjadwal, menjadi bagian integral dari upaya mempertahankan arus kas yang stabil dan sehat dalam siklus operasi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - journal.ipm2kpe.or.id])


Kesimpulan

Piutang usaha merupakan aset penting yang mencerminkan hak perusahaan untuk menerima pembayaran di masa depan atas penjualan barang atau jasa secara kredit. Sebagai elemen aktiva lancar, piutang usaha harus diakui dan diukur sesuai prinsip akuntansi yang berlaku, termasuk pengakuan awal pada nilai wajar serta pengukuran subsequent-nya dengan mempertimbangkan estimasi kerugian kredit ekspektasian. Pengendalian piutang yang efektif melalui kebijakan kredit, monitoring umur piutang, dan sistem informasi akuntansi yang memadai sangat penting untuk meminimalkan piutang tak tertagih dan menjaga arus kas operasi perusahaan tetap sehat. Dampak piutang usaha terhadap arus kas menunjukkan peran pentingnya dalam menjaga likuiditas perusahaan, sehingga manajemen piutang yang baik menjadi aspek krusial dalam kelangsungan dan pertumbuhan bisnis.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Piutang usaha adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan secara kredit dalam kegiatan operasional normal perusahaan.

Piutang usaha dikategorikan sebagai aktiva lancar karena umumnya dapat ditagih dan dikonversi menjadi kas dalam jangka waktu kurang dari satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan.

Jenis-jenis piutang usaha meliputi piutang dagang yang timbul dari penjualan kredit, piutang wesel yang didukung surat janji pembayaran, serta piutang lain-lain yang berasal dari transaksi non-operasional.

Piutang usaha diakui pada saat perusahaan menyerahkan barang atau jasa kepada pelanggan dan memperoleh hak untuk menerima pembayaran, meskipun kas belum diterima.

Piutang usaha dinilai berdasarkan nilai realisasi bersih, yaitu jumlah yang diharapkan dapat ditagih setelah dikurangi estimasi kerugian piutang tidak tertagih.

Piutang usaha memengaruhi arus kas karena pembayaran yang tertunda dapat menghambat kas masuk, sementara pengelolaan piutang yang baik dapat menjaga likuiditas dan kelancaran operasional perusahaan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Cadangan Kerugian Piutang: Konsep dan Estimasi Cadangan Kerugian Piutang: Konsep dan Estimasi Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip Akuntansi, dan Pelaporan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip, dan Waktu Pengakuan Pengakuan Pendapatan: Konsep, Prinsip, dan Waktu Pengakuan Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual Basis Kas: Konsep dan Perbandingan dengan Akrual Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Asset Management Ratio: Konsep, Efisiensi Aset, dan Analisis Kinerja Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan Basis Akrual: Konsep, Pencatatan, dan Implikasi Keuangan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Akun Aset: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru SPK Penentuan Lokasi Usaha Baru Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas Aset Lancar: Konsep, Jenis, dan Likuiditas Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran Pendapatan: Konsep, Pengakuan, dan Pengukuran Perencanaan Bisnis: Konsep, Penyusunan Rencana, dan Kelayakan Perencanaan Bisnis: Konsep, Penyusunan Rencana, dan Kelayakan Sistem Web Pembukuan UMKM Sistem Web Pembukuan UMKM Analisis Kelayakan Bisnis: Konsep, Studi Kelayakan, dan Keputusan Analisis Kelayakan Bisnis: Konsep, Studi Kelayakan, dan Keputusan Penilaian Formatif vs Sumatif: Perbedaan dan Contoh Penilaian Formatif vs Sumatif: Perbedaan dan Contoh Jurnal Penyesuaian: Konsep, Jenis, dan Tujuan Jurnal Penyesuaian: Konsep, Jenis, dan Tujuan Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Aset Tetap: Konsep, Klasifikasi, dan Pengakuan Sistem Informasi UMKM: Fitur dan Studi Kasus Sistem Informasi UMKM: Fitur dan Studi Kasus Beban: Konsep, Klasifikasi, dan Pencocokan Biaya Beban: Konsep, Klasifikasi, dan Pencocokan Biaya Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi Goodwill: Konsep, Pengakuan, dan Perlakuan Akuntansi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…