Terakhir diperbarui: 01 February 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 1 February). Analisis Elastis: Konsep, Asumsi Linear, dan Batas Tegangan. SumberAjar. Retrieved 2 February 2026, from https://sumberajar.com/kamus/analisis-elastis-konsep-asumsi-linear-dan-batas-tegangan  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Analisis Elastis: Konsep, Asumsi Linear, dan Batas Tegangan - SumberAjar.com

Analisis Elastis: Konsep, Asumsi Linear, dan Batas Tegangan

Pendahuluan

Analisis elastis merupakan salah satu konsep fundamental dalam mekanika bahan dan rekayasa struktur yang fokus pada perilaku material di bawah beban di mana materi tersebut kembali ke bentuk semula setelah beban diangkat. Konsep ini sangat penting terutama dalam desain struktur bangunan, jembatan, pesawat, dan berbagai sistem teknik lain yang memerlukan ketahanan terhadap gaya eksternal dan kemampuan untuk kembali ke konfigurasi awal secara aman tanpa kerusakan permanen. Elastisitas memungkinkan perancang memahami bagaimana material berinteraksi dalam batas tertentu dari tegangan dan regangan sehingga struktur dapat dirancang dengan aman, efisien, dan ekonomis. Pemahaman tentang elastisitas juga menjadi dasar dalam memprediksi respon struktur terhadap beban dinamis dan statis serta mencegah kegagalan yang tidak diinginkan dalam penggunaan jangka panjang. Secara umum elastisitas didefinisikan sebagai kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk semula setelah gaya luar dihilangkan. Studi ini mencakup hubungan antara tegangan dan regangan serta asumsi linear yang mendasari analisis elastis dalam teknik struktur. Sumber definisi elastisitas dapat ditemukan dalam literatur fisika umum yang membahas sifat elastik benda padat secara detail. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Definisi Analisis Elastis

Definisi Analisis Elastis Secara Umum

Analisis elastis adalah pendekatan dalam mekanika bahan dan rekayasa struktur yang mempelajari respon material terhadap beban di mana deformasi yang terjadi dapat hilang sepenuhnya ketika beban diangkat. Dalam analisis elastis, seluruh hubungan antara tegangan dan regangan dianggap berada dalam batas elastik, sehingga material tidak mengalami perubahan bentuk permanen akibat beban yang diberikan. Konsep ini adalah dasar dari desain struktur statis dan dinamis yang aman serta ekonomis. Beberapa referensi teknik menjelaskan hubungan ini terutama dalam konteks analisis regangan dan tegangan pada bahan homogen yang linier. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Definisi Analisis Elastis dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah elastis merujuk pada sesuatu yang bersifat lentur dan mampu kembali ke bentuk asal setelah mengalami perubahan bentuk akibat gaya luar. Definisi ini mencerminkan sifat umum material elastis secara bahasa: kemampuan untuk kembali ke posisi awal setelah mengalami perubahan sementara. Sifat elastis sebagaimana dikutip dalam KBBI merupakan dasar bahasa untuk istilah teknik analisis elastis dalam mekanika bahan. (sumber KBBI biasanya dari situs resmi KBBI daring, pastikan menyertakan link KBBI yang spesifik jika tersedia)

Definisi Analisis Elastis Menurut Para Ahli

Menurut Ernest C. Young dan Richard G. Budynas dalam literatur mechanical engineering, elastisitas adalah perilaku material di mana hubungan antara tegangan dan regangan mengikuti hukum Hooke sampai titik tertentu sebelum plastisitas terjadi, sehingga material akan kembali ke bentuk semula setelah beban dihapus. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Menurut Pulkit Kumar, Moumita Mahanty, et al. dalam buku ilmiah tentang elastisitas, analisis elastis mencakup pemeriksaan hubungan tegangan, regangan, dan perpindahan material di bawah gaya tanpa terjadi deformasi permanen. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Menurut Made Suangga dalam kajian elastisitas material, elastisitas adalah kemampuan benda yang kembali ke bentuk asal setelah gaya luar dilepaskan, di mana hubungan tegangan dan regangan mengikuti hukum linear sampai batas elastis tertentu. ([Lihat sumber Disini - dynatech-int.com])

Dalam literatur teknik sipil dan mekanika material lainnya, elastisitas sering didefinisikan sebagai respons reversible material terhadap beban, dan nilai modulus elastisitas (Young’s modulus) menjadi parameter utama untuk menggambarkan karakteristik mekanis ini dalam perencanaan struktur. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Konsep dan Pengertian Analisis Elastis

Analisis elastis memfokuskan pada perilaku material di bawah beban ketika tegangan dan regangan masih berada dalam batas elastik, artinya material belum mencapai titik mulur atau plastisitas. Dalam kondisi elastis, material akan kembali ke bentuk awalnya setelah beban dihilangkan. Hal ini menjadi aspek penting dalam desain struktur, karena menetapkan batas aman di mana struktur berfungsi normal tanpa kerusakan permanen. Benda yang menunjukkan sifat elastik akan memiliki hubungan linier antara tegangan dan regangan pada awal loading, mengikuti hukum Hooke. Hukum ini menyatakan bahwa tegangan sebanding dengan regangan selama berada dalam batas elastik material. Hubungan linier ini merupakan dasar bagi banyak analisis struktural yang digunakan dalam praktik teknik, termasuk finite element analysis (FEA) untuk prediksi kinerja struktur. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])


Asumsi Linear dalam Analisis Elastis

Analisis elastis didasarkan pada asumsi bahwa hubungan antara tegangan dan regangan bersifat linear dan material belum mengalami plastisitas atau kerusakan internal. Asumsi linear ini berarti bahwa setiap kenaikan beban menghasilkan pertambahan regangan yang sebanding, sehingga grafik tegangan-regangan membentuk garis lurus. Hukum Hooke adalah prinsip dasar dalam analisis ini yang menyatakan bahwa tegangan (\u03c3) sebanding dengan regangan (\u03b5) melalui konstanta modulus elastisitas (E). Konsep ini hanya berlaku selama tegangan masih berada di bawah batas proporsional material, kemudian hubungan ini akan berubah menjadi non-linear setelah melewati batas elastik. Dalam struktur teknik, asumsi ini diterapkan dalam model linier elastik untuk mempermudah perhitungan dan prediksi respon struktur di bawah beban normal. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Asumsi lainnya termasuk bahwa material bersifat homogen (sifatnya sama di seluruh titik) dan isotropik (sifatnya sama dalam semua arah). Asumsi tersebut memudahkan pengaplikasian teori elastis dalam masalah rekayasa dunia nyata meskipun banyak material sebenarnya menunjukkan variasi struktural yang kompleks. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Hubungan Tegangan dan Regangan Elastis

Dalam batas elastik, tegangan dan regangan memiliki hubungan yang jelas dan linier, yang dijelaskan oleh hukum Hooke. Tegangan adalah gaya yang bekerja pada unit luas suatu material, sedangkan regangan adalah ukuran perubahan bentuk atau panjang relatif terhadap panjang awal material ketika gaya dikenakan. Gelombang tegangan dan regangan ini saling terhubung: ketika sebuah gaya luar bekerja pada material, tegangan dihasilkan dan mengakibatkan regangan, dan hubungan linier ini bertahan sampai batas elastik material. Hubungan linear ini dapat digambarkan secara matematis tanpa formulasi rumus kompleks, cukup dinyatakan bahwa tegangan meningkat sesuai dengan regangan sampai titik tertentu, di mana konstanta kaitannya disebut modulus elastisitas atau Young’s modulus. ([Lihat sumber Disini - media.neliti.com])


Batas Tegangan dalam Analisis Elastis

Batas tegangan dalam analisis elastis merujuk pada nilai maksimum tegangan di mana material masih dapat kembali ke bentuk awal setelah beban dilepaskan. Batas ini sering disebut batas elastis atau yield limit dan merupakan titik di mana hubungan linear antara tegangan dan regangan berhenti. Jika tegangan melebihi batas ini, material akan mulai mengalami deformasi permanen atau plastis, yang tidak dapat dipulihkan sepenuhnya setelah beban diangkat. Dalam banyak referensi teknik, batas elastis dianggap sebagai kriteria penting dalam desain struktural karena ketika material mencapai atau melampaui nilai ini, risiko kerusakan struktural meningkat. ([Lihat sumber Disini - repository.polman-babel.ac.id])


Kelebihan dan Keterbatasan Analisis Elastis

Analisis elastis memiliki sejumlah kelebihan penting. Pertama, model ini sederhana dan mudah diterapkan dalam desain serta perhitungan teknik karena hubungan linier antara tegangan dan regangan memungkinkan penggunaan persamaan dasar yang tidak kompleks. Kedua, dalam banyak kasus desain struktur di mana beban yang terjadi masih cukup kecil, asumsi elastis memberikan prediksi respon yang cukup akurat dan aman. Ketiga, pendekatan ini menjadi dasar dari banyak metode numerik seperti finite element analysis yang digunakan dalam perangkat lunak rekayasa modern untuk memodelkan struktur dan komponen teknik. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Namun, analisis elastis juga memiliki keterbatasan. Keterbatasan utama adalah asumsi bahwa material tetap dalam batas elastik. Banyak material rekayasa akan mengalami plastisitas, retak, atau perilaku non-linear ketika dikenai beban tinggi atau siklus beban berulang. Ketika ini terjadi, analisis elastis tidak lagi memadai dan diperlukan pendekatan elastik-plastik atau non-linear untuk menggambarkan perilaku material secara realistis. Selain itu, asumsi material homogen dan isotropik juga sering tidak memenuhi kondisi nyata material komposit atau struktur anisotropik. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Penerapan Analisis Elastis dalam Struktur

Analisis elastis digunakan secara luas dalam rekayasa struktur untuk menentukan respon struktur dalam fase awal pembebanan. Ini termasuk analisis tegangan dan defleksi balok, kolom, rangka bangunan, dan komponen lain di bawah beban normal. Pendekatan linier elastik membantu insinyur memastikan bahwa struktur tetap dalam batas aman ketika menerima variasi beban harian seperti beban mati, beban hidup, angin, atau gempa ringan. Selain itu, model ini sering digunakan dalam software desain struktur untuk menghitung pengaruh beban dan melakukan optimasi desain agar struktur tetap kuat tetapi juga efisien dalam penggunaan material. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Model elastis juga dianggap dasar dalam evaluasi kondisi awal struktur di mana perilaku material belum mencapai plastisitas, sehingga prediksi elastis membantu mengevaluasi apakah desain memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.


Kesimpulan

Analisis elastis adalah pendekatan yang menelaah perilaku material di bawah beban di mana material masih berada dalam batas elastik dan hubungan antara tegangan dan regangan bersifat linear. Pendekatan ini penting dalam desain dan analisis rekayasa struktur karena memberikan cara sederhana namun efektif untuk memahami respons struktur terhadap beban tanpa deformasi permanen. Asumsi-asumsi seperti linearitas, homogenitas, dan isotropi sering diterapkan untuk menyederhanakan perhitungan teknis, namun dalam kondisi beban tinggi atau material kompleks, pendekatan lebih lanjut seperti analisis elastik-plastik dapat diperlukan. Pemahaman tentang batas tegangan elastik sangat penting untuk memastikan keamanan struktur dan mencegah kerusakan jangka panjang.

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Analisis elastis adalah metode analisis dalam mekanika bahan dan teknik struktur yang mempelajari perilaku material ketika menerima beban selama masih berada dalam batas elastik, di mana material dapat kembali ke bentuk semula setelah beban dilepaskan.

Tujuan utama analisis elastis adalah untuk mengetahui respon struktur terhadap beban kerja normal, memastikan tegangan dan regangan masih berada dalam batas aman, serta mencegah terjadinya deformasi permanen atau kegagalan struktur.

Asumsi linear dalam analisis elastis menyatakan bahwa hubungan antara tegangan dan regangan bersifat sebanding atau lurus, sehingga pertambahan beban akan menghasilkan pertambahan regangan yang proporsional selama masih berada dalam batas elastik material.

Dalam kondisi elastis, tegangan dan regangan memiliki hubungan linear, di mana peningkatan tegangan akan diikuti oleh peningkatan regangan secara proporsional, dan material akan kembali ke bentuk semula setelah beban dilepaskan.

Batas tegangan elastis adalah nilai maksimum tegangan yang masih memungkinkan material kembali ke bentuk awalnya setelah beban dihilangkan. Jika tegangan melampaui batas ini, material akan mengalami deformasi permanen.

Kelebihan analisis elastis meliputi kemudahan perhitungan, model yang sederhana, serta kemampuan memberikan gambaran awal yang akurat mengenai perilaku struktur pada beban kerja normal.

Keterbatasan analisis elastis adalah ketidakmampuannya menggambarkan perilaku material setelah melewati batas elastik, seperti deformasi plastis, retak, atau kerusakan non-linear pada struktur.

Analisis elastis banyak diterapkan dalam perencanaan dan evaluasi struktur bangunan, jembatan, rangka baja, beton bertulang, serta analisis awal menggunakan perangkat lunak teknik struktur.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Daktilitas Struktur: Konsep, Deformasi Pasca-Elastis, dan Ketahanan Gempa Daktilitas Struktur: Konsep, Deformasi Pasca-Elastis, dan Ketahanan Gempa Analisis Nonlinier: Konsep, Perilaku Material, dan Respons Pasca-Elastis Analisis Nonlinier: Konsep, Perilaku Material, dan Respons Pasca-Elastis Analisis Regresi Linear: Langkah dan Contoh Analisis Regresi Linear: Langkah dan Contoh Analisis Plastis: Konsep, Kapasitas Ultimit, dan Redistribusi Gaya Analisis Plastis: Konsep, Kapasitas Ultimit, dan Redistribusi Gaya Modulus Elastisitas Beton: Konsep, Hubungan Tegangan–Regangan, dan Deformasi Modulus Elastisitas Beton: Konsep, Hubungan Tegangan–Regangan, dan Deformasi Asumsi Teoritis: Pengertian, Fungsi, dan Cara Merumuskannya Asumsi Teoritis: Pengertian, Fungsi, dan Cara Merumuskannya Asumsi Penelitian: Definisi, Fungsi, dan Contoh Ilmiah Asumsi Penelitian: Definisi, Fungsi, dan Contoh Ilmiah Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Perilaku Struktur Baja: Konsep, Sifat Material, dan Kestabilan Elemen Lendutan Balok: Konsep, Batas Layan, dan Kenyamanan Struktur Lendutan Balok: Konsep, Batas Layan, dan Kenyamanan Struktur Perilaku Struktur Beton Bertulang: Konsep, Mekanisme Kerja, dan Kapasitas Perilaku Struktur Beton Bertulang: Konsep, Mekanisme Kerja, dan Kapasitas Linearitas Hubungan: Pengertian dan Contoh Linearitas Hubungan: Pengertian dan Contoh Statistik Parametrik vs Nonparametrik: Perbedaan dan Contoh Statistik Parametrik vs Nonparametrik: Perbedaan dan Contoh Kekakuan Struktur: Konsep, Respons Deformasi, dan Perilaku Elastis Kekakuan Struktur: Konsep, Respons Deformasi, dan Perilaku Elastis Model Linier Hierarkis: Penerapan dalam Penelitian Model Linier Hierarkis: Penerapan dalam Penelitian Analisis Struktur: Konsep, Model Perhitungan, dan Pendekatan Analitis Analisis Struktur: Konsep, Model Perhitungan, dan Pendekatan Analitis Analisis Regresi Ganda: Langkah dan Interpretasi Analisis Regresi Ganda: Langkah dan Interpretasi Uji Heteroskedastisitas: Jenis dan Cara Deteksi Uji Heteroskedastisitas: Jenis dan Cara Deteksi Rangkak Beton: Konsep, Pengaruh Beban Jangka Panjang, dan Deformasi Rangkak Beton: Konsep, Pengaruh Beban Jangka Panjang, dan Deformasi Analisis Inferensi Statistik Nonparametrik Analisis Inferensi Statistik Nonparametrik Korelasi Spearman Rank: Pengertian dan Contoh Korelasi Spearman Rank: Pengertian dan Contoh
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…