
Kualitas Data Mortalitas
Pendahuluan
Mortalitas merupakan indikator kunci yang menggambarkan kondisi kesehatan suatu populasi karena menunjukkan jumlah dan pola kejadian kematian. Data mortalitas yang berkualitas tinggi sangat penting untuk memahami tren kesehatan masyarakat, mengevaluasi intervensi kesehatan, serta merancang kebijakan dan program kesehatan yang efektif, karena dari data inilah para pembuat kebijakan dapat melihat indikator kesehatan secara realistis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Data mortalitas juga berperan sebagai dasar dalam menghitung berbagai ukuran demografi seperti angka kematian kasar, angka kematian menurut umur tertentu, dan indikator kesehatan lain yang membantu memetakan status kesehatan suatu wilayah secara komprehensif. [Lihat sumber Disini - indonesia.unfpa.org]
Namun, seringkali data mortalitas mengalami masalah dalam kredibilitas, akurasi penyebab kematian, atau bahkan pencatatan yang tidak lengkap, sehingga menghambat pemahaman yang akurat tentang beban penyakit dan tantangan kesehatan yang sesungguhnya ada di masyarakat. Permasalahan ini terbukti dalam berbagai penelitian di Indonesia dan negara lain, di mana proporsi kesalahan atau data tidak spesifik (“garbage codes”) seringkali tinggi dan ini memiliki implikasi serius terhadap validitas kebijakan kesehatan. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Dengan latar belakang tersebut, artikel ini akan membahas secara mendalam kualitas data mortalitas, termasuk definisi, komponen, faktor yang memengaruhi kualitasnya, dampaknya terhadap kebijakan kesehatan, dan strategi peningkatan kualitas data mortalitas secara komprehensif.
Definisi Kualitas Data Mortalitas
Definisi Kualitas Data Mortalitas Secara Umum
Kualitas data mortalitas secara umum merujuk pada sejauh mana data tentang kejadian kematian dalam suatu populasi dapat dipercaya, komprehensif, dan representatif dari realitas. Kualitas ini meliputi beberapa aspek penting seperti kelengkapan pencatatan semua kematian yang terjadi, akurasi dalam klasifikasi penyebab kematian menurut kaidah sistem klasifikasi standar seperti ICD-10, serta konsistensi waktu dan ruang dari data yang dikumpulkan. Secara ideal, data mortalitas yang berkualitas harus mencerminkan informasi yang benar tentang orang yang meninggal, tanggal kejadian, serta penyebab utama kematiannya secara spesifik untuk kebutuhan evaluasi epidemiologi, perencanaan layanan kesehatan, dan penelitian. [Lihat sumber Disini - journal.formosapublisher.org]
Definisi Kualitas Data Mortalitas dalam KBBI
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah kualitas merujuk kepada tingkat bahan atau mutu sifat sesuatu, sementara mortalitas merujuk pada angka atau data kematian dalam suatu populasi. Secara bahasa, kualitas data mortalitas dapat diartikan sebagai seberapa baik atau tinggi mutu informasional dari data kematian yang dikumpulkan, termasuk aspek ketepatan, keterandalan, kelengkapan, dan kegunaannya sebagai sumber informasi untuk kesehatan masyarakat. Definisi ini menegaskan bahwa data mortalitas yang berkualitas bukan hanya jumlah kematiannya, tetapi juga seberapa informatif dan akurat data tersebut ketika digunakan untuk memahami kondisi kesehatan suatu populasi.
Definisi Kualitas Data Mortalitas Menurut Para Ahli
Para ahli kesehatan masyarakat dan statistik demografi memberikan definisi yang lebih teknis terkait kualitas data mortalitas:
-
David E. Phillips dan kolega menjelaskan bahwa kualitas data mortalitas mencakup ketelitian pelaporan penyebab kematian, kelengkapan pelaporan, konsistensi internal, serta ketepatan pengelompokannya menurut kategori penyebab kematian yang diakui secara internasional, sehingga memungkinkan perbandingan lintas negara dan periode waktu. [Lihat sumber Disini - pophealthmetrics.biomedcentral.com]
-
Endang Indriasih dan rekan menegaskan bahwa kualitas data penyebab kematian (cause-of-death) sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan kesehatan publik, namun sering mengalami masalah seperti tingginya proporsi kode tidak spesifik yang dapat mengaburkan pemahaman penyebab kematian yang sesungguhnya. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Peneliti manajemen data kesehatan menyatakan bahwa data mortalitas yang berkualitas harus melalui proses pengumpulan, pencatatan, pengkodean, dan pelaporan yang terstandarisasi, karena kesalahan dalam salah satu tahap ini dapat menurunkan kualitas keseluruhan data. [Lihat sumber Disini - journal.formosapublisher.org]
-
Ahli epidemiologi kesehatan global menyatakan bahwa kualitas data mortalitas mencakup keandalan dalam pelaporan penyebab kematian dan detail demografis yang lengkap, yang kemudian berperan penting dalam analisis epidemiologi dan pembuatan strategi intervensi kesehatan berbasis bukti. [Lihat sumber Disini - link.springer.com]
Pengertian dan Komponen Data Mortalitas
Data mortalitas adalah rekaman informasi yang mencakup kejadian kematian dalam suatu populasi. Ini tidak hanya meliputi jumlah kematian, tetapi juga informasi demografis (seperti umur, jenis kelamin, lokasi) dan penyebab kematian yang dikodekan secara sistematis. [Lihat sumber Disini - indonesia.unfpa.org]
Komponen utama dari data mortalitas meliputi:
-
Identifikasi individu yang meninggal, mencakup nama, umur, jenis kelamin, dan lokasi kejadian.
-
Tanggal kejadian kematian, tanggal yang tepat ketika kematian terjadi dan dicatat.
-
Penyebab kematian utama, kode atau deskripsi penyakit atau kondisi yang paling bertanggung jawab atas kematian, biasanya dicatat berdasarkan standar internasional seperti ICD-10.
-
Penyebab sekunder atau komorbiditas, kondisi yang turut berkontribusi pada kematian tetapi bukan penyebab utama.
-
Pengkodean dan klasifikasi, proses konversi penyebab kematian menjadi kode standar internasional untuk digunakan dalam analisis statistik dan perbandingan lintas wilayah.
Komponen-komponen ini merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa data tidak hanya jumlah kematiannya yang terhitung, tetapi juga informatif secara epidemiologis.
Ketepatan Pengisian Penyebab Kematian
Ketepatan pengisian penyebab kematian merupakan salah satu aspek paling kritis dalam memastikan kualitas data mortalitas. Penyebab kematian yang tercatat harus sesuai dengan standar medis dan kaidah pengkodean internasional agar data dapat dipakai dalam analisis statistika kesehatan yang handal. [Lihat sumber Disini - journal.formosapublisher.org]
Masalah umum yang sering muncul dalam pencatatan penyebab kematian meliputi:
-
Ketidaksesuaian format dan rinci penyebab kematian, di mana surat kematian tidak mencantumkan penyebab primer secara berjenjang atau sesuai standar, sehingga menyulitkan klasifikasi dan analisis statistik. [Lihat sumber Disini - journal.universitaspahlawan.ac.id]
-
Penggunaan “garbage codes”, yakni kode penyebab kematian yang tidak spesifik atau tidak informatif, yang sering muncul akibat ketidaklengkapan data atau kesalahan pengkodean. Hal ini menyebabkan tingkat kepercayaan atas data yang dilaporkan menurun, dan dalam beberapa studi ditemukan proporsi cukup tinggi dari kode yang tidak bermakna dalam statistik penyebab kematian. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Kurangnya pelatihan tenaga kesehatan yang mencatat kematian, sehingga penyebab kematian yang dilaporkan sering memiliki ketidakakuratan atau tidak sesuai dengan urutan kausalitas medis.
Ketepatan pengisian penyebab kematian secara langsung memengaruhi akurasi pengambilan keputusan kesehatan dan prioritas alokasi sumber daya kesehatan di tingkat nasional maupun regional.
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Data Mortalitas
Kualitas data mortalitas dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural, teknis, dan sumber daya manusia, di antaranya:
-
Sistem pencatatan yang tidak terintegrasi, jika sistem pencatatan kematian di fasilitas kesehatan dan pencatatan sipil tidak terhubung dengan baik, maka banyak kematian yang tidak tercatat atau terduplikasi. [Lihat sumber Disini - ejournal.cahayailmubangsa.institute]
-
Ketidaklengkapan administrasi dan akta kematian, misalnya proporsi kematian yang tidak memiliki akta kematian resmi cukup tinggi, menyebabkan statistik resmi sering tidak mencerminkan realitas total kematian dalam masyarakat. [Lihat sumber Disini - ejournal.cahayailmubangsa.institute]
-
Kualitas sertifikasi kematian, jika dokter atau tenaga kesehatan yang mencatat kematian belum terlatih dalam standar pengisian sertifikat kematian, maka penyebab kematian sering tidak akurat atau tidak terperinci. [Lihat sumber Disini - inohim.esaunggul.ac.id]
-
Ketersediaan sumber daya teknologi informasi, fasilitas dengan sistem elektronik untuk pencatatan kematian lebih cenderung menghasilkan data yang lengkap dan akurat dibandingkan dengan pencatatan manual. [Lihat sumber Disini - journal.formosapublisher.org]
-
Faktor sosial dan budaya, dalam beberapa konteks, kematian di luar fasilitas kesehatan tidak dilaporkan secara formal karena budaya atau hambatan administratif, sehingga data mortalitas menjadi tidak lengkap. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
Dampak Data Mortalitas terhadap Kebijakan Kesehatan
Data mortalitas yang bermutu tinggi memainkan peran penting dalam pembuatan kebijakan kesehatan masyarakat, terutama dalam menentukan program intervensi, alokasi sumber daya, penentuan prioritas penyakit, hingga evaluasi efektivitas program kesehatan nasional.
Contoh dampak langsungnya antara lain:
-
Ketidaktepatan prioritas intervensi kesehatan akibat data tidak akurat dapat menyebabkan sumber daya dialokasikan ke area yang kurang membutuhkan atau tidak sesuai dengan beban penyakit nyata.
-
Perencanaan pelayanan kesehatan yang tidak responsif terhadap tren sebenarnya penyebab kematian jika penyebabnya tidak tercatat dengan benar.
-
Evaluasi kebijakan yang bias, misalnya seolah terjadi penurunan kematian akibat penyakit tertentu padahal yang sebenarnya terjadi adalah kegagalan pencatatan penyebab secara tepat.
Dengan demikian, kebijakan kesehatan yang dirumuskan tanpa didukung oleh data mortalitas berkualitas tinggi berpotensi menghasilkan intervensi yang kurang efektif dan kurang efisien dalam konteks kesehatan masyarakat.
Strategi Peningkatan Kualitas Data Mortalitas
Ada beberapa strategi yang telah direkomendasikan dalam literatur ilmiah untuk meningkatkan kualitas data mortalitas, antara lain:
-
Pelatihan dan pembinaan tenaga kesehatan dalam pengisian sertifikat kematian agar penyebab kematian dicatat secara akurat dan sesuai standar internasional. [Lihat sumber Disini - inohim.esaunggul.ac.id]
-
Integrasi sistem pencatatan kematian secara elektronik antara fasilitas kesehatan dan catatan sipil untuk memastikan kematian tercatat secara lengkap dan konsisten. [Lihat sumber Disini - journal.formosapublisher.org]
-
Standarisasi proses pelaporan menggunakan kaidah ICD-10 atau klasifikasi global lain untuk memastikan bahwa penyebab kematian dikodekan dengan benar dan dapat dianalisis. [Lihat sumber Disini - journal.formosapublisher.org]
-
Penggunaan perangkat lunak analisis kualitas data, seperti ANACONDA, untuk menilai dan meningkatkan kualitas data penyebab kematian serta mengidentifikasi kode yang tidak bermakna. [Lihat sumber Disini - researchgate.net]
-
Kolaborasi antara instansi kesehatan, pencatatan sipil, dan pemangku kebijakan untuk menerapkan sistem yang berkelanjutan dalam pencatatan dan validasi data mortalitas.
Kesimpulan
Kualitas data mortalitas merupakan dasar penting dalam memahami kesehatan suatu populasi, merencanakan intervensi kesehatan yang tepat, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan kesehatan publik. Kualitas ini mencakup ketepatan pengisian penyebab kematian, kelengkapan pencatatan, pengkodean standar internasional, dan integrasi sistem informasi kesehatan untuk memastikan data yang dihasilkan relevan dan dapat diandalkan.
Namun, tantangan seperti ketidaklengkapan pencatatan, kesalahan pengkodean, dan penggunaan kode tidak spesifik masih menjadi hambatan dalam menghasilkan data mortalitas yang berkualitas tinggi. Mengatasi hal ini membutuhkan upaya bersama antara tenaga kesehatan, pencatat kematian, pembuat kebijakan, dan institusi yang terlibat dalam sistem registrasi kematian melalui strategi seperti pelatihan, integrasi sistem, dan penggunaan alat analisis kualitas.
Dengan upaya perbaikan yang berkelanjutan, data mortalitas dapat menjadi sumber informasi yang kuat untuk mendukung kebijakan kesehatan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.