Terakhir diperbarui: 18 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 18 January). Inovasi Berkelanjutan: Konsep, Keberlanjutan Inovasi, dan Daya Saing. SumberAjar. Retrieved 19 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/inovasi-berkelanjutan-konsep-keberlanjutan-inovasi-dan-daya-saing  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Inovasi Berkelanjutan: Konsep, Keberlanjutan Inovasi, dan Daya Saing - SumberAjar.com

Inovasi Berkelanjutan: Konsep, Keberlanjutan Inovasi, dan Daya Saing

Pendahuluan

Inovasi berkelanjutan menjadi perhatian penting dalam konteks ekonomi dan pembangunan modern yang ditandai dengan perubahan lingkungan, sosial, dan dinamika pasar yang cepat. Organisasi yang mampu menggabungkan inovasi dengan praktik keberlanjutan tidak hanya bertujuan untuk menciptakan produk baru, tetapi juga memastikan bahwa perkembangan tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. Konsep ini semakin relevan di era transformasi digital dan globalisasi, dimana inovasi yang hanya fokus pada aspek ekonomi sering kali kurang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim dan tuntutan sosial yang semakin kompleks. Inovasi berkelanjutan mengintegrasikan faktor ekonomi, sosial dan lingkungan sehingga menjadi strategi penting dalam menciptakan daya saing yang tahan lama dan mampu memberikan nilai tambah yang seimbang bagi pemangku kepentingan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Definisi Inovasi Berkelanjutan

Definisi Inovasi Berkelanjutan Secara Umum

Secara umum, inovasi berkelanjutan merujuk pada proses pengembangan dan penerapan produk, layanan, proses, model bisnis, atau strategi yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Konsep ini mencakup penyempurnaan berkelanjutan dari inovasi yang telah ada serta penciptaan ide baru yang berorientasi nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan. Proses inovasi berkelanjutan umumnya ditandai oleh adaptabilitas dan respons terhadap perubahan pasar serta integrasi elemen keberlanjutan di dalamnya sehingga dapat meningkatkan kemampuan organisasi untuk bertahan di tengah dinamika eksternal yang terus berubah. ([Lihat sumber Disini - jurnal.muaraedukasi.id])

Definisi Inovasi Berkelanjutan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inovasi adalah pembaharuan atau pembaruan dalam suatu proses, produk, atau cara berpikir yang menghasilkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya yang membawa nilai tambah atau manfaat. Inovasi berkelanjutan dalam konteks ini dapat ditafsirkan sebagai pembaharuan yang dilakukan secara terus menerus agar suatu organisasi atau sistem dapat mempertahankan relevansi, efisiensi, dan efektivitasnya, serta berkontribusi terhadap keberlangsungan jangka panjang dari aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. (Definisi KBBI ini merujuk pada makna umum inovasi yang termuat di sumber-sumber leksikal bahasa Indonesia inovasi). ([Lihat sumber Disini - binus.ac.id])

Definisi Inovasi Berkelanjutan Menurut Para Ahli

Para ahli telah mendeskripsikan inovasi berkelanjutan dari berbagai perspektif:

  1. Cillo et al. (2019) menjelaskan inovasi berkelanjutan sebagai pengembangan produk, proses, layanan, atau teknologi baru yang berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan manusia sekaligus menghormati sumber daya alam dan kapasitas regeneratif bumi sehingga berdampak positif secara sosial dan lingkungan dalam jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - jurnal.kemendagri.go.id])

  2. Bos-Brouwers (2010) memandang inovasi berkelanjutan sebagai pembaruan yang tidak hanya meningkatkan kinerja ekonomi tetapi juga kinerja lingkungan dan sosial secara berkesinambungan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. ([Lihat sumber Disini - jurnal.kemendagri.go.id])

  3. Maier et al. (2020) menekankan pentingnya aspek kesejahteraan kebutuhan dan institusi manusia sebagai bagian dari inovasi berkelanjutan yang mempertimbangkan dimensi ekologis, sosial, dan ekonomi secara seimbang. ([Lihat sumber Disini - jurnal.kemendagri.go.id])

  4. R Aprili (2024) dalam analisisnya mengaitkan inovasi berkelanjutan dengan pengembangan dan penerapan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - ejournals.stiedharmaputra-smg.ac.id])


Prinsip-Prinsip Inovasi Berkelanjutan**

Inovasi berkelanjutan tidak hanya sekedar menciptakan sesuatu yang baru, prinsip-prinsipnya juga menekankan keseimbangan antara tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan agar dapat mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan kapasitas organisasi untuk menghadapi tantangan jangka panjang. Beberapa prinsip utama inovasi berkelanjutan meliputi:

  1. Integrasi Triple Bottom Line, Prinsip ini menekankan pentingnya memperhitungkan keuntungan ekonomi, kesejahteraan sosial, serta perlindungan lingkungan secara simultan dalam setiap kegiatan inovasi. Dengan demikian, inovasi tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi tetapi juga memberikan manfaat sosial dan minimal dampak lingkungan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Perbaikan Proses Secara Terus-menerus, Inovasi berkelanjutan bukan hanya tentang penciptaan produk baru, tetapi juga perbaikan terus-menerus pada proses produksi, pelayanan, dan model bisnis yang membuat organisasi lebih efisien dan adaptif. Pendekatan ini memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar dan regulasi lingkungan. ([Lihat sumber Disini - wnj.westscience-press.com])

  3. Keterlibatan Pemangku Kepentingan, Keberhasilan inovasi berkelanjutan sangat bergantung pada kolaborasi dan partisipasi aktor-aktor kunci seperti pelanggan, pemasok, komunitas lokal, serta lembaga pemerintah. Melibatkan pemangku kepentingan ini juga mendukung solusi inovatif yang inklusif dan berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Pendekatan Sistemik, Inovasi berkelanjutan melibatkan pendekatan menyeluruh terhadap sistem produksi dan organisasi. Ini termasuk pemikiran holistik yang mempertimbangkan keterkaitan antara proses internal dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, serta penyesuaian berdasarkan dinamika eksternal. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  5. Orientasi Jangka Panjang, Fokus jangka panjang adalah prinsip kunci yang membedakan inovasi berkelanjutan dari inovasi konvensional yang sering kali berorientasi jangka pendek. Organisasi harus berpikir ke depan tentang bagaimana produk dan layanan mereka akan terus relevan dalam jangka panjang sambil mempertahankan dampak positif. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Inovasi Berkelanjutan dan Keunggulan Kompetitif

Penerapan inovasi berkelanjutan dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang penting bagi organisasi. Menurut salah satu penelitian empiris, inovasi berkelanjutan terbukti berkontribusi dalam meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global karena kemampuan organisasi untuk terus menawarkan nilai baru kepada pelanggan serta beradaptasi terhadap perubahan eksternal. ([Lihat sumber Disini - jurnal.muaraedukasi.id])

Selain itu, melalui strategi inovasi yang berkelanjutan, perusahaan dapat menciptakan competitive advantage yang tahan terhadap tekanan pasar dan perubahan kebijakan lingkungan, karena inovasi yang berfokus pada keberlanjutan mampu memperkuat posisi pasar sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan, efisiensi operasional, serta citra merek. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Literatur akademik juga menunjukkan bahwa hubungan antara inovasi berkelanjutan dan keunggulan kompetitif menciptakan win-win situation, dimana organisasi tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi tetapi juga memitigasi risiko sosial dan lingkungan yang dapat memengaruhi keberlangsungan jangka panjang usaha. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Faktor Pendukung Keberlanjutan Inovasi

Beberapa faktor kunci yang mendukung tercapainya inovasi berkelanjutan antara lain:

  1. Kepemimpinan yang Visioner
    Pemimpin organisasi yang memiliki visi jangka panjang dalam hal keberlanjutan akan mampu mengarahkan strategi inovasi berkelanjutan secara efektif, termasuk alokasi sumber daya, pembentukan budaya organisasi yang suportif, serta penetapan tujuan keberlanjutan yang jelas. ([Lihat sumber Disini - heijournal.id])

  2. Budaya Organisasi yang Mendukung
    Organisasi perlu menciptakan budaya yang terbuka terhadap perubahan, mendorong pembelajaran, eksperimen, serta toleransi terhadap risiko agar inovasi berkelanjutan dapat berkembang secara organik. ([Lihat sumber Disini - heijournal.id])

  3. Kolaborasi dan Kemitraan
    Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemangku kepentingan eksternal, peneliti, serta pihak pemerintah dapat memberikan akses terhadap pengetahuan baru, teknologi dan sumber daya yang dapat mempercepat proses inovasi berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  4. Dukungan Teknologi dan Infrastruktur
    Akses terhadap teknologi modern, seperti digitalisasi dan otomatisasi, serta infrastruktur yang memadai merupakan landasan penting untuk mengembangkan solusi inovatif yang ramah lingkungan dan efisien. ([Lihat sumber Disini - ijc.ilearning.co])

  5. Kesiapan Sumber Daya Manusia
    Kemampuan organisasi dalam mengembangkan keterampilan karyawan melalui pelatihan dan pengembangan sangat berpengaruh terhadap efektivitas proses inovasi. Tenaga kerja yang kompeten lebih mampu menghasilkan dan mengimplementasikan perubahan inovatif yang berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - heijournal.id])


Inovasi Berkelanjutan dan Daya Saing

Inovasi berkelanjutan menciptakan daya saing yang kuat dengan cara menghasilkan nilai tambah yang berbeda dari pesaing. Integrasi praktik keberlanjutan dalam strategi inovasi memungkinkan perusahaan untuk membedakan produk dan layanan mereka di pasar, memenuhi preferensi konsumen yang semakin peduli pada aspek lingkungan, serta mematuhi regulasi yang ketat. Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa inovasi berkelanjutan memiliki dampak positif terhadap daya saing perusahaan melalui peningkatan posisi pasar, efisiensi biaya produksi, dan peningkatan citra merek di mata konsumen. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

Selain itu, inovasi berkelanjutan membantu organisasi untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam menghadapi persaingan global dengan memanfaatkan keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing karena melibatkan nilai sosial dan lingkungan yang kompleks serta integrasi ke dalam budaya perusahaan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Tantangan Inovasi Berkelanjutan

Walaupun memiliki banyak manfaat, penerapan inovasi berkelanjutan tidak lepas dari tantangan, seperti:

  1. Biaya Awal yang Tinggi
    Investasi awal untuk menghadirkan teknologi baru, riset dan pengembangan, serta infrastruktur pendukung sering kali membutuhkan biaya yang besar, sehingga menjadi hambatan terutama bagi perusahaan kecil dan menengah. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  2. Ketidakpastian Teknologi dan Pasar
    Beberapa inovasi berkelanjutan bergantung pada teknologi yang masih berkembang sehingga belum stabil atau umum digunakan di pasar, sehingga perusahaan menghadapi risiko kegagalan atau rendahnya adopsi oleh konsumen. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

  3. Resistensi terhadap Perubahan
    Organisasi sering menghadapi hambatan internal dalam bentuk resistensi terhadap perubahan budaya dan proses kerja yang sudah mapan, yang dapat menghambat implementasi inovasi berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - wnj.westscience-press.com])

  4. Ketidakpastian Regulasi
    Kebijakan lingkungan dan standar keberlanjutan yang berbeda antar wilayah dapat menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan dalam merencanakan strategi inovasi berkelanjutan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Kesimpulan

Inovasi berkelanjutan merupakan strategi penting yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam proses pengembangan produk, layanan, atau model bisnis agar organisasi tetap relevan dan kompetitif dalam jangka panjang. Konsep ini tidak hanya menekankan penciptaan nilai ekonomi, tetapi juga kontribusi terhadap pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan. Penerapan inovasi berkelanjutan dapat memberikan keunggulan kompetitif yang kuat melalui peningkatan daya saing, posisi pasar yang lebih baik, serta efisiensi operasional. Keberhasilan inovasi berkelanjutan sangat bergantung pada kepemimpinan visioner, budaya organisasi yang mendukung, kolaborasi yang efektif, serta kesiapan sumber daya manusia. Meskipun menghadapi tantangan seperti biaya tinggi, ketidakpastian teknologi, serta resistensi internal, manfaat jangka panjang dari inovasi berkelanjutan menjadikannya elemen kunci dalam strategi bisnis modern yang bertanggung jawab dan berdaya saing tinggi.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Inovasi berkelanjutan adalah proses pengembangan dan penerapan ide, produk, layanan, atau model bisnis yang dilakukan secara terus-menerus dengan mempertimbangkan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar memberikan manfaat jangka panjang.

Inovasi berkelanjutan penting karena membantu organisasi tetap relevan, meningkatkan daya saing, menciptakan nilai tambah, serta meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat dalam jangka panjang.

Prinsip utama inovasi berkelanjutan meliputi integrasi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, orientasi jangka panjang, perbaikan berkelanjutan, keterlibatan pemangku kepentingan, serta pendekatan sistemik dalam pengambilan keputusan.

Inovasi berkelanjutan meningkatkan daya saing dengan menciptakan diferensiasi produk, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat citra merek, serta membangun keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing.

Tantangan utama inovasi berkelanjutan antara lain tingginya biaya awal, ketidakpastian teknologi dan pasar, resistensi terhadap perubahan di dalam organisasi, serta ketidakpastian regulasi yang berkaitan dengan keberlanjutan.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Keberlanjutan Sosial: Konsep dan Pembangunan Masyarakat Keberlanjutan Sosial: Konsep dan Pembangunan Masyarakat Inovasi Organisasi: Konsep, Budaya Inovasi, dan Daya Saing Inovasi Organisasi: Konsep, Budaya Inovasi, dan Daya Saing Keberlanjutan Bisnis: Konsep, Strategi Berkelanjutan, dan Nilai Jangka Panjang Keberlanjutan Bisnis: Konsep, Strategi Berkelanjutan, dan Nilai Jangka Panjang Business Sustainability: Konsep, Keberlanjutan Usaha, dan Tanggung Jawab Business Sustainability: Konsep, Keberlanjutan Usaha, dan Tanggung Jawab Inovasi: Konsep, Pentingnya, dan Prosesnya (Lengkap + Sumber) Inovasi: Konsep, Pentingnya, dan Prosesnya (Lengkap + Sumber) Inovasi: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Inovasi: Definisi, Ciri, dan Contoh dalam Penelitian Ilmiah Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing Inovasi Produk: Konsep, Pengembangan Produk, dan Keunggulan Pasar Inovasi Produk: Konsep, Pengembangan Produk, dan Keunggulan Pasar Pengembangan SDM: Konsep, Peningkatan Kapasitas, dan Daya Saing Pengembangan SDM: Konsep, Peningkatan Kapasitas, dan Daya Saing Inovasi Digital Bisnis: Konsep, Teknologi Digital, dan Nilai Bisnis Inovasi Digital Bisnis: Konsep, Teknologi Digital, dan Nilai Bisnis Inovasi Model Bisnis: Konsep, Perubahan Model, dan Pertumbuhan Inovasi Model Bisnis: Konsep, Perubahan Model, dan Pertumbuhan Adaptasi Teknologi Bisnis: Konsep, Adopsi Teknologi, dan Daya Saing Adaptasi Teknologi Bisnis: Konsep, Adopsi Teknologi, dan Daya Saing Kesiapan Kerja: Konsep, Kompetensi Lulusan, dan Daya Saing Kesiapan Kerja: Konsep, Kompetensi Lulusan, dan Daya Saing Intrapreneurship: Konsep, Inovasi Internal, dan Kreativitas Intrapreneurship: Konsep, Inovasi Internal, dan Kreativitas Pengambilan Keputusan Strategis: Konsep, Analisis Strategis, dan Arah Bisnis Pengambilan Keputusan Strategis: Konsep, Analisis Strategis, dan Arah Bisnis Inovasi Kurikulum dalam Pendidikan Modern Inovasi Kurikulum dalam Pendidikan Modern Manajemen Karier: Konsep, Perencanaan Karier, dan Pengembangan Individu Manajemen Karier: Konsep, Perencanaan Karier, dan Pengembangan Individu Risiko Operasional: Konsep, Gangguan Operasional, dan Mitigasi Risiko Operasional: Konsep, Gangguan Operasional, dan Mitigasi Strategi Biaya Rendah: Konsep, Efisiensi Biaya, dan Daya Saing Strategi Biaya Rendah: Konsep, Efisiensi Biaya, dan Daya Saing Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Konsep, Praktik Sosial, dan Keberlanjutan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Konsep, Praktik Sosial, dan Keberlanjutan
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…