Terakhir diperbarui: 25 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 25 January). Anggaran Keuangan: Konsep dan Pengendalian. SumberAjar. Retrieved 25 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/anggaran-keuangan-konsep-dan-pengendalian  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Anggaran Keuangan: Konsep dan Pengendalian - SumberAjar.com

Anggaran Keuangan: Konsep dan Pengendalian

Pendahuluan

Anggaran keuangan merupakan komponen esensial dalam manajemen organisasi modern yang tidak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan, tetapi juga sebagai mekanisme pengendalian yang membantu menjaga stabilitas dan efisiensi penggunaan sumber daya. Dalam konteks ekonomi dan organisasi, anggaran keuangan memegang peranan penting dalam menetapkan arah serta prioritas alokasi dana sehingga tujuan strategis organisasi dapat dicapai secara optimal. Melalui penyusunan anggaran yang tepat dan komprehensif, sebuah organisasi dapat meningkatkan akuntabilitas, meminimalkan pemborosan, serta mengantisipasi risiko finansial yang mungkin muncul di masa depan. Hal ini ditekankan oleh berbagai penelitian yang menunjukkan hubungan kuat antara anggaran dan efektivitas manajemen keuangan organisasi di berbagai sektor. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])


Definisi Anggaran Keuangan

Definisi Anggaran Keuangan Secara Umum

Secara umum, anggaran keuangan adalah sebuah rencana sistematis yang menyatakan secara lengkap perencanaan pendapatan dan pengeluaran organisasi dalam suatu periode tertentu, umumnya dinyatakan dalam satuan moneter untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi. Anggaran berfungsi sebagai pedoman utama bagi manajemen untuk mengalokasikan sumber daya secara sistematis guna mencapai target yang telah ditetapkan. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Anggaran Keuangan dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anggaran merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk periode tertentu. Definisi ini menekankan bahwa anggaran bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan alat bantu manajerial dalam proses pengelolaan keuangan organisasi. ([Lihat sumber Disini - en.wikipedia.org])

Definisi Anggaran Keuangan Menurut Para Ahli

  1. Menurut Widiyanto dan Amberi (2023), anggaran keuangan merupakan bentuk konkret dari rencana manajemen yang dinyatakan dalam angka-angka serta ditujukan untuk periode tertentu di masa mendatang, sehingga dapat memandu alokasi sumber daya secara efektif. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])

  2. Anwar et al. (2022) menyatakan bahwa anggaran merupakan serangkaian proses perencanaan dan pengendalian keuangan yang meliputi penetapan standar kinerja, pemantauan pelaksanaan, serta tindakan korektif saat terjadi penyimpangan. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])

  3. Dalam kajian akademik lain, anggaran didefinisikan sebagai rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk moneter untuk periode tertentu dengan tujuan merencanakan serta mengendalikan aktivitas organisasi guna mencapai tujuan strategisnya. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.kampusakademik.co.id])

  4. Menurut literatur manajemen, anggaran bukan hanya alat perencanaan, tetapi juga instrumen evaluasi dan pengorganisasian antar unit kerja agar aktivitas harian selaras dengan visi organisasi. ([Lihat sumber Disini - ejournal.arimbi.or.id])


Tujuan Penyusunan Anggaran Keuangan

Penyusunan anggaran keuangan memiliki tujuan utama untuk menyediakan kerangka kerja yang dapat membantu organisasi menghadapi berbagai tantangan keuangan dan operasional. Tujuan ini meliputi perencanaan, pengendalian, evaluasi, serta sebagai tolok ukur kinerja organisasi dalam mengelola sumber daya secara efektif dan efisien.

Pertama, anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan karena menyediakan gambaran sistematis tentang alokasi dana yang akan digunakan untuk mendukung strategi dan kegiatan organisasi. Dengan adanya anggaran, manajemen dapat menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis serta merinci langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya. Hal ini penting karena perencanaan yang matang membantu dalam mengantisipasi risiko dan peluang yang mungkin timbul selama periode anggaran berjalan. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])

Kedua, penyusunan anggaran juga bertujuan untuk meningkatkan pengendalian keuangan. Pengendalian ini mencakup pemantauan realisasi anggaran terhadap rencana serta pengambilan tindakan korektif ketika terjadi penyimpangan. Analisis varians antara anggaran dan realisasi menjadi salah satu teknik yang umum digunakan untuk menilai efektivitas pengeluaran dan mendeteksi ketidaksesuaian kinerja. Dengan demikian, kontrol yang kuat atas anggaran akan meminimalkan pemborosan dan memastikan bahwa sumber daya digunakan sesuai prioritas organisasi. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])

Selain itu, anggaran juga berfungsi sebagai alat evaluasi karena memungkinkan organisasi untuk menilai pencapaian kinerja keuangan dan operasional. Melalui perbandingan realisasi terhadap anggaran yang telah ditetapkan, manajemen dapat mengevaluasi efektivitas strategi dan kebijakan yang diterapkan. Hasil evaluasi ini kemudian menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan perbaikan strategi di masa depan. ([Lihat sumber Disini - ejurnal.univbatam.ac.id])

Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan akuntabilitas dan komunikasi antar unit kerja. Dengan menetapkan anggaran secara partisipatif, berbagai unit dalam organisasi dapat berkontribusi dan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap pelaksanaan anggaran yang telah disusun bersama. Model penganggaran partisipatif ini juga dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan staf dalam proses anggaran, sehingga target organisasi lebih mudah dicapai. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])


Jenis-Jenis Anggaran Keuangan

Anggaran keuangan dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis berdasarkan fungsi, periode, serta fokusnya dalam pengelolaan sumber daya. Setiap jenis anggaran memiliki peran tersendiri dalam mendukung perencanaan dan pengendalian keuangan organisasi.

Salah satu jenis anggaran adalah anggaran kas, yang mencakup rencana penerimaan dan pengeluaran kas suatu organisasi selama periode tertentu. Anggaran kas penting untuk memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya serta mengidentifikasi periode-periode dengan kebutuhan kas tinggi atau rendah. ([Lihat sumber Disini - jurnal.aksaraglobal.co.id])

Jenis lainnya adalah anggaran investasi, yang berfokus pada rencana pembelian aset jangka panjang seperti gedung, mesin, atau peralatan yang mendukung kegiatan operasional. Anggaran investasi membantu organisasi menilai kebutuhan modal besar dan dampaknya terhadap arus kas masa depan serta profitabilitas jangka panjang. ([Lihat sumber Disini - jurnal.aksaraglobal.co.id])

Selain itu terdapat anggaran pengeluaran operasional yang merinci estimasi biaya operasional organisasi, termasuk biaya produksi, pemasaran, administrasi, serta layanan. Anggaran ini berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan biaya sehari-hari untuk mendukung operasi perusahaan secara efisien. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])

Di samping itu, banyak literatur juga membahas jenis-jenis anggaran berdasarkan metode penyusunannya, seperti anggaran partisipatif yang melibatkan berbagai level manajemen dalam penyusunan anggaran untuk menghasilkan target yang realistis dan akurat. Model ini bisa meningkatkan rasa kepemilikan anggaran serta mengurangi varians yang tidak perlu dalam realisasi anggaran. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])


Proses Penyusunan Anggaran Keuangan

Proses penyusunan anggaran keuangan merupakan langkah sistematis yang dimulai dari identifikasi tujuan, proyeksi pendapatan dan biaya, hingga evaluasi dan persetujuan anggaran. Tahapan ini biasanya melibatkan kolaborasi antara berbagai unit kerja dalam organisasi agar semua aspek operasional dan strategis diperhitungkan secara matang.

Langkah pertama dalam proses penyusunan anggaran adalah penetapan tujuan dan asumsi dasar anggaran, di mana organisasi menentukan target kinerja keuangan yang ingin dicapai dalam periode anggaran. Hal ini mencakup penetapan asumsi makroekonomi, proyeksi pendapatan, serta strategi alokasi sumber daya yang realistis berdasarkan kondisi internal dan eksternal organisasi.

Selanjutnya, dilakukan penyusunan estimasi pendapatan dan pengeluaran. Pada tahap ini, setiap divisi atau unit kerja mengajukan rencana kebutuhan dana mereka sesuai dengan target yang telah disepakati. Rencana ini kemudian dikonsolidasikan oleh tim anggaran atau departemen keuangan untuk menghindari tumpang tindih serta memastikan keterpaduan antar unit kerja.

Setelah penyusunan estimasi dilakukan, anggaran yang telah dirancang akan memasuki proses review dan negosiasi. Review ini melibatkan manajemen puncak untuk mengevaluasi kelayakan anggaran sesuai dengan kemampuan organisasi serta keseimbangan antara target kinerja dan sumber daya yang tersedia.

Tahap berikutnya adalah persetujuan dan implementasi anggaran, di mana anggaran final disetujui oleh pihak berwenang organisasi sebelum diimplementasikan dalam operasi harian. Setelah itu, anggaran menjadi tolok ukur untuk pelaksanaan kegiatan dan pengendalian internal.

Terakhir, proses anggaran dilengkapi dengan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Realisasi anggaran dipantau secara periodik dan dibandingkan dengan rencana untuk mengidentifikasi varians serta menentukan tindakan korektif apabila diperlukan. Metode evaluasi seperti analisis varians menjadi alat penting dalam menilai sejauh mana anggaran dijalankan sesuai rencana awal. ([Lihat sumber Disini - pmc.ncbi.nlm.nih.gov])


Anggaran Keuangan sebagai Alat Pengendalian

Anggaran keuangan tidak hanya berperan sebagai alat perencanaan, tetapi juga sebagai salah satu mekanisme pengendalian yang efektif dalam organisasi. Pengendalian ini mencakup pengawasan terhadap realisasi anggaran dan identifikasi jika terjadi penyimpangan antara realisasi dengan target anggaran. Dengan analisis varians dan pemantauan berkala, manajemen dapat segera mengetahui area yang tidak berjalan sesuai rencana serta melakukan tindakan korektif yang diperlukan. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])

Pengendalian anggaran melalui mekanisme monitoring ini membantu organisasi menjaga disiplin finansial dan meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya. Selain itu, pengendalian anggaran mendukung transparansi dan akuntabilitas karena setiap unit kerja harus mempertanggungjawabkan realisasi anggarannya kepada manajemen pusat. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])


Peran Anggaran dalam Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan merupakan proses strategis untuk menetapkan tujuan finansial dan menyusun langkah-langkah untuk mencapainya. Anggaran keuangan memiliki peran sentral dalam mendukung perencanaan keuangan dengan menyediakan model proyeksi pendapatan dan pengeluaran organisasi dalam periode tertentu. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menghitung kebutuhan dana, mengoptimalkan alokasi sumber daya, serta membuat keputusan yang lebih informasional dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis. ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])

Melalui anggaran, organisasi dapat mengantisipasi perubahan kondisi eksternal seperti fluktuasi ekonomi, perubahan kebijakan fiskal, atau tantangan kompetitif. Penyusunan anggaran yang matang membantu manajemen mempersiapkan strategi mitigasi risiko sehingga tujuan finansial yang ditetapkan tetap berada dalam jangkauan meskipun dalam situasi yang tidak menentu. ([Lihat sumber Disini - economics.pubmedia.id])


Kesimpulan

Anggaran keuangan merupakan instrumen manajerial yang tidak hanya berfungsi sebagai alat perencanaan tetapi juga sebagai mekanisme pengendalian yang kuat dalam pengelolaan sumber daya organisasi. Melalui penyusunan anggaran yang sistematis, organisasi dapat menetapkan tujuan finansial, mengalokasikan sumber daya secara efisien, serta memantau realisasi kinerja keuangan secara berkala. Anggaran mencakup berbagai jenis seperti anggaran kas, anggaran investasi, dan anggaran operasional yang masing-masing memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan finansial organisasi. Dengan menerapkan proses penyusunan anggaran yang terstruktur serta menggunakan anggaran sebagai alat kontrol, organisasi dapat menyesuaikan strategi operasionalnya untuk mencapai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang secara optimal. ([Lihat sumber Disini - journalcenter.org])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Anggaran keuangan adalah rencana keuangan yang disusun secara sistematis dan dinyatakan dalam satuan uang untuk periode tertentu, yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan, mengalokasikan, dan mengendalikan pendapatan serta pengeluaran suatu organisasi.

Tujuan utama penyusunan anggaran keuangan adalah untuk membantu organisasi dalam merencanakan penggunaan sumber daya, mengendalikan pengeluaran, mengevaluasi kinerja keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan pencapaian tujuan organisasi secara optimal.

Jenis-jenis anggaran keuangan antara lain anggaran kas, anggaran operasional, anggaran investasi, serta anggaran berdasarkan metode penyusunan seperti anggaran partisipatif dan anggaran tetap, yang masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam pengelolaan keuangan.

Anggaran keuangan penting sebagai alat pengendalian karena memungkinkan manajemen untuk membandingkan antara rencana dan realisasi keuangan, mendeteksi penyimpangan sejak dini, serta melakukan tindakan korektif agar penggunaan dana tetap sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Anggaran berperan sebagai dasar perencanaan keuangan dengan menyediakan proyeksi pendapatan dan pengeluaran, membantu organisasi menentukan prioritas pembiayaan, mengantisipasi risiko keuangan, serta mendukung pengambilan keputusan strategis secara lebih terarah.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Budgetary Control: Konsep dan Efisiensi Biaya Budgetary Control: Konsep dan Efisiensi Biaya Varians Anggaran: Konsep dan Evaluasi Kinerja Varians Anggaran: Konsep dan Evaluasi Kinerja Budgetary Control: Konsep, Pengendalian Anggaran, dan Efisiensi Budgetary Control: Konsep, Pengendalian Anggaran, dan Efisiensi Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Aplikasi Mobile Manajemen Keuangan Siswa Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Sistem Informasi Laporan Keuangan Sekolah Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Perilaku Keuangan: Konsep, Psikologi Keuangan, dan Keputusan Individu Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Manajemen Keuangan: Konsep, Pengelolaan Keuangan, dan Kinerja Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Fungsi Pelaporan Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Fungsi Pengendalian Internal: Konsep, Unsur, dan Fungsi Financial Literacy: Konsep, Tingkat Literasi, dan Pengambilan Keputusan Financial Literacy: Konsep, Tingkat Literasi, dan Pengambilan Keputusan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Tujuan Pelaporan Laporan Keuangan: Konsep, Struktur, dan Tujuan Pelaporan Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Interpretasi Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Interpretasi Akuntansi Keuangan: Konsep, Ruang Lingkup, dan Fungsi Akuntansi Keuangan: Konsep, Ruang Lingkup, dan Fungsi Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Literasi Keuangan: Konsep, Pemahaman Finansial, dan Keputusan Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Kualitas Laporan Keuangan: Konsep, Karakteristik, dan Penilaian Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko Rasio Keuangan: Konsep, Jenis, dan Fungsi Analisis Rasio Keuangan: Konsep, Jenis, dan Fungsi Analisis Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian Risiko Keuangan: Konsep, Jenis Risiko, dan Pengendalian Akuntabilitas Keuangan: Konsep, Tanggung Jawab, dan Transparansi Akuntabilitas Keuangan: Konsep, Tanggung Jawab, dan Transparansi
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…