Terakhir diperbarui: 22 January 2026

Citation (APA Style):
Davacom. (2026, 22 January). Audit Delay: Konsep, Penyebab Keterlambatan, dan Implikasi Pasar. SumberAjar. Retrieved 22 January 2026, from https://sumberajar.com/kamus/audit-delay-konsep-penyebab-keterlambatan-dan-implikasi-pasar  

Kamu menggunakan Mendeley? Add entry manual di sini.

Audit Delay: Konsep, Penyebab Keterlambatan, dan Implikasi Pasar - SumberAjar.com

Audit Delay: Konsep, Penyebab Keterlambatan, dan Implikasi Pasar

Pendahuluan

Audit merupakan bagian penting dari sistem pelaporan keuangan perusahaan karena hasil audit memberikan jaminan independen terhadap kebenaran dan kewajaran laporan keuangan yang dipublikasikan kepada para pemangku kepentingan. Namun dalam praktiknya, tidak jarang proses audit mengalami keterlambatan penyelesaian sehingga menunda publikasi laporan keuangan kepada pemegang saham, investor, regulator, serta publik. Fenomena ini dikenal dalam literatur akuntansi sebagai audit delay atau kadang juga disebut audit report lag, yaitu selisih waktu antara akhir tahun fiskal perusahaan dengan tanggal penerbitan laporan audit independen. Keterlambatan ini bukan sekadar masalah teknis internal auditor saja, tetapi memiliki dampak besar terhadap kualitas informasi keuangan, keputusan investasi, serta reaksi pasar keuangan secara keseluruhan. Penelitian-penelitian empiris menunjukkan bahwa audit delay sering menjadi indikator efisiensi tata kelola perusahaan dan kualitas audit, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal perusahaan. ([Lihat sumber Disini - repository.widyatama.ac.id])


Definisi Audit Delay

Definisi Audit Delay Secara Umum

Audit delay secara umum merujuk pada periode waktu yang dibutuhkan auditor independen untuk menyelesaikan pemeriksaan laporan keuangan setelah tahun fiskal perusahaan berakhir. Istilah ini mencerminkan seberapa cepat atau lambat proses audit diselesaikan, yang kemudian akan memengaruhi kapan laporan keuangan dapat disampaikan kepada publik atau pemangku kepentingan lainnya. Audit delay sering diukur dalam jumlah hari dari tanggal akhir tahun buku sampai dengan tanggal di mana laporan audit ditandatangani/dipublikasikan. ([Lihat sumber Disini - repository.widyatama.ac.id])

Definisi Audit dalam KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata audit berarti pemeriksaan pembukuan tentang keuangan (perusahaan, bank, dan sebagainya) secara berkala atau pengujian efektivitas luar masuknya uang serta penilaian kewajaran laporan yang dihasilkannya. Definisi ini memberi gambaran dasar tentang aktivitas audit itu sendiri, yaitu verifikasi dan evaluasi terhadap data keuangan untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian laporan yang dipublikasikan. ([Lihat sumber Disini - kbbi.web.id])

Definisi Audit Delay Menurut Para Ahli

  1. Robbitasari (2013) menyatakan audit delay (alias audit report lag) adalah jumlah hari dari tanggal penutupan buku tahun perusahaan hingga tanggal ditandatanganinya laporan audit independen. ([Lihat sumber Disini - repositori.buddhidharma.ac.id])

  2. Imam Subekti & Novi Wulandari (2014) mendefinisikan audit delay sebagai perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit, menunjukkan lamanya waktu penyelesaian audit. ([Lihat sumber Disini - repositori.buddhidharma.ac.id])

  3. Lestari & Nuryatno (2018) berpendapat audit delay adalah jarak waktu penyelesaian audit laporan keuangan tahunan, diukur dari tanggal penutupan buku sampai dengan tanggal laporan auditor independen tercatat dalam laporan keuangan. ([Lihat sumber Disini - repository.itebisdewantara.ac.id])

  4. Penelitian Ringkasan Skripsi juga menyatakan audit delay sebagai lamanya waktu penyelesaian audit dari tanggal tutup buku hingga tanggal terbitnya laporan audit. ([Lihat sumber Disini - repositorybaru.stieykpn.ac.id])


Pengukuran dan Batas Waktu Audit Delay

Audit delay umumnya diukur dalam jumlah hari antara tutup buku fiskal perusahaan (misalnya 31 Desember) dan tanggal auditor independen menandatangani laporan auditnya. Dalam banyak yurisdiksi, terutama perusahaan publik, ada aturan regulator tentang batas maksimum penyampaian laporan keuangan yang telah diaudit. Misalnya dalam konteks pasar modal Indonesia, emiten diwajibkan menyampaikan laporan tahunan beserta laporan auditnya dalam jangka waktu tertentu setelah tahun buku berakhir agar informasi tetap relevan dan berguna bagi pengguna laporan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

Pengukuran audit delay sangat penting karena semakin panjang periode yang dibutuhkan auditor untuk mengeluarkan opini audit, semakin tertunda pula penyampaian informasi kepada pemegang saham, investor, kreditor, regulator, dan publik. Ini bisa mengurangi relevansi informasi tersebut dalam pengambilan keputusan ekonomi. ([Lihat sumber Disini - jurnalmahasiswa.stiesia.ac.id])


Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Audit Delay

Audit delay tidak terjadi secara tunggal, tetapi sebagai akibat interaksi berbagai faktor internal perusahaan, karakteristik auditor, serta kondisi eksternal pasar. Berdasarkan kajian ilmiah dan penelitian empiris, berikut adalah beberapa faktor utama yang sering diidentifikasi:

1. Ukuran Perusahaan (Firm Size)

Perusahaan besar cenderung memiliki sistem pelaporan internal yang lebih matang, tim akuntansi yang lebih besar, serta data keuangan yang lebih mudah diakses dan terstruktur sehingga auditor dapat bekerja lebih efisien. Sebaliknya perusahaan kecil yang memiliki prosedur pelaporan kurang efektif sering mengalami audit delay yang lebih panjang. Beberapa penelitian empiris menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap audit delay. ([Lihat sumber Disini - journal.trunojoyo.ac.id])

2. Kompleksitas Operasional dan Industri

Semakin kompleks struktur organisasi, banyaknya anak perusahaan, transaksi lintas negara, atau karakteristik industri tertentu, auditor membutuhkan waktu lebih lama untuk verifikasi dan konsolidasi data, sehingga memperpanjang audit delay. ([Lihat sumber Disini - j-innovative.org])

3. Profitabilitas dan Kondisi Keuangan

Tingkat profitabilitas dan kondisi finansial perusahaan juga memengaruhi lamanya proses audit. Perusahaan dengan kondisi keuangan rumit atau risiko kerugian cenderung menghadapi pemeriksaan lebih teliti, sehingga memperpanjang audi delay. ([Lihat sumber Disini - journal.febubhara-sby.org])

4. Opini Audit dan Temuan Audit

Jika auditor menemukan isu material dalam laporan keuangan, misalnya kesalahan, ketidaksesuaian standar atau pencatatan ulang yang diperlukan, proses audit jadi lebih panjang karena perlu investigasi dan diskusi lebih mendalam antara auditor dan manajemen perusahaan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

5. Karakteristik Audit Committee

Komite audit perusahaan, termasuk jumlah anggotanya, keahlian, frekuensi rapat, dan tenure dapat mempengaruhi efektivitas pengawasan terhadap proses audit. Penelitian empiris menunjukkan anggota komite audit yang efektif dan berpengalaman cenderung mempercepat penyelesaian audit, sedangkan kelemahan dalam fungsi ini bisa memperpanjang audit delay. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

6. Audit Tenure dan Reputasi Kantor Akuntan Publik

Auditor yang telah lama bekerja dengan klien mungkin lebih efisien karena sudah memahami sistem internal perusahaan. Demikian pula, reputasi dan kapasitas kantor akuntan publik memengaruhi proses audit, auditor besar biasanya lebih terstruktur dan cepat menyelesaikan audit dibanding auditor kecil. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

7. Faktor Regulasi dan Musiman

Kewajiban aturan pasar modal, puncak musim audit (busy season), serta tenggat regulasi juga bisa menyebabkan beban kerja auditor menumpuk sehingga memperlambat penyelesaian audit. ([Lihat sumber Disini - j-innovative.org])


Pengaruh Audit Delay terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan

Audit delay memiliki dampak langsung terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan. Ketika penyelesaian audit tertunda, otomatis laporan keuangan juga tertunda dipublikasikan.

  1. Relevansi Informasi Keuangan
    Ketika laporan keuangan yang telah diaudit terlambat dipublikasikan, relevansinya dalam pengambilan keputusan investasi dan kredit bisa berkurang karena informasi yang disampaikan bukan lagi mencerminkan situasi terkini perusahaan. ([Lihat sumber Disini - jurnalmahasiswa.stiesia.ac.id])

  2. Pelanggaran Regulasi
    Tenggat waktu penyampaian laporan keuangan kepada regulator seperti OJK atau bursa efek sangat penting. Keterlambatan dapat menimbulkan sanksi administratif atau denda yang berdampak pada reputasi perusahaan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Risiko Asimetri Informasi
    Audit delay meningkatkan kemungkinan asimetri informasi antara manajemen perusahaan dan investor karena investor memperoleh informasi yang tertunda, ini dapat memicu spekulasi atau tindakan insider trading sebelum informasi tersedia secara publik. ([Lihat sumber Disini - repository.itebisdewantara.ac.id])


Implikasi Audit Delay terhadap Reaksi Pasar

Audit delay juga memiliki implikasi signifikan terhadap reaksi pasar modal, terutama saham perusahaan:

  1. Volatilitas Harga Saham
    Keterlambatan publikasi laporan keuangan dapat memicu ketidakpastian di pasar, meningkatkan volatilitas harga saham karena investor harus membuat keputusan berdasarkan informasi parsial atau usang. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  2. Penurunan Kepercayaan Investor
    Investor menganggap perusahaan yang sering mengalami audit delay sebagai tanda buruk terhadap tata kelola (corporate governance) atau kualitas laporan keuangan, yang pada akhirnya menurunkan kepercayaan dan daya tarik investasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  3. Volume Perdagangan Saham
    Keterlambatan laporan dapat menyebabkan penundaan dalam kegiatan perdagangan saham karena investor menunggu informasi lengkap, sehingga menurunkan volume perdagangan dan likuiditas pasar. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Audit Delay dan Kredibilitas Informasi Keuangan

Proses audit yang tepat waktu merupakan bagian dari aspek kualitas pelaporan keuangan yang dapat meningkatkan kredibilitas informasi. Audit delay yang panjang tidak hanya menunda penyampaian laporan, tetapi juga bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap kualitas audit dan integritas informasi keuangan.

  1. Efisiensi Pengawasan Internal
    Audit delay sering menjadi indikator efektivitas fungsi audit internal, termasuk audit committee, sistem pengendalian internal, dan manajemen risiko. Ketidakefisienan di area ini dapat menurunkan kredibilitas laporan keuangan yang diaudit. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  2. Gamifikasi Pasar dan Informasi
    Keterlambatan audit dapat mengurangi kemampuan investor untuk membuat keputusan yang akurat dan tepat waktu. Ketika informasi finansial tidak tersedia pada waktu yang dibutuhkan, ini dapat merusak sinyal pasar dan memengaruhi perilaku investasi. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])


Kesimpulan

Audit delay adalah fenomena penting dalam praktik akuntansi yang menunjukkan lamanya auditor independen menyelesaikan pemeriksaan laporan keuangan setelah akhir tahun fiskal. Berdasarkan literatur dan penelitian ilmiah yang ada:

  • Audit delay didefinisikan sebagai selisih waktu antara tanggal akhir tahun buku dan tanggal laporan audit independen diterbitkan. ([Lihat sumber Disini - repositori.buddhidharma.ac.id])

  • Audit delay dipengaruhi oleh berbagai faktor perusahaan termasuk ukuran perusahaan, kompleksitas operasional, kondisi keuangan, opini audit, karakteristik audit committee, auditor dan regulasi. ([Lihat sumber Disini - journal.trunojoyo.ac.id])

  • Audit delay tidak hanya berdampak pada ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, tetapi juga berimplikasi pada persepsi pasar modal, volatilitas harga saham, serta kredibilitas informasi keuangan. ([Lihat sumber Disini - researchgate.net])

  • Dengan demikian, langkah-langkah strategis seperti peningkatan efektivitas pengendalian internal, koordinasi lebih baik dengan auditor, serta optimum penggunaan teknologi audit menjadi sangat penting untuk mengurangi audit delay dan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di pasar modal. ([Lihat sumber Disini - j-innovative.org])

Artikel ini ditulis dan disunting oleh tim redaksi SumberAjar.com berdasarkan referensi akademik Indonesia.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Audit delay adalah keterlambatan penyelesaian audit laporan keuangan yang diukur dari tanggal akhir tahun buku perusahaan hingga tanggal diterbitkannya laporan audit independen. Audit delay menunjukkan lamanya waktu auditor menyelesaikan proses pemeriksaan laporan keuangan.

Audit delay diukur berdasarkan jumlah hari antara tanggal penutupan tahun buku perusahaan, biasanya 31 Desember, dengan tanggal laporan auditor independen ditandatangani atau dipublikasikan.

Audit delay dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti ukuran perusahaan, kompleksitas operasional, kondisi keuangan, profitabilitas, opini audit, karakteristik komite audit, reputasi kantor akuntan publik, serta faktor regulasi dan musim audit.

Audit delay penting karena berpengaruh langsung terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap regulasi pasar modal, serta persepsi investor terhadap kualitas tata kelola dan transparansi perusahaan.

Audit delay dapat menimbulkan ketidakpastian informasi, menurunkan kepercayaan investor, meningkatkan volatilitas harga saham, serta memengaruhi volume dan likuiditas perdagangan saham di pasar modal.

Ya, audit delay yang panjang dapat menurunkan persepsi kredibilitas laporan keuangan karena informasi dianggap kurang relevan dan mencerminkan lemahnya efisiensi pengawasan serta kualitas proses audit.

⬇
Home
Kamus
Cite Halaman Ini
Geser dari kiri untuk membuka artikel Relevan.
Geser dari kanan untuk artikel terbaru.
Jangan tampilkan teks ini lagi
Artikel Relevan
Audit Internal: Konsep, Prosedur, dan Fungsi Pengawasan Audit Internal: Konsep, Prosedur, dan Fungsi Pengawasan Opini Audit: Konsep, Jenis Opini, dan Makna Audit Opini Audit: Konsep, Jenis Opini, dan Makna Audit Audit Eksternal: Konsep, Jenis Audit, dan Proses Pemeriksaan Audit Eksternal: Konsep, Jenis Audit, dan Proses Pemeriksaan Audit Internal: Konsep, Pengawasan Keuangan, dan Kepatuhan Audit Internal: Konsep, Pengawasan Keuangan, dan Kepatuhan Materialitas dalam Audit: Konsep, Penentuan, dan Pertimbangan Auditor Materialitas dalam Audit: Konsep, Penentuan, dan Pertimbangan Auditor Audit Internal Rekam Medis Audit Internal Rekam Medis Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Implikasi Penelitian: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Inisiasi Laktasi Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Inisiasi Laktasi Sistem Web Pelacakan Pengiriman Barang Sistem Web Pelacakan Pengiriman Barang Pengetahuan Ibu tentang Tumbuh Kembang Bayi Pengetahuan Ibu tentang Tumbuh Kembang Bayi Kualitas Data Mortalitas Kualitas Data Mortalitas Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Sistem Informasi Keuangan Pendidikan: Konsep dan Model Attribution Theory: Konsep dan Contoh Attribution Theory: Konsep dan Contoh Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko Pengendalian Internal: Konsep, Sistem Kontrol, dan Pencegahan Risiko SPK Deteksi Kecurangan Transaksi SPK Deteksi Kecurangan Transaksi Sistem Web Arsip Digital Sistem Web Arsip Digital Pengawasan Mutu Rekam Medis Pengawasan Mutu Rekam Medis Sistem Web Pelaporan Proyek Penelitian Sistem Web Pelaporan Proyek Penelitian Sistem Web Notifikasi Nilai Otomatis Sistem Web Notifikasi Nilai Otomatis X-Variable: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Statistik X-Variable: Pengertian, Fungsi, dan Contoh dalam Penelitian Statistik
Artikel Terbaru
Memuat artikel terbaru…