Terakhir diperbarui: 20 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 20 January). Daya Saing Perusahaan: Konsep, Faktor Penentu, dan Keberlanjutan. SumberAjar. Retrieved 21 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/daya-saing-perusahaan-konsep-faktor-penentu-dan-keberlanjutan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Daya Saing Perusahaan: Konsep, Faktor Penentu, dan Keberlanjutan - SumberAjar.com

Daya Saing Perusahaan: Konsep, Faktor Penentu, dan Keberlanjutan

Pendahuluan

Dalam era persaingan bisnis global yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga unggul dalam menghadapi kompetitor di pasar domestik maupun internasional. Persaingan yang semakin kompleks ini dipengaruhi oleh dinamika perubahan teknologi, preferensi konsumen, regulasi pemerintah, serta strategi pesaing yang terus berevolusi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami konsep daya saing secara mendalam untuk membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan, serta memaksimalkan kinerja bisnis di tengah tekanan global yang semakin intens. Penelitian mengindikasikan bahwa perusahaan yang mampu mengadaptasi lingkungan pasar dan menerapkan strategi inovatif memiliki peluang lebih besar untuk mencapai keunggulan kompetitif dan mempertahankan posisinya dalam pasar yang semakin berubah cepat. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])


Definisi Daya Saing Perusahaan

Definisi Daya Saing Perusahaan Secara Umum

Daya saing perusahaan secara umum merujuk pada kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan produk atau layanan yang memiliki nilai lebih dibanding pesaing dalam suatu pasar, baik dari segi kualitas, biaya, inovasi, maupun pemenuhan kebutuhan pelanggan. Daya saing ini harus menciptakan nilai yang tidak mudah ditiru oleh kompetitor dan memberikan keunggulan dalam mempertahankan pelanggan serta menarik pangsa pasar baru. ([Lihat sumber Disini - oxford-review.com])

Definisi Daya Saing dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah saing yang menjadi bagian dari frase daya saing mengandung arti proses berlomba atau bersaing dalam suatu konteks. Secara istilah, persaingan berarti upaya menunjukkan keunggulan masing-masing pelaku dalam bidang perdagangan, produksi, dan lain seterusnya. Ini menunjukkan bahwa daya saing bukan hanya sekedar kemampuan internal perusahaan, tetapi juga relasinya terhadap pesaing dalam satu habitat pasar yang sama. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Daya Saing Perusahaan Menurut Para Ahli

Para ahli telah mengemukakan berbagai definisi daya saing perusahaan berdasarkan perspektif strategis mereka:

  1. Lena Ellitan (2007) menyatakan bahwa daya saing adalah kemampuan perusahaan untuk memberi nilai lebih terhadap produknya dibandingkan para pesaingnya dan nilai tersebut memang mendatangkan manfaat bagi pelanggan. ([Lihat sumber Disini - jurnaluniv45sby.ac.id])

  2. Michael E. Porter mengartikan keunggulan kompetitif sebagai hasil dari strategi generik yang diterapkan untuk menciptakan keunggulan biaya, diferensiasi, atau fokus dalam pemasaran perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jurnaluniv45sby.ac.id])

  3. Barney (1991) menyatakan sustainable competitive advantage sebagai keunggulan kompetitif yang tidak mudah ditiru oleh pesaing karena bersumber dari kombinasi sumber daya dan kapabilitas yang unik. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])

  4. Chao-Hung dan Li-Chang (2010) menjelaskan bahwa daya saing perusahaan mencakup kemampuan memproduksi dan menjual produk berkualitas dengan biaya yang lebih efisien dibanding pesaing di pasar global. ([Lihat sumber Disini - id.scribd.com])


Faktor Internal dan Eksternal Daya Saing

Faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing perusahaan terbagi menjadi dua kelompok besar: internal dan eksternal.

Faktor Internal Daya Saing

Faktor internal terdiri atas elemen-elemen dalam kendali perusahaan yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan keunggulan kompetitif seperti budaya organisasi, manajemen, sumber daya manusia, teknologi, proses inovasi, serta strategi pemasaran. Manajemen yang efektif dan budaya inovatif akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk merespons perubahan lingkungan dan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan. Faktor internal ini juga mencakup efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, serta riset dan pengembangan. ([Lihat sumber Disini - ejournal-nipamof.id])

Faktor Eksternal Daya Saing

Faktor eksternal adalah aspek yang berada di luar kendali langsung perusahaan tetapi berdampak signifikan terhadap daya saing, seperti kondisi pasar, kekuatan persaingan industri, kebijakan pemerintah, perubahan preferensi konsumen, serta perubahan regulasi dan lingkungan makro ekonomi. Interaksi dengan kekuatan eksternal ini menentukan bagaimana perusahaan menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap relevan. ([Lihat sumber Disini - ejournal-nipamof.id])

Integrasi Internal dan Eksternal

Daya saing yang kuat muncul ketika perusahaan mampu mentransformasikan faktor internal secara efektif dan responsif terhadap tantangan eksternal pasar. Penelitian mengindikasikan bahwa adaptasi terhadap perubahan pasar dan lingkungan kompetitif menjadi kunci dalam membangun posisi perusahaan yang unggul dalam lingkungan yang dinamis. ([Lihat sumber Disini - journal.stiestekom.ac.id])


Daya Saing dan Inovasi

Inovasi merupakan salah satu pendorong utama daya saing perusahaan. Strategi inovasi memungkinkan perusahaan untuk terus menciptakan produk, layanan, atau proses baru yang lebih efisien dan relevan bagi pelanggan, sehingga memberikan nilai tambah yang tidak mudah ditiru oleh pesaing. ([Lihat sumber Disini - link.springer.com])

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa innovation strategy memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap daya saing perusahaan karena inovasi membantu menciptakan keunggulan produk dan proses yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar. ([Lihat sumber Disini - link.springer.com]) Selain itu, inovasi berkelanjutan yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan juga terbukti menjadi faktor dominan dalam menentukan keberhasilan perusahaan di pasar global. ([Lihat sumber Disini - jurnal.muaraedukasi.id])

Perusahaan yang berhasil menerapkan inovasi secara konsisten tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis, tetapi juga mampu menciptakan nilai unik yang meningkatkan loyalitas pelanggan serta pangsa pasar jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - jicnusantara.com])


Daya Saing dalam Pasar Global

Dalam konteks global, daya saing perusahaan tidak hanya bergantung pada kemampuan internal tetapi juga pada strategi global yang efektif dan responsif terhadap variasi kebutuhan dan lingkungan pasar internasional. Perusahaan yang berkompetisi di pasar global harus mempertimbangkan dinamika kompetitor internasional, preferensi konsumen di berbagai wilayah, serta tantangan logistik dan regulasi perdagangan internasional.

Literatur strategi global menunjukkan bahwa untuk bersaing secara global, perusahaan perlu mengintegrasikan analisis pasar internasional dengan strategi internal agar dapat mengidentifikasi peluang pertumbuhan dan risiko yang mungkin muncul di pasar lintas negara. ([Lihat sumber Disini - cambridge.org])

Selain itu, globalisasi juga mengharuskan perusahaan untuk berfokus pada diferensiasi produk, efisiensi produksi, serta penggunaan teknologi dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah. Pendekatan ini membantu perusahaan menghadapi tantangan persaingan internasional dan memaksimalkan potensi pertumbuhan di pasar global.


Daya Saing dan Keberlanjutan Usaha

Keberlanjutan usaha berkaitan erat dengan daya saing karena perusahaan yang mampu menciptakan praktik bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan cenderung memiliki reputasi yang lebih baik, risiko yang lebih rendah, serta daya tarik yang lebih kuat bagi pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. ([Lihat sumber Disini - virtusinterpress.org])

Studi menunjukkan bahwa integrasi antara keberlanjutan dan strategi daya saing menawarkan solusi yang lebih komprehensif bagi perusahaan untuk bertahan dalam jangka panjang, karena hal ini tidak hanya fokus pada aspek ekonomi tetapi juga aspek sosial dan lingkungan yang relevan bagi stakeholder masa kini. ([Lihat sumber Disini - virtusinterpress.org])

Keberlanjutan yang diadopsi dalam strategi perusahaan juga berdampak pada peningkatan efisiensi operasional, mengurangi biaya risiko lingkungan, meningkatkan loyalitas pelanggan, serta membantu memenuhi persyaratan regulasi yang terus berkembang. Semua ini akan memperkuat posisi kompetitif perusahaan dalam jangka panjang.


Strategi Meningkatkan Daya Saing

Strategi utama untuk meningkatkan daya saing perusahaan dapat mencakup:

  1. Strategi Inovasi: Mengembangkan produk baru, proses produksi efisien, serta layanan bernilai tambah yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. ([Lihat sumber Disini - link.springer.com])

  2. Strategi Diferensiasi: Menciptakan keunikan produk atau jasa sehingga perusahaan mampu menarik segmen pelanggan tertentu secara efektif. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  3. Strategi Efisiensi Biaya: Mengoptimalkan proses internal untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas produk. ([Lihat sumber Disini - sciencedirect.com])

  4. Strategi Pemasaran Global: Menyesuaikan pendekatan pemasaran sesuai karakteristik pasar internasional agar mampu bersaing dengan perusahaan global. ([Lihat sumber Disini - cambridge.org])

  5. Kolaborasi dan Kemitraan Bisnis: Mengembangkan kerja sama strategis dengan pihak eksternal seperti pemasok dan distributor untuk memperkuat jaringan pasar dan sumber daya.

Integrasi strategi ini harus berjalan secara simultan dan adaptif, mengingat lingkungan bisnis selalu mengalami perubahan baik dari sisi teknologi maupun perilaku konsumen.


Kesimpulan

Daya saing perusahaan adalah kemampuan organisasi untuk mempertahankan posisinya dalam persaingan pasar melalui keunggulan kompetitif yang berasal dari kombinasi faktor internal dan eksternal. Perusahaan yang berdaya saing tinggi mampu menghasilkan produk atau layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik daripada pesaingnya, serta mampu mempertahankan kinerja bisnisnya dalam jangka panjang. Faktor internal seperti inovasi, budaya organisasi, serta efisiensi operasional harus diseimbangkan dengan responsif terhadap kondisi eksternal seperti persaingan pasar, regulasi, dan preferensi konsumen. Di era globalisasi, strategi untuk meningkatkan daya saing harus mempertimbangkan dinamika pasar internasional agar perusahaan tetap relevan dan unggul dalam lingkungan yang dinamis. Keberlanjutan usaha juga menjadi aspek penting karena membangun reputasi, loyalitas pelanggan, serta mitigasi risiko jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Daya saing perusahaan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk bertahan dan unggul dalam persaingan bisnis dengan menghasilkan produk atau layanan yang memiliki nilai lebih dibandingkan pesaing, baik dari segi kualitas, biaya, inovasi, maupun kepuasan pelanggan.

Faktor yang mempengaruhi daya saing perusahaan terdiri dari faktor internal seperti manajemen, sumber daya manusia, inovasi, teknologi, dan budaya organisasi, serta faktor eksternal seperti kondisi pasar, persaingan industri, regulasi pemerintah, dan perubahan preferensi konsumen.

Inovasi penting karena memungkinkan perusahaan menciptakan produk, layanan, dan proses baru yang lebih efisien serta relevan dengan kebutuhan pasar, sehingga memberikan keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing.

Dalam pasar global, daya saing perusahaan ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dengan perbedaan kebutuhan konsumen, regulasi internasional, persaingan lintas negara, serta penerapan strategi global yang efektif dan efisien.

Daya saing dan keberlanjutan usaha saling berkaitan karena perusahaan yang menerapkan praktik bisnis berkelanjutan cenderung memiliki reputasi lebih baik, efisiensi jangka panjang, serta daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.

Strategi utama untuk meningkatkan daya saing perusahaan meliputi inovasi berkelanjutan, diferensiasi produk, efisiensi biaya, penguatan manajemen dan sumber daya manusia, serta penerapan strategi pemasaran dan ekspansi pasar yang tepat.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Nilai Perusahaan: Konsep, Penilaian Bisnis, dan Persepsi Investor Business Sustainability: Konsep, Keberlanjutan Usaha, dan Tanggung Jawab Business Sustainability: Konsep, Keberlanjutan Usaha, dan Tanggung Jawab Reputasi Perusahaan: Konsep, Citra Publik, dan Kepercayaan Pasar Reputasi Perusahaan: Konsep, Citra Publik, dan Kepercayaan Pasar Keberlanjutan Bisnis: Konsep, Strategi Berkelanjutan, dan Nilai Jangka Panjang Keberlanjutan Bisnis: Konsep, Strategi Berkelanjutan, dan Nilai Jangka Panjang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Konsep, Praktik Sosial, dan Keberlanjutan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Konsep, Praktik Sosial, dan Keberlanjutan Good Corporate Governance: Konsep, Prinsip, dan Implementasi Good Corporate Governance: Konsep, Prinsip, dan Implementasi Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Struktur Modal: Konsep, Komposisi Modal, dan Nilai Perusahaan Corporate Governance: Konsep, Tata Kelola, dan Akuntabilitas Corporate Governance: Konsep, Tata Kelola, dan Akuntabilitas Keberlanjutan Sosial: Konsep dan Pembangunan Masyarakat Keberlanjutan Sosial: Konsep dan Pembangunan Masyarakat Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Keputusan Pendanaan: Konsep, Sumber Dana, dan Biaya Modal Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing Struktur Gaji: Konsep, Sistem Pengupahan, dan Daya Saing Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Kinerja Keuangan: Konsep, Rasio Keuangan, dan Profitabilitas Inovasi Berkelanjutan: Konsep, Keberlanjutan Inovasi, dan Daya Saing Inovasi Berkelanjutan: Konsep, Keberlanjutan Inovasi, dan Daya Saing Employer Branding: Konsep, Citra Perusahaan, dan Daya Tarik Talenta Employer Branding: Konsep, Citra Perusahaan, dan Daya Tarik Talenta Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Manajemen Aset: Konsep, Pengelolaan Aset, dan Efisiensi Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Manajemen Kas: Konsep, Arus Kas, dan Likuiditas Kinerja Strategis Perusahaan: Konsep, Implementasi, dan Evaluasi Kinerja Strategis Perusahaan: Konsep, Implementasi, dan Evaluasi Customer Relationship Management (CRM): Konsep, Hubungan Pelanggan, dan Loyalitas Customer Relationship Management (CRM): Konsep, Hubungan Pelanggan, dan Loyalitas Adaptasi Teknologi Bisnis: Konsep, Adopsi Teknologi, dan Daya Saing Adaptasi Teknologi Bisnis: Konsep, Adopsi Teknologi, dan Daya Saing
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…